Wanita Jutek Ku : Sakit Ku Tak Perlu Kau Tahu

Wanita Jutek Ku : Sakit Ku Tak Perlu Kau Tahu
13# Orang tidak peka


__ADS_3

Setelah mengonsumsi obat tadi,beberapa menit kemudian,rasa sakit di kepala Hasby sudah sedikit demi sedikit mereda, walaupun kini tubuhnya masih saja mengeluarkan banyak keringat.


" Kak,apa kamu udah baikan?" tanya Nafsah ketika ia melihat Hasby kondisinya sudah mulai stabil.


" Iya...sekarang udah gak sakit lagi..." ucap Hasby.


" Syukurlah..." Nafsah bernafas lega mendengar ucapan kakaknya, sejak mendengar kabar darinya tadi ditelepon, dari situlah Nafsah sudah sangat merasa cemas,sehingga membuat ia berlari menuju ke mari demi melihat keadaan kakaknya, walaupun awalnya memang membuatnya khawatir, tapi ia sangat bersyukur kalau Hasby baik-baik saja sekarang ini.


" Nafsah....maafin kakak ya...". ucap Hasby


" hm?..."


Nafsah kin bingung dengan pernyataan kakaknya, setahunya Hasby tidak melakukan kesalahan apapun padanya, dan ini juga menimbulkan keheranan pada Savira, Firdan dan Ardi.


" Kakak kenapa minta maaf?...kamu kan gak salah" ucap Hasby.


" Aku minta maaf,karena aku udah jadi kakak yang gak berguna...selalu bergantung ke kamu di saat kayak gini..." ucap Hasby


perasaan Hasby kini penuh dengan rasa bersalah pada Nafsah, karena penyakitnya, Nafsah kala itu menjadi khawatir dan harus berlari-lari ke sini untuk mengantarkan obatnya, tidak hanya itu,ia juga merasa bersalah pada Savira,Firdan dan Ardi yang membuat ketiganya sama khawatir.


" Kamu jangan ngomong gitu...kamu itu kakak yang paling tanggung jawab kok..." ucap Nafsah


" Tapi disaat kayak gini kakak ngerasa malu,harus ngerepotin kamu sampe lari-lari kayak tadi...dan belum lagi kamu harus jaga setiap malem kalau pas penyakit kakak kambuh... aku ngerasa....memang gak pantes jadi seorang kakak..." ucap Hasby


" Enggak...kamu itu kakak yang paling berguna buat aku...walaupun kamu terkadang sakit-sakitan tapi kamu tetep kerja buat biayain aku...kemarin kamu juga keujanan karna telat pulang kerja". ucap Nafsah


" Tapi__...."


" Pokoknya bagi aku kamu itu kakak yang paling baik,aku gak masalah harus jaga kamu setiap malam...karna...saat ini aku cuma punya kakak, ayah dan ibu udah meninggal,dan...aku gak bakalan biarin kamu kenapa-kenapa..." ucap Nafsah


memang benar,saat ini keluarga Nafsah hanya tersisa Hasby saja, wajar ia akan sangat khawatir ketika melihat kondisi Hasby yang seperti tadi. karena pernah mengalami kehilangan orang yang ia sayangi, Nafsah kali ini tidak ingin lagi kehilangan sosok kakak setelah kehilangan sosok ayah dan bundanya.


" Makasih...aku juga bakalan lindungin kamu sebagai kakak dan jaga amanah dari bunda..." ucap Hasby


kini Hasby merasa sangat bersyukur karena memiliki adik yang sangat baik dan perhatian seperti Nafsah, kebaikan Nafsah ini terkadang mengingatkannya pada seseorang yang sudah melahirkannya, yaitu almarhum sang ibu.

__ADS_1


Nafsah dan ibunya memiliki kemiripan yang sama satu sama lain,baik dari perilaku maupun paras mereka berdua. waktu itu,saat dimana masa terakhir bundanya Hasby,ia berbicara sesuatu padanya ' jaga adikmu,dan jangan sampai amarah memisahkan kalian',sampai saat ini Hasby tidak pernah melupakan amanah dari bundanya.


" Kakak gak usah bilang terima kasih...kita ini kan adik kakak...lagian kita gak cuma berdua, masih ada temen-temen kakak yang selalu dukung kamu..." ucap Nafsah.


" Bener kata Nafsah, lo tenang aja,masih ada kita bertiga kok, sebagai sahabat... kita ngerasa seneng kalau kalian anggap kita keluarga" ucap Ardi


" Iya...kalau-kalau lo ada masalah jangan di selesain sendiri, panggil kita kalau lo ngerasa butuh..." ucap Firdan.


