
" Ya udah,sekarang kamu siap-siap dulu,kita kan mau belanja buat acara perayaan nanti hari minggu,kebetulan ibu udah beli setengah perlengkapannya kemarin sama Hasby, mungkin kita akan beli setengahnya lagi sekarang" ucap Zihan.
" Iya..."
" Vanesa...ayah sekarang udah urus tentang kuliah kamu,jadi mulai Minggu depan kamu udah pindah kuliah ke Indonesia" ucap Jordan yang kini berada disamping Zihan.
" sekarang kita keluar dulu,paling nanti kita berangkat jam 2,sekalian nunggu Hasby pulang kuliah". ucap Zihan.
setelah berkata demikian,Zihan dan Jordan kini keluar dari kamar Vanesa dan meninggalkannya seorang diri.
sebenarnya Vanesa merasa enggan untuk pergi berbelanja dengan ibunya,tapi mau bagaimana lagi. Acara di hari Minggu yang Zihan maksud adalah tentang acara ulang tahun perusahaan mereka yang ke 15 tahun, tentu saja Zihan dan Jordan akan mengundang teman kerja mereka termasuk dengan pegawai yang kerja di perusahaannya.acara ini selalu di lakukan setiap tahunnya dan bertepatan pada tanggal 19 Februari.
Vanesa kini memilih untuk mandi terlebih dahulu setelah Zihan dan Jordan keluar kamarnya,walau dengan suana hati yang buruk,karena harus di jodohkan dengan orang lain,tapi ia juga tidak punya pilihan lain.
kalau misalkan ia menolak perjodohan itu,sesuai perkataan Jordan sebelumnya, orang yang bernama Syam akan masuk penjara.
__ADS_1
Syam ini adalah orang yang sangat Vanesa cintai,ia merupakan putra pertama dari keluarga Barah, dirinya dan Vanesa sempat menjalin hubungan selama 3 tahun,jadi wajar jika cinta Vanesa begitu mendalam padanya,namun beda hal nya dengan Syam sendiri, nyatanya Syam pernah ketahuan terciduk sedang jalan-jalan dengan wanita lain,dan itupun Vanesa melihat dengan mata kepalanya sendiri.
waktu itu,Vanesa masih sangat mencintainya dan hanya menganggap itu mungkin adalah teman Syam. Namun tidak sekali dua kali ia melihat kejadian itu, bahkan Vanesa pernah melihat Syam berjalan dengan wanita sebanyak 5 kali dan itupun dengan wanita yang berbeda pula.
Sampai suatu hari,Vanesa pun mengajak Syam ke sebuah hotel untuk berbicara padanya ,ia menanyakan tentang identitas-identitas wanita yang berjalan bersamanya, namun Syam menjawab bahwa wanita-wanita itu hanya sekedar teman-temannya,tantu saja Vanesa menyangkal tentang pendapat Syam,teman mana yang diajak berbelanja sambil sesekali dicium kalau itu bukan pacarnya.
di perbincangan kali ini timbul gejolak amarah diantara keduanya bukan hanya mengeluarkan kata-kata kasar, bahkan Syam sampai main tangan. Dia menampar Vanesa lebih dari tiga kali dan itupun tidak pelan, sampai-sampai meninggalkan bekas memar di pipi Vanesa,itu merupakan hal kecilnya dari kejadian ini, Syam bukan hanya menampar Vanesa tapi ia kini memiliki akal busuk untuk melecehkannya.
Syam merobek pakaian Vanesa,tepatnya pada bagian bahu sampai ketiak,kala itu Vanesa berteriak memintanya untuk tidak melakukan hal itu,bahkan Vanesa memintanya sambil menangis sekeras-kerasnya dan Syam tetap tidak menghiraukannya,malah tersenyum penuh kemenangan,saat-saat Vanesa hampir putus asa, tiba-tiba saja ada seseorang yang mendobrak pintu kamar yang menjadi keberadaannya.
saat itu setelah mendobrak pintu,Riko langsung menghajar Syam di tempat,sedangkan Tari yang sambil memegang ponselnya kini menghampiri Vanesa yang sedang terpuruk,sepertinya Tari sedang merekam kejadian itu,dan benar saja,Vanesa melihat ada kejadian saat Syam sedang menampar Vanesa.
Riko dan Syam kini berkelahi,saling memukul,menendang dan membanting, dan pada hasil akhirnya, Syam lah yang berakhir dengan keadaan wajah yang babak belur akibat pukulan dari Riko.
saat itu pula,Tari mengirimkan rekaman itu ke nomor Zihan dan Jordan pun ikut melihat kejadian itu. Alhasil, Jordan seketika langsung murka,ia tidak menunggu waktu dan langsung menelpon polisi untuk menangkap Syam,tentu saja setelah itu ia langsung pergi bersama Zihan ke hotel tempat Vanesa berada,dan itu juga meminta bantuan Tari untuk men share lokasi mereka berada.
__ADS_1
Saat pertama kedatangan Jordan,hal yang ia pertama lakukan adalah menampar Syam sekeras-kerasnya dan itupun tidak sekali namun berkali-kali,tujuan Jordan melakukan hal ini karena ingin membalas perbuatan kejinya pada Vanesa.
setelah itu,polisi akhirnya datang ketika wajah Syam sudah memerah akibat tamparan dari Jordan.
namun,ketika polisi hendak menyeret Syam,Vanesa kini malah memohon pada ayahnya untuk tidak memasukan Syam ke tahanan,tentu saja Jordan kala itu langsung menolak mentah-mentah permintaan Vanesa.
karena kejadian yang Syam lakukan, ia kini sudah sangat menyimpan dendam padanya karena telah melakukan hal yang tidak terpuji,walaupun belum melakukan ha itu,tapi ia sudah termasuk berniat melakukannya karena sudah merobek pakaian Vanesa,belum lagi sebelumnya Syam sempat menampar Vanesa yang membuat Jordan sangat marah mengingat kejadian itu.
tapi Vanesa terus saja memohon pada Jordan,ia menangis sekeras kerasnya sampai berlutut di kaki ayahnya,karena tidak ingin membuat anak kesayangannya bersedih,dengan berat hati Jordan akhirnya menyetujui permintaanya.
namun dengan satu Syarat,Vanesa dan Syam tidak boleh ada dalam hubungan apapun lagi,baik itu pacaran maupun berteman, walaupun itu bertemu,menelpon atau chatingan pun tidak boleh,dan itupun langsung Vanesa terima sebagai syarat demi membebaskan Syam.
Setelah kejadian itu, Vanesa lebih jadi pendiam dan sering mudah marah seperti sekarang ini,sebelumnya sifat Vanesa adalah orang yang ceria dan ramah,namun seketika berubah dengan drastis setelah itu. Jordan dan Zihan hanya bisa meratapi tingkah laku Vanesa kala itu,mereka tahu apa yang dirasakan oleh Vanesa,orang yang ia cintai seharusnya memberikan kebahagiaan padanya malah hampir berbuat hal yang tidak terpuji padanya,sungguh ia sangat tidak menyangka.
walau kejadian itu sudah 3 tahun lamanya,namun Vanesa tetap masih belum melupakan hal itu, rasa cintanya masih melekat pada orang yang sama,dan di saat yang sama pula orang yang ia cintai hampir melakukan hal yang sangat tidak terpuji,tentu itu menimbulkan bekas luka yang sangat dalam bagi Vanesa.
__ADS_1