
" Aku lebih antusias nungguin buka puasa, dari pada nungguin kamu buka hati untuk aku."
Seorang cewek itu tetap jogging tanpa mendengar panggilan dari Aska. Aska berlari mengejar seorang cewek itu.
" Tunggu aku Mentary." Aska yang berlari sambil berteriak memanggil nama Mentary.
"Mentary." Aska yang memanggil nama Mentary sambil berlari.
Mentary yang merasa namanya di panggil oleh seorang lalu berhenti berlari. Aska sudah berdiri di hadapan Ry.
" Aska." Ry yang terkejut melihat seorang cowok yang sudah berdiri di hadapan Ry. Cowok itu ternyata Aska.
" Iya ini aku Ry." Aska yang tersenyum melihat Ry.
" Ry gak salah lihat kan, ini benar - benar Askan?" Ry yang coba mengucek - ngucek ke dua bola matanya.
"Iya, Ini benaran aku Ry. Kalau gak percaya Ry boleh cubit pipi aku," jawab Aska.
" Baiklah kalau begitu." Ry yang maju selangkah mendekati ke arah Aska. Lalu Ry mencubit pipi Aska.
" Aduh.... sakit tahu Ry." Aska yang melepaskan tangan Ry dari pipinya. Lalu Aska memegang pipinya yang merah di cubit ama Ry.
" Maaf ya Aska. Ry gak sengaja habis gemes ama Aska." Ry yang wajahnya terlihat menyesal karena udah mencubit Aska.
" Gantian sini aku cubit pipi cabi Ry." Aska yang bergantian mencubit pipi Ry.
" Kok gak sakit Aska cubit pipi Ry?" tanya Ry.
__ADS_1
" Karena Aku cubit pakai rasa sayang ama Ry." Aska yang melepaskan cubitan dari pipi Ry.
" Aska kok bisa ada di kota ini?" tanya Ry.
"Aku lagi mewakili sekolah untuk mengikuti lomba Ry," jawab Ry.
" Lomba apa Aska?" tanya Ry.
" Lomba kompetensi kejuruan Ry," jawab Aska.
" Lomba nya dimana?" tanya Ry.
" Di Smk negeri 1 mandau. Ry tinggal dimana sekarang?" tanya Aska.
" Oo... dekat dari sini tu. Ry tinggal di kompleks perumahan ini," jawab Ry.
" Kenapa Ry menghilang tanpa kabar?" tanya Aska.
" Masalahnya apa Ry? Kalau Ry mau boleh curhat ama aku." Aska yang melihat ke arah Ry.
" Entar kapan - kapan Ry curhat ama Aska. Aska menginap di mana?" tanya Ry.
" Di hotel Surya. Ry mau jogging ya?" tanya Aska.
" Iya. Ayo kita jalan ke hotel Surya!" ajakan Ry.
Aska dan Ry yang berjalan ke arah hotel Surya. Sepanjang perjalanan Aska dan Ry mengobrol. Aska dan Ry tampak bahagia bisa berjalan berdua sambil mengobrol. Aska dan Ry sudah berada di depan hotel Surya.
__ADS_1
" Apa bisa kita ketemu lagi Ry?" tanya Aska.
" Bisa," jawab Ry.
" Nomor ponsel Ry mana aku minta?" tanya Aska.
" Mana ponsel Aska?" Ry yang meminta ponsel Aska.
" Nih ponsel aku." Aska yang memberikan ponsel kepada Ry.
" Iya." Ry mengambil ponsel dari tangan Aska lalu Ry memasukan nomor ponsel Ry yang baru di ponsel Aska dengan nama Ry new.
Esokan Harinya........
Hari Aska, Selvi dan Anton akan mengikuti lomba kompetensi kejuruan di smk negeri 1 mandau. Aska, Selvi dan Anton tampak serius untuk menyelesaikan rancang pembuatan rumah yang tipe 36 minimalis.
Aska mulai membuat rancangan rumah minimalis. Sementara Selvi bertugas untuk menghitung bahan yang di perlukan untuk pembuatan rumah tipe 36 minimalis. Anton bertugas untuk menghitung semua biaya pembuatan rumah minimalis.
Aska, Selvi dan Anton memiliki waktu 2 jam untuk menyelesaikan lomba kompetensi kejuruan. Mereka harus bersaing dari berbagai sekolah yang ada di seprovinsi Riau. Aska, Selvi dan Anton sibuk menyelesaikan tugas masing - masing agar cepat selesai.
Kalau yang di berikan telah selesai maka harus membantu menyelesaikan tugas yang teman yang belum selesai. Tidak terasa waktu terus berjalan hanya tinggal 15 menit lagi. Aska dan Anton telah menyelesaikan tugasnya. Aska dan Anton mulai membantu Selvi untuk menyelesaikan tugasnya.
Siswa dari sekolah lain telah menyelesaikan lomba kompetensi kejuruan. Tinggal sekolah Aska yang belum menyelesaikan lomba kompetensi kejuruan. Tersisa waktu 10 menit lagi Aska, Selvi dan Anton menyelesaikan lomba kompetensi kejuruan.
Akhirnya waktu lomba kompetensi kejuruan sudah selesai. Sekarang juri mulai menilai setiap hasil mini atur rumah yang di buat oleh siswa yang berasal dari berbagai macam siswa di seluruh sekolah yang ada di provinsi Riau.
Aska, Selvi dan Anton merasa minder saat melihat hasil mini atur rumah yang mereka buat. Aska, Selvi dan Anton melihat mini atur rumah yang di buah oleh siswa sekolah lain lebih bagus dari punya mereka
__ADS_1
Aska, Selvi dan Anton yang sudah merasa putus asa karena tidak ada harapan kalau mereka akan menang dalam lomba ini. Pak guru yang memberi semangat kepada siswanya. Aska, Selvi dan Anton saling berpegang tangan dan berdoa di dalam hati semoga menang dalam lomba.
...~ Bersambung ~...