Wanita Jutek Ku : Sakit Ku Tak Perlu Kau Tahu

Wanita Jutek Ku : Sakit Ku Tak Perlu Kau Tahu
50# Hak yang diambil


__ADS_3

setelah acara pertunangan selesai, Hasby kini menghampiri Bayu yang sedang duduk, sekilas ia melihat bahwa om nya ini sedang dalam suasana hati yang buruk, karena kerutan di keningnya membuat Hasby menebak seperti itu.


" Siang om... " ucap Hasby yang setelahnya mencium tangan Bayu.


" Eh, Hasby... selamat ya kamu udah punya calon pendamping, ya...walaupun kurang tepat " ucap Bayu memalingkan wajahnya.


Hasby kurang mengerti apa makna dari kalimat Bayu, namum ia menepis pikiran negatif dan berbincang kembali dengannya.


" Oh, iya om... tuan Jordan mau ketemu katanya, bentar lagi dia dateng kok... ".


" Hm... kebetulan, om pengen tau sifat aslinya, rumor bilang sih dia orangnya baik dan dermawan, tapi kita kan gak tau sifat sehari-hari nya kayak gimana... ".


lama-kelamaan, Hasby mulai merasa ada yang aneh dengan Bayu, nada dan gaya dari bicaranya ini seakan kurang menyukai Jordan, tapi Hasby berusaha husnuzon saja.


berbicara selama beberapa menit, Hasby kini melihat Nafsah menghampiri mereka berdua, di sana juga ada keberadaan Jordan di belakangnya.


" Nah, om... tuh mereka datang ". ucap Hasby menunjuk keduanya.


" Siang om... " ucap Nafsah sambil mencium tangan Bayu.


" Siang juga ". jawab Bayu.


" Ini om, tuan Jordan... dia mau ngobrol sebentar sama perwakilan dari mempelai pria, yaitu om...". ucap Nafsah.


" Hm...dia ya calon besan om?... "


" Iya... terus, ini om kita ayah...walaupun bukan om kandung sih, cuma dia ini sahabat almarhum orang tua kita... " ucap Nafsah memperkenalkan Bayu pada Jordan.


mulanya sih Jordan biasa-biasa saja, hanya sekedar tersenyum ketika pandangan Bayu dan dirinya bertemu, namun lama-kelamaan dia sedikit merasa familiar dengan wajah Bayu.


" Sebelumnya saya minta maaf soal ini, agak mendadak tapi syukurlah kalau tuan gak nolak Hasby buat di jodohin sama anak saya... ". ucap Jordan menjabat tangan Bayu.


" Oh... gak papa kok, saya juga seneng kalau Hasby nerima anak anda... ". balas Bayu.


sedikit memiliki perasaan aneh, Jordan melihat pandangan Bayu padanya seakan dalam sekali. " Oh iya, perkenalkan nama saya Jordan... direktur dari Gruop Nur... ".


" Oh... Group Nur ya?... perkenalkan juga, nama saya Bayu... Bayu Anggara. ".


" ! ".


Jordan mematung cukup lama karena terkejut mendengar penjelasan Bayu, nama yang dia ucapkan tadi membuat dirinya teringat dengan seseorang yang namanya sama persis dengan Bayu di hadapannya.


" Tuan kenapa?... apa ada masalah... Jodi?... ". Ucap Bayu sekali lagi memasang senyum yang tidak dapat dibaca oleh Nafsah dan Hasby.


sekali lagi Jordan terkejut dengan nama panggilan Bayu padanya, karena nama panggilan ini hanya dua orang saja yang menyebutnya seperti itu, orang itu adalah sahabat-sahabatnya, yang satu bernama Risyad, dan satunya lagi... adalah Bayu, Bayu yang ada dihadapannya ini.


" De... Debay... ". Secara tidak sengaja, Jordan mengeluarkan kata-kata itu dari mulutnya, hal ini membuat Nafsah dan Hasby makin bingung lagi, jika keduanya memiliki nama panggilan akrab masing-masing, pasti sebelumnya mereka sudah saling kenal.


" Om sama ayah angkat udah saling kenal?... " tanya Hasby.


" Hehe... udah lama banget, bahkan dari kamu belum lahir...tapi karena jarang ketemu, kayaknya dia lupa muka om deh, iya gak Jodi... ". ucap Bayu pada Jordan.


" I... iya... udah lama, kebetulan kita gak ketemu udah lama banget..." ucap Jordan canggung.


