Wanita Jutek Ku : Sakit Ku Tak Perlu Kau Tahu

Wanita Jutek Ku : Sakit Ku Tak Perlu Kau Tahu
59# Ucapan terima kasih


__ADS_3

" Ok... kalian gua kasi libur buat dua hari kedepan, tapi...jangan pake waktu kosong kalian buat pergi ke bar doang, pikiran lagi gimana cara lain buat bikin Hasby Kesusahan... paham?".


" Paham tuan muda... ".


setelahnya, Daniel dan dua anak buahnya pergi dari ruangan Syam, sedikit merasa jengkel karena mengetahui bahwa wanita yang bersama Hasby adalah Vanesa, dirinya saat ini berpikir bahwa upaya ia mendekati wanita ini semakin kecil. Vanesa mungkin akan memberikan perhatian lebih pada Hasby, dan lagi kan yang menyelamatkannya adalah pemuda itu, secara wajar Vanesa pasti akan merasa berhutang budi padanya.


" Kali ini lo mungkin lagi beruntung Hasby, tapi tunggu aja... abis ini gua bakalan kasi lo kejutan". ucapnya yang setelah itu tertawa lepas.


°°°


" Vanesa... kamu kenapa baru pulang sayang? " ucap Zihan menghampiri anaknya yang sudah berada di kamar.


terlihat Vanesa sekarang ini sedang duduk di depan laptop nya, beberapa waktu lalu setelah ia menyuruh Sri untuk mengurus perlengkapan Hasby, dirinya langsung pergi ke kamar untuk mandi berniat membersihkan luka dan kotoran yang menempel di badannya.


sedikit terasa perih ketika luka lecet Vanesa mengenai air, ia saat itu langsung teringat dengan luka Hasby yang dia dapatkan sore tadi, mungkin jika terkena air lukanya akan terasa lebih sakit darinya.


Zihan kala itu tidak sendirian pergi ke kamar Vanesa, terdapat Jordan yang mengikuti dari belakang, orang tua Vanesa ini sekarang sedang duduk di samping Vanesa.


" Kamu kenapa pulang malem nak?, kita sore tadi khawatir tau mikirin kamu... apa ada masalah? " ucap Zihan dengan nada khawatir.


Sekilas juga, Zihan dapat melihat beberapa goresan luka di tangan kana Vanesa, kulitnya yang halus dan putih memperlihatkan dengan jelas goresan ini, sehingga Zihan pun bertanya lagi padanya.


" Ini kenapa sayang?, kamu gak kena masalah kan? kamu gak mau diculik lagi kan?... terus ibu denger dari bu Sri, baju kamu pas pulang agak kotor, apa kamu jatoh?... ". ucap Zihan melontarkan banyak pertanyaan.


" Ibu... aku gak papa, ini cuma luka lecet doang, aku tadi pulang telat karena ada kendala dikit... terus aku juga gak diculik kok bu... buktinya sekarang aku ada di sini ".


" Ayah tahu kamu memang gak papa, tapi sebelum ke sini, ayah nemuin Hasby dulu... diliat-liat mukanya itu agak pucet, terus kayak yang gelisah gitu... kamu sama dia gak ada apa-apa kan?". ucap Jordan


" Hah? muka Hasby pucet?... ".


" Iya, gak ayah doang kok yang liat, ibu kamu juga ada di sana waktu tadi ".


Terdiam sejenak memikirkan Hasby, Vanesa merasa kalau luka Hasby mungkin sedikit merasa sakit, apalagi sekarang kan malam hari, lain lagi untuk rasa gelisah pemuda itu yang dikatakan oleh Jordan, Vanesa mungkin mengira bahwa Hasby khawatir tentang menanggapi pertanyaan Nafsah.


" Vanesa... Vanesa...kamu kenapa malah bengong? " ucap Zihan menyadarkan lamunan Vanesa.


" Kamu kenapa nak? kalau ada masalah bilang aja ke kita... jangan di tutup-tutup, kali aja kami bisa bantu ". ucap Jordan.

__ADS_1


mengehela nafas sejenak, Vanesa kemudian menceritakan kejadian yang ia dan Hasby alami tadi sore, dari mulai ia menunggu di mall, sampai terjadinya kecelakaan yang menyebabkan Hasby terluka dan ia tidak sadarkan diri.


Mendengar hal ini, Zihan dan Jordan sedikit terkejut menanggapnya, tidak lama setelah kejadian Vanesa diculik bulan lalu, kali ini Hasby harus terluka karena menyelamatkan Vanesa untuk kedua kalinya, memang kejadian ini berbeda kasus, namun tetap saja mereka merasa bersalah pada calon menantunya.


" Apa luka Hasby parah?, dia udah dapet perawatan lebih lanjut gak? " ucap Zihan.


" Luka agak besar,dan...kayak dalem deh, soalnya aku liat baju yang sebelumnya sobek banyak banget bercak darahnya ".


" Hm... dia memang orang baik, rela luka demi nyelamatin kamu Vanesa... ". ucap Zihan.


" Sebagai ucapan terima kasih, mulai dari sekarang kamu harus ngerawat dia, gak banyak laki-laki yang kayak Hasby... dan kamu tau kan apa yang harus kamu lakuin? " ujar Johan.


