
Hasby menjelaskan pada Nafsah alasan ia tidak ingin menjalin hubungan dengan Savira, karena kedekatan nya sebagai sahabat sudah menjadi kebiasaan Hasby sehari-hari.
Yang namanya pacaran pasti akhirnya akan putus, jika dimana hubungan Hasby dan Savira rapuh, yang paling ia takutkan adalah ketika putusnya mereka akan memengaruhi ikatan persahabatan yang sudah lama mereka jalin, lagi pula sampai saat ini Hasby tidak memiliki perasaan apapun terhadap Savira, dan hanya menganggap nya tidak lebih dari seorang sahabat.
" Aku tau kalau dia udah suka sama kakak sejak SMP, tapi waktu itu dia cuma sekedar suka, tapi makin kesini...rasa suka dia sama aku makin dalem, terus... aku juga makin harus banyak drama, kamu inget kan waktu kejadian di kampus itu?... " ucap Hasby.
" Yang mana? "
" Pas waktu kamu ada di kelas kakak, buat kasih obat... bukannya kamu ada di sana?... "
" Oh... yang itu, iya aku masih inget... " ujar Nafsah.
" Sebenernya aku tau maksudnya, tapi aku pura-pura beloon aja... "
mengingat kejadian saat Savira mengucapkan kata-kata kalau dirinya siap untuk menemani Hasby seumur hidup, saat itu pula ada sedikit perasaan aneh yang menyangkut di pikiran Hasby .
Di dunia ini kan tidak hanya ada satu laki-laki saja, mungkin ada banyak orang yang lebih baik di luar sana dari pada dirinya, tapi kenapa Savira terasa tidak berpaling?, sedangkan yang Hasby ketahui, Savira itu merupakan orang yang gak sabaran, ia tidak akan pernah bisa menunggu sesuatu jika itu terlalu lama, tapi anehnya... Savira bisa menahan perasaan yang begitu lamanya dan harus menunggu jawaban dari Hasby tanpa kepastian.
" Wah... aku ternyata baru tau kalau kakak itu orang peka, awalnya sih gak nyangka aja, tapi ngedenger penjelasan kamu... aku percaya deh... " ucap Nafsah.
" Kamu gak tau sih... kan waktu SMP aku ini 'pangeran cinta', soal pacaran kayak gitu... huh... cetek... " ucapnya dengan percaya diri.
ya, walaupun Hasby saat ini terkesan menghindari wanita, tapi ketahuilah bahwa saat masih duduk di bangku SMP, dia ini merupakan playboy terkenal, wajar jika ia memiliki banyak kekasih, karena bakat dan parasnya ini, tidak sulit untuk dia mendapatkannya, ditambah lagi bukan hanya teman sekelasnya saja yang menyukainya, melainkan adik kelas bahkan kakak kelaspun tak jarang jika mengungkapkan isi hati mereka pada Hasby.
Masa itu ia memang masih belum mengenal dalam apa arti dari kata cinta, boleh dibilang masih tahap cinta monyet, yaitu cintanya masa remaja. Tapi setelah ia lulus dari SMP, Hasby tidak lagi menjadi playboy seperti dulu, karena mengelami suatu kejadian yang membuat ia trauma dengan kisah menjalin asmara.
" Halah...,itu kan waktu SMP, sekarang kamu udah kayak ngehindar dari kerumunan lebah tau, ya... walaupun kamu gak terlalu dingin, malah terkesan ramah loh... " ucap Nafsah.
" Terkesan ramah apaan Nafsah?...... "
" Ramahnya sih... diliat cara kamu ngehindar dari mereka, kebanyakan orang yang banyak fans nya bakalan acuh gak acuh gitu, terus terkesan risih kalau seumpamanya si fansnya itu ngintil, tapi kamu, hm...ya... bisa dibilang baik, soalnya waktu ngehindar dari kerumunan, kamu pakai etika yang bunda ajarin... " ucap Nafsah.
" kalau itu... aku gak bakalan lupa sama nasihatnya... ".
Mendengar kata Nafsah tadi, Hasby saat ini kembali teringat dengan pesan almarhum bundanya, beliau pernah berpesan padanya dan Nafsah kalau kita tidak boleh menyakiti hati seseorang terlebih lagi kalau wanita.
bundanya berkata ' kalau misalkan kalian berdua mau ngehindar dari orang banyak, pakai adab yang bunda ajarin, jangan pernah pudarkan senyum serta jangan pernah berkata keras dan kasar, apalagi kalau bicara sama wanita, karena wanita memiliki hati yang lebih rapuh dari pada laki-laki '.
__ADS_1
Walaupun hanya beberapa kaliamat, pesan yang yang diajarkan oleh bundanya tidak akan pernah ia lupakan, itu juga berlaku bagi Nafsah, keduanya kini berpikir, hal yang orang tua mereka sampaikan dulu sangat bermanfaat bagi keduanya untuk sekarang ini.
" Kak... aku mau tanya sama kamu nih " ucap Nafsah.
" Mau nanya apaan? "
" Kamu kan pernah bilang, kamu ngejauhin cewek karena trauma waktu SD, pas ada gadis seumuran kamu yang dorong kakak sampai tangan kamu keseleo kan?... " tanya nya.
