Wanita Jutek Ku : Sakit Ku Tak Perlu Kau Tahu

Wanita Jutek Ku : Sakit Ku Tak Perlu Kau Tahu
29# Bingung


__ADS_3

setelah Rafa menutup teleponnya, ia kini berdiam sejenak dan memikirkan seseorang yang sebenarnya orang itu adalah Hasby. Walaupun sudah lama berteman dengan Hasby, Rafa sesekali sempat merasa bahwa cara berpikir sahabatnya ini berbeda dengan orang lain.


tidak seperti mereka yang ingin mendapat perhatian ketika sedang sakit, tidak heran akan ada banyak permintaan yang di inginkan orang tersebut ketika berada dalam situasi itu, sudah banyak kali Rafa melihat orang seperti itu, bahkan hampir semua orang yang ia temui di rumah sakit ini melakukan hal yang sama.


namun berbeda dengan Hasby yang malah bertingkah sebaliknya, di saat semua orang memanfaatkan situasi ini untuk mendapatkan perhatian orang lain, Hasby malah menutupinya dari orang sekitar maupun orang terdekat, malah adik kandungnya sendiri juga tidak di beritahu tentang kondisinya saat ini.


Rafa sempat bertanya-tanya untuk apa dia melakukan hal ini, waktu di ruangan perawatan, dirinya juga menyembunyikan sesuatu di depan Cika dan Vanesa. Saat itu Rafa menduga kepala Hasby sedang mengalami rasa sakit, namun seberusaha mungkin Hasby tutupi agar dua wanita yang ada di depannya tidak mengetahuinya, Vanesa dan Cika memang tidak menyadari, tapi beda hal nya dengan Rafa sendiri.


karena ia seorang dokter, bukan hal sulit untuk mengetahui keadaan pasien jika sekedar mengira ia sakit atau tidak, walau secara samar, Rafa mengetahui hal itu dengan melihat cara Hasby berbicara dan gerak-gerik tubuhnya.


ketika Hasby berbicara dengan Vanesa dan Cika, nada bicaranya terdengar pelan dan hampir setiap waktu tangan kanannya terus saja mencengkram kuat lengan bajunya yang menandakan dirinya sedang menahan rasa sakit.


dan tentu perihal Nafsah tadi, membuat Rafa semakin bingung dengan cara berpikir temannya ini. Karena rasa penasaran yang melanda pikirannya, Rafa kini berniat pergi ke ruang perawatan Hasby, tapi ada satu hal yang membuat dirinya berhenti sejenak dan berbalik.


" Kopi gua masih banyak...sayang kalau gak dihabisin..." ucapnya yang langsung meneguk habis kopi itu dalam sekali minum sebelum berbalik kembali menuju ruangan Hasby.


***


sepi, adalah suasana yang dirasakan oleh Hasby sekarang ini, sejak kepergian Vanesa, ruangan seakan kosong tanpa kehadirannya, dan muncul rasa bosan pada Hasby seiring berjalannya waktu.


sekarang sudah pukul 11:00 yang menunjukan hari sudah mulai menjelang siang, merasa tubuhnya sedikit pegal karena terus saja duduk di tempat tidur, Hasby memutuskan untuk melihat pemandangan keluar jendela. Kepalanya Sedikit pusing saat ia pertama kali berdiri dari tempat tidur, sehingga dirinya agak sempoyongan ketika berjalan, namun dengan adanya tongkat infusan, ia menjadi sedikit terbantu karena tongkat tersebut di gunakan sebagai penahan agar tidak jatuh.

