3 Cogan Dan Ry

3 Cogan Dan Ry
Gak Bisa Nafas


__ADS_3

" Di balik sikap aku yang cuek, cool dan jutek. Sebenarnya aku sangat mencintai kamu."


Ry yang berusaha untuk melepaskan pelukan seorang pria tersebut. Akhirnya Ry menginjak kaki seorang pria tersebut.


"Aduh......kaki gue." Seorang pria melepaskan pelukan dari Ry. Pria tersebut merasa sakit karena kakinya di pijak ama Ry.


"Emang enak." Yeni yang menjulurkan lidah ke arah seorang pria tersebut.


Ry melihat ke arah seorang pria tersebut betapa kagetnya Ry saat melihat seorang pria yang kakinya di injak itu ternyata Raka.


" Abang," kata Ry.


" Iya ini gue." Raka yang melihat ke arah Ry wajahnya memerah karena menahan rasa sakit.


" Maaf Ry. Ry gak tahu kalau tadi itu abang." Ry yang wajahnya terlihat menyesal karena sudah menginjak kaki Raka.


"Niat gue mau ngasih kejutan ama lu tapi malah kaki gue lu injak," kata Raka.


" Salah abang lah. Ngapain tadi main peluk - peluk Ry?" tanya Ry.


"Salah lu. Lu yang jalan gak pakai mata nabrak gue," kata Raka.


Yeni dan Ical yang melihat ke arah Raka dan Ry.


" Kalian berdua saling kenal?" tanya Ical.


" Iya," jawab Raka.


" Kamu siapanya Ry?" tanya Ical.


" Aku Raka Pratama, aku tunangan Ry." Raka mengeluarkan tangan ke arah Ical.


"Faisal Hadi." Ical yang menjabat tangan Raka lalu melepaskan tangannya dari tangan Raka.


" Apa benar kalian sudah bertunangan?" tanya Yeni.


" Nih lu lihat aja." Raka yang mengangkat tangan Ry dan tangan dia. Di jari manis Ry dan Raka sudah terpasang sebuah cicin yang melingkar di jari masing - masing.


Raka berjalan duluan baru Ry yang berjalan di belakang Raka. Raka masuk terlebih dahulu di dalam restaurant baru di susul oleh Ry yang berada di belakangnya.


Raka duduk di kursi yang kosong lalu Raka memanggil pelayanan. Ry menarik kursi yang berada di hadapan Raka. Ry duduk di kursi yang berada di hadapan Raka. Raka menyuruh pelayaan restaurant untuk menghidangkan semua menu favorite di restauran itu.

__ADS_1


Setelah semua menu makan dan minuman di sajikan oleh pelayan restaurant. Raka menyuruh Ry untuk mengambil makanan untuk dia. Ry mengambil sebuah piring lalu mengisi dengan nasi dan lauk pauk buat Raka. Setelah itu Ry memberikan sebuah piring tersebut ama Raka.


Saat Ry dan Raka sedang menikmati makan siang bersama. Ponsel Raka berbunyi berkali - kali tetapi Raka masih fokus dengan menghabiskan makanannya terlebih dahulu.


" Abang angkat lah telepon dari tadi bunyi terus," kata Ry.


" Natik aja gue masih makan nih," kata Raka.


Ry dan Raka melanjutkan makan siangnya, Raka sudah menghabiskan nasi dan lauk - pauknya. Ponsel Raka masih saja berbunyi dari tadi. Raka berdiri dari kursi sambil memegang ponselnya.


" Gue angkat telpon dulu." Raka yang berjalan ke arah luar restaurant.


Raka duduk di bangku yang berada di bawah pohon. Raka yang memegang ponsel lalu ponsel Raka berbunyi kembali. Raka mengangkat panggilan telpon lalu ngobrol ama seorang yang menelponnya.


Ry yang sudah menghabiskan makanannya masih duduk di kursi sambil menunggu Raka. Ry menunggu Raka sekitar 15 menit tetapi Raka tidak juga kembali. Akhirnya Ry berjalan ke arah kasir restaurant. Ry mau membayar semua makan ternyata udah di bayar ama Raka.


Ry berjalan ke arah Raka yang masih saja telponan ama seorang. Ry yang berdiri di hadapan Raka tetapi Raka tidak menyadari keberadan Ry.