°°°


karena punya perasaan kalau Jordan dan Bayu perlu berbicara empat mata, Hasby serta Nafsah meninggalkan mereka berdua, suasana yang sepi mengisi atmosfer saat Kedua saudara itu pergi, dan perlu beberapa menit untuk Jordan memulai kata-katanya di depan Bayu.


" U... udah lama banget ya kita gak ketemu... " ucap Jordan sedikit gagap.


" Iya ya... kira-kira dari hari dimana lo ngambil hak nya Risyad... " ucap Bayu mengintimidasi.


" E... Bayu, gua bisa jelasin kalau____.... "


" Shut...jangan ngelak Jordan, gua udah tau semua... ". ucap Bayu menyela kata-kata Jordan.


seperti sebelumnya, Jordan ingin memberikan penjelasan pada Bayu, namun berkali-kali juga Bayu menyela omongan Jordan.


" Bayu... gua mohon, tolong dengerin dulu penjelasan gua... ". pinta Jordan.


" Oh, tuan Jordan mau ngomong apaan emangnya?, kesalahan anda yang dibuat dulu gak pernah bakalan saya maafin loh... ".


" Bayu... gua ngerti kalau lo benci sama gua ".


" Ya, terus...".


" Waktu itu gua lagi hilap Bay... tapi sekarang gua nyesel banget, bahkan kalau Risyad ada di sini gua bakalan sujud minta maaf sama dia terus bakalan balikin hak nya yang udah gua ambil... ".


Diam sejenak, Bayu melihat Jordan dengan tatapan kosong, ia teringat kembali wajah almarhum sahabatnya, yaitu Risyad dan Hani, orang tua dari Hasby dan Nafsah. Mengingat kejadian dulu, Bayu geram pada Jordan sampai memiliki dendam padanya.

__ADS_1


Hal yang dilakukan Jordan memang dibilang sangat keterlaluan, karena demi harta, ia rela berhianat bahkan pada temannya sendiri.


sepuluh tahun kebelakang, pemilik perusahaan grup Nur adalah Risyad, dengan Jordan yang ber fropesi wakil direktur dan Bayu sebagai sekretaris di sana. Mulanya hubungan mereka baik-baik saja, selalu terbuka satu sama lain dan berbagai manis pahit dalam kehidupan masing-masing. Tapi, hawa nafsu memang susah dilawan, karena dibutakan oleh keserakahan, Jordan kala itu membuat rencana untuk mengambil semua aset milik Risyad.


Alhasil, rencana Jordan sukses besar karena Risyad tidak memiliki rasa curiga sedikit pun padanya. Kekuasaannya di rebut, jabatannya pun otomatis jatuh, sehingga Risyad saat itu dikeluarkan dari perusahaan, dan pindah dari kota A ke kota C yang kini Hasby dan Nafsah tinggali.


" Walaupun lo mau minta maaf sama Risyad, tapi sayang... lo telat 7 tahun kebelakang... ". Ucap Bayu datar.


" Maksud lo apa Bayu?... " tanya Jordan bingung.


" Risyad... dia udah gak ada di dunia ini, ditambah Hani juga nyusul dia... ".


" ap... apa?!... ".


Jordan bagai di sambar petir saat itu, mendengar bahwa sahabat yang ia lukai saat dulu sudah meninggal, dadanya sangat terasa sakit sampai membuatnya sesak. Sudah punya rencana ia akan mengembalikan semua hak milik Risyad dan meminta maaf secara tulus, tapi berita duka ini membuat ia dua kali merasa bersalah.


ingin sekali ia menangis, tapi di hadapan semua orang-orang ini, rasanya tidak pantas jika secara tiba-tiba ia membuat heboh semuanya, karena dari awal Jordan dan Bayu berbicara dengan nada pelan.


Tapi setelah itu, Jordan mengingat kembali bahwa Risyad memiliki dua orang anak yang padahal selama ini mereka selalu berada di dekatnya, malah sekarang memiliki ikatan.


" Bayu... lo tau kan gimana kabar dua anak Risyad sama Hani, kalau lo mau, sekarang juga kita temuin mereka... gua mau minta maaf karena udah buat mereka menderita... ".


" Sayangnya gua gak bisa kasih tau lo... ".


" Kenapa Bayu?... gua serius mau minta maaf sama mereka, rasa nyesel gua udah numpuk bertahun-tahun, dan cara buat ngilanginnya cuma harus ketemu sama mereka doang... ".


" Maaf...gua gak bakalan kasih tau hal ini sebelum lo bener-bener sadar...oh iya, gua masih ada urusan, makasih juha buat sambutannya, Jodi penghianat, ups... sory, Jordan yang baik dan dermawan ".


