
Setelah Hasby dan Nafsah Sarapan, merekapun bersiap untuk pergi ke rumah keluarga List, seperti beberapa hari kebelakang, mereka akan sedikit bantu-bantu disana.
" Nafsah... kamu udah beres belom?,perasaan lama amat... " ucap Hasby mengetuk pintu kamar Nafsah dan tidak lama kemudian adiknya membuka pintu.
" Udah kak, ayo kita berangkat... ". ucap Nafsah.
" Eh, bentar, bentar, bentar... kamu mau pakai itu?... " tanya Hasby sambil menunjuk rok panjang yang dikenakan oleh Nafsah.
" Iya, emang kenapa?... ".
" Saran aku sih, mending kamu pakai celana aja, kalau misalnya kamu pakai rok, bukan gak mungkin bakalan kesangkut kan, entar nanti keliatan___... ".
" Tolong pikiran kamu jangan ngeres... "
" Aku... aku gak__... "
" Udahlah, pendapat kakak bener juga, jadi tunggu dulu di luar ya... ".
Nafsah kini kembali ke kamarnya, sementara Hasby beranjak keluar dan menunggu di dekat motor. Beberapa menit kemudian, setelah Nafsah selesai, merekapun bersiap untuk berangkat ke rumah keluarga List.
" Aku yakin ibu angkat kita bakalan takjub liat anaknya ini, apalagi... sang putri pasti bakalan langsung jatuh cinta sama pangeran pinter yang ada di depan aku ini..." ucap Nafsah ketika hendak berangkat.
" Apaan si Naf... ".
sebenarnya Hasby merasa risih dengan ucapan Nafsah yang selalu berbicara mengenai bewoknya ini, ia kali ini berpikir, jika adiknya saja terus mengatakan hal ini, apalagi orang-orang di kampus nanti, pasti mereka akan membicarakan hal ini seiring waktu.
Hasby dan Nafsah berangkat sekitar jam 08:00, dan sampai di kediaman Lits setengah jam kemudian. Seperti yang dikatakan oleh Nafsah, orang-orang yang melihat Hasby saat pertama kali datang semuanya terpana, bukan hanya Sri, Ajril dan Afdal, bahkan para pekerja pun menatap Hasby dengan kagum saat melihat perubahannya yang sangat mencolok, tidak hanya itu, Zihan pun malah ikut tertegun karena hampir tidak mengenali Hasby.
" Hasby... ini beneran kamu?, ibu gak nyangka loh kalau cuman cukur bewok, kamu bakalan seganteng ini... hm... emang calon menantu yang paling sempurna deh... ".
__ADS_1
" A... he... ibu bisa aja... " ucap Hasby sedikit tersenyum canggung.
" Tuh kan, apa aku bilang... " bisik Nafsah.
" Terus ibu liat... penampilan kamu juga agak beda Nafsah... " ucap Zihan.
" Hm? beda apa nya bu?... ".
" Biasanya ibu sesalu liat kamu paje rok kalau enggak gamis panjang tapi sekarang kok pakai celana?, ya... walaupun ibu lebih suka penampilan ini, jadi keliatan hijabers kekinian..." puji Zihan.
" Itu bu... tadi awalnya sih aku juga pake rok, tapi kak Hasby bilang mending pake celana, biar gak terlalu ribet aja... ". ucapannya menjelaskan.
" Ya udah, mending sekarang kita lanjut aja, ibu minta maaf juga ya... kalian jadi harus bantu-bantu deh... ".
" Gak papa bu...ibu juga kan maunya gak kayak gini, kalau bukan karena kak Hasby gak mau acaranya ini ketauan media, ibu juga gak perlu susah payah ikutan ngebantu... ". Ucap Nafsah bermaksud menyindir Hasby, dan kakaknya ini memilih pura-pura tidak mendengar.
" Hahaha... ibu gak masalah kok ngerjain kayak gini, lagian cuma ngedekor doang, apa susahnya coba, terus ibu juga seneng bisa selalu ketemu kalian berdua... ". ucap Zihan.
" Hahaha... malah ibu suka banget tau orang kayak kamu, ceria dan gak nutup-nutupin, dan kamu Hasby... belajar dari sikap adik kamu ya, dan jangan terlalu cuek, apalagi jutek kayak Vanesa " ucap Zihan.
Hasby hanya tersenyum canggung saat itu melihat adik dan ibu angkatnya tertawa kecil, ya... walaupun pembicaraan ini terkesan seperti bercanda, tapi Hasby sedikit tidak menanggap ini sebagai candaan.
semua orang yang ada di sana sudah melihat Hasby yang berpenampilan baru saat ini, hanya saja masih ada orang yang tidak melihat hal itu, orang itu tidak lain adalah Vanesa dan termasuk Jordan yang kini sedang berada di kantor.
