
⚠️ Dilarang! boom like di novel ini.
" Kamu tahu gak kalau aku itu suka dengan hari sabtu. Sebab kamulah satu - satunya yang aku sayangi. Iya kamu yang lagi baca novel ini."
Esokan Harinya......
Ry yang duduk di ruang keluarga sambil berbicara ama mama. Terdengar suara ponsel Ry yang berbunyi lalu Ry berdiri dari tempat duduk. Ry berjalan ke arah kamar semampai di kamar Ry mengambil ponsel yang terletak di atas ranjang.
Ry melihat panggilan telpon dari Rika lalu Ry mengangkat panggilan telpon dari Rika.
📞" Assalamualaikum kakak Ry,"kata Rika.
📞" Walaikumsalam Ika," kata Ry.
📞" Kakak Ry lagi dimana?"tanya Rika.
📞" Di rumah bude Sumi. Napa Ika?"tanya Ry.
📞" Kakak Ry bisa jemput aku?"tanya Rika.
📞" Bisa. Ika dimana?"tanya Ry.
📞" Aku di depan gerbang sekolah nih kakak Ry," jawab Rika.
📞" Ya udah tunggu Ry di sana. Jangan kemana - mana ya Ika." Ry mematikan panggilan telpon lalu mengambil kunci motor yang ada di atas ranjang.
Rika dan Ry sedang berada di depan toko buah. Ry memakir motor lalu turun dari motor, Rika menarik lengan Ry untuk segera masuk ke dalam toko buah. Rika dan Ry melihat berbagai macam buah di toko buah.
" Kakak Ry aku bingung mau beli buah apa nih?" Rika yang melihat ke arah buah - buahan yang ada di toko buah.
" Emang Rika mau beli buah untuk siapa?" tanya Ry.
" Untuk teman aku kakak Ry," jawab Rika.
" Teman ika cewek atau cowok?" tanya Ry.
" Cowok kakak Ry," jawab Rika.
" Teman atau demen?"tanya Ry.
" Teman kakak Ry." Rika yang wajahnya tersipu - sipu malu mah.
" Ttm ya Ika." Ry yang sengaja meledek Rika.
" Bukan kakak Ry cuma teman aja kok," kata Rika.
" Untuk apa ika beliin dia buah?" tanya Ry.
__ADS_1
" Dia lagi sakit kakak Ry, jadi aku mau jenguk dia,"jawab Rika.
" Oo....," kata Ry.
" Aku beli buah apa kakak Ry?" Rika yang masih binggung mau beli buah untuk temannya yang sakit.
Rika dan Ry sudah berada di dalam Rsud, Rika yang menarik lengan Ry agar cepat jalannya. Sepanjang jalan menuju ruangan pasien Ry berpikir tetang teman cowok yang di jenguk Rika. Rika itu jarang punya teman cowok karena Raka dan bapak melarang Rika buat berteman ama cowok.
Ry merasa ini bukan teman Rika deh ini pasti pacar Rika. Ry makin penasaran dong ama cowok yang akan di jenguk Rika. Sampai Ry gak sadar kalau udah sampai di depan ruangan pasien. Rika dan Ry sudah berdiri di depan pintu ruangan pasien.
Totok......Totok
" Assalamualaikum," Rika yang mengetuk pintu ruangan pasien.
" Walaikumsalam, masuk aja," kata seorang cowok.
Ceklek.....Ceklek
Rika dan Ry berjalan masuk ke ruangan pasien tersebut. Ry melihat ke arah seorang cowok yang begitu Ry kenal yaitu Aska sedang duduk di atas kasur sambil tersenyum ke arah Rika dan Ry.
" Jadi dia teman ya Ika maksud?" Ry yang menunjuk ke arah Aska.
" Iya kakak Ry." Rika yang melepaskan lengan Ry lalu duduk di kursi samping Aska.
" Sejak kapan kalian berdua dekat?" tanya Ry.
" Jadi benar kalian berdua berteman?" Ry yang begitu penasaran soal pertemanan Aska dan Rika. Seingat Ry Aska dan Raka itu dulu gak akur deh kok bisa jadi teman nih.
