
' Apa masakan gua seenak itu ya?, perasaan Hasby makannya pelan amat' Batin Vanesa.
melihat cara makan Hasby sangatlah pelan, Vanesa berniat untuk mencicipi sendiri masakannya, terlebih lagi ini adalah masakan yang pertama kali ia buat.
" Lo makannya gak usah pelan... masih banyak kok... ". ucap Vanesa yang kini melihat Hasby.
" Gak... gak papa... aku... mau lebih lama nikmatinnya ".
" Walaupun enak gak segitunya juga kali... hm... ngeliat lo kayak gitu, gua jadi pengen coba gimana rasanya... ".
Tidak menanggapi ucapan Vanesa, Hasby kala itu hanya menunduk dan sesekali meneruskan makannya walaupun sedikit terpaksa, ia saat ini sedang berusaha untuk menahan tawa kalau kalau Vanesa akan kaget dengan rasa masakannya sendiri.
sebelum bubur masuk kedalaman mulut, Vanesa sempat merasa bangga karena makanan yang pertama kali ia buat dinilai enak oleh Hasby, tapi malah keterkejutan yang ia dapat setelah itu.
saat bubur lembut menyentuh lidahnya, sensasi yang ia rasakan saat itu adalah rasa asin bagai air laut. " Fuah... feah... asin!... ya ampun ini asin banget!...".
melihat tingkah Vanesa, Hasby yang sedari tadi menahan tawa akhirnya tidak bisa mempertahankan posisi ini, karena lucu, pria itu pun tertawa terbahak-bahak sampai kulit perut nya sakit, Sedangkan Vanesa yang mendengar hal itu menjadi kesal dan sedikit malu.
" Hahaha..... gimana rasanya? enak banget kan?... hahaha ". ucap Hasby sambil tertawa.
" Boong lo Hasby... katanya enak?, ini malah sama kayak air laut ".
" Hahaha... tapi rasa ini istimewa kan? hahaha... ".
" Woi bang... santai aja kali ketawanya " ucap Vanesa sambil cemberut.
terus tertawa tanpa henti, Hasby pada akhirnya tersedak ludahnya sendiri, sehingga saat itu malah Vanesa yang berbalik mentertawai nya.
" Ahahaha... sukurin...itu sih pake ketawa segala ". ucap Vanesa.
" Uhuk, uhuk...ergh...ini juga salah makanan kamu ".
" Enak aja... lo sendiri yang keselek kenapa masakan gua yang disalahin ".
__ADS_1
Beberapa menit kedepan, Vanesa masih tertawa karena Hasby, tapi yang aneh bukannya berhenti, batuk pria yang ada dihadapannya ini malah terlihat lebih parah.
" Hasby... lo gak papa kan?".
Hasby tidak menjawab, melainkan masih terbatuk-batuk sambil memegang dada, terlihat cemas Vanesa memandangnya, wanita ini berpikir mungkin benar penyebab Hasby seperti ini adalah karena masakannya.
" Coba lo minum dulu... " ucapnya sambil memberikan segelas air.
setelah meminum air, Hasby terlihat lebih baik saat itu, setidaknya tidak seperti tadi yang batuk tanpa henti." Gimana? udah enakan? " tanya Vanesa.
" Uhuk... ya... gak terlalu ".
" Lo si pake ketawa segala... terus... udah tau bubur gua asin, kenapa lo malah lanjut makan? ".
" Kamu bilang ini pertama kalinya kamu masak kan?, jadi aku ngerasa bangga jadi orang pertama yang cobain makanan ini ".
" Walaupun ini masakan pertama gue, seharusnya lo kasih saran ke, nilai ke, ini... huf... hah... Hasby... Hasby... lama-lama gua pusing sama jalan pikiran lo ". ucap Vanesa sambil menghela nafas pelan.
" Aku takut kamu bakalan marah kalau aku bilang makanan ini gak enak ".