" Dan inget Hasby,kita semua ini bakalan ada disisi kamu..." ucap Savira.


ucapan dari Nafsah dan ketiga sahabatnya membuat Hasby merasa lebih baik,saat ini hanya mereka lah yang selalu ada di sisinya. Walaupun dirinya dalam keadaan susah, mereka tetap ada untuk membantunya.


" Gua juga ngerasa bersalah sama kalian bertiga...maaf kalau udah bikin kalian repot..." ucap Hasby.


" Gak papa...kita bakalan selalu ada disisi kamu,dan...aku juga bakalan siap ngedampingin kamu..." ucap Savira.


" APA!!!!!!" kini Firdan,Ardi dan Nafsah teriak secara bersamaan dan cukup membuat Hasby dan Savira kaget.


hal yang membuat mereka terkejut tentu karena mendengar kata-kata Savira tadi, saat Savira mengatakan siap mendampingi Hasby, saat itu pula secara tidak jelas bahwa Savira mengungkapkan perasaannya pada Hasby.


" Iya...udah dari dulu" ucapnya


" Tuh kan...apa gua bilang Firdan,Savira itu udah lama mendemnya" ucap Ardi.


" Wah...kak Savira ternyata suka...tenang aja kak, aku pasti dukung kok" ucap Nafsah.


" Makasih atas dukungannya,tapi aku gak tau orangnya peka atau enggak..." ucap Savira sambil tertawa kecil. Alasan Savira berkata seperti itu karena sesuai dengan fakta,Hasby merupakan orang yang tidak peka dan payah dalam urusan asmara,jadi ia tidak akan mengerti makna dari kata-kata yang di ucapkan Savira tadi.


Savira, Nafsah serta Firdan dan Ardi saling berbicara satu sama lain,dan sesekali melirik Hasby sambil tertawa, namun disana Hasby merasa bingung dengan obrolan yang tidak ia aketahui topiknya, karena merasa penasaran, Hasby pun akhirnya bertanya pada mereka.


" Em...gua mau tanya sama kalian berempat, dari tadi kalian ngomong apa sih?...ngedukung tentang apa?... dan...apa yang dipendem Savira dari dulu?..." ucap Hasby dengan ekpresi kebingungan.


" YA AMPUN!!!!".kini Firdan,Ardi dan Nafsah menepak jidat mereka masing-masing secara bersamaan, padahal sudah jelas bahwa Savira mengungkapkan isi hatinya lewat kata ' siap mendampingi ',namun tetap saja Hasby tidak mengerti arti dibalik kata itu.


" Kalian bertiga kenapa?" tanya Hasby

__ADS_1


" Kakak...kamu masa gak tau sih apa makna dari kata kak Savira tadi?..." ucap Nafsah


" Emang maknanya apaan?" tanya Hasby lagi.


" Lo itu payah ya...pantes aja banyak yang patah hati sama lo..." ucap Ardi.


" Lo ngomong apa sih Ardi?...memangnya patah hati kenapa sama gua?..." tanya Hasby


" Udah lah...percuma ngomong sama orang gak pekaan kayak dia...mumet yang ada pala lo Ardi..."


" Ini yang gua gak ngerti...kalian ini ngomong apaan sih?"


" Udah,udah...jangan diperpanjang masalah..biarin ini jadi rahasia kita berempat aja..." ucap Savira.


" eh?...Savira,rahasia apa? kenapa aku gak boleh tau?..." ucap Hasby yang semakin bingung dengan mendengar perkataan Savira.


" Gak papa,cuman gak mau kasih tau kamu aja...emang gak boleh?..." ucap Savira dengan nada mengejek


" Savira...aku ini sahabat kamu...masa kamu gitu sih..." ucap Hasby yang kini memelas


" Itu sebabnya kamu sahabat aku,karena rahasia ini gak seharusnya kamu tahu sebagai seorang sahabat..." ucap Savira


" Emang kenapa?".


" Karena...eh?!...aku kan udah bilang gak mau kasih tau..." ucap Savira


" Yah...Savira...pleas....jangan main rahasia-rahasiaan gitu dong"


Hasby dan Savira masih saja berdebat tentang rahasia yang dibahas oleh Nafsah, Ardi serta Firdan dengan Savira tadi,dan hanya dirinya seorang yang tidak tau. Berkali kali Hasby mendesak Savira agar ia memberitahu rahasia tersebut, dan berkali kali pula Savira menolak untuk menuruti permintaan Hasby.


Hal ini sekaligus membuat Firda,Ardi dan Nafsah tertawa melihatnya,walaupun Savira mengetahui Hasby tidak memiliki perasaan padanya,tapi ia merasa bahagia ketika Hasby bahagia.


________________________________________


jangan lupa like and komen ya...

__ADS_1


sampai jumpa di chapter berikutnya...


__ADS_2