
" Mungkin Allah mempertemukan kita hanya untuk saling belajar akan cinta bukan untuk saling menua bersama."
Esokan Harinya..........
Hari ini wajah Raka terlihat seperti hidup segan mati tak mau. Raka tampak pucat, lemas, lesu, tidak ada gairah hidup lagi. Raka berjalan masuk ke dalam ruangan. Raka menarik kursi lalu duduk kemudian Raka menyalakan komputernya.
Raka mulai mengerjakan laporan akhir bulan perusahannya. Raka harus menginput semua data laporan akhir bulan ini. Laporan akhir bulan harus selesai hari ini juga. Raka tidak fokus saat mengerjakan laporan akhir bulan.
Raka berusaha bersikap profesional saat bekerja. Dia harus melupakan semua masalah yang lagi di hadapi. Raka berusaha untuk menyelesaikan laporan akhir bulan dengan tepat waktu. Akhirnya lapornya yang Raka buat selesai.
Raka meletakan laporan akhir bulan di atas meja manger accounting. Setelah itu Raka kembali mengerjakan tugasnya yang lain. Raka tampak serius mengerjakan laporan.
Tidak lama kemudian manger accounting berjalan ke arah ruangan Raka. Manger accounting melemparkan laporan yang Rak buat di depan meja. Manger accounting marah ama Raka di hadapan karyawan yang lain.
Raka di harus menyelesaikan laporan akhir ban hari ini juga. Setelah itu manger accounting berjalan ke arah ruangan. Raka berdiri dari kursi lalu mengambil laporan akhir bulan yang ada di mejanya.
Raka yang sedang jongkok di bawah pohon sambil menjambak rambutnya. Raka yang melihat ke arah laporan akhir bulan yang dia buat. Raka yang benar - benar kacau setelah membatalkan pernikahan ama Raka. Sekarang Raka tidak fokus mengerjakan laporan akhir bulan dan kena marah ama manger accounting.
Kevin yang melihat Raka tampak kacau sedang jongkok di bawah pohon lalu menghampirinya. Kevin yang sudah berdiri di hadapan Raka, tetapi Raka tidak menyadari keberadaan Kevin di hadapannya.
" Abang," kata Kevin.
" Woi abang Raka." Kevin yang berteriak ke arah Raka.
" Eh ternyata ada lu." Raka yang melihat ke arah Kevin yang berdiri di hadapannya.
" Iya. Abang aku panggil dari tadi kok diam aja sih, abang lagi ada masalah apa?" tanya Kevin.
" Kalau gue cerita ke lu, apa lu mau bantu gue?" tanya Raka.
" Tergantung abang," jawab Kevin.
" Tergantung apa?" tanya Raka.
__ADS_1
" Kalau aku bisa. Pasti aku bantu abang, sekarang abang mau minta bantu apa?" tanya Kevin.
" Lu bantu gue ngerjakan laporan akhir bulan ya?" Raka yang melihat ke arah Kevin sambil memasang wajah yang meminta belas kasihan.
" Iya aku bantu. Mana laporan akhir bulan yang harus aku kerjakan?" tanya Kevin.
" Nih." Raka berdiri sambil memegang laporan akhir bulan. Lalu Raka memberikan laporan akhir bulan kepada Kevin.
Seminggu Kemudian........
Malam ini Raka sedang berkumpul bersama emak, bapak dan Rika di ruangan keluarga.
" Bapak, emak dan Rika ada yang ingin mas sampaikan," kata Raka.
" Mas mau ngomong apa." Bapak yang melihat ke arah mas.
" Sebelumnya Raka minta maaf telah membuat emak, bapak dan Rika malu karena ulah Raka," kata Raka.
Deg.......Deg
" Apa mas udah menghamili Ambar?" Emak yang menatap tajam ke arah Raka.
" Lalu apa yang telah mas lakukan sehingga membuat keluarga kita malu?" tanya bapak.
" Maaf, mas sudah membatalkan pernikahan ama Ambar." Raka yang wajahnya tertunduk malu tidak sanggup untuk melihat ke arah kedua orang tuannya.
"Apa? bapak gak salah dengarkan," Bapak yang begitu terkejut melihat ke arah Raka.
" Tidak bapak," kata Raka.
" Kenapa mas batalkan pernikahan ama Ambar?" tanya bapak.
" Ternyata Ambar selingkuh di belakang mas." Raka yang wajahnya terlihat sedih saat mengatakan Ambar berselingkuh.
" Kan sudah dari awal mak tidak setuju mas menikah ama dia. Ternyata feling seorang emak itu benar." Emak yang wajah tampak kesal saat mendengarkan Ambar berselingkuh dari Raka.
__ADS_1
" Ambar selingkuh ama siapa?" tanya bapak.
" Ama teman sekolah mas dulu saat smu," jawab Raka.
" Alhamdulillah kalau mas gak jadi nikah ama kakak Ambar." Rika yang wajah terlihat bahagia mendengar Raka yang batal menikah dengan Ambar.
" Kok alhamdulilah sih dek?" Raka yang melihat ke arah Rika.
"Untung kakak Ambar ketahuan selingkuhnya sekarang, coba kalau mas udah nikah ama dia ternyata dia selingkuh saat udh jadi istri mas. Pasti lebih menyakitkan lagi," jawab Rika.
" Benar mas, berarti Allah sedang menujukan kepada mas kalau Ambar bukan cewek yang tepat untuk mas jadikan istri," kata bapak.
" Bapak, emak dan Rika gak malu kalau mas batal nikah?" tanya Raka.
"Gak," Jawab Emak, Bapak dan Rika serentak.
" Kenapa gak malu?" tanya Raka.
"Bapak lebih malu lagi kalau mas gagal dalam pernikahan," jawab bapak.
" Terus bagaimana soal uang hantaran yang udah kita kasih ke keluarga Ambar?" tanya Raka.
" Biarkan saja mas," jawab bapak.
"Kenapa di biarkan begitu saja bapak?" tanya Raka.
" Mas yang membatalkan pernikahan walaupun karena ulah Ambar yang selingkuh," jawab bapak.
" Tapi uangnya lumayan banyak bapak," kata emak.
" Emak uang bisa kita cari lagi. Yang penting anak kita bahagia," kata bapak.
" Iya bapak benar, semoga setelah ini mas mau dengan cewek yang telah kita jodohkan," kata emak.
" Mau tidak mau sekarang mas harus mau ama cewek yang telah kita jodohkan," kata bapak.
__ADS_1
" Mas tidak punya pilihan selain mengikuti keinginan emak dan bapak, gimana mas?" tanya emak.
...~ Bersambung~ ...