" Gak papa kok... apa pun masakan yang tunangan aku buat pasti bakalan dimakan, mau itu enak ataupun enggak, mau itu mewah ataupun sederhana... di lidah aku tetep cuma ada satu sensasi... yaitu nikmat ".
mendengar apa yang diucapkan oleh Hasby, Vanesa saat ini menatap lekat dirinya tanpa mengeluarkan sepatah kata pun, tidak menyangka bahwa Hasby bisa berkata seperti itu, suasana hati Vanesa saat ini tidak bisa digambarkan, kaget serta tidak percaya dengan hal yang ia alami saat ini.
berbeda dengan tingkah Vanesa, Hasby saat itu malah tersenyum dan kembali melanjutkan makannya, sedikit lama untuk Vanesa menyadari, wanita ini kemudian sadar kembali setelah Hasby menyantap setengah porsi dari bubur yang ada dihadapannya.
" Hasby!...lo kenapa masih makan ini?!". ucapnya sambil menghentikan tangan Hasby.
" Ya... kalau gak dimakan kan mubazir ".
" Gak... pokoknya lo gak boleh makan, ini tu gak baik buat kesehatan lo... apalagi lo kan baru bangun dari pingsan... ".
" Tapi sayang kan makanannya kalau dibuang... ".
__ADS_1
" Pokoknya lo gak boleh makan ini lagi ".
walaupun Hasby sudah beberapa kali membujuk Vanesa agar buburnya tidak dibuang, tapi tetap saja wanita ini tidak mendengar kata-katanya. Pada saat itu juga, Vanesa langsung membuang bubur yang ada di mangkuk dan yang ada di kuali juga.
" Em... terus aku sekarang makan apa? ". ucap Hasby menatap Vanesa sejenak dan beberapa menit kemudian tersenyum jahil padanya.
Vanesa yang melihat reaksi Hasby menjadi bingung, untuk sekarang ini mungkin ia hanya bisa memesan makanan siap saji, tapi untuk kesehatan Hasby saat ini, ia tidak diperbolehkan makan makanan seperti itu, hal yang wajar untuk kebanyakan makanan cepat saji kurang higenis dan tidak bergizi.
" E... gua... gua bakalan masak lagi kok, lo tenang aja... ". ucap Vanesa dengan nada tidak yakin.
" Udah... kamu gak perlu ngelakuin hal itu, tunggu Nafsah pulang aja... ".
" Ta... tapi... lo kan gak boleh telat makan... ".
" Emangnya kamu mau aku makan makanan rasa air laut lagi? ". tanya Hasby dan dijawab dengan gelengan kepala oleh Vanesa.
" Mangkanya... lebih baik nunggu dulu ".
°°°
" Aduh... cape juga ya hari ini, udah puyeng mikirin praktek, mikirin kak Hasby, eh... pas dijalan mau pulang malah macet ". keluh Nafsah
sore ini, Nafsah sekarang sudah berada di depan rumahnya, beberapa waktu yang lalu, ia harus terjebak macet saat hendak pulang dari Cafe, cuaca yang panas dan asap polusi dari banyak kendaraan membuat tubuhnya sedikit lelah dan panas.
" Assalamualaikum... kak... aku pulang... ". ucap Nafsah lalu masuk ke dalam.
Nafsah saat itu terlebih dahulu pergi ke dapur untuk mengambil air minum, namun tidak disangka olehnya, disana ternyata ada keberadaan Hasby dan Vanesa yang terlihat sedang debat mulut. Awalnya sedikit ragu untuk memunculkan diri, tapi menurutnya ini lebih baik agar mereka berdua bisa berhenti bertengkar.
' Emang ya kalau jodoh gak bakalan kemana?... udah tau mulai saling suka, tapi tetep aja gak pada nyadar... ' Batin Nafsah.
______________
jangan lupa baca Chapter sebelumnya jua ya, biar alurnya gak lupa mulu...
__ADS_1
jumpa di Chapter selanjutnya...