Wanita Jutek Ku : Sakit Ku Tak Perlu Kau Tahu

Wanita Jutek Ku : Sakit Ku Tak Perlu Kau Tahu
19# Sakit di bagian lain.


__ADS_3

saat melihat Hasby berlari kearahnya,Gio memerintahkan anak buahnya yang terakhir untuk menyerang Hasby, dan segera dilakukan oleh anak buahnya itu.


pertama kali yang Hasby lakukan ketika anak buah Gio menyerangnya adalah menghindari tongkat yang dia arahkan ke kepalanya,dan dengan sigap Hasby menendang bagian perut pria itu.


di saat yang bersamaan, Gio kini sedang menyeret Vanesa menuju motornya, sejak tadi ia terus saja meronta dan berteriak,namun tetap tidak membuahkan hasil dari jerih payahnya itu, suaranya nya pun kini makin mengecil karena terkuras habis dipakai untuk teriak,ditambah lagi keadaan saat ini masih hujan deras.


" Tolong!!!!!....jangan bawa gua!!!!...gua mohon!!!...." ucap Vanesa yang sesekali memohon sambil menangis pada Gio.


" Sayang...maaf ya...aku gak bisa lepasin kamu...". ucap Gio yang sambil tersenyum penuh kemenangan.


" om...saya mohon...setidaknya kalau om gak bisa lepasin saya...tolong lepasin Hasby dan ibu saya..." ucap Vanesa.


Vanesa kini sudah mulai pasrah dan memilih untuk menyerahkan diri pada Gio,tapi ia meminta sesuatu padanya,yaitu untuk melepaskan Hasby dan Zihan, mengingat keadaan ibunya yang kini terus menangis di dekat mobil dan Hasby yang sedang berkelahi dengan anak buahnya, Vanesa lebih memilih menyerahkan diri pada Gio dari pada orang yang ada disekitarnya ikut terlibat.


" Hasby?... bocah itu namanya Hasby?" ucap Gio dan hanya dibalas dengan anggukan oleh Vanesa.


" Tadinya sih...aku mau langsung bawa kamu pulang,tapi ngeliat kamu perhatian sama bocah itu...aku bakalan bikin kamu liat dia menderita..." ucap Gio.


" Tolong om,jangan...saya gak papa di buat apa aja sama om,tapi tolong jangan sakitin dia..." ucap Vanesa memohon lagi.


" Malahan kamu memohon demi bocah itu...kayaknya aku gak bakalan menuhin permintaan kamu..."


***


Zihan kini sedang terduduk sambil menangis, saat ini perasaannya sangat kacau, ia ingin membantu Vanesa namun di sisi lain ia tidak dapat menolong.


tapi, tidak lama kemudian,sesuatu terlintas di benaknya dan setelah itu ia langsung masuk kedalam mobil.


" Ya...telpon polisi, Vanesa dan Hasby gak bakalan kenapa-napa kalau ada polisi..."


Zihan kini mengambil ponsel yang ada di tasnya dan segera mencari nomor yang ia ingin hubungi sekarang. Beberapa saat kemudian, telepon itu akhirnya tersambung.


" Hallo..." ucap Zihan mengawali percakapan, walau kali ini sangat panik, tapi dirinya berusaha menenangkan diri untuk berbicara dengan lancar pada polisi.


" Hallo...selamat sore...apa ada yang bisa saya bantu?..." ucap orang disebrang telepon yang diketahui sebagai polisi.


"Pak tolong saya...pak, anak saya sekarang mau diculik dan supir saya lagi berantem sama anak buahnya...tolong saya pak..." ucap Zihan


" Mohon tenang bu,selagi sempat...ibu tolong kasih tau dimana ibu sekarang, daerah mana? dan jalan mana?" ucapnya.

__ADS_1


Zihan kemudian menjelaskan pada polisi dimana letak daerah ia berada dan jalan yang ia lewati sekarang.


setelah menjelaskan, Zihan diminta oleh polisi agar tetap tenang dan memintanya untuk mencatat pelat kendaraan yang digunakan oleh si penjahat, dan segera Zihan menutup telepon nya,setelah mendengar polisi akan segera datang secepatnya.


saat ini,ia melihat ke arah jendela dan melihat satu persatu nomor pelat kendaraan yang digunakan oleh geng Gio, walaupun sedikit sulit karena jarak mobil dan motornya agak jauh dan air hujan yang menutupi,tapi ia berusaha untuk melihat dengan seksama.


' mudah-mudahan polisi datang tepat waktu...Hasby...tolong selamatin Vanesa...' ucapnya dalam hati.


***


Hasby saat ini masih berkelahi dengan satu anak buah dari Gio, tubuhnya saat ini terasa lelah dan kepalanya begitu pusing namun ia tetap masih memaksakan diri untuk berkelahi dengan pria yang ada dihadapannya.


" Udahlah...mending lo sekarang nyerah aja,badan lu udah kecapen pas tadi berantem sama rekan gua..." ucap pria yang ada dihadapan Hasby.


" Gak...gua gak bakalan nyerah..."


setelah berkata seperti itu,Hasby kini mengambil batu yang ada disampingnya.dan kembali berkelahi dengan si pria.


