
melihat langit-langit atap kamar, Hasby diam sedikit lama merenungkan sesuatu. Ketika hendak beranjak dari kasur, kepala Hasby masih terasa sakit akibat kemarin malam, mungkin efek tidak minum obat, jadi durasi sakitnya ini sedikit lebih panjang.
ketika menyadari kalau di atas keningnya ada kain kompresan, Hasby mengira bahwa ini adalah perbuatan Vanesa, sebenarnya ia tidak enak hati pada gadis itu, secara tiba-tiba tidak sadarkan diri di depannya, mungkin saja Vanesa mengalami kesulitan kemarin malam.
" Eh?, dia... tidur di sini? ". ucap Hasby.
nampak nona nya ini sedang tidur dalam posisi duduk di sisi ranjangnya, Hasby tidak habis pikir bahwa Vanesa telah merawatnya dengan baik, menjaga selama semalam mungkin melelahkan untuk Vanesa, apalagi udara yang dingin ketika melewati sepertiga malam akan lebih kuat saat bersentuhan dengan kulit.
Karena merasa kasihan, Hasby menyelimuti tubuh Vanesa dengan selimut yang ia gunakan sebelumnya, membiarkan wanita ini tidur dengan nyenyak, Hasby kini pergi ke kamar mandi untuk berwudhu.
***
pukul 06:30...
" Hasby... gimana keadaan kamu? " ucap Zihan yang baru duduk di meja makan.
" Saya udah gak papa kok bu ".
" Syukur deh kalau begitu ".
Duduk di samping Jordan, Zihan mulai menyantap makanan yang ada dihadapannya, sedikit heran karena tidak ada keberadaan Vanesa, dia pun bertanya pada Sri.
" Bu, Vanesa mana? apa dia belum bangun? ".
" Gak tau nyonya, tadi pas saya keatas udah di ketuk pintunya juga gak keluar-keluar...".
" Hm...ini biasa si kalau Vanesa selalu bangun siang... tapi dia selalu jawab bu Sri walaupun masih ngantuk... ". ucap Jordan kali ini.
" Mungkin karena kejadian kemarin, nona pasti capek ".
" Bener juga... ya udah, biarin aja dia istirahat dulu ".
__ADS_1
menyimak obrolan ketiganya, Hasby sedikit merasa canggung kalau dia memberi tahu tentang kebenarannya, jika saja Zihan dan Jordan mengetahui bahwa Vanesa sedang tidur di dalam kamar yang ia tempati, mungkin mereka akan berpikir yang tidak-tidak, hal yang wajar kalau keduanya akan menganggap Hasby sebagai pria yang tidak baik.
" Oh iya Hasby... saya mau ngomongin sesuatu sama kamu... ". ucap Jordan berhenti sejenak di tengah ia makan.
" Tentang apa tuan? ".
" Kamu manggil saya apa? ".
" Maaf... maksudnya... ayah... ".
Hasby tidak menyangka bahwa Jordan akan begitu memperhatikan tentang cara ia memanggil dirinya dan pada saat yang bersamaan, Zihan ikut menatap Hasby dengan tatapan heran.
" Jangan bilang kalau kamu mau panggil saya pake sebutan nyonya?". kali ini Zihan yang berbicara.
" Maaf bu... Hasby udah kebiasaan waktu dulu, jadi... agak susah nyesuaiin diri ".
" Kali ini ayah ma'lumin... tapi kedepannya kamu udah harus terbiasa ".
Hasby mengangguk sebelum Jordan mulai menyampaikan apa yang ia ingin bicarakan dengannya. Dia berkata bahwa mulai minggu depan, Hasby akan berhenti bekerja menjadi supir, namun sebagai gantinya, Jordan akan merengkrut Hasby untuk bekerja di perusahaan Nur sebagai karyawan.
" Be... beneran yah? " ucap Hasby berpura-pura terkejut.
" Iya... sebenarnya ini ide dari Vanesa sendiri, dia niatnya si mau balas kebaikan kamu yang udah nyelamatin dia... saya tau kalau ini memang gak seberapa, tapi kami bisa nyicil kok buat bantu kamu kedepannya ".
" Ayah gak perlu ngelakuin apa-apa lagi... Hasby kan nyelamatin Vanesa gak ngarep dapet balasan ".
" Saya tau kalau kamu bakalan ngomong kayak gitu ". ucap Jordan melebarkan senyuman.
