
" Jangan terlalu cepat menilai seseorang, terkadang apa yang Kamu lihat belum tentu sifat Dia yang sebenarnya, kenali Dia lebih dekat lagi."
Abang Raka lebih dulu masuk kedalam rumahnya dengan membawa plastik ditangan kanan dan kirinya.Sesampai Ry didepan rumah Bude Sam. Kemudian Ry melepaskan sandalnya kemudian berdiri didepan pintu yang sudah terbuka.
" Assalammualaikum" Kata Ry.
" Walaikumsalam, masuk aja Mentary" Bude Sam lalu berdiri.
"Iya Bude" Ry masuk kedalam rumah Bude Sam.
"Masyallah, Eli tambah cantik anak wedok Mu. Gak lama lagi Kamu bakal dapat mantu nih"Kata Bude Sam.
" Amiin Mbak" Mama berdiri disamping Bude Sam.
" Ry belum mau nikah Bude.Masih mau mengapai cita - cita" Ry menyalim punggung tangan Bude Sam.
" Cita - cita atau cinta - cinta?" Tanya Bude Sam.
" Cita - cita lah Bude" Jawab Ry.
"Aku dan Suami melarang Mentary pacaran Mbak" Kata Mama.
" Gak usah pacaran langsung nikah aja" Kata Bude Sam.
" Rencananya sih gitu. Mentary mau Aku nikahin aja Mbak tetapi belum ada Cowok yang datang buat ngelamar Dia" Kata Mama.
" Itu sih maunya Mama" Kata Ry.
Abang Raka yang mulai terganggu dengan suara Emak, Mama Mentary dan Mentary. Memutuskan untuk kembali kekantor dari pada dirumah berisik mendengar suara ketiga orang wanita itu.
" Emak, Mas mau berangkat kerja dulu ya?" Raka yang berdiri didepan Emak.
" Mas udah makan?" Tanya Emak.
" Udah" Jawab Raka.
"Kan ini masih jam istirahat makan siang Mas. Temanin Mentary ngobrol dulu" Kata Emak.
"Gak bisa Emak. Mas takut macet dijalan. Jadi lebih baik Mas berangkat ke kantor sekarang aja" Kata Raka.
"Betul kata Raka Mbak" Kata Mama.
" Mas berangkat dulu ya Emak" Raka mencium punggung tangan Emaknya.
" Iya hati - hati bawa motornya Mas" Kata Emak.
" Tante Raka pamit dulu ya"Raka mencium punggung tangan Mama.
" Alon - alon asal kelakon ( Lambat - lambat asalkan selamat)" Kata Mama.
" Mas ulurkan tangan kearah Mentary " Kata Emak.
" Iya Emak" Raka mengulurkan tanganya kearah Ry.
" Dek kok diam aja, Disalim punggung tangan Raka" Kata Mama.
" Iya Mama" Ry lalu mencium punggung tangan Abang Raka.
" Ehem.....Ehem udah mirip pasangan Suami Istri" Kata Emak Raka.
Esokan Harinya .......
__ADS_1
Keluarga Bapak Sugeng terbiasa biasa bangun pagi hari.Bapak Sugeng dan Raka biasa melaksanakan shalat subuh berjamah dimesjid.Emak dan Rika melaksanakan shalat subuh di rumah.
Keluarga Bapak Sugeng terbiasa bangun Pukul 04.00 Wib. Selesai melaksanakan shalat subuh Emak dan Rika kedapur untuk menyiapkan sarapan pagi.Setelah melaksanakan shalat subuh berjamah dimesjid.
Bapak Sugeng dan Raka berjalan kaki menuju kearah rumahnya. Sesampai didepan rumahnya Bapak Sugeng dan Raka.
Totok...... Totok.......
" Assalammualaikum Emak" Kata Raka.
" Walaikumsalam Mas" Ika yang membuka pintu rumahnya.
"Emak Kemana Dek?" Tanya Bapak.
" Emak didapur Bapak" Ika yang menciumi punggung tangan Bapaknya.
" Dek buatin Bapak kopi ya" Bapak yang berjalan masuk kedalam rumah.
" Iya Bapak. Mas mau minum Apa?" Ika yang mencium punggung tangan Mas
" Kopi" Mas Raka yang berjalan dalam rumahnya.
Setelah mandi Raka memakai handuk yang lalu melilitkanya dipinggang.Kemudian Raka keluar dari kamar mandi yang ada didalam kamarnya.
Raka membuka lemari pakaian. Dia mengambil ****** *****, singlet, kemeja dan stelan jas buat dipakai bekerja. Raka bekerja di bagian Acounting sebuah perusahan.
Setelah selesai berpakaian Raka membawa tas ransel keluar dari kamar. Raka berjalan menuju ruangan makan.Sesampai disana Raka melihat Bapak sedang membaca koran sambil minum secangkir kopi.
" Bapak belum berangkat kerja?" Raka yang duduk dikursi disamping Bapak.
" Belum, Ada apa Mas?" Bapak melipat koran lalu meletakannya diatas meja.
