3 Cogan Dan Ry

3 Cogan Dan Ry
Story Raka Nonton Bola


__ADS_3

"Titip salam buat kedua orang tua kamu, dari aku yang siap melanjutkan kasih sayang mereka kepada kamu."


...\=> Raka Pratama <\=...


Ry yang wajah berubah menjadi memerah juga tersipu malu karena perkataan Rika. Rika yang melihat ke arah Ry semakin yakin atas perkataannya.


" Cie....cie, gak salah lagi berarti yang aku omongin benar ya?" tanya Rika.


" Itu gak benar ika," jawab Ry.


" Bohong dosa loh, kakak Ry itu gak bisa bohong." Rika yang tertawa melihat ke arah Ry.


" Ry gak bohong ya Ika. Pokoknya Ika harus percaya ama Ry kalau diantara Ry dan abang Raka itu tidak terjadi apa - apa." Ry yang ngotot bicara ama Rika kalau tidak terjadi apa - apa antara Ry dan Raka.


" Hahahaha, Iya aku percaya kalau kakak Ry dan mas Raka udah kiss." Rika yang memoyongkan bibir ke arah Ry.


"Ika ngeselin banget sih. Udah Ry bilang berkali - kali gak ada yang terjadi antara Ry dan abang Raka." Ry wajah kesel ama Rika yang gak percaya ama perkataannya.


Ry yang duduk di teras rumah menghubungi ke nomor ponsel mama Ry.


Tuuutt.........Tuuutt


📞" Assalamualaikum mama," kata Ry.


📞" Walaikumsalam, Dek udah nyampai mana?" tanya mama Ry.


📞" Maaf adek gak pulang," jawab Ry.


📞" Dek nginep di rumah siapa?" tanya mama Ry.


📞" Ry nginap di rumah pakde Sugeng," jawab Ry.


📞"Apa?ngapain adek nginap di rumah orang lain." Mama Ry yang terdengar khawatir saat mengetahui Ry nginap di rumah pakde Sugeng.


📞"Recananya setelah dari resepsi pernikahan Daniel Ry mau pulang.Ry ketemu ama abang Raka di acara resepsi pernikahan Daniel. Dia ngajak Ry pulang bersama," kata Ry.


📞" Apa adek nagis tadi?"tanya mama Ry.


📞" Gak mama," jawab Ry.


📞" Gak usah bohong ama mama. Pasti tadi adek nagis terus Raka yang menghibur adek kan?" tanya mama Ry.

__ADS_1


📞" Iya abang Raka yang tenangin Ry biar berhenti nagis," jawab Ry.


📞" Sampain salam mama ama pakde dan bude. Adek jaga diri di sana ya," kata mama Ry.


📞" Iya, besok adek pulang mama." Ry yang mematikan panggilan telpon ama mami Ry.


Tengah Malam.........


Rika dan Ry sudah merebahkan badannya di atas ranjang Rika. Rika sudah tidur terlelap sedangkan Ry masih berguling kekanan lalu berguling ke kiri tetapi gak bisa tidur juga. Ry yang merasa haus akhirnya turun dari tempat tidur.


Sesampai di dapur Ry mengambil gelas lalu Ry membuka kulkas mengambil sebotol air mineral lalu memasukan ke dalam gelas. Setelah itu Ry meminum air yang berada di gelas.


Ry yang tidak menyadari keberadaan Raka yang berada di dapur. Raka yang berjalan menghampiri Ry.


" Lu belum tidur?" Raka yang sudah berdiri di hadapan Ry.


" Belum, abang ngapain ke sini?" Ry yang selesai meminum air lalu melihat ke arah Raka.


" Lu lupa ini rumah gue," jawab Raka.


" Oo iya." Ry yang menepuk jidat nya.


" Buatin gue kopi terus anterin keruangan keluarga," kata Raka.


" Kopi hitam." Raka yang berjalan meninggalkan Ry yang berada di sana.


Ternyata harapan Ry salah Raka masih saja bersikap dingin kepada Ry. Setelah apa yang terjadi tadi siang yang membuat Ry gak bisa tidur. Raka malah sudah melupakan semuanya dengan begitu mudah.


Sesampainya Ry di ruangan keluarga Raka, Ry melihat Raka yang sedang menonton televisi. Ry meletakan segelas kopi di atas meja saat Ry akan melangkah kaki.


" Mau kemana lu?" Raka yang memegang tangan Ry.


" Kekamar." Ry yang menundukkan kepalanya kebawah.


" Lu temenin gue noton." Raka yang menarik tangan Ry sehingga Ry terjatuh di pangkuan Raka.


" Ry gak suka noton sepak bola abang." Ry yang melihat ke arah televisi. Raka sedang menoton pertandingan sepak bola.


" Gue cuma minta lu temanin gue noton bola." Raka yang mencium wangi aroma parfum Ry.


" Ry mau tidur abang." Ry yang mencoba menolak permintaan Raka.

__ADS_1


" Lu tidur di sini aja." Tangan Raka yang telah melingkar di perut Ry.


" Gak ah. Lepasin tangan abang entar di lihat ama keluarga abang." Ry yang mencoba melepaskan tangan Raka yang melingkar dari perutnya.


" Gue gak bakal lepasin lu. Lu harus nurutin gue." Raka yang semakin erat memeluk tubuh Ry.


" Iya Ry nurut ama abang. Tapi biar Ry duduk di sofa ya abang," kata Ry.


" Gak lu duduk di pangkuan gue aja," kata Raka.


Ry yang duduk di atas pangkuan Raka, sebenarnya Ry merasa risih duduk di atas pangkuan Raka. Raka mengambil kesempatan itu dengan dekat kepalanya di punggung Ry. Raka mencium aroma badan Ry.


Tanpa Raka dan Ry sadari seorang pria berjalan kearah mereka. Ry berusaha melepaskan pelukan Raka tetapi tenaga Raka lebih kuat dari Ry sehingga Ry hanya pasrah berada di pangkuan Raka. Bahkan tangan Raka melingkar di perut Ry.


Seorang pria terbuat audah berada di disamping Raka dan Ry.


" Apa yang sedang kalian lakukan?" tanya seorang pria tersebut.


" Nonton tv bapak." Raka menolehkan Kepalanya melihat ke samping ternyata bapaknya.


"Kenapa Mentary duduk di pangkuan mas?" tanya bapak.


" Dia tadi main duduk aja di pangkuan mas," jawab Raka.


"Abang Raka yang pasak Ry duduk di pangkuannya pakde. Lihat aja tangan abang Raka masih melingkar di perut Ry."


Pakde Sugeng melihat ke arah Raka ternyata tangan Raka melingkar di pinggang Ry.


" Lepaskan tangan mas dari pinggang Ry." bapak yang menyuruh Raka melepaskan tangannya dari pinggul Ry.


Ry duduk di samping Raka lalu bapak Raka duduk di antara Raka dan Ry.


" Bapak belum tidur?" tanya Raka.


" Udah, tapi kebangun karena haus terus bapak melihat kalian yang terlihat mesra," jawab bapak Raka.


"Ini gak seperti yang pakde pikirkan." Ry yang mencoba menjelaskan kepada bapak Raka agar tidak terjadi salah paham.


" Emang apa yang saya pikirkan?" tanya bapak Raka.


" Kami memang sedang bermesraan seperti yang bapak lihat" kata Raka.

__ADS_1


...~ Bersambung ~...


__ADS_2