Wanita Jutek Ku : Sakit Ku Tak Perlu Kau Tahu

Wanita Jutek Ku : Sakit Ku Tak Perlu Kau Tahu
30# Di jodohkan?!


__ADS_3

" Alhamdulillah...kita baik Rafa,hm...Hasby nya ada di dalam kan?" ucap Jordan.


" Ada tuan, dia sekarang lagi di balkon, mari silahkan masuk...".


Rafa kemudian mempersilahkan Jordan dan Zihan untuk masuk ke ruangan, pemandangan yang pertama mereka lihat saat masuk, yaitu keberadaan Hasby yang kini sedang berjalan menuju kasurnya dibantu dengan tongkat imfusan supaya jalannya seimbang, untuk melakukan hal itu Hasby sedikit merasa kesulitan, selang imfusan yang tersambung ke tangan membuat geraknya menjadi terbatas, belum lagi ia akan merasa sakit jika sesekali selangnya tersangkut oleh tangan yang satunya.


Rafa kini mempercepat langkahnya untuk membantu Hasby agar ia tidak terlalu kesulitan, diikuti oleh Jordan pula yang mengikuti dari belakang, berniat sama untuk membantu Hasby.


" Hasby...sini gua bantu " ucap Rafa sambil memegang lengan kiri Hasby.


" Gak usah kak...gua bisa sendiri kok ".


" Jangan maksain diri Hasby, kamu ini masih belum pulih..." ucap Jordan yang kini memegang tongkat imfusan Hasby.


Hasby yang awalnya tidak menyadari keberadaan Jordan kini sedikit bereaksi, ia tidak menyangka bahwa tuannya akan datang secara tiba-tiba, dan tentu ia juga melihat Zihan yang kini keberadaannya di belakang Jordan.


" Loh?...tuan,nyonya...kalian kapan datengnya?..." tanya Hasby.


" Baru aja nyampe..." jawab Jordan.


" Tuan....kak Rafa, kalian gak perlu bantu saya...saya bisa____...."


" Udah...gak papa, walaupun kamu udah ngerasa baikan, tapi kondisi kamu masih belum pulih... ...".


Hasby tidak membantah setelah Jordan berkata seperti itu dan memilih membiarkan Rafa dan Jordan memapahnya sampai ke kasur. Walaupun terlihat samar, namun Jordan dan Zihan mengetahui bahwa Hasby mungkin masih merasakan rasa sakit di kepalanya, hal itu dapat dilihat dari wajahnya yang pucat dan cara berjalannya yang masih sempoyongan.


" Rafa...kondisi Hasby sekarang gimana?apa masih belum pulih sepenuhnya?..." tanya Jordan pada Rafa ketika Hasby sudah duduk di kasurnya.


" lukanya sih belum pulih karena ukurannya agak besar, tapi Allhamdulillah dia baik-baik aja sekarang...untuk kedepannya dia jiga harus rawat inap supaya lukanya sembuh total..." ucap Rafa.


" Syukurlah kalau begitu...kami berterima kasih sama kamu udah ngerawat Hasby dengan baik...".ucap Jordan.


" Sama-sama tuan...ini juga kan tugas saya sebagai dokter yang harus jaga pasien nya baik-baik..."


penjelasan dari Rafa saat ini membuat Jordan dan Zihan lega mendengarnya, awalnya mereka menyangka bahwa luka Hasby akan parah. Saat berbicara di telepon kemarin, ketika mendengar suara Hasby, mereka merasa bahwa suaranya sedikit terdengar serak serta sedikit mengecil.


" Semalem kepala kamu sering sakit gak Hasby?". Tanya Zihan


alasannya menanyakan hal ini, tentu saja karena ia khawatir tentang keadaannya, jika seseorang mendapat luka pukulan di bagian kepala, bukan tidak mungkin luka itu akan terus terasa sakit, apalagi pada malam hari.


" Sering sih gak terlalu juga..tapi Alhamdulillah jadi baikan setelah nona Vanesa mijit kepala saya...terus dia juga yang jaga saya malem tadi..."


" Apa!!! Vanesa?!..." kini Jordan dan Zihan berkata secara bersamaan sambil sedikit ada teriakan dalam nada bicaranya.


sudah sejak lama sikap Vanesa yang mereka ketahui adalah seorang gadis cantik yang jutek dan tidak pedulian pada sekitar. mendengar Hasby mengatakan bahwa anak kesayangan nya ini merawatnya ketika dia sakit, bahkan sampai mau memijat kepalanya, sedikit ada rasa tidak percaya di pikiran Jordan dan Zihan saat itu.


