
Nafsah kini sudah berada di depan pintu kamar Hasby,tadinya ia terlebih dahulu mengetuknya,namun tidak ada jawaban sama sekali,setelah itu ia mencoba untuk mengintip sedikit ke dalam kamar,di sana ia melihat dari balik pintu dan melihat Hasby yang kini sedang melaksanakan solat.
Nafsah lihat Hasby sekarang ini sangat khusuk sampai sampai kakaknya ini tidak menyadari suara gesekan pintu yang lumayan keras,namun melihat kakaknya tidak bergeming,Nafsah kemudian menutup pintu kembali untuk pergi ke dapur saja menunggu kedatangannya.
setelah Nafsah menunggu Kira kira 5 menit lamanya di dapur,ia kemudian mendengar suara langkah kaki yang ia kira sebagai Hasby,dan benar saja,setelah beberapa detik kemudian,ia mendapatkan bahwa Hasby berjalan kearahnya dengan memakai kaus pendek dan celana panjang yang ia biasa pakai untuk tidur.
" Kamu belum makan?" tanya Hasby yang duduk di sebelahnya.
" Belum,ini lagi nunggu kamu..." jawab Nafsah
" Ya udah,mending kita makan sekarang..."
Hasby dan Nafsah kemudian menyantap makanan bersama,seperti sebelumnya, mereka tidak berbicara ketika makan karena itu merupakan etika.
setelah makan,kini Nafsah yang mencuci piringnya kembali,seperti tadi pagi,Hasby yang mula ingin melakukan pekerjaan itu dilarang oleh Nafsah dengan alasan yang sama yaitu karena ini adalah pekerjaan wanita. Hasby hanya menuruti perkataan Nafsah,ini kini memilih ke ruang keluarga untuk menonton tv,sedangkan Nafsah melakukan pekerjaanya dulu baru akan menyusul kakaknya.
setelah selesai,sesuai ucapannya ia kini berjalan menuju ruang keluarga yang disana terdapat Hasby yang sedang duduk menonton tv.
" Kak,kamu tumben pulangnya malem,sibuk ya?" tanya Nafsah yang duduk disebelahnya.
" Enggak sih,tapi tadi ada anak tuan Jordan yang pulang dari luar negri,jadi kakak harus jemput dia ke bandara" ucap Hasby yang masih memfokuskan pandangannya ke layar tv.
" Eh,ngomong ngomong kamu tadi pulang bareng siapa?" tanya Hasby. Alasannya menanyakan hal itu,karena ia tadi pulang telat kerja,otomatis kan tidak ada yang menjemput Nafsah.
" Sama kak Ardi,emang kenapa?" tanya Nafsah.
" enggak papa,cuma nanya aja" ucap Hasby yang kembali memfokuskan pandangannya ke tv.
"Ooo...eh iya,tadi anak majikannya tuan Jordan cewek atau cowok?" tanya Nafsah lagi
"Cewek...." ucap Hasby singkat
" Cantik gak?" tanya Nafsah
" Kamu ini kepo banget ya...kebiasaan kayak gini itu kurang bagus tau" ucap Hasby yang mencubit hidung Hasby.
" Ih,kakak....sakit tau,yang kepo nya kan adik kamu sendiri ini,kalau mau di introgasi juga gak papa kali...udah cepetan...cantik kagak?" ucap Nafsah yang bersi keras menanyakan hal itu lagi
__ADS_1
" Hah....emang ya...kalau kamu udah mau sesuatu pasti udah gak bisa di tolak" ucap Hasby yang pasrah dengan desakan Nafsah
" Ya udah cepetan...cantik kagak?"
" Parasnya cantik sih,tapi sikapnya aku gak suka". ucap Hasby yang memegang dagunya.
" Wah.....kakak ku ini bilang kalau cewek itu cantik? hm...secantik apa sih dia,sampe sampe pangeran pintar yang dingin sama cewek bisa muji kecantikannya..." ucap Nafsah sambil tersenyum mengejek pada Hasby.
" Apaan sih...kamu itu berlebihan deh..." ucap Hasby
alasan Nafsah berkata seperti itu,memang sesuai dengan kenyataan. Dari dulu Hasby selalu saja menjauhi wanita,lebih tepatnya kerumunan wanita, sejak kecil ia selalu menjadi favorit dan idola semuanya. Pernah suatu kejadian yang menyebabkan Hasby sendiri sampai trauma sampai sekarang.