" Tapi___...".


sebelum Jordan menyelesaikan ucapannya, Bayu sudah terlebih dahulu pergi dengan langkah cepat, informasi yang Jordan dapatkan hari ini sangat membuatnya terpukul, sehingga ia berniat menceritakan hal ini pada Zihan setelah acara selesai.


°°°


" Kak... kamu ngerasa gak sih kalau om Bayu kayak gak suka sama ayah angkat? ". tanya Nafsah pada Hasby setelah kedua masuk ke dalam kamar.


" Iya... aku juga ngerasa ada yang salah sama mereka berdua... ".


" Jangan bilang kalau ayah angkat___...".


" Udah... dari pada mikirin yang enggak-enggak, mending kamu temui ibu angkat, dia mungkin perlu bantuan... ". ucap Hasby menyela omongan Nafsah dan menyuruhnya.


" Oh, ...".


" Jawab oh aja ni?... ".


" Ya emang harus gimana lagi? ".


" Nanya lagi ke, supaya aku gak bosen karena diem mulu... ".


" Males...". ucap Hasby singkat.


" Kakak gak bisa di ajak becanda ih, gak seru tau ". kali ini


" Kalau kamu bosen, kenapa gak chatan aja sama pangeran berkuda... ". usul Hasby.


" Pangeran? siapa?... ".


" Ardi bawel ".


" Kakak ini gimana si? kamu kan bilang gak boleh ngabarin dia, nanti kalau kak Ardi nanya alasan aku ada di sini gimana?... ".


" Terus kamu mau ngapain? petak umpet?... kalau mau biar aku yang jaga nih... ". ucap Hasby yang beranjak berdiri.


" Apaan si? kayak anak kecil aja... ".


" Kamu mau apa dong Jenius Cantik?... lama lama aku kunyah ni ". ucap Hasby sedikit gemas.


" Udah lah... diem lebih baik dari pada maen petak umpet sama kakak... ".


" Mending kamu minta makanan ke bu Sri sono... ".


Tidak terlintas di pikiran Nafsah, usulan kakaknya tadi membuatnya sedikit bersemangat " Bener juga kenapa aku gak kepikiran ya? ".


" Itu karena pikiran kamu terus fokus sama Ardi ".


" Kakak apa apaan si?... dari tadi ngomongin kak ardi mulu, kayak kamu suka sama dia aja... atau jangan jangan... kalian nge gay ya?... ".


" Sembarangan aja kalau ngomong, udah sono cepetan... katanya mau ambil makanan, sekalian bawain aku teh anget... ".

__ADS_1


" Ok, tapi kasih upah ya... ".


" Iya... gajian bulan ini kamu yang pegang ".


" Asyik... makasih kakak ku sayang, kamu emang baek... ".


Setelah berbicara seperti itu, Nafsah keluar dari kamar, sedangkan Hasby berjalan menuju balkon untuk melihat bagaimana suasana aula. Ketika sedang memandang lingkungan sekitar, kadang terlintas selewat ingatan ia tentang wajah cantik Vanesa, semakin lama diingat, entah kenapa dirinya merasa makin akrab dengan wajah Vanesa, tapi Hasby menepis hal itu, pertemuan antara dirinya dengan Vanesa kan sudah lama, di tambah karena seringnya mereka bertemu, jadi mungkin itu penyebab ia merasa wajah Vanesa agak akrab.


' Tapi kenapa gua ngerasa ada yang janggal ya...'. Batin Hasby.


semakin dalam ia memikirkan hal itu, dirinya merasa pernah bertemu dengan seseorang yang mirip dengan Vanesa, namun Hasby tidak ingat pasti, sehingga setelah memikirkan ini lebih lama, kepalanya secara mendadak sakit akibatnya.


" Urgh...makin kesini kepala gua makin sering sakit, apa ini efek karena masuk stadium lanjut?...". gumam nya.


°°°


sekitar 2 jam dari situ, acara pertunangan Hasby dan Vanesa pun selesai, para tamu undangan pulang kerumah masing-masing dari kediaman keluarga Lits, hanya untuk kali ini saja Jordan dan Zihan mempekerjakan lebih banyak pekerja untuk membereskan tempat acara, sehingga sekitar 1 jam membereskan aula, rumah mereka sudah kembali seperti semula, waktu sebelum tempat ini dihias.


selepas dari hal itu, Jordan menceritakan tentang pembicaraannya dengan Bayu siang tadi, sama dengan Jordan, Zihan juga merasa kaget mendengar bahwa sahabat lamanya sudah meninggal dunia, terutama mengenai Hani, karena wanita itu adalah sahabat karibnya.


