3 Cogan Dan Ry

3 Cogan Dan Ry
Story Aska Berkenalan


__ADS_3

" Manusia itu seperti buku, ada yang menipu saat kita hanya melihat dari covernya saja. Ada juga yang mengejutkan saat kita tahu isi dalamnya."


Seorang pria tersebut tertawa sambil melihat ke arah seorang cewek.


" Aku tidak akan melepaskan dia," kata seorang pria itu.


" Aku mohon lebih baik kamu pergi di sini." Aska yang wajah terlihat ketakutan, lalu Aska melihat ke arah seorang cewek yang berdiri tidak jauh dari Aska.


" Gue gak mau." Seorang cewek itu berjalan ke arah Aska tanpa rasa takut sedikit pun.


" Berhenti di situ. Atau aku akan melenyapkan dia." Seorang pria yang berjalan mundur sambil membawa Aska untuk berjalan mundur seperti dia. Seorang pria tersebut masih memegang pisau di leher Aska.


" Lenyapkan saja dia gue gak peduli." Seorang Cewek tersebut masih terus berjalan ke arah Askan dan seorang pria tersebut


" Baiklah kalau itu mau mu." Seorang pria tersebut menggoreskan pisau ke leher Aska


" Awwww......sakit." Aska yang merasa sakit karena leher telah di goreskan pisau. Leher Aska mengeluarkan darah.


" Kamu lihat sekarangkan kalau aku tidak main - main dengan ancam aku." Seorang pria yang menatap tajam ke arah seorang cewek itu.


" Gue mau lu lenyapkan dia sekarang juga di hadapan gue." Seorang cewek yang menantang kepada seorang pria tersebut.


" Baiklah kalau itu mau kamu, dengan senang hati aku akan membunuh dia di hadapan kamu," kata seorang pria tersebut.


Aska hanya bisa menutup matanya sambil berdoa di dalam hatinya.


Ya Allah aku mohon jangan ambil nyawa aku saat ini. Aku belum mau meninggalkan dunia ini, aku belum mengatakan perasaan aku kepada Mentary bahwa aku sangat mencintai dia. Selain itu siapa yang akan menjaga ibu aku, ibu hanya memiliki aku satu - satunya. Kalau aku meninggal sekarang tidak ada yang menjaga ibu. Aku mohon ya Allah selamatkan aku doa Aska di dalam hati.


Aska masih menutup matanya sambil membaca istighfar. Tangan Aska begitu gemetaran saat ini, Aska merasa seperti sedang berada di ambang pintu kematian.

__ADS_1


Seorang cewek tersebut melihat ke arah Aska yang sudah tampak pasrah. Seorang cewek itu sedang memikirkan cara agar Aska terbebas dari seorang pria tersebut.


Seorang cewek tersebut tetap berjalan mendekati ke arah Aska.


" Itu motor polisi bukan ya di belakang lu?" Seorang cewek yang menunjukkan jarinya ke arah sebuah motor yang sedang berada di belakang pria itu.


" Mana sini aku lihat." Seorang pria tersebut menoleh kebelakang untuk melihat sebuah motor yang berada di belakangnya.


Merasa seorang pria tersebut sudah lengah. Seorang Cewek tersebut menginjak kaki seorang pria tersebut. Merasa kaki di injak oleh cewek tersebut. Pria tersebut membalikan badan lalu melepaskan pisau dari leher Aska.


Aska membuka matanya lalu mengunakan kesempatan itu untuk menyikut perut seorang pria tersebut dengan kuat. Akhirnya Aska terbebas dari seorang pria tersebut. Aska berjalan ke arah cewek tersebut.


Seorang cewek tersebut tidak menyiakan kesempatan tersebut. Dia menendang kaki seorang pria tersebut dengan sangat kuat sehingga seorang pria tersebut jatuh ke jalan aspal.


Bruk......Bruk


Aska mengatar seorang cewek yang telah menolong dia. Aska mengantar seorang cewek sampai di depan halaman rumah seorang cewek tersebut. Seorang cewek tersebut lalu turun dari motor Aska. Seorang cewek itu berjalan meninggalkan Aska.


" Hei tunggu." Aska yang memakir motornya lalu berjalan ke arah seorang cewek tersebut.


" Ada apa lagi?" Seorang cewek tersebut membalikan badan lalu melihat ke arah Aska.


" Kita belum kenalan, kenalin nama aku Aska. Nama kamu siapa?" Aska yang mengulurkan tangan ke arah seorang cewek tersebut.


" Andini." Andini menjabat tangan Aska lalu melepaskannya.


" Kita pernah ketemu ya?" Aska yang merasa pernah melihat Andini tapi lupa dimana pernah melihat Andini.


"Kemarin pagi lu yang nabrak gue di sekolah," jawab Andini.

__ADS_1


" Oh iya baru ingat aku. Maaf soal waktu itu ya. Makasih ya Andini sudah nolongin aku tadi," kata Aska.


"Makanya kalau jadi cowok itu jangan lemah dong. Lu itu cowok harus bisa ngelindungi diri lu sendiri. Untung aja tadi gue lewat kalau gak gue gak tahu apa yang bakal terjadi ama lu," kata Andini.


" Aku emang lemah, cupu dan bodoh yang seperti Andini katakan." Aska yang wajah tertunduk malu setelah mendengarkan perkataan Andini.


" Maka dari itu lu harus berubah jadi cowok yang bisa melindungi diri sendiri. Sebelum lu bisa melindungi cewek yang lu cintai," Andini yang membalikan badan lalu meninggal Aska yang masih berdiri di sana.


Seminggu Kemudian...........


Hari ini seluruh orang tua siswa smk berdatangan ke sekolah karena mendapatkan undangan rapat dari pihak sekolah. Aska sedang menunggu ibu di depan pintu gerbang sekolah.


Aska berharap ibu bisa datang untuk rapat orang tua yang di adakan. Rapat orang tua di adakan dalam aula sekolah. Aska melihat ibu yang baru turun dari angkot. Aska menghampiri ibu yang baru turun dari angkot lalu ibu membayar ongkos angkot.


Aska mengantar ibu ke depan aula, ibu masuk ke dalam aula lalu ibu mencari kursi kosong untuk tempat duduk. Seorang pria berdiri dari kursinya lalu menyuruh ibu duduk.


" Ibu silahkan duduk," kata Seorang pria tersebut.


"Maaf jadi merepotkan bapak." Ibu yang merasa sungkan ama seorang pria tersebut.


" Tidak usah sungkan ibu, biar saya duduk di belakang sana," kata Seorang pria tersebut.


" Terima kasih pak." Ibu duduk di kursi tersebut sambil tersenyum kepada Seorang Pria tersebut.


Siapa ya seorang pria ya di temui Ibu Ani?


Nantikan Bab selanjutnya ya


...~ Bersambung ~...

__ADS_1


__ADS_2