Vanesa ini orangnya sangat benci pada yang namanya orang sakit, alasannya hanya sederhana, ia takut tertular penyakit ataupun terkena virus, itu berlaku bagi semua orang termasuk ayah dan ibunya.


pernah suatu kejadian, saat Vanesa masih berada di bangku SMA dan masih berada di indonesia, Jordan kala itu sedang flu berat yang membuatnya sering sekali bersin.

__ADS_1


melihat hal itu, Vanesa merasa enggan untuk mendekati ayahnya, sampai-sampai ia juga tidak mau memegang barang yang telah di sentuh oleh Jordan, walaupun Jordan sudah sembuh kala itu.


" Beneran Vanesa yang mijit pala kamu?..." tanya Zihan sekali lagi.


" Iya nyonya, em...memangnya kenapa ya? kok saya liat nyonya sama tuan kayak yang gak percaya gitu?..." ucap Hasby.


Zihan dan Jordan kini melirik satu sama lain, sebelum Zihan melanjutkan kata-kata nya.


" Hasby...kamu tahu gak? Vanesa itu orangnya jutek banget, terus dia juga orangnya gak pedulian..."


" ...Tau nyonya...tapi....kenapa?"


" Coba kamu pikirin lagi...dia itu orang nya gak pernah deket sama lawan jenis, tapi kalau sama kamu...dia bahkan mau ngerawat kamu Hasby..." kini Jordan yang berbicara.


" Em...terus kenapa tuan?".


" Mungkin aja dia Suk___..."


Clek......


sebelum Jordan menyelesaikan kata-katanya, tiba-tiba saja ada suara pintu yang terbuka sehingga membuat fokus Zihan dan Jordan serta Rafa dan Hasby teralihkan kearah tersebut.


muncul seorang wanita dari balik pintu, dan orang tersebut tidaklah asing bagi ke empatnya, dia tidak lain adalah Vanesa, namun yang membedakannya adalah pakaian yang ia kenakan. Pakaian yang ia kenakan saat ini adalah kaus pendek dengan rambut terurai serta memakai celana jeans yang senada dengan kausnya, tidak lupa pula terlihat ia membawa sebuah jinjingan di tangan kanannya.


" Eh? ayah sama ibu udah dateng?...". ucap Vanesa.


" Iya...kami dateng beberapa menit yang lalu..." jawab Zihan


" Aku abis beli baju dulu, terus aku sekalian aja beliin punya Hasby,dia kan gak punya ganti..." ucap Vanesa dengan nada datarnya.


" Oh...begitu ya..."


setelah Jordan berkata seperti itu, Vanesa kemudian memberikan tas yang berisi pakaian milik Hasby kepada Zihan dan berbalik badan setelahnya.


" Eh? Vanesa...kamu mau kemana?" tanya Zihan sambil menahan tangan anaknya itu.


" Aku mau pulang..."


" Loh?... kamu gak mau jaga Hasby?...dia kan masih di rawat..." ucap Zihan.


" Kan ada Ibu sama ayah...ya aku pulang aja, ngapain perlu tiga orang segala buat jaga satu orang?..."


" Kami bakalan balik lagi ke kantor setelah ini...kalau kamu gak ada, Hasby nanti sendirian gak ada yang jaga..." ucap Zihan.


" Terus...aku harus peduli gitu?" ucap Vanesa.


semua orang yang ada di ruangan ini terdiam, mereka tidak menyangka kalau Vanesa akan bersikap tidak pedulian lagi pada Hasby.


' Gua agak ragu percaya sama omongan Hasby....Vanesa gak mungkin bakalan mau ngerawat dia kalau sikapnya kayak gini...' batin Rafa.

__ADS_1


" Ya udah....kamu boleh pergi, tapi kami mau ngomong hal penting antara kamu dan Hasby... dan kamu harus denger baik-baik...." ucap Jordan.


mulanya Vanesa terlihat ragu untuk mendengarkan hal yang ingin Zihan sampaikan. Menurutnya, ini mungkin hanya sebuah cara untuk membuat dirinya berada disini supaya tetap bisa merawat Hasby.


