Wanita Jutek Ku : Sakit Ku Tak Perlu Kau Tahu

Wanita Jutek Ku : Sakit Ku Tak Perlu Kau Tahu
10# Orang yang menyebalkan


__ADS_3

Nafsah juga sesekali melirik Hasby tanpa sepengetahuannya,ia bisa melihat bahwa kakaknya ini merasa terganggu oleh hidung nya yang tersumbat dan rasa gatal di tenggorokan yang membuat ia jadi sering batuk.


" Kak,kayaknya flu kamu agak berat deh..." ucap Nafsah.


" Uhuk.....gak papa,tenggorokan aku cuma gatel" ucap Hasby sambil sesekali batuk.


Nafsah hanya menangapi Hasby dengan tatapan biasa saja sebelum ia membereskan piring bekas ia makan tidak lupa pula dengan punya Hasby.


setelah makan dan membereskannya, mereka berdua pergi ke kamar masing masing untuk bersiap,dan 15 menit kemudian setelah mereka sudah rapi kembali,Hasby dan Nafsah berangkat dari rumah ke kampus.


cuaca haru ini cukup bagus, langit biru dan hanya sedikit awan yang menghiasi,dan tentu saja matahari bersinar lebih terang karena tidak ada yang menghalangi,tidak seperti kemarin yang cuacanya mendung dan turun hujan di sore hari.


Hasby melajukan motornya dengan kecepatan sedang, tentu saja ia melakukan hal ini karena peraturan lalu lintas,ditambah ia sedang membawa Nafsah dibelakangnya,jika ia melajukan motornya dengan cepat,bukan tidak mungkin Nafsah akan menceramahi nya.


sejak Hasby melajukan motornya,ia jadi lebih sering batuk,mungkin ini efek dari tekanan udara ketika berkendara. Tak terasa mereka pun sudah sampai di kampus setelah 20 menit kemudian.


sudah tidak heran jika kedatangan Hasby dan Nafsah membuat para mahasiswa menjadi riuh,mereka seakan tidak ada bosan bosannya membicarakan mereka berdua,dan entah apa yang mereka bicarakan waktu itu.


saat berjalan dari parkiran,sepertinya batuk Hasby masih terus terdengar dari mulutnya, beberapa mahasiswa yang melihatnya kini bertanya tanya tentang keadaan Hasby,bahkan salah satunya sempat bertanya padan Hasby.


Nafsah melihat, Hasby cukup merasa risih dengan pertanyaan demi pertanyaan yang dilontarkan para maha siswa,karena merasa ingin membantu,Nafsah pun kemudian berniat melakukan sesuatu.


ia kemudian memasukan tangannya ke dalam tas untuk mengambil barang,ternyata yang diambilnya adalah sapu tangan.


" Kak,pakai ini...tutupin hidung kamu yang merah itu" ucap Nafsah sambil mengulurkan tangannya untuk memberikan sapu tangan.

__ADS_1


" Makasih ya...kamu tau aja".


Hasby kemudian meletakan sapu tangan itu tepat di hidungnya menggunakan tangan, kegiatannya itu bertujuan untuk menutupi hidung merahnya untuk tidak menimbulkan perhatian. Benar saja,setelah ia melakukan itu,para mahasiswa yang melihatnya tidak bertanya lagi,walaupun mereka sempat melihat tapi segera melanjutkan kegiatan mereka masing-masing.


Kini Hasby berterima kasih pada Nafsah didalam hatinya,adiknya ini selalu saja melakukan hal yang tepat ketika Hasby sedang membutuhkan sesuatu,bisa dibilang ia merupakan orang yang tahu segalanya tentang Hasby,dari mulai keperluannya dalam urusan sehari hari dan kepribadiannya pun Nafsah sudah mengetahuinya.


