
Lama kelamaan, rasa sakit di kepala Hasby makin bertambah, namun sebisa mungkin ia berusaha menyembunyikan itu dari Vanesa dan Zihan.
" Hasby...kamu kenapa?, apa kepala kamu masih sakit? atau...nambah sakit? apa mau aku pijitin biar sakitnya reda? gimana kalau aku ambil air minum buat kamu?..." ucap Vanesa yang terus melontarkan banyak pertanyaan pada Hasby.
" Saya gak papa nona...kepala saya cuma pusing sedikit..." ucap Hasby sambil tersenyum khas nya.
" Tapi kepala kamu masih belum diobatin...aku takut nanti kamu kenapa-napa..."
" Saya beneran gak papa...tapi...saya agak ngantuk..." ucap Hasby yang suaranya mengecil.
" Yaudah...kamu tidur aja..."
Hasby kini memejamkan matanya sambil bersandar di bangku mobil, perlahan waktu berjalan, Hasby pun akhirnya tertidur.
saat tertidur...kepalanya terus bergeser ke arah kanan lalu jatuh tepat di pundak Vanesa, awalnya Vanesa sedikit terkejut dengan posisi Hasby yang berada dipundaknya dan berniat memindahkan posisi kepala Hasby, namun...ketika ia melihat Hasby terasa nyaman tidur di pundaknya,ia pun mengurungkan niat sebelumnya, lama-kelamaan,Vanesa juga mulai merasa nyaman dengan posisinya yang sekarang ini, hingga membuat ia mengantuk dan tertidur juga sambil menyandar di kepala Hasby.
Zihan yang berada di kursi depan hanya tersenyum melihat dua orang remaja yang kini sedang tertidur dibelakangnya, ia sekarang merasa senang karena Vanesa masih menyimpan sifatnya yang dulu walau sesaat. Dulu itu Vanesa orangnya amat baik dan perhatian pada orang-orang, sering menyapa dan hampir setiap waktu tersenyum, namun sifatnya ini berubah karena kejadian dulu yang berkaitan dengan Syam, sehingga membuat Vanesa menjadi gadis jutek dan suka marah-marah.
sekitar 15 menit setelah Hasby dan Vanesa tertidur, polisi akhirnya datang dengan 4 mobil patroli, tidak hanya itu,di sana juga terdapat sebuah mobil berwarna hitam yang tidak terlihat asing bagi Zihan, ternyata pengemudi mobil itu adalah Afdal, ia tidak sendiri melainkan bersama seorang laki-laki yang berada di kursi belakang yaitu Jordan.
ketika polisi keluar dari mobil masing-masing, pertama kali yang mereka lihat adalah 4 orang yang terkapar tidak sadarkan diri, tiga diantaranya terluka dikepala dan mereka mengenal salah satunya adalah Gio, sebenarnya polisi ini sudah lama mengincar Gio sebagai buronan, kelakuannya yang buruk sudah terdengar untuk sebagian orang yang membuat mereka resah dengan keberadaan Gio. Walau merasa heran serta terkejut, polisi kini mulai melakukan penyelidikan waktu itu juga dan saat itu pula polisi merasa senang karena dapat menemukan Gio dengan keadaan yang tidak bisa melakukan perlawanan lagi.
seperti para polisi, Jordan dan Afdal sama terkejutnya melihat hal ini, beda halnya dengan polisi yang senang karena berhasil menemukan buronan lama mereka, kini Jordan merasa khawatir dengan keadaan Zihan, Vanesa dan Hasby.
hal yang pertama Jordan dan Afdal lakukan setelah memperhatikan 4 orang itu adalah berlari menghampiri mobil yang ketiganya naiki sekarang.
" Zihan!!...Vanesa!!...Hasby!..." ucapnya sambil berlari.
Jordan kemudian membuka pintu depan mobil dan menemukan Zihan disana yang keadaannya baik baik saja,namun basah kuyup, tidak berpikir panjang, ia langsung saja memeluk istrinya karena merasa sangat khawatir, baru saja terlintas pikiran negatif ketika ia melihat Gio dan anak buahnya yang terbaring, saat itu ia berpikir bahwa keadaan istri dan anaknya sedang dalam bahaya, tapi ia bersyukur karena melihat Zihan tidak kenapa-napa tanpa luka sedikit pun.
__ADS_1
" Zihan...kamu gak papa kan?...kamu gak luka kan?..." tanya Jordan pada Zihan ketika ia selesai memeluknya.
" Aku gak papa mas...tapi...".
" Tapi kenapa?..."