Walaupun saat itu Zihan mengetahui kalau Jordan mengambil semua hak Risyad, tapi dirinya tidak bisa berbuat apa-apa, sehingga hanya bisa membantu secara diam-diam di belakang tanpa sepengetahuan Jordan, namun beberapa minggu setelahnya, ia tidak lagi mendapatkan kabar dari Hani maupun Risyad, keberadaan mereka berdua seolah menghilang di telan bumi, bahkan Zihan sempat menyewa orang untuk mencari keberadaan mereka, dan berakhir dengan tangan kosong setelah 3 bulan pencarian.


mendapatkan kabar ini membuat Zihan berencana untukku mencari keberadaan dua anak Hani dan Risyad, rencana itu juga di setujui oleh Jordan yang membuatnya secara langsung menghubungi orang ahli dalam menemukan keberadaan orang.


Hasby dan Nafsah pulang ke rumahnya sehari setelah acara selesai, saat mereka tiba di halaman, dengan kaget mereka disambut oleh ketiga temannya, yaitu Ardi, Savira serta Firdan.


tidak bertemu selama beberapa hari membuat mereka rindu dengan keduanya, apalagi Ardi yang selalu memimpin Nafsah setiap malam, Serta Savira yang selalu menanyakan keadaan Hasby, mereka juga tidak lupa membawa beberapa makanan untuk disantap, sehingga hari ini dianggap hari penyambutan Hasby dan Nafsah.


" Oh iya, selama gua absen ada tugas gak? " tanya Hasby ketika mereka selesai makan.


" Perasaan yang kamu pikirin tugas mulu... emang gak ada pikiran lain apa?... " ucap Nafsah duduk di sampingnya lalu menonton tv.


" Hm... kayaknya gak ada deh... ".


" Kamu gak mikirin aku?... " ucap Savira tiba-tiba.


mendengar kata yang keluar dari mulut Savira, semua orang yang ada di sana kini menatap nya, mereka belum pernah melihat Savira bersifat seperti itu, seakan bahwa dirinya kini mulai bersifat sedikit agresif.


" E... kayaknya pernah sekali ". jawab Hasby mencairkan suasana.


mulanya tujuan Hasby mengatakan hal ini untuk membuat Savira diam, tapi tak di sangka sangka wanita ini malah bertanya lagi.


" Oh, kamu mikirin aku kenapa?... ". tanya Savira lagi.


" Kenapa?... em, aku juga gak tau... ".


" Kok gitu sih?...masa mikirin orang gak tau alasannya?... ".


" Waktu itu aku cuma sekilas aja... lagian apa ada untungnya mikirin kamu?... ".


" Ya kali aja kamu kangen... soalnya aku rindu ". ucapnya sambil tersenyum.


sekali lagi, Nafsah, Ardi serta Firdan dan Hasby dibuat heran oleh Savira, ini adalah untuk pertama kalinya Savira ' kayaknya kedepan bakalan sulit deh...' Batin mereka bertempat sambil menghela nafas bersamaan.


" Eh Hasby... lo nanya ada tugas apa engga kan?... jawaban gua ngewakilin Savira, tugasnya baaaaaaaaaaanyak banget... numpuk kayak gunung tau... ". ucap Ardi menyela.


" Bener kata Ardi, udah kayak gunung, kembar lagi... ". kali ini Firdan yang berbicara.


" Sip bener kata___... lo kok gunung kembar?! ". ucap Ardi.


" Ya maksudnya dua tumpukan... ".


" Oh... kurain___".


Melihat senyum Ardi, Firdan dan Hasby tau dari isi pikirannya. " Lo ngeres Di...". ujar Hasby.


" Lah, enggak kok... sok tau lu Hasby ".


" Gua tau isi pikiran lo..." kali ini Firdan.


" Ngaku aja... boong dosa lo " ucap Hasby mengancam.


karena mendapat serangan dari dua sisi, Ardi pun akhirnya menyerah dan memilih diam. Disaat semua orang menertawakan Ardi yang diam, Savira kini mencuri lirik pada Hasby yang sejak tadi tidak menjawab omongannya dan malah mengalihkan pembicaraan. .


__________________________________


Jangan lupa dukung author ya gaess


jumpa di chapter selanjutnya...

__ADS_1


__ADS_2