" Iya Ry, emang gak boleh aku temanan ama Rika?" tanya Aska.
" Boleh banget, Ry malah senang kalau kalian berdua berteman," jawab Ry.
Ry melihat ke arah Aska dan Rika yang terlihat akrab saat mengobrol bahkan Aska wajahnya terlihat begitu bahagia. Karena Aska dan Rika terlalu asik ngobrol sampai tidak menyadari kalau Ry sudah pergi meninggalkan mereka di dalam ruangan pasien.
Ry sengaja meninggalkan Aska dan Rika biar bisa ngobrol berduaan. Ry malas aja jadi obat nyamuk Aska dan Rika makanya Ry memilih buat berjalan ke arah taman Rsud. Sesampai di taman Rsud Ry duduk di bangku.
Ry jadi teringat tentang Adrian meninggal dunia di Rsud. Ry berharap Aska tidak mengalami nasib seperti Adrian. Karena Ry gak mau Aska meninggal dunia seperti Adrian.
Rika dan Aska yang sedang berada di dalam kamar pasien.
" Kamu sakit apa?" Rika yang melihat ke arah Aska.
" Tbc," jawab Aska.
" Gimana keadaan kamu sekarang?" tanya Rika.
" Alhamdulillah membaik,"jawab Aska.
__ADS_1
" Kapan bisa pulang ke rumah?" tanya Rika.
" Insyallah besok," jawab Aska.
" Syukurlah kalau begitu Aska." Rika yang tersenyum karena Aska besok sudah bisa pulang kerumahnya.
" Iya. Aku juga udah bosan banget di sini," kata Aska.
" Makanya kamu tuh harus jaga kesehatan. Jangan lupa makan, istirahat yang cukup dan jangan banyak pikiran ya Aska," kata Rika.
" Iya, makasih ya. Kamu jenguk sampai bawa buah segala sih. Aku jadi ngepotin kamu nih," kata Aska.
" Sama - sama Aska. Gak ngerepotin kok. Aku malah senang bisa jengukin kamu," kata Rika.
" Kamu dari sekolah langsung kesini ya?"tanya Aska.
" Iya, kenapa emangnya?" tanya Rika.
" Lain kali kamu pulang dulu kerumah ya baru pergi lagi. Aku takut ibu kamu khawatir ama kamu," jawab Aska.
"Emak gak akan khawatir ama aku. Soal aku tadi udah telpon mak. Aku bilang jenguk teman di Rsud ama kakak Ry emak ngasih izin makanya aku kesini ama kakak Ry," kata Rika.
" Ya udah kamu pulang sana. Pasti kamu capek dari sekolah langsung jenguk aku," kata Aska.
Setelah pulang dari Rsud Rika dan Ry berada di dalam kamar Rika. Ry melihat ke arah Rika yang dari tadi terlihat begitu bahagia setelah pulang dari Rsud.
" Napa dari tadi Ry perhatikan Ika senang banget cerita dong ama Ry?" Ry yang melihat Rika yang lagi duduk di kursi.
" Aska besok udah boleh kerumahnya kakak Ry," jawab Rika.
" Alhamdulillah kalau begitu. Emang Aska udah sembuh?" tanya Ry.
" Belum tapi kondisi sudah membaik. Aska harus tetap mengkonsumsi obat kurang lebih 2 bulan lagi kakak Ry," kata Rika.
" Semoga aja Aska cepat sembuh. Keadaannya bisa seperti sedia kala," kata Ry.
" Amiin kakak Ry," kata Rika.
" Gimana menurut pendapat Ika tentang Aska?" Ry yang melihat ke arah Rika.
" Aska ganteng, baik, ramah, pintar, mandiri, bertanggung jawab dan sholeh kakak Ry.
" Cie......cie, kayak ada yang falling in love nih." Ry yang sengaja meledek Rika.
" Ihih kakak Ry ngeselin mah. Kakak Ry mah yang falling in love ama mas Raka kan? Kakak Ry udah sering ya ciuman ama mas Raka?" tanya Rika.
Bruuukk.....Bruuukk
__ADS_1
...~ Bersambung ~ ...