Wanita Jutek Ku : Sakit Ku Tak Perlu Kau Tahu

Wanita Jutek Ku : Sakit Ku Tak Perlu Kau Tahu
49# Acara di mulai


__ADS_3

Beberapa hari kemudian, dimana waktu perjodohan Hasby dan Nafsah akhirnya tiba, hari yang telah dilewati dengan bekerja mendekor aula sudah selesai, lebih tepatnya sih hanya mengatur penempatan saja.


Kini Hasby sedang bersiap di salah satu kamar di rumah keluarga List, sejak dua hari yang lalu, dirinya dan Nafsah menginap di rumah ini, tentunya ini adalah permintaan Zihan dan Jordan, kalau tidak mereka juga tidak akan melakukan hal ini.


dari awal, Vanesa sama sekali tidak mengobrol dengan Hasby walaupun itu hanya sekilas, mereka hanya bertemu saat jam makan saja, dan tidak bertemu selain waktu itu.


Menginap di rumah keluarga List juga tidaklah mudah, sesekali teman-teman Hasby akan menelpon untuk memberintahunya bahwa mereka akan berkunjung, karena masih merahasiakan perjodohannya, jadi Hasby dan Nafsah perlu bersusah payah mencari alasan kepada mereka, dan syukurnya mereka ini percaya dengan alasan Hasby yang saat itu sedang ada tugas dari Jordan serta perlu keberadaan Nafsah dalam acaranya.


pagi, pukul 08:00...


" Huf...hah...".


" Jangan terlalu tegang kak....santai aja kali " ucap Nafsah pada Hasby yang sedari tadi selalu menghela nafas.


" Kamu enak tinggal liat aja, lah aku....".


" Huh... padahal baru tukar cincin aja, apa lagi izab kobul nanti, mungkin kakak udah keburu pingsan... " ucap Nafsah tertawa.


Hasby kini memanyunkan bibirnya, mendapat sindiran dari Nafsah bagai ditusuk oleh pisau tajam, memang sih ia nerasa gerogi, tapi setidaknya Nafsah tidak perlu seperti itu jika mengejeknya.


" Tapi jujur kak, kamu keliatan cool tau kalau pake jas formal, kece gitu bawaannya... ".


" Kamu ini kalau ngomong suka berlebihan tau... bisa gak ngomong cuma seadanya aja? ". ucap Hasby mencubit pipi Nafsah.


" Ih... sakit tau ".


" Lagian si, dari pada kamu gak ada kerjaan, mending sekarang periksa ke bawah, udah pada siap belom?... ".


" Ok, kamu tunggu bentar... ".


Nafsah kini keluar dari kamar untuk memeriksa keadaan, walaupun Jordan dan Zihan memang menuruti persyaratan Vanesa, bahwa tentang pertunangan nya ini tidak akan di sebar di media, tapi Jordan mengundang beberapa keluarga teman kerjanya yang ter percaya. Hal ini memang di tentang oleh Vanesa, namun setelahnya ia tidak bisa berkutik ketika Jordan membahas Syam.


Awalnya Hasby tidak berniat mengundang siapa pun, soalnya selain teman-temannya, ia tidak punya keluarga, tapi setelah mengingat-ingat, ia baru sadar bahwa punya kenalan sahabat orang tua nya, yaitu Bayu anggara, kepala universitas yang Hasby, Nafsah dan Vanesa belajar di sana.


Nafsah berkeliling melihat sekitar, walaupun hanya beberapa keluarga, namun ini termasuk ramai, karena seperkiraannya, Jordan mungkin mengundang sekitar 7 sampai 10 keluarga besar temannya.


" Hm... kok aku belum liat om Bayu sih? ".


Nafsah lihat, suasana di rumah ini sudah ramai, tapi ia tidak melihat adanya Bayu di sana, sehingga ia memilih untuk pergi ke halaman depan.


Saat menuju keluar, tidak sedikit orang yang menatap Nafsah dengan kagum, wanita cantik berjilbab dengan memakai kebaya yang tertutup, sungguh sangat indah di lihat, apalagi bagian riasan wajahnya, walaupun riasan itu terkesan dibuat ringan.


Nafsah menunggu sekitar 10 menit lamanya, sampai ada salah satu mobil yang parkir di halaman, melihat orang yang keluar dari mobil itu terasa familiar, Nafsah menduga bahwa orang itu adalah Bayu.


" Om Bayu... " ucap Nafsah yang menghampirinya.


" Eh, Nafsah...". ucapnya yang ikut menghampiri Nafsah.


Nafsah terlebih dahulu mencium tangan Bayu dan kemudian bicara kepadanya. " Kirain Nafsah om gak bakalan dateng, soalnya ini udah siang... "


" Maaf ya kalau om Bayu telat, soalnya tadi ada urusan bentar ".

__ADS_1


" Gak papa kok, malah aku ngerasa seneng om bisa hadir ke acara pertunangannya kak Hasby ". ucap Nafsah.


