
" Pilihlah dia yang keluarganya menerima kamu, kata papa. Pilihlah dia yang sayang sama keluarga kamu, kata mama."
Raka menyuruh bapak dan papa untuk meminum kopi buatanya. Raka pamit ama bapak dan papa untuk ke dapur menghantarkan nampan. Raka berjalan ke arah dapur meningagalkan bapak dan papa yang lagi mengobrol.
" Gimana kabar kamu?" tanya bapak.
" Kabar kurang baik mas." Papa yang wajahnya terlihat lesu.
" Apa ada masalah?" Bapak yang melihat ke arah papa.
" Iya mas aku lagi punya masalah," jawab papa.
"Apa masalahnya?coba cerita mungkin aku bisa bantu," tanya bapak.
" Aku di pecat di perusahaan yang dulu," jawab papa.
" Kenapa kamu bisa di pecat?" tanya bapak.
" Aku gak melakukan kesalahan di perusahaan tempat aku bekerja," jawab papa.
" Terus apa penyebab kamu di pecat?" tanya bapak.
" Mentary berpacaran dengan Daniel. Anak pemiliki perusahaan tempat aku bekeja," jawab papa.
" Apa yang salah kalau mereka berpacaran?" tanya bapak.
" Gak salah. Tapi mami dan papi Daniel tidak merestui hubungan Daniel dan Ry," kata papa.
" Kenapa mereka tidak merestui hubungan Daniel dan Ry?" tanya bapak.
" Beda status sosial mas," jawaban papa.
" Berarti sama kayak kisah cinta Raka dan Ambar. Hubungan Raka dan Ambar juga tidak di restui ama ke dua orang tua Ambar. Bahkan Ambar sampai minggat dari rumahnya," kata bapak.
" Terus bagaimana Raka dan Ambar bisa sampai bertunangan?" Papa yang begitu penasaran dengan kisah cinta Raka dan Ambar.
" Ambar bahkan mencoba bunuh diri dengan minum obat sampai over dosis," kata bapak.
"Setelah melihat Ambar dengan keadaan seperti itu. Apa kedua orang Ambar memberikan restu kepada Raka?" tanya papa.
" Iya mereka memberi restu. Mereka menyuruh Raka untuk segera bertunangan ama Ambar." Jawab bapak.
" Alhamdulillah ya mas akhirnya Raka memdapat restu dari ke dua orang tua Ambar." Mulai sekarang aku harus posesif ama Mentary. Aku gak mau Mentary melakukan hal - hal seperti Ambar. Lebih baik aku buat Mentary menjauh dari Daniel. Mentary harus melupakan Daniel dari hidupnya batin papa.
" Sayang aja ya Dikin Raka dan Ry tidak berjodoh." Bapak yang wajahnya juga nampak lesu.
" Iya mas. Padahal aku pengen Raka jadi caman," Kata papa.
" Sejujurnya aku, istri ku dan Rika berharap kalau Mentary nikah ama Raka. Tetapi manusia cuma bisa berharap karena allah yang menetukan," kata bapak.
" Iya mas. Aku mendoakan semoga semuanya berjalan lancar sampai hari pernikahan Raka dan Ambar," kata papa.
" Amiin,berarti kamu sekarang pengangguran ya?" tanya bapak.
__ADS_1
" Iya mas. Apa mas ada info lowongan pekerjaan?" tanya papa.
" Kalau ada aku kabari," jawab bapak.
Seminggu Kemudian.......
Ry, mama dan papa sekarang tinggal bersama nenek. Sebenarnya Ry lebih suka tinggal di Pekan Baru dari pada tinggal di Duri. Tetapi karena keadaannya seperti ini Ry harus tinggal dan memulai hidup baru di sini.
Mama dan papa sudah mulai membaur hidup di lingkungan masyarakat Duri. Bahkan Mama dan papa terlihat lebih bahagia selama tinggal di sini. Keadaan nenek juga lebih membaik semenjak ada mama, papa dan Ry tinggal bersama.
Nenek merasa lebih bahagia semenjak mama, papa dan Ry tinggal bersama nenek. Nenek mengajak Ry untuk pergi ke warung di perjalanan ke warung nenek selalu memberitahu tetangga kalau Ry ini cucunya yang datang dari Pekan Baru.
Malam Harinya .........
Ry, mama, papa dan nenek sedang berkumpul di ruangan keluarga sambil menoton tv. Ponsel papa berbunyi lalu papa mengangkat ponselnya.
