Wanita Jutek Ku : Sakit Ku Tak Perlu Kau Tahu

Wanita Jutek Ku : Sakit Ku Tak Perlu Kau Tahu
27# Single


__ADS_3

ketika Hasby sudah selesai berbicara dengan Nafsah lewat telepon, ia baru menyadari bahwa pintu toilet sedikit terbuka dan terlihat Vanesa yang sedang mengintipnya walaupun sudah menyadarinya, Hasby memilih untuk berpura-pura tidak melihat saja.


tidak lama setelah itu, Vanesa kemudian keluar sesuai dugaan Hasby, tidak seperti terakhir kali saat ia belum masuk ke kamar mandi, bawaannya tenang dan cuek saja, tapi raut wajah yang Vanesa keluarkan berbeda dengan yang tadi, saat ini dirinya terlihat seperti ingin bertanya tetapi ragu akan keputusannya, ini terlihat jelas karena Vanesa terus melihat Hasby dengan tatapan ingin bertanya namun kemudian memalingkan wajah.


karena melihat majikannya seperti ada sesuatu yang ingin dia bicarakan, Hasby pun memutuskan untuk mengawali pembicaraan.


" Em...nona...keliatannya nona kayak mau nanya sama saya, kalau ada pertanyaan silahkan aja...gak perlu sungkan kok..." ucap Hasby


Vanesa nampak sedikit ragu untuk permintaan Hasby, walaupun di dalam hatinya ia sangat ingin bertanya tentang Nafsah, tapi menurutnya ini agak sedikit mencampuri urusan pribadi, jadi ia urungkan saja pertanyaan itu dan bertanya tentang hal lain.


" Gua mau nanya...cewek tadi itu siapanya dokter Rafa?..." ucap Vanesa.


" Dia teman masa kecilnya...dan baru pulang beberapa hari dari luar negri, sama kayak nona..." ucap Hasby menjelaskan.


" Oh,gitu..."


" Iya non..."


saat ini Vanesa cukup bingung, perasaan ingin bertanya nya terus saja terlintas di pikirannya, perlu waktu sedikit lama untuk Vanesa memantapkan hatinya untuk bertanya pada Hasby tentang Nafsah, dan Hasby hanya merasa bingung yang melihat ekspresi Vanesa yang terlihat sedikit bimbang.


' si nona kenapa?...kayak yang bimbang gitu tapi juga kayak yang mau ngomong sesuatu sama gua... ' batin Hasby.


" Hasby..." ucap Vanesa dengan nada yang terdengar serius.


nada bicara yang Vanesa keluarkan kini membuat Hasby menjadi tegang dan membuat dirinya penasaran pula, sejauh yang Hasby ketahui, ia tidak pernah melihat Vanesa seserius ini.


" I...iya nona, kenapa?..."


" Gua mau nanya satu hal lagi sama lo...apa lo bisa jawab? ".


" Insa Allah...kalau bisa...saya bakalan jawab pertanyaan nona..." ucap Hasby yang ikut serius.


" Gua mau tanya...tadi____....."


kring....kring....kring....


belum selesai Vanesa menyelesaikan kata-katanya, Ada suara dering ponsel berbunyi yang diketahui itu adalah suara dering ponselnya sendiri dan harus membuat Vanesa tidak jadi bertanya pada Hasby.


Vanesa tidak masalah untuk hal ini, ia bisa menanyakan tentang Nafsah lain kali, namun beda hal nya dengan Hasby, saat ini ia cukup penasaran dengan pertanyaan Vanesa yang belum ia sampaikan padanya, mulanya ia sedikit tegang, namun melihat Vanesa tidak jadi bertanya karena ada gangguan membuat dirinya sedikit kecewa.


" Bentar...gua angkat telepon dulu..."


Vanesa kemudian mengambil ponsel dan melihat nama kontak yang memanggilnya dan ternyata itu panggilan dari Zihan.


" Hallo bu...".

__ADS_1


" Hallo Vanesa...kamu masih ada di rumah sakit kan?" tanya Zihan yang ada di sebrang telepon.


" Iya, memangnya kenapa? bukannya ibu tau aku ada di rumah sakit?..."


" Enggak, kirain kamu udah balik lagi ke hotel...soalnya ibu sekarang udah ada di rumah..."


" Ooo....ibu ada perlu apa nelpon aku?"


" Em...Hasby nya masih bangun gak?..."


" Dia belum tidur sih...tapi emangnya kenapa?"


" tolong kasiin hp nya ke Hasby ya...ibu mau ngomong sesuatu sama Hasby".


mendengar ibunya ingin berbicara dengan Hasby, Vanesa cukup heran dengan hal itu, namun segera ia hilangkan dan memberikan ponselnya pada Hasby.


" Hasby, nih...ibu gua mau ngomong sama lo..." ucap Vanesa sambil mengulurkan ponselnya


" ngomong apa non?..."


" gak tau...lo tanya aja sendiri..."


Hasby kemudian mengambil ponsel yang ada di tangan Vanesa, sebenarnya ia cukup penasaran dengan apa yang akan di bicarakan Zihan padanya.


" Hasby...gimana kondisi kamu saat ini? apa kepala kamu masih sakit?..." tanya Zihan.


" Alhamdulillah...sekarang udah baikan nyonnya...".


" Oh, bagus kalau begitu...saya turut seneng dengernya...kamu mulai dari sekarang harus banyak istirahat, gak boleh telat makan dan jangan lupa minum obat ya..."


" Iya nyonya...makasih atas nasihatnya...".


