3 Cogan Dan Ry

3 Cogan Dan Ry
Raka Ngantar Papa


__ADS_3

" Rindu pada masa kecil dimana masalah terbesar di hidup ini, hanyalah pengen main tapi di paksa bobok siang sama mama."


Setelah semua barang belanjaan tante Lena Ry masukan ke dalam kantong plastik. Ry berdiri sambil memegang barang belanjaan tante Lena.


" Ini barang belanjaan tante." Ry yang menyerahkan kantong plastik kepada tante Lena.


" Cih......saya gak sudi, ngambil barang belanjaan dari tangan kamu." Tante Lena berjalan sambil melengos begitu saja.


" Tante tunggu dulu barang belanjanya. Gimana?" tanya Ry.


Sesampai di rumah Ry membawa barang belanjaan milik tante Lena ke dalam kamar Ry. Ry meletakan barang belanjaan tante Lena di atas meja belajar Ry. Setelah itu Ry naik ke atas kasur Ry merebahkan badan di atas kasur.


Mendengar ponsel Ry yang berbunyi lalu Ry turun dari tempat tidur. Ry berjalan ke arah meja belajar mengambil ponsel yang terletak di sana.


Drrrtt........Drrrtt


πŸ“ž" Assalamualaikum." Ry yang mengangkat panggilan telepon dari Daniel.


πŸ“ž" Walaikumsalam, Chubby lagi dimana?" tanya Daniel.


πŸ“ž" Di rumah, Emang kenapa boo?" tanya Ry.


πŸ“ž" Aku bisa minta tolong ama chubby?" kata Daniel.


πŸ“ž" Bisa. Boo mau minta tolong apa ama Ry?" tanya Ry.


πŸ“ž" Jemput aku," kata Daniel.


πŸ“ž"Iya, boo dimana?" tanya Ry.


πŸ“ž" Di bengkel chubby," jawab Daniel.


πŸ“ž"Boo di bengkel mana?" tanya Ry.


πŸ“ž" Bengkel honda," jawab Daniel.


πŸ“ž" Ry gak tahu alamat tuh bengkel boo," kata Ry.


πŸ“ž" Aku sharelock cepat kesini ya," kata Daniel.


πŸ“ž" Iya. Jangan kemana - kemana tunggu Ry di sana." Ry yang mematikan ponsel lalu mencari kunci motor.


Ry memakir motor di depan bengkel lalu Ry turun dari motor. Ry melihat ke kanan kiri untuk mencari keberadaan Daniel. Namun Ry tidak melihat keberadaan Daniel di dalam bengkel itu. Ry membalikan badan lalu berjalan ke arah motor.


" Mau kemana?" Seorang cowok yang memegang tangan Ry.

__ADS_1


" Mau pulang." Ry yang berhenti berjalan lalu menepis tangan seorang cowok yang memegang tangan Ry.


" Chubby ini aku." Daniel yang terkejut karena tangannya di tepis oleh Ry.


" Boo dari mana aja?" Ry yang membalikan badan lalu melihat ke arah Daniel.


" Dari indomart," jawab Daniel.


Daniel mengendarai motor Ry ke arah rumah Ry. Ry yang duduk di belakang merasa binggung ama Daniel.


"Inikan jalan pulang ke rumah Ry?" Ry yang melihat ke arah jalan raya.


" Iya. Kita pulang ke rumah cubby aja," Daniel yang membuka kaca helemnya.


" Lah kok gak pulang ke rumah boo aja?" tanya Ry.


" Maaf chubby untuk sementara hubungan kita harus backstreet." Daniel yang wajahnya terlihat sedih.


"Sampai kapan kita harus backstreet boo?" tanya Ry.


" Aku belum tahu. Tetapi chubby harus sabar, aku akan berusaha membujuk mami agar mau merestui hubungan kita," kata Daniel.


" Bagaimana kalau boo gak bisa membujuk tante Lena?" tanya Ry.


Esokan Siangnya........


Siang ini cuaca begitu panas papa berdiri di halte bus way. Kemudian seorang memberhentikan motornya di hadapan papa.


" Mau kemana Om?" Seorang cowok membuka kaca helemnya.


"Eh ternyata Raka. Om mau pulang ke rumah." Papa yang melihat ke arah Raka.


" Ya udah om bareng ama aku aja biar aku anterin." Ini mah menyelam sambil minum air ngaterin papanya biar bisa ketemu ama anak gadisnya batin Raka.