" Lo mau pakai batu buat kalahin gua...ok...kali ini gua bakalan serius..."


meskipun berkata seperti itu,nyatanya pria yang ada dihadapan Hasby tetap tidak bisa melukainya,namun ketika ia hampir memukul kepala Hasby dengan tongkatnya,secepat mungkin Hasby menghindar dan melemparkan batu ke kepala si pria pula, alhasil batu itu mengenai kepala si pria dan langsung membuatnya tumbang ketanah.


menyadari Hasby mengalahkan anak buahnya dan berlari kembali kerahnya,Gio kini menjadikan Vanesa sebagai sandra agar Hasby tidak mendekatinya.


" Berhenti...atau cewek ini bakalan jadi korbannya..." ucap Gio


walaupun Gio sudah memperingati Hasby,namun dirinya tetap tidak menghiraukan ucapannya dan masih berlari kerahnya.


" Gua bilang berhenti!!!....."


ucap Gio sekali lagi dan masih tidak dihiraukan oleh Hasby, malah dirinya makin mempercepat larinya.


Gio sekarang mulai panik dan cemas, walaupun ia ketua dari kelompok ini, tapi dirinya tidak terlalu mahir dalam berkelahi, dan alasan Gio diangkat menjadi ketua karena dia memiliki kepintaran yang lebih dari yang lain,sehingga tugasnya adalah mengatur strategi pelaksanaan.


Hasby kini sudah semakin dekat dengan Gio dan Vanesa,dan pada saat-saat terakhir, ia berteriak memerintahkan Vanesa untuk menunduk...


" Vanesa...nunduk!!!...."


dengan sigap Vanesa segera menunduk sesuai ucapan Hasby,dan di saat yang bersamaan pula,Hasby melempar batu yang ada di tangannya ke arah Vanesa dan Gio berada,dan....

__ADS_1


bletak.......


batu itu kini tepat mengenai kening Gio, seketika itu juga, Gio langsung tumbang ke tanah di ikuti oleh Vanesa yang langsung terlutut.


Hasby kini berlari menghampiri Vanesa dan langsung berlutut dihadapannya untuk memastikan bahwa Vanesa baik-baik saja.


" Nona...nona gak papa kan? nona gak luka kan? kalau ada apa-apa...bilang aja sama saya..." ucap Hasby yang kini memeriksa Vanesa takut ada bagian tubuh yang terluka.


Vanesa kini masih terdiam melihat Hasby dengan tatapan kosong, namun tidak lama kemudian, ia langsung memeluk Hasby dengan erat sambil menangis. mendapat perlakuan dari Vanesa,Hasby sedikit kaget, namun ia mengerti keadaan yang dialami oleh Vanesa, beberapa waktu lalu, dirinya hampir saja dibawa oleh penculik, belum lagi harus melihat perkelahian yang menyebabkan salah satunya mendapat luka berdarah.


" huhuhu...Hasby...aku takut..." ucap Vanesa yang masih memeluk Hasby sambil menangis terisak.


" Gak papa nona...saya ada di sini...dan pokoknya saya gak bakalan biarin penjahat itu nyakitin nyonya..." ucap Hasby yang mengelus-elus punggung Vanesa.


sensasi yang Hasby rasakan kali ini adalah rasa hangat yang membuat tubuhnya nyaman, walaupun hujan masih menguyur mereka dengan deras, tapi kehangatan yang ia rasakan saat ini seakan tidak mengurang sedikit pun, begitu pula sebaliknya, Vanesa juga merasakan sensasi yang sama dengan Hasby, ketika memeluk Hasby, hatinya begitu hangat dan rasa takutnya perlahan menghilang dan perlahan muncul rasa damai.


ketika Vanesa sudah merasa sedikit tenang, ia menyadari bahwa dirinya dengan Hasby masih berpelukan dan di saat bersamaan Hasby juga sadar apa yang dilakukannya ini sedikit tidak sopan, dan pada saat bersamaan,mereka bergegas segera melepaskan pelukan satu sama lain, entah apa yang terjadi pada mereka, namun setelah melepas pelukan tadi, keadaan saat ini sedikit canggung,namun Hasby segera memecah kecanggungan itu.


" Nona...sebaiknya kita langsung pergi dari sini...sebelum mereka sadar...dan ngomong-ngomong kemana nyonya Zihan?" tanya Hasby


" Tadi ibu ada di deket mobil,dan aku liat dia masuk ke dalem..." ucap Vanesa yang masih sedikit terisak.


" Yaudah...sekarang kita___....." ucapan Hasby tidak terselesaikan karena ia melihat sesuatu di belakang Vanesa.


" Awas!!!......."


Hasby kini memeluk Vanesa kembali namun dari arah belakang,dan.....


Bugk....


" Argh....."


" Hasby!...."


kini Vanesa berbalik dan menghadap kearah Hasby yang sedang kesakitan memegangi kepala belakangnya, ternyata ada seseorang yang menyerang mereka diam-diam, orang itu tidak asing karena dia adalah anak buah dari Gio, ternyata sedari tadi salah satu anak buah Gio sudah ada yang siuman dan ketika melihat Hasby dan Vanesa sedang lengah, ia merasa ini adalah kesempatan untuk melukai mereka berdua, dia mengambil tongkat yang sebelumnya dipakai oleh rekannya, saat-saat ia sedikit lagi berhasil memukul Vanesa, Hasby sudah mengetahui tentang itu, namun tidak sempat untuk melawan, sehingga ia menjadikan dirinya sebagai tameng agar Vanesa tidak terluka.


" Hasby...Hasby..." kali ini Vanesa kembali menangis karena melihat Hasby yang mengerang kesakitan.


" Hehe...lo gak bakalan bisa lari lagi..." ucap pria itu dengan penuh kemenangan.

__ADS_1


__ADS_2