" Oh iya Hasby...em...saya mau tanya satu hal sama kamu, apa boleh?..." tanya Zihan.


" Em...boleh kok nyonya...emang nyonya mau nanya apa?"


" Eee....kamu...kamu udah punya kekasih belum?" tanya Zihan


mendengar ucapan Zihan, Hasby cukup terkejut sehingga membuat matanya sedikit melebar, ia awalnya agak ragu untuk jujur pada Zihan, beberapa tahun kebelakang semenjak masuk kuliah, Hasby memang belum memiliki kekasih, waktu SMA sih ia hampir setiap bulannya mengganti pasangan, tapi karena suatu kejadian ia sedikit jera untuk menjalani kisah asmara.


" Em...saya sih sekarang single...tapi ngomong-ngomong...nyonya kenapa nanya hal ini ya?..." tanya Hasby.


" oh, gak papa kok, saya cuma nanya aja...jadi kamu belum punya kan? bagus kalau gitu..." ucap Zihan yang terdengar lega ketika Hasby mengatakan dirinya belum punya kekasih.


" Hah?..." Hasby saat ini cukup heran dengan Zihan, tiba-tiba saja langsung menanyakan dirinya sudah punya kekasih atau belum, bahkan ketika mendengar Hasby masih single, nada bicara yang Zihan keluarkan sedikit membuat Hasby merasa ada sesuatu di balik itu.

__ADS_1


" Enggak...oh iya, mending kamu sekarang istirahat dulu aja...dan besok saya sama tuan bakalan jenguk kamu...ada yang mau saya bicarain..." ucap Zihan.


" tentang apa nyonya?...".


" Nanti juga kamu bakalan tahu...em...bisa tolong kasih lagi hp nya ke Vanesa gak? saya juga mau bilang sesuatu sama dia..."


" Iya nyonya......nona, nyonya Zihan mau ngomong sama nona..." ucap Hasby yang memanggil Vanesa. setalah berbicara dengan Zihan, entah kenapa kepalanya kini bertambah pusing, tidak hanya itu tapi pandangannya juga sedikit mengabur walaupun ia tutupi agar tidak terlihat oleh Vanesa, Hasby sendiri juga tidak tahu apa penyebabnya.


Vanesa pun mengambil kembali ponselnya dari tangan Hasby, tidak banyak yang di bicarakan antara Zihan dan Vanesa, hanya nasihat dari ibunya yang tidak boleh tidur terlalu larut dan memastikan untuk sarapan lebih awal,satu lagi...ibunya juga mengatakan bahwa besok Vanesa tidak boleh pulang terlebih dahulu, karena ada sesuatu yang akan dibicarakan.


Sama seperti Hasby, Vanesa juga merasa bahwa ibunya ini memiliki niat tertentu di baliknya, setelah merasa cukup berbicara, Zihan akhirnya menutup teleponnya di akhiri kata selamat malam pada Vanesa.


' Hm...kira-kira ibu bakalan ngomong apaan ya?...' batin Vanesa.


ketika Vanesa masih larut dalam pikirannya tentang ucapan Zihan, tanpa di sengaja ia menoleh ke arah Hasby dan menemukan bahwa raut wajahnya yang sedikit berbeda, dan benar saja...setelah Vanesa lebih mengamati wajah Hasby, ternyata wajahnya memucat dan telah berubah menjadi pucat pasi.


" Hasby...lo kenapa?!"


" Ah...saya..."


" Muka lo pucet banget...apa kepala lo sakit lagi?..." tanya Vanesa.


" E...enggak kok nona, saya___...." sebelum Hasby selesai bicara, Vanesa malah lebih dahulu mendekatinya, kemudian menyentuh kening Hasby dan sedikit terkejut karena saat itu tangan nya terasa panas.


" Hasby...lo demam?!... kenapa gak bilang?..." tanya Vanesa yang sedikit panik.


" Saya gak papa nyonya... ini cuma demam biasa aja kok..."


" Demam biasa gimana?... ini panas banget loh..." ucap Vanesa.


" Saya beneran gak papa nyonya..."


Vanesa tidak mendengarkan perkataan Hasby, melainkan mengambil sesuatu yang ada di meja, yaitu sehelai kain dan berjalan menuju wasteple untuk membasahi kain tersebut.


Hasby hanya memandangi pekerjaan majikannya ini, ia juga sedikit lelah untuk berbicara karena kepalanya yang pusing, di tambah suhu tubuhnya yang meningkat.


setelah membasahi kain itu, Vanesa kini berjalan kembali ke arah Hasby dan langsung meletakan kain basah yang ia pegang tadi ke kening Hasby.


" Loh nona?...gak perlu, saya___..."


" Diem!..."


sentakan dari Vanesa membuat Hasby terdiam, awalnya ia ingin menolak perlakuan Vanesa padanya karena tidak ingin membuat dirinya repot, tapi setelah mendapat sentakan darinya...perasaan yang ia rasakan kali ini campur aduk, perpaduan antara tidak nyaman dan sedikit tegang berkunjung di hatinya. Bagaimana tidak tegang, orang yang kini sedang mengompresnya adalah seorang wanita, di tambah ia adalah seorang wanita cantik, sehingga memicu detak jantung Hasby menjadi sedikit tidak karuan.


' jantung gua kenapa dag dig dug gini sih?...dan...kenapa gua rasa cewek ini kayak bukan si nona jutek ya...lebih perhatian dari biasanya, dan...lebih hangat dari sebelumnya...' batin Hasby.

__ADS_1


__ADS_2