" Gak usah om naik bus way aja. Om gak mau ngerepotin Raka." Andai saja Raka tidak menolak perjodohannya dengan Ry. Pasti sekarang Raka dan Ry sudah menikah. Aku akan merasa sangat bahagia karena bisa menikahkan putri bungsu aku dengan laki - laki sebaik dan seganteng Raka batin Papa.


" Aku gak merasa di repotin ama om. Justru aku merasa senang bisa mengantarkan om pulang ke rumah dengan keadaan sehat dan selamat." Semoga aja om mau gue anterin ke kerumahnya. Sejujurnya gue ingin bertemu dengan Mentary tetapi gue membutuhkan alasan agar dapat bertemu ama Ry batin Raka.


Sesampai di depan rumah Ry lalu Raka memakirkan motornya. Papa turun dari motor Raka.


" Raka udah makan siang?" tanya papa.


" Belum om." Om tawarin gue mampir ke rumah atau ajak makan siang dong batin Raka.


" Kalau gitu Raka makan di rumah om aja. Gimana?" tanya Papa.

__ADS_1


" Aduh aku jadi gak enak ama om." Gue harus pura - pura jaim dulu deh ama om biar om gak curiga kalau gue mau lihat Mentary batin Ry.


"Hitung - hitung sebagai tanda terima kasih om sama Raka. Raka maukan makan siang ama om?" Papa yang melihat ke arah Raka.


" Mau om." Alhamdulillah doa anak sholeh terkabul juga mah. Dengan senang hati gue bakal makan siang ama om, tante dan Mentary batin Raka.


Papa, mama dan Raka sudah berada di dapur. Mama mengambilkan makan siang buat papa. Sementara Raka harus kecewa ternyata Ry sedang berada di toko kue Liana. Raka mengambil sendiri makanan yang ada di atas meja.


Papa memperhatikan Raka yang hanya mengambil sedikit lauk - pauk di dalam piring. Papa melihat Raka yang makan sedikit seperti tidak bersemangat.


"Apa masakan tante gak sesuai selera Raka?" tanya papa.


" Bukan begitu om, masakan tante enak om." Masalahnya gue tadi berharap bisa ketemu ama Mentary. Bisa makan siang berempat ama om, tante, Mentary dan gue batin Raka.


" Kalau masakan tante enak Raka nambah lagi makannya," kata mama.


" Aduh perut aku udah gak muat lagi nih tante," kata Raka.


Raka berpamitan ama papa dan mama untuk kembali ke kantor karena waktu istirahat hampir habis. Raka berjalan ke arah motornya yang terpakir di halaman rumah Ry. Raka berjalan dengan perasaan yang kecewa karena tidak dapat bertemu dengan Ry.


Ry yang selesai mengantar order kue bolu melihat seorang cewek yang lagi berdiri di pinggir jalan. Ry yang merasa mengenal wajah seorang cewek itu lalu memberhentikan motornya di hadapan seorang cewek itu yang ternyata Rika.


" Mau pulang ya Ika?" tanya Ry.


" Iya kakak Ry." Rika yang melihat ke arah Ry.


" Sini naik biar Ry anterin pulang," kata Ry.


" Iya Kakak Ry." Rika yang naik ke atas motor Ry.


Ry mengendarai motor ke arah rumah Rika. Saat di perjalanan ke arah rumah Rika Ry melihat warung bakso akhirnya Ry membelokkan motor ke kanan. Ry memberitakan motor di depan warung bakso.


Rika dan Ry sudah masuk ke dalam warung bakso. Rika dan Ry duduk di bangku yang kosong di dalam warung bakso. Ry sudah memesan bakso dan teh es untuk Rika dan Ry. Ry dan Rika mengobrol menunggu bakso datang.



Akhirnya bakso pesanan Ry dan Rika pun datang. Pelayaan warung bakso meletakan pesanan Ry di atas meja bahkan ada gorengan.


...~ Bersambung ~...


^_^ Rumput 🌱 basah di sirami embun pagi. Mentari 🌞 pagi sinari kehangatan. Bulan πŸŒ›Ramadhan tidak lama lagi. Mohon maaf atas segala kesalahan Ry 🀝^_^


Marhaban ya Ramadhan


Salam Sayang Tary ❣

__ADS_1


__ADS_2