
Hasby kini mulai mengganti ban dengan peralatan yang ia ambil dari bagasi tadi,walau hujan menguyur dengan derasnya,namun Hasby tetap melakukan pekerjaan itu, sebab ia mengganti ban nya sekarang karena desakan dari Vanesa,awalnya ia sempat merasa jengkel kembali,namun ia sadar jika memperbaiki ban ini tidak boleh ditunda,lebih awal di perbaiki akan lebih baik, oleh sebab itu Hasby menyetujui permintaan Vanesa.
sekitar 20 menit kemudian,terlihat Hasby sudah menyelesaikan pekerjaan nya,tubuhnya kali ini menggigil kedinginan,ini hal yang pasti,siapa yang tidak akan kedinginan ketika tubuhnya terus-terusan terguyur hujan sambil mengganti ban mobil, dan kali ini pula jari-jari tangan Hasby sudah mulai muncul keriput.
" Hasby...kamu gak papa?" tanya Zihan pada Hasby ketika dirinya sudah masuk kedalam mobil.
terlihat dengan jelas ada rasa khawatir di wajah Zihan saat ini,tentu saja kala itu ia menghawatirkan keadaan Hasby yang kini menggigil kedinginan.
" Saya gak papa nyonya..." ucap Hasby.
sebenarnya Hasby menyembunyikan kebenaran tentang kondisi dirinya saat ini dari Zihan, di akibatkan terus terguyur air hujan,saat itu bukan hanya tubuhnya menggigil kedinginan namun ia juga merasakan kepalanya sedikit pusing serta merasa pernafasannya sedikit tersumbat karena terserang flu, namun ia tetap bilang pada nyonya nya bahwa ia baik-baik saja.
" Beneran gak papa? badan kamu sekarang menggigil Hasby,lebih baik kamu keringin rambut dulu..." ucap Zihan
" Udah lah bu...gak perlu perhatian lebih sama si supir,nanti juga dia keringin rambutnya sendiri..." ucap Vanesa sambil memberi tatapan dingin pada Hasby dan dirinya hanya menunduk setelah mendapat tatapan itu. Hasby menunduk bukan karena takut,melainkan berusaha menyembunyikan wajah kesalnya dari Vanesa.
Walaupun setengah wajahnya tertutup oleh topinya yang sengaja dipakai agak depan,namun tetap saja untuk menjaga jaga ia lebih baik menunduk agar tidak ketahuan.
" Gak papa Vanesa..." ucap Zihan
sambil mengambil handuk kecil yang ada di belakang kursi dan memberikannya pada Hasby.
__ADS_1
setelah menerima handuk dari Zihan,Hasby kini membuka topinya dan mulai mengeringkan rambutnya,saat itu wajah Hasby kini terlihat dengan jelas walau membelakangi Zihan dan Vanesa,dan saat itu pula Vanesa terdiam melihat wajah Hasby lewat kaya spion. Dari semenjak Vanesa bertemu dengan Hasby,ia tidak pernah melihat wajahnya dengan sepenuhnya,walau sekilas tapi terlihat gelap karena tertutupi oleh topinya.
namun beda hal nya dengan sekarang yang dapat melihat wajahnya tanpa ada yang menghalangi, sebenarnya Vanesa sendiri tidak menyangka bahwa supirnya ini memiliki ketampanan yang menurut sebagian orang adalah luar biasa, memiliki dagu yang lancip,hidung mancung dan memiliki gen orang Arab,tentu bagi yang melihatnya akan terpikat walau sekilas melihat.
Tidak terasa kelakuan Vanesa kali ini diketahui oleh Zihan, sedari tadi dia memang menunggu reaksi anaknya itu, karena jarang-jarang Vanesa memandang wajah seorang lelaki seperti ia memandang Hasby saat ini.
' itu beneran si supir?...ternyata mukanya cakep juga... ' batin Vanesa
" Uhuk...uhuk...uhuk...ekm..."
saat Vanesa masih menatap Hasby, tidak tahu kenapa ibunya ter batuk pelan dan membuat Vanesa tersadar, Zihan memang sengaja melakukan hal ini, tidak untuk tujuan tertentu sih,tapi ia hanya ingin menggoda anaknya saja.
" Woi!.....buka pintunya!!!..."
salah satu dari mereka kini berteriak sambil menggedor-gedor kaca mobil setelah turun dari motornya,hal itu membuat Vanesa dan Zihan panik sekaligus takut, namun beda hal nya dengan Hasby yang masih tenang, ia mengetahui dengan pasti bahwa ke empat orang itu akan berniat jahat pada mereka.
" Ibu...mereka ini siapa?...terus dia mau ngapain.." ucap Vanesa yang kini memeluk Zihan dengan erat karena takut dengan sekelompok orang yang ada diluar, belum lagi salah satu dari mereka membawa tongkat kayu yang lumayan besar dan panjang.
" Ibu juga gak tau nak...Hasby...gimana ini?" tanya Zihan pada Hasby saat itu.
" Nona sama nyonya tenang dulu, saya coba ngomong dulu sama mereka kenapa ngehalang jalan kita".
__ADS_1
Hasby kemudian bersiap untuk keluar,namun sebelum itu ia mengingatkan pada Vanesa dan Zihan untuk keadaan apapun mereka sangat tidak boleh keluar dari mobil sebelum Hasby mengurus urusan ini.
setelah mengingatkan Vanesa dan Zihan, kini Hasby keluar dan menghampiri keempat pria itu, karena suasana sekarang sedang hujan deras, Hasby kini berbicara dengan sedikit mengeraskan suaranya agar terdengar oleh ke empat orang itu.
" Maaf,saya mau tanya...kalian kenapa halangin jalan saya ya?..." tanya Hasby dengan nada sopan sebagai permulaan.
Awalnya, ke empat pria itu tertawa ketika mendengar pertanyaan Hasby, tentu saja mereka menganggap Hasby sebagai orang bodoh jika tidak tahu tujuan yang mereka inginkan, siapa yang tidak akan tahu jika sekelompok orang bermuka garang dan salah satunya membawa tongkat menghalangi kendaraan yang ingin berkendara, tidak salah lagi pasti sekumpulan orang itu adalah perampok.
" Hahaha...kayaknya lo orang baru," ucap Orang yang berkepala botak.
" Kita ke sini mau minta semua barang yang lo bawa, dompet, duit, barang berharga lo dan semua perhiasan yang lo punya...tanpa penolakan..." ucap Pria yang kedua.
" Hehe...bang,lo b*go ya?... gua mana ada perhiasan..." ucap Hasby dengan nada mengejek sambil tertawa kecil.
" Apa lo bilang?!!!!" perkataan Hasby membuat pria yang kedua berbicara tadi menjadi marah, bagaimana tidak marahnya, selama ia beroperasi beberapa tahun terakhir,belum pernah ada orang yang memanggilnya dengan sebutan b*go seperti yang dikatakan Hasby.
" Gua bilang kalau lo itu b*go...udah jelas kalau gua ini kan laki-laki,mana ada punya perhiasan begituan, ngaco lu..." ucap Hasby.
" Heh! beraniya lo ngomong kayak gitu...lebih baik lo serahin barang-barang secara baik-baik...kalau enggak kita bakalan bikin lo babak belur sekarang juga..." ucap pria yang ketiga.
" Terus...kalau gua gak mau gimana?..." kali ini Hasby berbicara dengan nada menantang.
__ADS_1