3 Cogan Dan Ry

3 Cogan Dan Ry
Story Aska Di Palakin


__ADS_3

⚠️ Warning ! Dilarang boom like di novel ini.


" Dulu aku yang jadi penyembuh kamu, sekarang aku yang butuh di sembuhkan."


Flashback...........


Sebulan yang yang sebelumnya seluruh siswa kelas 2 Arsitek 1 sedang berkumpul di lapangan sepak bola. Sekarang jam pelajaran Pjok pak guru menyuruh seluruh siswa untuk melakukan gerakan pemanasan yang di pimpin oleh Ridho.


Setelah selesai melakukan gerakan pemanasan pak guru menyuruh seluruh siswa untuk berlari mengelilingi 2 putaran lapangan sepak bola. Ridho memulai berlari terlebih dahulu lalu teman - teman sekelas mulai mengikuti Ridho yang berlari di belakang.


Aska berlari di barisan belakang, hari ini Aska merasa kurang. Aska pun berlari dengan pelan - pelan di barisan belakang. Aska yang tertinggal jauh dari teman - temannya. Siswa yang lain sudah selesai berlari mengelilingi lapangan sepak bola.


Siswa yang lain menertawakan Aska yang belum selesai berlari. Aska pun menyelesaikan berlari mengelilingi lapangan sepak bola. Pak guru menyuruh siswa untuk duduk dan meluruskan kaki di atas rumputan. Pak guru mulai menjelaskan materai pelajaran tetang sepak bola kepada seluruh siswa.


Aska duduk di barisan paling belakang tiba - tiba hidung Aska mengeluarkan darah. Aska yang merasa hidung mengeluarkan sesuatu lalu Aska menyentuh dengan jarinya. Aska terkejut melihat darah yang keluar dari hidung. Aska buru - buru mengambil sapu tangan di saku celana.


Aska buru - buru menghapus darah yang ada di hidungnya dengan mengunakan sapu tangan. Aska berdiri dari rumput - rumputan lalu Aska berjalan ke arah pak guru. Aska meminta izin ke toilet ama pak guru. Pak guru memberikan izin kepada Aska untuk ke toilet sekolah.


Aska sudah berada di dalam toilet cowok lalu Aska menyalakan kran air. Aska mulai membasuh ke dua mukanya dengan air. Aska melihat wajahnya di cermin, wajah Aska yang terlihat begitu pucat lalu hidung Aska mengeluarkan darah lagi. Aska mengambil sapu tangan lalu mengelap darah dari hidungnya. Setelah itu Aska mengangkat wajahnya ke atas agar darah dari hidungnya berhenti keluar.


Esokan Harinya.........


Aska mengira kalau hidungnya berdarah cuma mimisan biasa aja akan sembuh dengan istirahat yang banyak. Pagi ini Aska masih berada di dalam kamarnya. Sedang menatap ke arah cermin Aska melihat wajahnya yang tampak begitu pucat.


Andini yang membuka pintu kamar Aska tanpa mengetuk pintu.

__ADS_1


Ceklek........Ceklek


Andini yang berjalan ke arah Aska yang sedang bercermin.


" Ya elah, udah dong ngacanya gak akan berubah wajah lu tetap aja kayak gitu." Andini yang sudah bediri di samping Aska.


" Eh.... ternyata kamu. Kalau mau masuk ke kamar aku itu ketuk pintu dulu jangan main nyelong aja." Aska yang melihat ke arah Andini.


" Lagian salah lu sih. Kenapa pintu kamar lu gak di kunci?" tanya Andini.


" Aku lupa ngucinya.Emang susah ngomong ama cewek yang keras kepala kayak kamu. Maunya kamu itu selalu benar gak pernah salah," jawab Aska.


"Gue emang keras kepala. Gak kayak lu cowok yang lemot, letoy dan cemen mah." Andini yang berjalan kearah pintu kamar Aska.