" Hm... iya bener, emangnya kenapa? "
" Ya kamu kenapa trauma nya sekarang?! ... "
" Em... maksudnya" tanya Hasby yang merasa bingung.
" Kakak... kamu itu ngerasa gak sih? masa kamu sekarang ngejauhin cewek gara-gara trauma SD sedangkan waktu SMP kamu itu playboy... trauma kamu itu aneh tau..." ujar Nafsah.
kalau dipikir-pikir benar juga apa yang dikatakan Nafsah, Hasby juga jadi bingung saat memikirkan nya, kenapa ia traumanya terlambat saat sudah masuk ke tingkatan belajar yang lebih tinggi sedangkan saat SMP ia tidak menyadari trauma tersebut.
" Iya juga ya... kenapa aku trauma nya kebalik gini?... "
" Huh...dasar kakak, telat tau traumanya... tapi bentar, apa mungkin... ada kejadian lain gitu selain waktu SD yang buat kamu trauma? ".
Nafsah dan Hasby terdiam satu sama lain, keduanya memiliki pemikiran masing-masing saat ini, namun belum lama hal itu terjadi Hasby memilih untuk menyudahi kegiatannya.
" Udah ah, pusing aku mikirinnya, mending sekarang kita buru-buru ke atas, entar mereka curiga loh kita kelamaan di bawah... "ucap Hasby sambil membawa beberapa bungkus cemilan.
" Hm... iya juga ".
sebelum kembali ke lantai dua, tidak lupa Hasby juga menyuruh Nafsah untuk bungkam mulut saat di tanya oleh ketiga temannya, ia berpesan bahwa akan menjawab semua pertanyaan mereka bertiga.
" Oh ya, kamu gak bawa minuman? " tanya Hasby yang berbalik menghadap Nafsah.
" Buat? "
" Ya masa nyemil gak ada minum sih... udah cepetan sono ambil... ".
" Iya, iya... ".
__ADS_1
Setelah Nafsah mengambil air minum, mereka berdua pun mulai beranjak ke lantai dua, Nafsah juga sempat bertanya pada Hasby tentang apa pendapatnya mengenai Vanesa secara keseluruhan. Menurut penilaian Hasby, Vanesa itu sebenarnya adalah wanita yang memiliki fisik sempurna, dan terdapat sifat lembut tersembunyi di dalam dirinya, namun entah kenapa kelembutan nya itu terasa tertutupi oleh sesuatu, alasan Hasby berkata seperti itu karena dirinya lah yang merasakan sendiri kelembutan Vanesa dibalik sikap juteknya.
tepatnya saat ia masih di rawat di rumah sakit, waktu itu hanya ada Vanesa yang berada di sana selain dirinya, karena melihat Hasby yang sedang kesakitan walau tidak terlalu menampakkan, Vanesa menawarkan diri untuk memijat kepala Hasby agar dirinya merasa lebih baik, itu menunjukan bahwa dirinya masih memiliki rasa simpati.
" Ini penilaian kamu atau perasaan aja nih?... " tanya Nafsah.
" Ya penilaian lah...lagian kamu nanya pendapat aku tentang dia kan? "
" Iya juga sih, tapi menurut perasaan kamu gimana tentang nona Vanesa? "
" Gimana ya?... aku juga belum pasti sih, tapi___..... ".
" AAAAAARGH!!!!!!....."
sebelum Hasby menyelesaikan ucapannya, terdengar suara teriakan berasal dari lantai atas yang di ketahui suara itu milik Savira, Ardi, dan Firdan. Karena panik, Nafsah dan Hasby mempercepat langkahnya menuju lantai dua.
Sesampainya disana, mereka menumukan bahwa Ardi, Savira serta Firdan, sedang dalam posisi berpelukan satu sama lain.
" Ada apa? kenapa kalian teriak?... " tanya Hasby yang baru sampai.
" I... itu, kita tadi liat bagian serem di tv... " ucap Savira yang masih setengah menutupi matanya serta tangan yang satunya lagi merangkul leher Firdan.
" Ya ampun...aku kira apaan, suara kalian itu keras banget tau, aku kaget dengernya" ucap Nafsah meletakan nampan yang terdapat lima buah gelas berisi air minum, serta satu teko yang yang berisikan minuman juga.
" Kalian ini gak ada kerjaan ya...gua kira ada apaan " ucap Hasby yang duduk setelah meletakan nampan makanan.
" Nah... itu lo tau rasanya, kita juga khawatir pas lo teriak tadi, emangnya lu doang apa yang kaget?.. " Ucap Ardi yang melepaskan cengkraman tangannya dari lengan baju Firdan.
" Iya tuh... tau rasa kan sekarang, " lanjut Savira.
" Sav... Savira... " kali ini Firdan yang berbicara.
" Paan?!... gua lagi ngomong sama Hasby, lu jangan ganggu "
" Ya tapi... lo jangan nyekek gua juga kali, terus dada lo deket banget woy!, walaupun lo itu sahabat gua, tapi gua juga pria normal... " ucap Firdan.
" Kyaaa!!!... cabul lo Firdan!!! ".
__ADS_1
_____________________________
gaess... bagi like nya ya....