
" Layaknya matahari juga butuh terbenam untuk besok kembali bersinar terang. Hidup pun juga begitu harus jatuh dan bangun berkali - kali. Kamu harus percaya, bahwa seberat apapun ujian hidup yang Kamu hadapi ini hanya untuk sementara."
Ibu Ana mengambil uang dari dompet yang berada dibawah bantal yang berada diatas kasur. Lalu Ibu Ana memberikannya kepada Ayah Agus. Ibu Ana takut kalau Ayah Agus akan memukul Aska.
Setelah mendapatkan uang dari Ibu Ana. Ayah Agus berjalan meninggalkan Ibu Ana dan Aska yang masih berada di dalam kamar.
" Kenapa Ibu kasih uangnya ke Ayah?" Aska yang duduk di pinggir kasur.
" Ibu tidak mau melihat Ayah dan Anak bertengkar" Ibu Ana duduk disamping Aska.
" Aku sudah lelah menghadapi Ayah yang selalu saja jahat sama Ibu dan Aku" Kata Aska.
" Ayah itu baik dan sayang sama Aska dan Ibu" Kata Ibu Ana.
" Baik dari mana Ibu. Ayah bahkan sering melalukan KDRT ( Kekerasan Dalam Rumah Tangga) ama Ibu dan Aku" Kata Aska.
" Ayah hanya sedang khilaf dan terbawa emosi makanya bisa seperti itu" Kata Ibu Ana.
" Kalau khilaf itu hanya satu kali tetapi ini berkali - kali. Ayah telah menyakiti baik fisik maupun perasaan Aku dan Ibu" Kata Aska.
" Sabarlah Aska. Ibu yakin Ayah akan mendapatkan hidayah" Kata Ibu Ana.
" Sampai Kapan Aku dan Ibu harus bersabar?" Tanya Aska.
" Sabar itu indah pada waktunya" Jawab Ibu.
" Tetapi kalau begini terus Ibu dan Aku bisa meninggal dibunuh Ayah" Kata Aska.
" Sejahat - jahatnya Ayah. Dia tidak akan tega membunuh anaknya sendiri dan istrinya" Kata Ibu Ana.
" Kenapa Ibu tidak bercerai saja ama Ayah?" Tanya Aska.
" Aska perceraian itu dibenci oleh Allah" Jawab Ibu Ana.
" Aku tahu itu Ibu. Tetapi Aku sudah tidak tahan melihat Ibu dan Aku tersiksa seperti ini. Aku ingin Ibu dan Ayah bercerai" Kata Aska.
Deg.......Deg......
" Aska untuk memulai hubungan rumah tangga itu mudah tetapi yang paling sulit mempertahankan rumah tangga. Apalagi setelah ada seorang anak dalam rumah tangga" Kata Ibu Ana.
" Jika alasannya karena Aku. Maka Aku menginginkan Ibu bercerai dari Ayah" Kata Aska.
" Ibu tidak ingin Aska tumbuh dan berkembang menjadi anak yang kekurangan kasih sayang seorang Ayah" Kata Ibu.
" Aku merasa lebih baik Ibu tanpa seorang Ayah" Kata Aska.
Esokan Harinya ........
Sebelum berangkat kesekolah Aska sarapan pagi bersama Ibu Ana.Ayah Agus tidak pulang setelah kejadian tadi malam. Aska dan Ibu Ana merasa damai karena Ayah Agus tidak pulang kerumah.
Aska dan Ibu Ana memakan Nasi goreng untuk sarapan pagi.Setelah selesai sarapan pagi Aska mengantar Ibu Ana ketempat kerjannya.
Sesampai parkiran sekolah Smk Aska memakir motornya. Aska memakai helem dan membawa tas ransel di punggungnya. Aska berjalan menuju kearah kelasnya.
Sesampai didepan kantor guru Aska berhenti berjalan. Aska melihat Mading ( Majalah Dinding). Berisi pengumuman Lomba melukis yang akan diadakan di MTQ. Aska melihat hadiahnya berupa uang.
Lomba ini diadakan antar ditingkat Sekolah Menegah Umum dan Sekolah Menegah Kejuruan sekota Pekan Baru. Pendaftar lomba melukis melalui guru Kesenian.
__ADS_1
Setelah Aska membaca pengumuman Lomba melukis. Dia masuk kedalam kantor guru. Aska menemui Ibuk Tina guru Kesenian.
Didepan meja Ibu Tina sudah banyak Siswa dari berbagai jurusan untuk mendaftar mengikuti Lomba melukis. Tetapi hanya akan dipilih satu orang disiswa untuk mewakili Sekolah untuk mengikuti lomba itu.
2 Hari Kemudian .........
Siang Harinya setelah pulang sekolah. Siswa Smk yang telah mendaftar untuk mengikuti Lomba Melukis disuruh berkumpul di Aula sekolah. Ibu guru Kesenian akan mengadakan seleksi untuk memilih Siswa yang akan mewakili sekolah mengikuti Lomba memwarnai.
Setelah seluruh Siswa berkumpul di Aula. Ibuk guru memulai seleksi dengan menyuruh Siswa melukis dengan tema lingkungan sekolah. Aska memulai mengeluarkan sebuah pensil, penghapus dan buku gambar.
Ibuk guru memberi waktu 1 jam untuk melukis. Siswa mulai melukis lingkungan sekolah.Aska mulai sebuah pohon Akasia yang berada disamping lapangan sepak bola.
Di bawah pohon Akasia duduk seorang Siswa laki - laki yang melihat temannya bermain sepak bola.Siswa yang lain sudah mengumpulkan lukisannya dan boleh pulang. Hanya tinggal Aska yang belum menyelesaikan lukisannya.