" Iya, Yah... ".


" Bagus, kamu makin dewasa Vanesa, semoga kedepannya kamu bakalan punya pikiran yang bijak ".


beberapa menit setelahnya, Zihan dan Jordan keluar dari kamar Vanesa setelah mendiskusikan sesuatu yang berkaitan dengan Hasby.


mereka bertiga sepakat bahwa mulai minggu depan, Hasby akan bekerja di grup Nur, sebagai permintaan terima kasih, ini juga sebagai hadiah karena dirinya akan segera masuk ke keluarga Lits.


Pada jam 23:00,Vanesa beranjak keluar kamar untuk menemui Hasby, mengenai penjelasan dari ayahnya, Vanesa kini sadar telah banyak menyusahkan Hasby beberapa waktu kebelakang.


***


" Ergh... ".


Hasby memegang kepala yang sakit saat ini, bukan karena luka yang waktu itu ia dapatkan, melainkan karena penyakitnya yang mulai kambuh, pada jam segini biasanya Hasby akan minum obat secara rutin, tapi karena menginap di kediaman Lits, otomatis dia akan libur minum obat.


beberapa saat yang lalu juga, Nafsah menelepon ke nomor Hasby ketika dirinya sedang mengganti perban. Sedikit gelagapan di waktu menjelaskan kepada Nafsah, Hasby akhirnya dapat membuat Nafsah percaya dengan mengatakan bahwa dirinya sedang berdiskusi untuk bekerja di perusahaan Jordan, memang kebohongan yang besar Hasby berkata seperti itu, tapi ya mau bagaimana lagi.


Setiap waktu berjalan kedepan, sakit kepala Hasby makin menusuk, belum lagi ditambah sakit luka di bagian bahu, malam ini Hasby memprediksi akan menjadi malam yang panjang.


di saat Hasby berbaring karena menahan sakit, terdengar suara ketukan pintu beberapa kali yang memaksa dirinya untuk membuka pintu tersebut.


merubah ekspresi wajahnya dulu, Hasby pun berjalan dengan keadaan sedikit terhuyung, dibuka pintu itu terlihat seorang wanita yang berdiri menunggu pintu dibuka.


wanita ini adalah Vanesa, agak heran karena nonanya datang malam-malam ke mari, Hasby pun terlebih dahulu mempersilahkan Vanesa masuk dengan pintu yang dibiarkan terbuka.

__ADS_1


" Kalau aku boleh tau... kamu ada perlu apa dateng ke sini? " tanya Hasby ketika dirinya sudah duduk di samping Vanesa dengan jarak yang sewajarnya.


" Gua ke sini... mau... ngucapin terima kasih buat yang tadi " ucap Vanesa menunduk.


" Soal tadi? ".


" Ya... soal lo yang udah nyelamatin gua, sebenarnya sih ucapan terima kasih doang gak cukup, sebagai imbalan... gua minta sama ayah buat lo kerja di perusahaannya ".


" Be... beneran? ".


" Ini emang gak setimpal kalau dibandingin lo yang udah nyelamatin gua, tapi kedepan kalau lo ada masalah gua bisa bantu kok ".


Hasby tersenyum melihat Vanesa begitu baik terhadap dirinya, tidak hanya memberikan perhatian, Wanita ini malah berinisiatif untuk mempekerjakan dirinya di perusahaan Nur sebagai ucapan terima kasih. Dengan bantuan dari Vanesa, Hasby tidak menyangka bahwa ucapan yang ia katakan pada Nafsah sebelumnya menjadi kenyataan, bilang kalau dirinya akan segera bekerja di kantor milik Jordan, Hasby tidak perlu lagi membuat kebohongan untuk kedepannya.


malam semakin larut dan Vanesa masih tetap belum keluar dari kamar Hasby, walaupun begitu, dari sejak ia mengatakan akan mempekerjakan Hasby, dirinya tidak lagi membuka suara. Dari sejak tadi pula, susah payah Hasby bersikap biasa saja dihadapan Vanesa, kepala yang awalnya sakit masih bisa ditahan menjadi lebih menusuk lagi rasanya.


" Van... Vanesa... " ucap Hasby menundukan kepala dengan dalam.


" Em... ya ".


" Kamu... emang... gak ngantuk? ". tanya Hasby masih dalam posisi sebelumnya.


" Sekarang sih enggak... emang lo udah ngantuknya ". Ucap Vanesa sambil menengok ke arah Hasby.


sedikit merasa ada yang tidak beres, baru menyadari kalau logat bicara Hasby agak aneh, serta dirinya selalu menunduk tanpa menatap wajahnya, Vanesa melihat Hasby dengan pandangan curiga.


" Aku..."


" Hasby? kenapa gak lanjutin omongan lo? ".


alasan Vanesa menanyakan hal ini, karena pemuda yang da disampainya hanya diam membisu tanpa melanjutkan kata-kata nya tadi.


" Hasby?... lo gak pa___... !!!... Hasby?! ".


___________________________________


penasaran sama kelanjutannya?, ayo dukung terus Author agar lebih semangat upnya ya...

__ADS_1


jumpa di Chapter selanjutnya...


__ADS_2