
" Jangan terlalu di kejar, jika memang jalannya pasti Allah akan memperlancarkannya. Karena dia yang menjadi takdir kamu akan mencari jalannya untuk menemukan kamu."
Aska memasukan motor Daniel ke dalam bagasi. Aska dan Daniel turun dari motor lalu Aska dan Daniel berjalan ke arah rumah Daniel. Mami Lena membuka pintu rumah lalu merentangkan tangan untuk memeluk Daniel.
"Akhirnya anak kesayangan mami pulang, mami kangen udah lama gak ketemu." Mami Lena yang berjalan menghampiri Daniel lalu memeluk tubuh Daniel.
" Aku juga kangen ama mami." Daniel yang melepaskan pelukan mami Lena.
" Sayang kenapa?" Mami Lena yang melihat ke arah Daniel yang terlihat kacau dan lesu.
" Aku lelah mami. Aku mau istirahat dulu ke kamar." Daniel yang berjalan meninggalkan mami Lena dan Aska begitu saja.
" Sebenarnya ada apa dengan Daniel?" Mami Lena yang melihat ke arah Aska.
" I....t....u nyonya." Aska yang terlihat gugup saat di tanya tentang Daniel. Aska binggung harus ngomong apa soal Daniel.
" Itu apa Aska? Bicara yang jelas agar saya paham ama yang kamu ucapkan." Mami Daniel yang melihat tajam ke arah Aska.
" Maafkan saya nyonya mungkin abang Daniel lelah karena perjalanan jadi butuh istirahat. Saya pamit ke belakang dulu membantu ibu." Aska yang berpamitan ama mami Lena lalu Aska berjalan ke arah kamarnya.
Malam Harinya......
Setelah selesai mengerjakan pr Aska memasukan buku dan peralatan tulis ke dalam tasnya. Lalu Aska teringat kalau dia harus membawa flashdisk untuk belajar praktek di komputer sekolah.
Aska mencari flashdisk di dalam tas tetapi dia tidak menemukan flashdisknya. Aska mencoba mengingat terakhir kali dia meletakan flashdisk. Akhirnya Aska ingat kalau dia memberikan flashdisknya ama Daniel udah 1 bulan lebih.
Aska berjalan melewati pintu kamarnya. Saat keluar dari kamar Aska bertemu dengan Ibu yang mau masuk ke kamar Aska.
" Mau kemana Aska?" tanya ibu.
" Ke kamar abang Daniel ibu," jawab Aska.
" Kebetulan kalau Aska mau ke kamar aden Daniel," kata Ibu.
__ADS_1
" Emang kenapa ibu?" tanya Aska.
" Aden Daniel dari tadi siang belum makan Aska." Ibu yang wajah terlihat cemas memikirkan Daniel.
" Abang Daniel yang belum makan, kenapa ibu yang terlihat cemas?" Aska yang melihat ke arah wajah ibu yang terlihat cemas memikirkan Daniel.
" Karena tidak biasanya aden Daniel itu tidak makan dan mengurung diri di dalam kamarnya," kata ibu.
" Mungkin abang Daniel ke lelahan karena baru pulang perjalanan jauh ibu," kata Aska.
" Bukan. Ibu yakin aden Daniel sedang ada masalah dengan Mentary pacarnya," kata Ibu.
"Aku gak tahu soal itu ibu. Jadi apa yang harus aku lakukan untuk abang Daniel?" Aska yang berpura - pura tidak tahu tentang masalah Ry dan Daniel.
" Tolong Aska bujuk aden Daniel makan. Ibu khawatir ama aden Daniel karena dari tadi dia gak makan," kata ibu.
Aska sudah berdiri di depan pintu kamar Daniel.
Totok..........Totok
" Masuk aja pintu," jawab Daniel.
Ceklek........Ceklek
Aska berjalan masuk ke dalam kamar Daniel. Aska melihat Daniel yang masih berbaring di atas tempat tidurnya. Aska berdiri di samping tempat tidur Daniel.
" Abang kenapa?" Aska yang melihat ke arah Daniel. Daniel yang wajahnya terlihat pucat dan lesu.
" Sakit." Daniel yang duduk di atas kasur sambil menyadarkan punggungnya.
"Abang sakit apa?" Aska yang wajahnya terlihat khawatir ama kondisi Daniel.
"Meriang," jawab Daniel.
__ADS_1
" Sini aku cek." Aska yang meletakan telapak tangan di atas kening Daniel. Aska merasa kalau Daniel tidak sakit karena kondisi badannya tidak panas.
" Bukan meriang itu." Daniel yang melepaskan tangan Aska dari keningnya.
"Aku gak ngerti abang." Aska yang terlihat binggung ama perkataan Daniel.
"Meridukan kasih sayang," jawab Daniel.
" Yaelah abang," kata Aska.
" Ska ada perlu apa ama abang?" tanya Daniel.
" Aku minta flashdisk yang aku kasih waktu itu ama abang," kata Aska.
"Flashdisk yang berisi tentang Adrian itu ya Ska?" tanya Daniel.
" Iya. Apa abang udah baca data tentang Adrian?" tanya Aska.
" Belum abang lupa." Daniel langsung turun dari tempat tidurnya. Daniel berjalan ke arah meja kerjannya yang ada laptop di atasnya.
Daniel sudah duduk di kursi lalu menyalakan latopnya. Aska berdiri di samping Daniel, Daniel membuka laci meja kerja lalu mengambil flashdisk milik Aska. Daniel memasang flashdisk di laptop miliknya.
" Apa nama foldernya Ska?" tanya Daniel.
" Adrian Abang," jawab Aska.
" Yang ini ya?" Daniel yang menujuk sebuah folder dengan nama Adrian di latopnya.
" Iya abang," jawab Aska.
Daniel membuka folder yang bernama Adrian. Lalu Daniel melihat foto Adrian betapa terkejut Daniel saat melihat wajah Adrian di laptopnya.
__ADS_1
...~ Bersambung ~...