" Ngomong ngomong ponakan om hari ini cantik banget sih... jadi inget almarhum bunda kamu, dia sama cantiknya loh sama kamu... ". ucap Bayu.


" Hehe... om bisa aja, tapi aku sama bunda gak bisa diimbangin, bagi Nafsah, bunda itu paling cantik sedunia... ".


" Hehe...iya, sampe sampe om juga pernah suka sama bunda kamu, sayangnya dia udah jadi milik Risyad... " ucap Bayu tertawa.


" Iya... bunda aku emang paling jago mikat buaya darat... ".


" Hey.. kamu nyinder om ya?... " ucap Bayu tersenyum canggung.


" Hehe, enggak kok... mending sekarang kita langsung masuk aja, nanti biar aku kenalin sama ayah angkat aku tuan Jordan, dia pasti seneng ketemu om... ".


Bayu kini berhenti dengan ekspresi sedikit terkejut, mendengar perkataan Nafsah tadi, ia merasa familiar dengan nama Jordan, sebab nama orang itu merupakan orang yang menyebabkan Hasby dan Nafsah menderita sebelumnya.


" Om?... kenapa berenti? "ucap Nafsah.


" E... enggak Nafsah, om cuma liat liat sekitar kok... ".


Walaupun bisa dibilang Nafsah dan Bayu jarang bertemu, tapi ia sudah mengetahui sifat dan sikap dari om nya ini, pembawaannya bersikap tenang dan selalu menyelesaikan masalah tanpa amarah dan sifat jelek lainnya, namun untuk pertama kalinya Nafsah melihat Bayu dengan wajah yang terlihat cemas, sekilas sih kalau dilihat oleh orang seperti yang sedang berpikir, namun Nafsah dapat membedakan hal itu dari sorot matanya.


°°°


" Nafsah kemana sih?, dia kan gak perlu selama ini cuma buat keliling doang... " ucap Hasby yang sedari tadi mondar mandir di dalam kamar.


20 menit setelah Nafsah meninggalkan kamarnya, Zihan datang untuk mengunjunginya sekaligus memberitahu banhwa acara nya akan segera dimulai, dia merasa bersyukur dan senang karena melihat Hasby dengan pakaian formal di acara pertunangan,bdia juga sempat bilang, penampilan Vanesa hari ini sangat cantik, jadi ketika keduanya di sandingkan akan terlihat sangat serasi.


" Ya ampun Nafsah... kamu dari mana aja si?, nyonya Zihan tadi dateng buat ngasi tau acaranya udah mau mulai... ". ucap Hasby


" Maaf kak, aku tadi nyapa om Bayu dulu... ".


" Eh? om Bayu dateng?... ".


" Iya, tadinya sih aku kira dia gak bakalan dateng... tapi untungnya aja dia hadir ".


" Sekarang dia ada dimana? " tanya Hasby.


Nafsah menjelaskan pada Hasby, bahwa om nya itu sedang berada di dekat aula, awalnya ia ingin mempertemukan Bayu dengan Jordan, namun saat menuju ruangannya, Bayu malah bertemu duluan dengan teman kerjanya, sehingga Nafsah tidak berniat mengganggu dan akan mempertemukan mereka di lain waktu, tapi nanti juga bakalan ketemu, itulah isi pikiran Nafsah saat ini.


ketika Nafsah dan Hasby masih berbincang-bincang, terdengar suara ketukan pintu yang diiringi suara pria setelahnya.


" Hasby... kamu udah siap belum?... acara udah mau mulai nih... ". ucap orang itu yang diketahui sebagai Jordan.


mendengar suara itu, Hasby dan Nafsah bergegas untuk membuka pintu, dengan keadaan panik dan tegang, Nafsah membuka pintu dengan cepat. ( kalian bisa bayangin mereka kayak gini aja ya, gimana ekspresi kalian kalau lagi santuy santuy nya dikelas terus mendadak ada guru dateng, pasti langsung kucar -kacir kan?...)


" He... Yah, kak Hasby udah siap kok, nih liat... ganteng kan?... " ucap Nafsah setelah membuka pintu dan menarik lengan kakaknya setelah itu.


Jordan memandang Hasby dari atas sampai bawah, dan berganti memandang ke arah Nafsah, setelahnya terlihat senyuman lebar terukir di wajah Jordan ketika mengamati dua bersaudara Hasby dan Nafsah.


" Hm...kamu emang sempurna Hasby... saya rasa Vanesa juga bakalan kagum sama kamu...dan kamu juga Nafsah, saya liat kamu ini makin cantik ". ucap Jordan memuji.

__ADS_1


" E... hehe, ayah bisa aja... " ujar Hasby dan Nafsah tersenyum malu.


" Ya udah... sekarang kita ke bawah yuk, kita tunggu calon tunangan kamu... ayah yakin kalau kamu bakalan sama terkejutnya, dia sekarang cantik banget...".