" Dan itu sebabnya kita mau kamu segera nikah sama Vanesa ". ucap Zihan di tengah Hasby sedang minum.
mendengar ucapan Zihan, Hasby tersedak ketika sedang minum air, hal ini pun membuat kedua orang tua angkatnya menjadi sedikit panik." Kamu... kamu gak papa kan Hasby? " tanya Zihan merasa bersalah karena tahu penyebab tersedaknya Hasby itu karena ulah dirinya.
__ADS_1
" Uhuk,uhuk...saya gak papa bu ".
' Ya ampun... kenapa ngomongin nikah kayak gini si? ' Batin Hasby.
setelah dirinya mulai merasa baikan, Hasby tidak lagi melanjutkan makannya , melainkan pamit untuk pulang, memang sih Zihan dan Jordan awalnya mencegahnya supaya bisa lebih lama di rumah dan menunggu lukanya sembuh total, tapi Hasby memiliki alasan kuat kenapa ia harus pergi dari sini.
Bukan tidak mungkin Nafsah akan khawatir kalau-kalau dirinya tidak pulang dalam beberapa hari, belum lagi kan Hasby masih berstatus mahasiswa, jika ia bermalas-malasan dalam masuk kelas, kemungkinan Bayu akan mempertanyakan hal ini.
Karena penjelasan Hasby membuat Zihan dan Jordan tidak bisa membujuknya lagi, dengan sedikit kecewa mereka akhirnya mengijinkan Hasby untuk pulang,beberapa menit setelah ia masuk ke tempat tidur yang yang ia tempati sebelumnya, Hasby pun pergi setelah pamit pada Zihan dan Jordan.
°°°
Hasby sampai di rumahnya sedikit agak lama, luka yang ia punya di pundak memengaruhi gerak cepatnya dalam mengendarai motor, belum sembuh total 100% luka yang ia alami dulu waktu menyelamatkan Vanesa, sekarang sudah ada luka susulan, lama-kelamaa tubuhnya ini bisa jadi banyak sekali bekas luka.
ketika tiba di rumah, pertama kali Nafsah bertemu dengan Hasby adalah dengan mengintrogasi nya, menanyakan banyak hal dan tentu saja harus mendengarkan ceramahnya dulu.
setelah Nafsah puas dengan omelannya serta Hasby pun sudah pusing mendengarnya, adiknya ini baru menyelesaikan ucapan ketika waktu sudah menunjukan pukul 08:15, memang sudah agak siang, tapi untungnya kuliah mereka dimulai pada pukul 09:00.
saat diperjalanan menuju kampus, Nafsah terheran-heran melihat laju motor yang dikendarai kakaknya sedikit lamban, biasa Hasby melakukan kecepatan di atas 20 km per jam, dan hal ini dipertanyakan olehnya, namun Hasby hanya menjawab pelan yang penting selamat.
tidak memikirkan lebih jauh, Nafsah hanya menjawab singkat penjelasan Hasby. tentu saja saat itu Hasby sedang kesulitan, bagaimana tidak? dia kan masih mempunyai luka yang baru didapat, sangatlah wajar kalau dirinya akan merasa sakit jika lukanya itu bahkan masih basah dan belum kering, apalagi saat baru sampai dikampus, luka Hasby berakhir terbuka karena terus mendapat tarikan dari otot disekitarnya, untung ia memakai almamater, sehingga lukanya ini tidak terlihat oleh orang lain.
keesokan harinya pada siang hari setelah Hasby dan Nafsah pulang kuliah, Jordan dan Zihan secara tiba-tiba datang langsung kerumah mereka untuk memberi tahu tentang pindahnya Vanesa ke sini, dikatakan oleh Jordan, bahwa hari dimana Vanesa pindah akan dimajukan menjadi besok, sontak hal ini membuat terkejut Nafsah dan Hasby, tapi berakhir menerimanya karena bujukan dari Zihan
waktu berlalu begitu cepat, hari dimana Vanesa akan pindah ke rumah Hasby pun tiba, terlihat pada pukul 14:15 siang, Vanesa sudah berada di rumah Hasby yang diantar langsung oleh Jordan dan Zihan.
seperti prediksi Hasby sebelumnya, sikap Vanesa akan berubah kembali setelah apa yang ia lakukan kemarin. Wanita ini akan bersikap acuh tak acuh kalau dirinya sedang baik-baik saja, bedal hal nya ketika Hasby sedang sakit atau mengalami kesulitan yang membuat dirinya tidak berdaya, sikap Vanesa seolah terbalik 180°.
_______________________________
inget... jangan lupa baca Chapter sebelumnya ya, biar alurnya nyambung dan gak bikin pusing...
__ADS_1
dan jangan lupa dukung Author dengan cara like, komen, dan kalau berkenan Vote.
jumoa di Chapter selanjutnya...