Mereka berpisah seperti biasa di persimpangan, namun ketika Nafsah dan Hasby mulai menjauh satu sama lain,ada seorang laki-laki yang kini mendekati Nafsah.


ia mensejajarkan langkahnya dan tersenyum pada Nafsah sebelum berkata padanya. " Pagi cantik..." ucap pria itu.


sebenarnya sejak kedatangan pria itu,Nafsah sudah merasa jengkel,karena pria yang ada disampingnya merupakan salah satu orang yang kurang Nafsah sukai,sehingga sering kali Nafsah selalu menghindarinya,namun beda hal nya dengan laki-laki lain yang ia hindari dan memutuskan untuk berhenti mengganggunya,pria yang ada di sampingnya ini malah terus bersikap seperti itu,seolah-olah ia sudah sangat akrab dengan Nafsah tapi nyatanya mereka baru berkenalan bulan lalu.


" pagi juga kak..." jawab Nafsah sambil tersenyum walaupun senyumannya ini hanya terpaksa karena tidak ingin menyinggungnya.


" Wah....liat senyuman kamu bikin hati seneng ya...pengen deh rasanya aku milikin kamu...".


" Kak Syam...maaf ya,ini kan di tempat umum,aku rasa agak kurang tepat ngomongin hal kayak gitu...." ucap Nafsah.


" Masa sih?... aku rasa enggak kok..." ucapnya dengan santai


' ini cowok rese banget sih,kalau aja ini gak lagi di kampus,udah gua bejek bejek ni orang... ' batin Nafsah.


pria yang berada di samping Nafsah ini ternyata bernama Syam,dia merupakan putra sulung dari keluarga Barah, orang tuanya merupakan donatur terbesar di kampus ini,sehingga tidak heran orang-orang yang ada di kampus mengenalnya,bukan seperti Hasby dan Nafsah yang terkenal karena kepintaran dan paras mereka,Syam terkenal karena dirinya merupakan bagian dari keluarga konglomerat yang terkenal.


namun,sebagian orang banyak yang tidak menyukainya,ia merupakan orang yang genit terhadap wanita,suka menggombal dan suka sekali mempermainkan wanita,jadi rata-rata orang yang tidak menyukainya adalah wanita.

__ADS_1


sejak tadi,Syam terus saja menggoda Nafsah, lama kelamaan juga Nafsah merasa semakin jengkel dan geram terhadapnya. namun,ketika mereka sudah dekat dengan gedung dimana kelas Nafsah berada,ada seorang perempuan yang memanggil nama Nafsah.


"Nafsah....sini" ucap wanita itu sambil melambaikan tangannya.


kali ini,Nafsah merasa mendapat kesempatan emas untuk lari dari ucapan Syam yang menyebalkan baginya lewat seseorang yang memanggilnya.


" Kak,temen aku udah panggil...aku pergi dulu ya dah..." ucap Nafsah sambil melangkah pergi.


Syam awalnya ingin menghentikan Nafsah, namun Nafsah keburu pergi lebih dahulu jadi ia urungkan niatnya itu.


kini Nafsah menghampiri wanita yang memanggilnya,wanita itu memiliki rambut pirang terikat yang panjangnya melebihi bahu,kulitnya sangat putih namun terlihat tomboi,namanya Zyan,ia merupakan sahabat Nafsah sejak lama,bahkan mereka selalu sebangku dari semenjak sekolah dasar. Orang tuanya merupakan pembisnis terkenal di kota ini,dan merupakan salah satu donatur juga. Rata-rata...orang yang kuliah di Universitas ini merupakan anak orang kaya, tidak heran karena Universitas ini merupakan Universitas yang bermutu dan lebih unggul dari yang lain.


" Zyan,untung aja lo panggil gua...kalau enggak gua pasti bakalan muntah karena omongan dia..." ucap Nafsah yang kini sudah berada disamping Zyan.


" Hm? dia ngerayu lo lagi?" tanya Zyan yang dibalas dengan anggukan oleh Nafsah.


" Kalau gua jadi lo,gua udah bikin dia babak belur..." ucapnya.


" Gua juga udah gedek sama dia,tapi harus nahan diri...nanti merusak citra lagi,hehehe" ucap Nafsah sambil tertawa cengengesan.


" Iya juga sih...ya udah ah,mending kita masuk aja ke kelas...".setelah berkata seperti itu,Zyan dan Nafsah masuk ke kelasnya,dan kebetulan mereka berada dikelas yang sama dan duduk di meja yang sama


__________________________________________


jangan lupa Like and komen ya...

__ADS_1


dukung terus novel ini.....


__ADS_2