Tapi pikiran itu ia tepis agar setelahnya bisa langsung pergi keluar. Berbeda dengan Vanesa yang tetap cuek dan tidak memikirkan apa yang ingin Zihan dan Jordan sampaikan, Hasby malah bertingkah sebaliknya, ia malah penasaran dengan hal tersebut, jarang-jarang Zihan membahas sesuatu tentangnya, tapi untuk sekarang malah membahas dirinya serta berkaitan dengan Vanesa pula.


kini giliran Rafa yang sedikit kurang nyaman, keberadaan dirinya sebagai orang asing membuat Zihan dan Jordan sedikit ragu ketika ingin mengawali kata-kata, sehingga Rafa berinisiatif untuk pamit keluar.


" Tuan...nyonya...saya pamit keluar dulu ya...ada hal yang harus saya urus" Ucap Rafa.


" Oh iya Rafa...silahkan..."


Rafa kemudian berjalan menuju keluar, sebenarnya ia tidak memiliki hal yang harus di urus, tapi ini hanya alasan saja agar ia bisa keluar dan membuat obrolan pribadi mereka lancar tanpa gangguan. Setelah Rafa tidak terlihat oleh pandangan keempatnya, kini Jordan yang mengawali pembicaraan.


" Ok, sekarang kita mulai obrolan ini...sebenarnya kami ini sudah lama merencana___..."


" Ayah...bisa gak kalau ngomongnya langsung ke inti, gak perlu basa-basi dulu, nanti yang ada otak aku muter..." ucap Vanesa yang memotong ucapan Jordan.


" Ya udah...sebenernya...."


suasana di ruangan begitu hening ketika Jordan menahan kata-kata nya, begitu pula Zihan, Vanesa dan Hasby yang ikut diam menunggu Jordan melanjutkan kata-kata nya. Tapi sampai saat ini Jordan tak kunjung melanjutkan kalimatnya itu, sehingga membuat Vanesa kesal dan protes.


" Ayah...ngomong nya jangan setengah-setengah dong...kan lama aku nunggunya..." ucap Vanesa sambil melipat tangan.


" Bener kata nona tuan, sebaiknya tuan tunggu sebentar dulu aja kalau belum siap ngomong..." ucap Hasby


" E...iya...sebenarnya...em...sebenarnya...."


" Sebenarnya apa ayah?..." ucap Vanesa lagi.


" Sebenarnya.....se...sebenarnya..."


" Sebenarnya apa sih?!...." kini Hasby dan Vanesa berkata secara bersamaan, mereka merasa penasaran dengan kelanjutan kalimat yang ingin Jordan ungkapkan, namun Jordan sendiri malah berucap terbata-bata.


" Sebenarnya....em...mending ibu kamu aja yang ngomong...hehe..." ucap Jordan sambil tertawa kecil.


" Ya ampun..." Hasby dan Vanesa sama-sama menepuk jidat mereka masing-masing, mereka kira Jordan akan melanjutkan kalimatnya, tapi kenyataannya malah melempar pada Zihan.


Zihan juga sama dengan Vanesa dan Hasby, ia tidak habis pikir bahwa suaminya ini akan merasa gugup membahas hal yang akan mereka bahas.


" Yaudah...biar ibu yang jelasin...sebenernya Kami mau ngebahas perjodohan kamu Vanesa...dan saat ini kita udah nemuin calon yang menurut kita cocok buat kamu..." ucap Zihan.


Vanesa sedikit heran mendengar ucapan Zihan tadi, buat apa membahas perjodohannya di depan Hasby, secara kan Hasby bukan siapa-siapa di keluarga mereka. Sama dengan Vanesa, Hasby juga merasa bahwa percakapan ini tidak seperlunya ia ikut campuri, terlebih lagi ia hanya seorang supir.


" Kenapa ibu ngomongin hal ini sekarang sih...di rumah juga bisa kan?..." ucap Vanesa.


" Ini waktu yang tepat buat kasih tau kalian berdua..." ucap Zihan.


" Kalian berdua? maksudnya siapa?..." tanya Vanesa lagi.

__ADS_1


" Ok...kami udah putusin bahwa kamu Vanesa bakalan dijodohin sama Hasby, orang yang ada di di hadapan kamu ini..." ucap Zihan menjelaskan.


" APA!!!...."


__ADS_2