__ADS_1


saat sampai di balkon luar jendela, Hasby melihat pemandangan yang ada di sana. Suasana kota yang ramai, terlihat banyak orang yang berlalu-lalang melakukan tugas mereka, pada saat yang bersamaan, Hasby melihat seorang wanita remaja yang berdiri di samping ibunya. Terlihat mereka sedang menunggu bus di terminal dan sesekali mengobrol satu sama lain, saat pandangannya terfokus pada si wanita, Hasby kini teringat akan seorang wanita lain yang ia bohongi kemarin malam, dan wanita itu tidak lain adalah Nafsah adiknya.


ia cukup merasa bersalah padanya, membuat dirinya khawatir dan berbohong pula tentang kondisinya saat ini.


clek....


bunyi suara pintu dibuka terdengar di telinga Hasby saat ia masih memikirkan Nafsah, dan muncul seorang pria berpakaian khusus dokter yang kini berjalan ke arah Hasby setelah dirinya menengok ke belakang. Orang itu adalah seorang dokter, dan yang pasti Hasby mengenalinya, siapa lagi kalau bukan si ganteng Rafa.


dirinya kini mengalihkan pandangannya lagi ke luar jendela, pada saat itu Rafa berdiri di sebelahnya.


" Gua liat lo kayak yang bingung...bingung kenapa?" tanya Rafa yang ikut menikmati pemandangan.


" Hah.....Gua lagi mikirin Nafsah...kemarin gua boong sama dia kalau gua kerja lembur, padahal gua ada di rumah sakit..." ucap Hasby yang menghela nafas.


" Gua gak mau dia khawatir...selama ini gua selalu nyusahin dia, setiap kepala gua sakit waktu penyakit gua kambuh, dia yang bakalan kesusahan..." ucap Hasby yang kali ini menunduk.


" Ya kan percuma aja, lo malah bikin dia lebih khawatir kayak gini...sampe-sampe dia telepon gua buat nanyain lo tadi..."


" apa! Nafsah telepon lo?!" ucap Hasby yang kini memusatkan pandangannya pada Rafa.


" Iya " jawab Rafa singkat.

__ADS_1


" Terus...dia nanya apa? apa lo bilang gua ada di rumah sakit? ". tanya Hasby dengan sedikit panik.


" Iya, gua bilang sama dia kalau lo itu gak kerja lembur, tapi di rawat di rumah sakit..." ucap Rafa dengan santai.


" Apa! kenapa lo bilang kayak gitu...ya ampun kak Rafa..."


Hasby kini memegang kepalanya dengan kedua tangan, ia mengira bukan tidak mungkin Nafsah akan datang ke rumah sakit, dan pasti ia akan mendapat ceramah panjang darinya.


" Oh iya, dia juga bilang bakalan dateng ke sini" ucap Rafa sambil tersenyum jahil.


" Apa!...kak Rafa...kenapa lo bilang kayak gitu sih...gua pasti bakalan abis...".


" Hahaha...sabar aja ya bro...terima takdir aja..." ucap Rafa tertawa kecil sambil menepak pundak Hasby.


Hasby kini terus saja mengumpat pada Rafa setelah Rafa memberitahu kebenarannya, walau Hasby terus menerus berbicara dan mengomeli tentang kesalahannya, tapi Rafa hanya tertawa karena merasa lucu dengan sikap temannya ini, dan tentu juga perlakuan Rafa membuat Hasby jengkel karena merasa dirinya telah di permainkan.


ketika kedua sedang beradu omongan, tiba-tiba saja ada suara ketukan pintu yang membuat keduanya berhenti.


" Siapa tuh?". tanya Rafa yang melihat ke sumber ketukan pintu.


" Mana gua tau..." Hasby menjawab sambil memalingkan wajahnya, saat ini ia masih merasa kesal pada Rafa, dan Rafa hanya menanggapinya dengan mengangkat bahu kemudian berniat membukakan pintu.

__ADS_1


yang pertama kali Rafa lihat setelah membuka pintu adalah seorang wanita yang bersama dengan suaminya, ke dua orang ini bukan orang asing, melainkan orang yang Rafa kenal.


" Tuan Jordan...Nona Zihan, apa kabar?" tanya Rafa sambil memasang senyumnya.


__ADS_2