" Mas Mau tanya Apa?" Tanya Bapak.
" Apa benar Mas di jodohin ama Putri?" Tanya Raka.
" Kenapa Mas bertanya seperti itu?" Tanya Bapak.
"Soalnya Bapak pernah bicara ama Om Dikin bakal jadi besan. Itu berarti Bapak menjodohkan Mas ama Putri" Jawab Raka.
" Bapak dan Om Dikin emang punya keinginan kalau Mas dan Mentary emang berjodoh maka kalian akan menikah. Tetapi kalau menjodohkan Mas dan Mentary sampai menikah itu tidak ada" Kata Bapak.
" Alhamdulilah kalau gitu Bapak.Soalnya Mas udah punya pilihan sendiri buat dijadikan calon istri" Kata Raka.
" Kalau Mas udah punya calon istri boleh dibawa kerumah ini. Biar Bapak, Ibu dan Adek tahu" Kata Bapak.
"Insyallah Mas secepatnya akan bawa calon istri Mas kerumah ini.Biar Bapak, Emak dan Adek bisa kenalan ama calon istri Mas.
Malam Minggu .........
Malam ini Raka sudah berjanji kepada Bapak, Emak dan Adeknya. Untuk mengajak pacarnya yang bernama Ambar Setia Wati makan malam bersama keluarga Raka.
Raka berpamittan ama keluargannya untuk menjemput pacarnya. Ambar berprofesi sebagai dokter dirumah sakit Safira. Ambar dokter spesialis penyakit dalam dirumah sakit Safira.
Raka menunggu diparkiran rumah sakit Safira. Raka membuka helemnya lalu meletakan dikaca spion motornya. Raka mengeluarkan ponsel didalam saku celana.
Tring...... Tring.....
📞" Assalammualaikum Sayang" Kata Raka.
__ADS_1
📞" Walaikumsalam Ayang"Kata Ambar.
📞" Sayang Mas udah nungguin diparkiran rumah sakit. Sayang Dimana?" Tanya Raka.
📞"Dek baru keluar ruangan.Ayang tunggu aja disana ya" Kata Ambar.
📞"Iya Sayang, Mas matiin ya telponnya" Rakaematikan panggilan teleponnya.
Raka menunggu sambil duduk dijok motornya. Kemudian Raka melihat orang yang keluar dari pintu rumah sakit Safira. Tetapi pacarnya belum keluar dari pintu rumah sakit Safira.
Tiba - tiba seorang menutup kedua mata Raka mengunakan tangannya.
" Ayo coba tebak ini Siapa?" Tanya Ambar.
" Pasti Sayanglah"Jawab Raka.
" Kok tahu sih Ayang" Ambar yang melepaskan tangannya dari mata Raka.
" Ya tahulah dari wangi parfum Sayang" Kata Raka.
"Dek gerogi nih mau ketemu ama keluarga Ayang" Ambar berjalan kearah depan Raka.
"Gak usah gerogi. Bapak, Emak dan Adek Mas baik kok dan bakal menerima Sayang" Kata Raka.
"Ayang beli kue atau buah?" Tanya Ambar.
" Dari pada binggung beli dua - duannya Sayang" Kata Raka.
"Kita mau beli Dimana Ayang kue dan buahnya?" Tanya Ambar.
" DiSwalayan " Jawab Raka.
Sesampai dihalaman rumah Raka. Raka memakir motornya kemudian Ambar turun dari motornya. Lalu Raka melepaskan helem kemudian mengantung helemnya digantungan motor.
Totok........Totok........
" Assalammualaikum" Kata Ambar
" Walaikumsalam Kakak" Rika membuka pintunya.
"Dek kenalin ini pacar Mas" Raka yang tangan kanan dan kirinya memegang plastik.
"Perkenalkan Nama Aku Rika Kakak" Rika mencium punggung tangan Ambar.
" Nama Kakak Ambar"Kata Ambar.
" Persilahkan masuk Kakak dan Mas" Kata Rika.
" Bapak dan Emak Kemana Dek?" Raka dan Ambar masuk kedalam rumah.
" Dikamar, Dek panggil dulu ya" Rika berjalan kearah kamar kedua orang tuannya.
Bapak dan Emak berjalan kearah ruangan tamu. Emak berjalan duluan meninggalkan Bapak dibelakang. Emak penasaran kayak mana wajah cewek yang menjadi calon istri anaknya.
Sesampai diruangan tamu Emak melihat sosok cewek yang bertubuh langsing, kulit putih, rambutnya panjang, feminim dan cantik. Kalau secara fisik calon istri Raka udah sempurna.
Tetap hati kecil Emak merasa tidak suka ama calon istri Raka.Sebagai seorang Ibu Emak lebih suka kalau Putri yang menjadi calon istri Raka.
Tetapi Raka sudah punya pilihannya sendiri. Suka atau tidak sebagai seorang Ibu Emak juga menginginkan kebahagian anak lanangnya.
Makasih yang udah baca
__ADS_1
Maaf banyak typo
Bersambung......