°°°
Vanesa kini sedang tertidur pulas di sebuah kamar yang terletak di dalam hotel dekat club tadi malam, kebanyakan minum hingga mabuk membuat ia menginap sementara di tempat ini, terlebih lagi ia sedikit lelah karena menghindar dari laki-laki yang terus berdatangan mengajaknya bersulang, ini hal yang wajar, pria mana yang tidak tertarik dengan kecantikan yang Vanesa miliki, terlebih lagi dilihat dari pakaian yang Vanesa kenakan, mereka bisa menilai bahwa wanita ini dari keluarga konglomerat.
matanya perlahan terbuka karena sinar matahari menyorot dari balik jendela, dengan rasa pusing yang tiba-tiba muncul setelah bangun, Vanesa pun kini beranjak untuk mandi.
__ADS_1
selesai ia melakukan hal itu, badannya terasa jauh lebih segar serta menghilangkan rasa pegal di tubuh. Awalnya ia berniat mengganti pakaian, tapi setelah mendengar notifikasi dari ponsel, ia pun menundanya terlebih dahulu.
' Vanesa, hari ini kamu pulang ya... ada yang mau ibu omongin... ' naskah yang ada di ponsel diketahui pesan dari Zihan.
melihat hal ini, wajah Vanesa sedikit sedih, ia sudah mengira bahwa tujuan ibunya menyuruh pulang pasti ingin membicarakan masalah perjodohannya, karena malas dan tidak ingin berdebat, Vanesa pun memutuskan untuk pulang.
Saat dirinya sudah mengenakan pakaian yang sudah disiapkan pegawai di hotel, kini dirinya keluarga untuk pergi ke suatu tempat terlebih dahulu, walaupun masih belum kepikiran ingin pergi ke mana.
Tapi sebelum ia masuk ke dalam mobil, perutnya secara tiba-tiba berbunyi, Vanesa baru menyadari bahwa sejak kemarin malam ia tidak mengisi perutnya semenjak pergi dari rumah, sehingga tujuan Vanesa kali ini adalah pergi ke tempat makan terdekat.
tidak butuh waktu lama untuk menemukan restoran terdekat, sekitar 5 menit mengemudikan mobil, ia sampai di salah satu restoran. Vanesa memang dari dulu selalu makan secukupnya, jadi ia hanya memesan beberapa menu makanan dan satu gelas minuman.
awalnya ia dengan tenang menunggu makanan disajikan, namun beberapa menit kemudian, ada seseorang yang menyentuh pundaknya secara tiba-tiba, sedikit terkejut dengan hal itu, Vanesa menoleh ke belakang dan menemukan sesuatu yang membuat matanya melebar.
" Apa kabar Vanesa?...udah lama ya gak ketemu " ucap orang itu.
Setelah dia mengucapkan hal itu, Vanesa kini memalingkan wajahnya, melihat orang yang kini ada di sampingnya, membuat Vanesa teringat kembali masa lalu yang ia jalani, orang ini adalah Syam, sekaligus mantan kekasihnya.
dari reaksi Vanesa tadi, Syam mengetahui bahwa mantan kekasih nya ini tidak ingin berbicara banyak dengannya, namun Syam tidak berhenti sampai situ, dia sekarang ini malah duduk di kursi yang berhadapan dengan Vanesa.
" Kamu disini lagi pesen makanan ya?... gimana kalau aku yang traktir sebagai acara pertemuan kita lagi " ucap Syam menawarkan.
" Gak usah... gua gak kekurangan duit kok " ucap Vanesa dengan wajah datar.
" em...oh,ya udah kalau gitu... ".
mendapat perlakuan dari Vanesa tadi, Syam sedikit merasa kesulitan menemukan topik pembicaraan dengan Vanesa, sikapnya tadi sudah jelas kalau dirinya tidak ingin di ajak bicara, tapi Syam tetap bersi kukuh padanya.
Saat Vanesa makan, Syam tidak henti henti nya berbicara di depan Vanesa, sehingga membuat wanita ini mulai merasa risih. " Lo bisa berenti ngomong dulu gak?... gua agak keganggu " ucap Vanesa dingin.
__ADS_1
____________________________
kalian pasti peka kan... jangan lupa dukung author dengan cara like, komen, rate, favorit, dan kalau berkenan Vote ya, karena dukungan kalian sangat berharga.....