Setelah berkata seperti itu, mereka bertiga pun turun ke lantai pertama dan menuju aula setelahnya, banyak yang kagum dengan karisma dari ketiganya, jika Jordan terlihat lebih berwibawa, berbeda dengan Nafsah yang terlihat lebih menawan serta Hasby yang nampak maskulin dan berwajah ramah.


semua orang memiliki pendapat masing-masing untuk ketiganya, ada yang sekedar kagum saja, ada pula yang merasa kagum sampai ingin tahu informasi keluarga dari mempelai pria, tentu mereka merasa penasaran dengan identitas Hasby, orang tampan namun tidak dikenal adalah sesuatu yang lanka di dunia perusahaan, terutama orang itu bisa berhubungan dengan keluarga List, pemegang perusahaan Group Nur.


" Kalian apa pernah ngedenger tentang keluarga mempelai pria?... " tanya salah seorang.


" Hm... kayaknya gak pernah tuh, dari keluarga mana ya mereka? kok bisa sih berhubungan sama keluarga List, apalagi bisa punya ikatan perjodohan segala lagi..." Jawab yang lain.


" Iya, kalau tau anak presdir Jordan usianya udah matang, saya tadinya bakalan nyuruh anak saya buat ngelamar dia...".


" Tapi kenapa presdir bilang kalau acara ini ditutup media ya?... seharusnya mereka sebarin kabar bahagia ini dong, apalagi ini acara pertunangan anak satu-satunya mereka... ".


" Mungkin mereka punya alasan, ya... kita tinggal ngikutin omongan dia aja buat gak ikut mosting dan nyebarin ke yang lain... ".


°°°


" Vanesa sayang... ayo nak, kita kan harus cepetan... " ucap Zihan pada Vanesa yang sedang duduk di depan meja rias.


" Aku nyesel percaya sama omongan kalian berdua... ibu kan bilang setuju kalau gak bakalan ngundang rekan kerja perusahaan, tapi kenapa malah rame gini sih?... " ucap Vanesa.


" Sayang... ayah sama ibu kan gak ngundang banyak orang, cuma sekitar 10 keluarga aja kok... ".


" Tapi itu banyakan ibu...".


" Kamu gak perlu khawatir, mereka ini orang-orang kepercayaan nya ayah kok... dan mereka juga gak bakalan nyebarin berita ini ". ucap Zihan mengelus rambut Vanesa.


" Tetep aja aku kesel ".


" Udah dong marahnya... mending kita keluar sekarang, kasian tuh Hasbynya udah nunggu... ".


masih dalam keadaan kesal pada Zihan, Vanesa kini pergi dengan wajah yang kusut, sedikit tidak enak dipandang, namun bagi Zihan terlihat imut jika Vanesa mengembungkan pipinya.


pada saat berjalan menuju aula, semua orang terpaku pandangannya kepada Vanesa, sudah puas mereka melihat mempelai pria yang tampan berwajah ramah, sekarang ditambah lagi dengan mempelai wanita yang cantik mempesona.


sedikit riuh saat Vanesa sampai di dekat Hasby, keduanya terlihat sangat serasi ketika disandingkan, Hasby juga merasa terpukau hingga menatap Vanesa tanpa ada berkedip. Walaupun sekilas Hasby terlihat hanya menatap kagum pada Vanesa, namun untuk pertama kalinya Nafsah melihat kakaknya menatap wanita dengan tatapan seperti itu.


' gua baru pertama kali liat kakak kayak gini... apa mungkin dia naksir ya sama kak Vanesa, cuman gak mau nerima kenyataan aja... '. Batin Nafsah.


Beberapa menit kemudian, mereka melangsungkan acara pertunangan, Hasby dan Vanesa kala itu bertukar cincin secara bergantian, semua orang bersorak dan bertepuk tangan lalu memberikan selamat pada Jordan dan Zihan. Namun, ada satu orang yang terlihat memandang tajam Jordan dan Zihan dikejauhan.


Orang itu adalah Bayu, sahabat orang tua nya Hasby dan Nafsah. Sejak kedatangan Hasby, Nafsah dan Jordan yang da datang menuju aula, ia sudah terkejut melihat orang yang berada di antara kedua ponakannya, yaitu Jordan.


Diketahui, Bayu memiliki rahasia tersembunyi yang ia miliki dengan Jordan serta rahasia ini ada kaitannya dengan orang tua Hasby.


' Gua gak nyangka... si penghianat Jordan ngejodohin anaknya sama Hasby?, Heh... dia gak tau kalau anak yang bakalan jadi calon menantunya itu adalah anak dari orang yang ia hianati dulu... tunggu sampai semuanya terbongkar, lo bakalan dapet akibatnya!... " batin Bayu.


__________________

__ADS_1


Jangan lupa dukung author ya... dengan cara like, komen, rate, favorit, dan kalau berkenan Vote, karena dukungan kalian sangat berharga...


__ADS_2