" Abang Ry mau pulang," kata Ry.


" Tunggu sebentar ya," kata Raka.


" Iya abang." Ry yang sudah berdiri di hadapan Raka sambil mendengarkan Raka yang masih asik mengobrol di telpon.


Raka mengendarai motornya lalu melihat Ry yang berdiri di pinggir jalan. Raka memberhentikan motornya lalu Raka mengajak Ry untuk naik ke atas motor Raka. Ry duduk di belakang Raka. Ry dan Raka diam tanpa kata - kata.


Malam Harinya........


Raka yang berjalan lebih dulu baru Ry berjalan di belakang Raka. Raka dan Ry masuk ke dalam mall, Raka berjalan ke arah eskalator baru di ikuti Ry di belakangnya. Raka naik eskalator lalu Ry mengikuti Raka.


Raka dan Ry sudah berada di lantai 2, Raka masuk ke dalam toko pakaian pria. Ry mengikuti Raka. Raka yang berhenti berjalan lalu Ry menabrak punggung Raka.


Bruk........Bruk


" Maaf ya abang." Ry yang menunduk wajah ke lantai, Ry gak berani melihat ke arah Raka.


" Lu bantuin gue cari pakaian ya?" Raka yang membalikan badanya lalu melihat ke arah Ry.


" Abang mau cari pakaian untuk siapa?" tanya Ry.


" Gue," jawab Raka.

__ADS_1


" Untuk Apa abang?" tanya Ry.


" Di pakailah," jawab Raka.


Ry berjalan ke arah pakaian lalu Ry memilih berbagai pakaian buat Raka. Ry menyerahkan beberapa pakaian pilihan Ry kepada Raka.


"Ini selera lu?" Raka yang terlihat tidak suka dengan pakaian yang Ry pilih.


" Iya. Napa abang gak suka ya?" tanya Ry.


" Selera lu jelek banget sih," kata Raka.


" Abang maunya model kayak mana?" tanya Ry.


" Kayak gini." Raka menunjukkan sebuah kemeja polos dengan lengan pendek kepada Ry.


" Maaf Ry gak tahu selera abang." Ry yang terlihat begitu sedih karena Raka tidak menyukai pakaian pilihan Ry.


Tengah Malam.........


Ry yang tidur di kamar nenek terbangun karena mau buang air kecil. Ry yang masih mengantuk berjalan ke arah kamar mandi. Selesai buang air kecil Ry berjalan keluar dari kamar mandi. Ry yang masih mengantuk berjalan ke arah kamar Ry.


Ceklek.......Ceklek


Ry berjalan naik ke atas ranjang lalu Ry tidur di atas ranjang. Ry meraba - raba ranjang Ry sambil mencari bantal guling Ry dengan mata Ry yang tertutup. Ry tidak menemukan bantal guling Ry. Ry menggeser tubuh Ry sehingga Ry merasa ada bantal guling. Ry memeluk bantal guling Ry.


Pagi Harinya ........


Raka yang mendengar suara adzan dari mesjid yang berada di dekat rumah nenek Ry membuka matanya. Betapa terkejut Raka melihat Ry yang sedang tertidur nyeyak sambil memeluk tubuhnya.


Raka mulai mendekat bibirnya ke kening Ry lalu Raka mengecup kening Ry. Setelah itu Raka mencium pipi kanan dan pipi kiri Ry. Tetapi Ry juga masih nyenyak tidurnya. Raka mencet hidung Ry yang pesek.


Ry yang merasa tidak bisa nafas akhir membuka kedua mata Ry. Raka yang melihat Ry sudah bangun melepaska tangan dari hidung Ry.


" Abang ngapain di kamar Ry?"Ry yang melihat Raka dengan posisi mereka saling berhadapan.


"Bobok," jawab Raka.


" Abang sana tidur di luar ini kamar Ry." Ry yang mendorong tubuh Raka agar pergi dari ranjang Ry.


" Lu yang keluar sana. Lu lupa tadi malam lu tidur di kamar nenek. Kenapa pagi ini lu udah tidur di samping gue?"tanya Raka.

__ADS_1


...~ Bersambung ~...


__ADS_2