Wanita Jutek Ku : Sakit Ku Tak Perlu Kau Tahu

Wanita Jutek Ku : Sakit Ku Tak Perlu Kau Tahu
33# Penjelasan


__ADS_3

setelah beberapa menit Hasby dan Nafsah membahas tentang kampus, tiba-tiba saja Hasby teringat akan perjodohannya dengan Vanesa yang di sebabkan oleh Jordan dan Zihan.


" Nafsah...kakak mau ngomong sesuatu sama kamu..." ucap Hasby


" Ngomong apaan? ".


" Jadi...awalnya begini-----"


Hasby kemudian menjelaskan pada Nafsah tentang perjodohannya dengan Vanesa, ternyata...pulangnya Vanesa ke Indonesia itu berkaitan dengan perjodohannya dengan Hasby, dan saat itu dirinya baru mengetahui bahwa Jordan dan Zihan sudah merencanakan hal ini sejak lama, terlebih lagi pertunangan mereka awalnya akan dilaksanakan pada akhir pekan ini, namun diundur karena kondisi Hasby yang sekarang, sehingga membuat pertunangan antara Hasby dan Vanesa di undur menjadi dua bulan lagi.


Nafsah yang mendengar hal itu mulanya tidak menyangka, bisa di bilang sih tidak percaya, karena biasanya mana mungkin seorang supir dapat memiliki ikatan dengan majikannya.


" Kamu beneran dijodohin?! emang nona Vanesa nya mau?... kalau menurut aku sih dia gak bakalan mungkin sudi dijodohin sama cowok kulkas kayak kakak, apalagi kamu cuma supir...ditambah supir keluarganya lagi..." ucap Nafsah.


" yea...walaupun aku itu cuma supir...tapi otak aku kan pinter, belum lagi aku ini ganteng, anak baik...siapa coba yang gak mau sama kakak?..." ucap Hasby percaya diri.


" Buktinya nona Vanesa gak mau kan kalau gak di desak sama orang tuanya..."


" Kamu tau dari mana dia gak mau sama kakak?..."


" Coba aja kamu pikirin... misalkan aku ini seorang pembantu yang kebetulan dijodohin sama tuan mudanya sendiri, sedangkan si tuan muda itu ganteng, pinter, punya perusahaan sendiri...kira-kira mau gak si tuan muda itu dijodohin sama seorang pembantu?"


penjelasan Nafsah tadi tepat pada kenyataan nya bahwa Vanesa memang tidak mau dijodohkan dengan Hasby, dan hari ini Nafsah menyadari bahwa kata-kata yang pernah ia ucapkan dulu bahwa mungkin saja Hasby berjodoh dengan Vanesa, kini menjadi kenyataan.


" Kak...kamu tau gak?, kata-kata aku waktu itu jadi kenyataan loh..." ucap Nafsah.


" hm? kata-kata yang mana?..."


" Itu...waktu pas kamu nunjukin foto nona Vanesa ke aku...aku bilang kan mungkin aja kamu jodoh sama dia, eh...malah jadi kenyataan...kayaknya omongan aku mustazab deh..." ucap Nafsah.


" Ah...itu cuma kebetulan aja..."


" Di dunia ini gak ada yang kebetulan kak, kan udah di atur sama Allah...". ucap Nafsah meyakinkan.

__ADS_1


" Iya...tapi ini gak ada hubungannya sama kata-kata yang menurut kamu mustazab itu..."


" Tapi beneran kejadian kan?..." ucap Nafsah tersenyum jahil.


Hasby sekarang tidak bisa menyangkal, perkataan Nafsah memang benar, secara kebetulan walaupun di dunia ini tidak ada yang kebetulan, waktu itu Nafsah berkata bahwa Hasby dan Vanesa cocok untuk keduanya, dan tak pernah terpikirkan olehnya bahwa kata-kata Nafsah betul-betul terjadi.


" Iya juga sih..." ucap Hasby membenarkan.


***


" Hallo, semua!...I'm coming!...".


ketika Hasby dan Nafsah sedang berbicara, tiba-tiba saja ada orang yang membanting pintu sama hal nya dengan Nafsah, namun yang membedakan adalah ekspresi yang orang itu tunjukan bertolak belakang dengan Nafsah.


ketika Nafsah membanting pintu, perasaan yang dia alami saat itu sedang marah, namun orang ini malah bersikap ceria.