Selesai sarapan pagi Andini terlebih dahulu berpamitan ama ibu dan ayah. Aska masih sarapan pagi tetapi Andini sudah menarik - narik baju Aska untuk segera berangkat ke sekolah. Aska akhirnya berdiri dari kursinya lalu berpamitan ama ibu dan ayah.


Sesampai di parkiran sekolah Andini buru - buru berlari ke arah kelasnya. Aska yang melihat Andini pergi begitu saja hanya bisa mengelengkan kepalanya. Aska dan Andini memiliki sikap yang begitu bertolak belakang. Persamaan Aska dan Andini sama - sama juara.


Kalau Aska siswa yang pintar tetapi culun dan mendapatkan beasiswa. Banyak teman - teman sekelas Aska yang begitu iri dengan kepintaran Aska. Aska juga siswa yang paling di sayang oleh pak kepsek, wakil kepsek dan seluruh guru smk. Karena Aska siswa yang penurut, rajin, rapi dan pintar sehingga pak kepsek, pak wakil kepsek dan seluruh guru smk begitu sangat menyayanginya.


Berbeda dengan Andini yang terkenal cewek yang babar. Andini siswi yang terkenal galak di seluruh smk. Andini tidak akan segan - segan menghajar siswa lainnya kalau menganggu dia dan Aska.


Jam Istirahat...........


Aska yang berdiri dari kursinya lalu berjalan ke arah pintu. Tiba ada tiga orang siswa yang menghalangi jalan Aska. Aska berusaha untuk melewati ke tiga orang siswa tersebut tetapi tidak bisa.

__ADS_1


" Lu mau kemana?" tanya seorang siswa.


" Ke kantin, jadi biarkan aku lewat ya." Aska yang wajahnya memohon kepada ke 3 orang siswa itu agar dia bisa lewat.


" Kalau lu mau lewat. Lu harus ngasih uang ke kita dulu. Mana uang lu?" tanya seorang siswa lagi.


" Cepetan kasih uang lu ama kita." Seorang siswa yang memegang tangan kanan Aska. Lalu seorang lagi memegang tangan kiri Aska.


Seorang siswa yang berdiri di hadapan Aska memeriksa saku celana Aska tetapi tidak menemukan uang Aska. Lalu seorang siswa memeriksa saku baju Aska. Dia menemukan selembar uang berwarna biru hijau di saku baju Aska.


Seorang siswa tersebut mengambil uang dari saku baju Aska sambil tersenyum melihat ke arah Aska. Mereka merasa senang karena sudah berhasil mengambil uang yang berada di saku baju Aska. Aska mencoba memberontak saat seorang siswa tersebut mengambil uang yang ada di saku bajunya. Tetapi Aska tidak mempunyai kekuatan karena tangan kanan dan tangan kirinya sudah di pegang oleh dua orang.


Seorang siswa yang berada di sisi kanan Aska lalu seorang siswa lagi berada di sisi kiri Aska. Seorang siswa yang berdiri di hadapan Aska lalu memberikan sebuah tinjuan di perut Aska.


Setelah itu mereka melepaskan pegang dari tangan Aska. Mereka pergi meninggalkan Aska sambil tertawa terbahak - bahak karena sudah mendapatkan uang Aska. Aska yang memegang perutnya sambil merintih ke sakitan.


Seorang siswi berjalan masuk ke dalam kelas lalu melihat ke arah Aska yang sedang memegang perutnya sambil merintih. Seorang siswi tersebut lalu menghampiri Aska. Setelah itu seorang siswi mememapah Aska untuk duduk di kursi.


" Lu kenapa?" Seorang siswi yang mendudukan Aska di kursi.


"Ouch, perut aku sakit." Aska yang duduk tangannya yang memegang perutnya.


" Perut lu sakit kenapa?"tanya seorang siswi.


" Lapar." Aska yang tidak berani melihat ke arah seorang siswi tersebut.

__ADS_1


" Lu bohong, tadi lu udah sarapan di rumah. Lu di palakin lagi ya?"tanya seorang cewek.


...~ Bersambung ~...


__ADS_2