Waktu tinggal 5 menit lagi Aska mengumpulkan hasil lukisannya kepada Ibuk guru.Setelah itu Aska berjalan menuju parkiran sekolah untuk mengambil motornya.
Aska menjemput Ibu Ana ketempat kerjannya. Sesampai didepan gerbang rumah tempat Ibuk Ana bekerja. Pintu gerbang terbuka keluarlah motor Ninja RR warna merah.
Aska memakirkan motornya disamping jalan. Kemudian Seorang Cowok mengendarai motor Ninja RR menuju kearah Aska lalu menghentikan motornya disamping motor Aska.
" Aska anaknya Ibuk Ana ya?" Cowok itu membuka kaca helemnya.
" Iya Abang, Ibu Aku udah pulang atau masih kerja?" Tanya Aska.
" Masih kerja. Aska gak ingat ama Abang lagi ya?" Tanya Cowok itu.
" Gak. Abang yang namanya Doni ya?" Tanya Aska.
" Bukan" Jawab Cowok Itu.
" Bukan, Abang Daniel ini Aska" Kata Daniel.
Sesampai di depan rumah kontrakan Aska. Ternyata Ayah Aska sudah berdiri didepan teras. Kunci rumah dibawa oleh Ibu Ana. Sehingga Ayah Agus tidak bisa masuk ke dalam rumah.
" Kalian dari mana saja Jam segini baru pulang?" Ayah Agus yang bedecak pinggang melihat kearah Ibu Ana dan Aska.
" Maaf Abang tadi masih banyak kerjaan dirumah Pak Sutejo" Jawab Ibu Ana.
" Kalian pasti sengaja pulang lambat biar Aku berdiri lama nungguin kalian" Ayah Agus menarik pergelangan tangan kanan Ibu Ana.
"Ampun Abang sakit" Ibu Ana yang merasa kesakitan di pergelangan tangan kanan yang ditarik oleh Ayah Agus.
" Ayah tolong lepaskan tangan Ibu" Aska yang berdiri diantara Ibu dan Ayahnya. Aska berusaha melepaskan pergelangan tangan Ibu yang ditarik Ayah.
Akhirnya Aska berhasil melepaskan tangan Ibu dan Ayahnya. Kemudian Ayah Agus memukul tangan kiri Aska.
Hari Minggu Siang ........
Aska berhasil lolos seleksi mewakili sekolahnya untu mengikuti lomba melukis. Aska dari pagi sudah berada di MTQ mengikuti lomba melukis.
Aska melukis di kanfas disediakan oleh panitia perlomban. Aska membawa pensil, penghapus, cat minyak dan kuas.
Perlombaan di mulai Aska melukis Ibunya. Untung saja tangan yang di pukul Ayahnya tangan sebelah kiri. Aska melukis mengunakan tangan sebelah kanan.
Aska berhasil menang lomba melukis sekota Pekan Baru. Aska menjadi juara 1 mendapat piala, sertifikat dan uang. Aska berdiri diatas panggung untuk menerima hadiah juaranya.
Sesampai di Cafe G Aska. Aska masuk kedalam Cafe G. Aska duduk dikursi yang paling depan kemudian Dia mengeluarkan ponsel dari saku celanannya.
__ADS_1
Tring...... Tring.....
📞" Assalammualaikum Ry"Kata Abang Aska.
📞" Walaikumsalam Abang Aska" Kata Ry.
📞" Ry sibuk gak?" Tanya Abang Aska.
📞" Gak, Kenapa emangnya Abang Ska?" Tanya Ry.
📞" Kita bisa ketemuan sekarang di Cafe G ?" Tanya Abang Aska.
📞" Bisa, Abang share lock ya lokasi ke Wa Ry?" Tanya Ry.
📞" Iya Abang share, sampai ketemu ya Ry Abang matin telponnya" Abang Aska mematikan panggilan telpon kemudia mengirim share lock ke Wa Ry.
Sesampai didalam Cafe G Ry melihat Abang Aska yang duduk sendirian.Ry duduk di kursi yang berada didepan Abang Aska.
" Maaf, Abang Ska udah lama menunggu Ry?" Tanya Ry.
" Baru lima menit, Ry mau minum Apa?" Tanya Abang Aska.
" Jus buah Naga" Jawab Ry.
Ry melihat Abang Aska yang memesan makan dan minuman ama pelayan Cafe G.Kemudian pelayan pergi untuk membuat pesanan makanan dan minuman yang Abang Aska pesan.
Abang Aska menaikan kedua tanganya diatas meja. Lalu Ry melihat tangan sebelah kiri Abang Aska memar berwarna membiru gitu.
" Tangan Abang Ska sebelah kiri Kenapa?" Ry yang melihat tangan kiri Abang Aska.
" Abang jatuh dari motor" Jawab Abang Aska.
" Apa udah Abang kasih obat tangan kiri itu?" Tanya Ry.
" Udah, entar juga sembuh Ry" Jawab Abang Aska.
" Abang Ska benar jatuh dari motor?" Tanya Ry.
" Iya" Jawab Abang Aska
" Awas aja bohong, bohong dosa Abang Ska" Kata Ry.
" Trust Me Ry ( Percaya Pada Ku Ry)" Kata Abang Aska.
" Percaya pada Abang Ska musyrik" Kata Ry.
" Kok gitu ngomongnya Ry?" Tanya Abang Ska.
" Percaya itu ama Allah" Jawab Ry.
Makasih yang udah baca
Maaf banyak typo
Bersambung ...........
__ADS_1