Drrrtt.......Drrrtt
📞" Assalamualaikum Dikin," kata bapak.
📞" Walaikumsalam mas, Gimana kabar mas?" tanya papa.
📞" Alhamdulillah kabar aku sekeluarga baik. Gimana kabar kamu?" tanya bapak.
📞" Ya beginilah mas," jawan papa.
📞" Kamu lagi dimana?" tanya bapak.
📞" Aku di Duri tinggal ama mertua," jawab papa.
📞" Belum mas," jawab papa.
📞" Kebetulan ada lowongan pekerjaan di perusahaan X di Duri. Coba kamu melamar kerja di sana," kata bapak.
📞" Makasih infonya mas. Besok aku coba melamar pekerjaan di sana. Semoga saja aku di terima kerja di sana," kata papa.
📞" Amiin. Gimana kabar Eli dan Mentary?" tanya bapak.
📞"Kabar Eli dan Mentary baik mas," jawab papa.
📞" Mas jangan lupa kalau Raka nikah undangannya kirim ke sini ya," kata papa.
📞" Insyallah aku langsung yang datang ngaterin undangan pernikahan Raka dan Ambar," kata bapak.
📞" Iya aku tunggu undangannya pernikahan Raka dan Ambar," kata Papa.
📞" Sampain salam aku buat Mentary dan Eli ya," kata bapak.
📞" Iya mas. Mas udah dulu ya aku mau buat surat lamaran pekerjaan." Papa yang mematikan panggilan teleponya.
Esokan Harinya.........
Papa sudah berpakaian rapi sambil membawa amplob surat lamaran pekerjaan. Sesampainya papa di depan kantor perusahaan X lalu papa berjalan masuk ke dalam kantor. Papa masuk ke dalam kantor perusahaan X.
__ADS_1
" Selamat pagi pak. Ada yang bisa di bantu?" tanya resepsionis.
" Pagi ibu, saya mau melamar pekerjaan ibu." Papa yang berdiri di depan meja resepsionis.
" Apa bapak yang bernama Dikin?" tanya resepsionis.
" Iya buk," jawab papa.
" Kalau begitu bapak ikut saya, kata resepsionis.
Resepsionis itu berjalan ke arah pintu lift lalu papa berjalan di belakang resepsionis. Papa dan resepsionis menunggu pintu lift terbuka setelah pintu lift terbuka papa dan resepsionis masuk ke dalam lift.
Sesampai di lantai 3 pintu lift terbuka lalu resepsionis dan papa keluar dari lift. Resepsionis dan papa berjalan ke arah ruangan manager. Sesampai di depan pintu ruangan manager.
Totok......Totok
" Permisi pak," kata resepsionis.
" Silahkan masuk," kata manger.
" Baik pak," resepsionis membuka pintu ruangan manger.
Resepsionis dan papa berjalan masuk ke dalam ke dalam ruangan manager. Resepsionis dan papa sudah berdiri di depan meja manager.
" Ada Apa?" tanya manager.
" Ini ada yang melamar pekerjaan pak," jawab resepsionis.
" Siapa namanya?" tanya manager.
" Perkenalan nama saya Dikin pak." Papa mengulurkan tangan ke arah manager.
" Saya Andi Prayogo." Pak Andi yang menjabat tangan Papa.
" Kalau begitu saya permisi dulu pak." Resepsionis yang berjalan ke arah pintu.
" Ayo silahkan duduk pak Dikin!" Pak Andi yang menyuruh papa untuk duduk.
" Iya Pak Andi." Papa yang duduk di kursi yang berhadapan dengan pak Andi.
" Apa hubungan bapak dengan pak sugeng?" tanya pak Andi.
" Dia teman saya pak," jawab papa.
" Pak Sugeng merekomendasikan bapak Dikin untuk bekerja kepada saya," kata pak Andi.
" Saya tidak tahu. Kemarin malam dia menelpon saya untuk melamar pekerjaan di perusahaan ini. makanya saya datang ke sini pak," kata papa.
" Saya percaya ama rekomendasi pak Sugeng. Jadi bapak Dikin saya terima bekerja di sini," kata Pak Andi.
" Mulai kapan saya bekerja pak?" tanya papa.
" Besok bapak sudah bisa bekerja sebagai humas di perusahaan ini," jawab pak Andi.
__ADS_1
...~ Bersambung ~...