Waktu masih sekolah dasar,ada seorang anak perempuan yang selalu mengikutinya kemanapun waktu disekolah,kebetulan ia sekelas dengannya, wanita itu terus saja mengekor Hasby kemana pun, dari mulai ke kantin,saat ia bermain bola,ke kantor, sampai ke kamar mandi pun ia ikuti.ketika Hasby sudah mulai merasa risih dengan anak perempuan itu,ia berniat berbicara padanya agar tidak terus mengikutinya.
walau Hasby sudah bersikap sangat sopan,ternyata wanita itu merespon tidak baik,ia malah marah dan mendorong Hasby sampai dirinya terjatuh dan membuat tangan kanannya terkilir. si anak perempuan yang menyadari perbuatannya membuat Hasby terluka kini menyesal dan menangis,ia berkali kali meminta maaf pada Hasby agar dimaafkan,namun dengan murah hatinya Hasby memaafkan wanita kecil itu hingga ia berhenti menangis lagi.
dan kini Nafsah yakin,alasan Hasby bersikap menjauhi wanita awal mulanya dari kejadian itu.
" Oh iya,kakak bilang kakak gak suka sama sikapnya,emang kenapa?". tanya Nafsah
" Dia itu orangnya jutek bin galak, suka marah-marah dan suka nyuruh-nyuruh kayak emak emak". ucap Hasby.
" Lah kan kenyataan Nafsah..."
" Walaupun kenyataan tapi kan tetep gak boleh,tapi...kamu punya fotonya gak? aku penasaran gimana parasnya..."
"Hm....foto? kayaknya ada deh..."
Hasby kemudian merogoh sakunya mengambil ponsel dan berniat menunjukan foto Vanesa kepada Nafsah.
" Tuh kan...fotonya juga punya...apa jangan jangan...kamu suka sama cewek ini..." ucap Nafsah yang tersenyum jahil kembali
"Ya ampun Nafsah... beneran aku ini gak ada apa apa sama dia,lagian kan dia itu majikanku,mana bisa kakak berhubungan sama majikan" ucap Hasby.
" Kan bisa aja...kalau jodoh gimana?"
" Nafsah...kamu jadi gak nih liat fotonya? kalau gak mau ya udah". ucap Hasby sambil memasukan kembali ponselnya,namun segera ditahan oleh Nafsah yang ingin melihat foto Vanesa.
__ADS_1
" Iya,iya...jangan dimasukin lagi dong hp nya,aku pengen liat..." ucap Hasby dengan nada memohon.
Hasby kemudian menunjukan foto Vanesa pada Nafsah,ia sedikit bereaksi karena menyadari paras Vanesa sangatlah cantik, walaupun ini hanya di dalam foto,tapi Nafsah yakin kalau Vanesa yang asli pasti lebih cantik lagi.
" Ini mah bukan 'cantik sih' tapi cantik banget...pantes aja kamu bilang cantik" ucap Nafsah.
" Walaupun cantik,tapi sikapnya jelek,percuma juga kan kalau galak" ucap Hasby.
" Tapi kamu memang ngakuin dia cantik kan..." ucap Nafsah.
" Iya,tapi kenapa?" tanya Hasby.
" Berarti kamu naruh hati dong sama dia" ucap Nafsah yang tersenyum jahil ke sekian kalinya
"Aku bilang cantik itu belum tentu aku bilang suka"
" Masa...." ucap Nafsah mengejek
" iya..."
" hm....kamu gak jujur". ucap Nafsah tersenyum penuh arti pada Hasby.
" Nafsah....udah aku bilang aku enggak_... ergh.."
Saat Hasby berbicara,ia tiba tiba merasa kepalanya sangat sakit walau sesaat,dan itu membuat Nafsah panik melihatnya karena tiba tiba memegang kepala sambil mengerang kecil.
" Eh? kak, kamu gak papa?!" ucap Nafsah yang sedikit khawatir.
" Aku gak papa,cuma muncul sakitnya" ucap Hasby yang masih memegang kepalanya.
" Kamu mending istirahat dulu aja...tadi juga kan kakak keujanan..." ucap Nafsah
" Iya,aku kekamar dulu...kamu juga harus tidur,nanti kan ada praktek pagi ini..." ucap Hasby
" Iya,udah sana, kakak gak perlu terlalu mikirin aku,yang penting sekarang kamu harus ke kamar,apa perlu aku anter?" tanya Nafsah.
" Gak perlu,ini paling juga bakal sembuh bentar lagi...kakak udah sering banget ngalamin kayak gini dari kecil" ucap Hasby.
__ADS_1
" Ya udah kamu harus hati hati". ucap Nafsah memperingati Hasby dan ia hanya menjawab dengan anggukan. Hasby kini berjalan menaiki tangga,sedangkan Nafsah memandangnya dengan perasaan sedih.
Nafsah tahu pasti apa yang menyebabkan kepala Hasby sakit,dan ini sudah kesekian kalinya ia melihat,karena kejadian ini sudah ia alami sejak kecil. Jika mengingat masa masa seperti ini,Nafsah teringat akan sesuatu yang menyangkut Hasby dengan ibunya. Karena hal yang Hasby alami ini sama persis dengan yang sering almarhum ibu mereka alami.