" Hai Hasby...Nafsah..." ucap orang itu pada Hasby dan Nafsah sambil menghampiri mereka berdua.


" Ardi?....". " Kak Ardi?..."


ucap Hasby dan Nafsah bersamaan.


bukan hanya Ardi seorang yang berada di sana, melainkan ia datang dengan dua orang dibelakang, yaitu Savira dan Firdan.


" Loh?....kalian kok tau gua ada di rumah sakit?..." ucap Hasby yang melihat ketiga sahabatnya ada di sini.


" Kita tau dari Nafsah...dan Nafsah juga yang bilang ke kita buat minta lo izin ke dosen..." jawab Firdan.


" Gimana kondisi kamu Hasby? apa kepala kamu masih sakit? terus apa kata dokter?...lukanya fatal apa enggak?..." ucap Savira yang melontarkan banyak pertanyaan ketika dirinya sudah berada di samping ranjang Hasby.


" Pertanyaan lo banyak amat Sav...khawatir ya lo?..." ucap Ardi dengan senyum jahil.


" Apaan sih Ardi...gua...cuman nanya hal kecil doang kok,lagian gak papa dong kalau gua khawatir, kan dia lagi sakit, iya gak Hasby?..." ucap Savira pada Hasby dan Hasby sendiri hanya mengangguk pelan menuruti ucapan Savira.

__ADS_1


" Khawatir doang apa khawatir banget...kayaknya khawatirnya berlebihan deh..." ucap Firdan tersenyum jahil.


" Terserah lo aja lah...gua males mikirinnya..." ucap Savira bersi keras.


" Ah...masa?" kali ini Ardi yang berbicara.


" Ih...kalian berdua emang brengsek ya..." ucap Savira dengan cemberut.


Savira, Firdan dan Ardi terus saja beradu omongan tanpa henti, sehingga membuat Nafsah dan Hasby yang menyimak sedikit risih dengan pertengkarannya, namun tetap diam agar tidak terkena imbasnya.


Nafsah mengerti jika Savira khawatir terhadap kakaknya, karena Nafsah sendiri mengetahui bahwa Savira menyukai Hasby, jadi sudah wajar kalau kita akan menghawatirkan orang yang kita sayangi kalau dia nya sedang ada masalah.


bukan seperti Nafsah yang mengerti penyebab beradu omongannya Savira, Firdan dan Ardi, Hasby malah terlihat keheranan, walaupun dirinya menyimak dari awal, tapi sejak pertama percakapan...ia tidak mengerti makna dibalik kata-kata itu, sehingga ia hanya bisa melihat teman-temannya bertengkar tanpa sebab.


" Udah, udah, udah...kalian udah pada gede juga masih aja berantem...kayak anak kecil tau, terus ini itu di rumah sakit...bukan di rumah gua..." ucap Hasby


" Tuh...si Ardi duluan sama si Firdan..." ujar Savira.


" yea...orang lu yang gak mau ngaku..." ucap Firdan membela diri.


" Tapi kan gua___..." sebelum Savira menyelesaikan kata-kata nya, Hasby memotong terlebih dahulu dan menasehati kembali mereka bertiga untuk diam, tidak hanya membuat dirinya sendiri pusing, tapi perselisihan antara Ardi, Firdan dan Savira juga dapat mengganggu pasien atau orang lain yang berada di luar.


" Kalau kalian bertiga ribut lagi...nanti gua usir loh" ancam Hasby.


" Jangan dong Hasby, masa temen sendiri lo usir sih?...tega bener" ucap Ardi.


" Lagian lo berisik melulu, dari suara kalian bertiga...suara yang paling keras itu keluar dari mulut lo Ardi.."


" Iya,iya...gua minta maaf...".


melihat Ardi bersikap seperti itu, Nafsah yang sejak tadi mengamati kini tersenyum tipis, di dalam hatinya muncul perasaan nyaman ketika melihat sosok lelaki yang rempong itu, walaupun terkesan tidak cool bagi seorang laki-laki, tapi ketahuilah bahwa tipe pria yang Nafsah sukai seperti itu.


_______________________________________________________

__ADS_1


__ADS_2