Zihan tidak menjawab perkataan Jordan dan malah menoleh ke belakang dimana disana terdapat Hasby dan Vanesa yang tengah tertidur. Jordan pada saat itu mengikuti arah Zihan memandang dan menemukan hal yang sama.
" Anak kita gak papa kan?..." tanya Jordan.
" Vanesa gak kenapa-napa, tapi...Hasby jadi luka karena kejadian tadi..." ujar Zihan.
" hah?!... Hasby luka?, kenapa___..." belum selesai Jordan menyelesaikan kata-katanya, Zihan dengan cepat membungkam mulut Jordan.
" Shut...ngomongnya jangan keras-keras...nanti mereka bangun..." ucap Zihan yang berbisik pada Jordan.
" Maaf...tapi Hasby luka kenapa?..." tanya Jordan penasaran dengan suara yang kecil pula.
" Aku juga gak tau gimana Hasby bisa luka...waktu itu aku liat Vanesa teriak-teriak minta tolong sambil nangis di pinggir jalan...dari situ aku baru datang nyamperin Vanesa dan nemuin Hasby yang dapet luka di kepalanya..." Ucap Zihan akhir dari penjelasan.
" Lebih baik kita bawa Hasby ke rumah sakit sekarang, akibatnya bisa fatal kalau lukanya gak di obati tepat waktu..."
" Ya udah...itu hal yang paling baik sekarang..."
sebelum Jordan pergi ke rumah sakit menggunakan mobil yang Zihan naiki, ia terlebih dahulu memberi tahu Afdal untuk kembali ke rumah.
" Sekarang kamu pulang dulu...jangan lupa bilang sama bu Sri nanti pas kita pulang jangan lupa siapin air hangat..." ucap Jordan yang sudah berada didalam mobil.
" Iya tuan..."
__ADS_1
Jordan kemudian mengemudikan mobilnya dan melaju menuju rumah sakit, jarak antara tempat tadi menuju rumah sakut sedikit jauh, karena rumah sakit ini terdapat di bagian barat kota, saat di perjalanan dirinya juga sempat menanyakan hal apa yang membuat Vanesa dan Hasby tidur dalam posisi yang saling bersandar dan tentu Zihan menjawab semua yang ia lihat saat kejadian itu. sekitar 30 menit perjalanan, mereka akhirnya sampai di rumah sakit, dan pada saat yang bersamaan Vanesa kini bangun dari tidurnya.
" Hm?...aku dimana?..." ucap Vanesa sambil mengucek matanya.
ketika ia ingin menggerakan tangan kirinya, ia merasa ada beban yang sedikit berat, Vanesa menengok ke arah kiri dan terkejut ketika menemukan sesuatu.
" kyaaaaa!!!......" teriak Vanesa segera mendorong Kepala Hasby yang berada di pundaknya dan sekaligus membuat Zihan dan Jordan yang mendengarnya terkejut.
" Argh...."
Daya dorong yang Vanesa keluarkan saat itu sedikit besar, sehingga membuat kepala Hasby terbentur sekaligus membuat dirinya terbangun.
" Kamu kenapa Vanesa?" tanya Zihan
" Hasby bu...dia sembarangan main nyender aja di bahu aku..." ucap Vanesa
" eh?! Hasby...maaf, tadi gua gak sengaja..." ucap Vanesa yang saat ini memperhatikan Hasby
Hasby kini memegang kepalanya yang sakit kembali, beberapa waktu lalu baru saja ia sedikit terbantu karena saat tidur dirinya tidak merasakan sakit di kepalanya, namun setelah bangun ia mulai merasakan kembali rasa sakitnya dan ditambah ulah dari Vanesa yang membuat kepalanya terbentur.
" Hasby...lo gak papa kan? " ucap Vanesa yang bertanya pada Hasby.
" Nona...kenapa nona ngedorong saya?...kepala saya sakit sekarang..." ucap Hasby sambil memegangi kepalanya.
" hah?! kepala lo sakit? yang bagian mana?....sini gua liat..."
Vanesa kini mulai memeriksa kepala Hasby yang membuat jarak antara dirinya dengan Hasby menjadi sangat dekat, sampai-sampai wajah Hasby sejajar dengan wajah Vanesa.
dengan posisi seperti itu, Hasby sedikit merasa canggung, namun setelah ia melihat wajah Vanesa dari dekat, seketika saja kali ini wajahnya mulai memerah.
__ADS_1
' ternyata cewek jutek ini baik juga...kayaknya gua kecepetan nyimpulin bahwa dia ini jutek bin galak...' batin Hasby.