
" Buatlah orang lain cemburu dengan hubungan kamu. Jangan kau buat pasangan kamu cemburu karena kamu dekat dengan lain."
Ambar pulang di antar Yudha, lalu Yudha terlebih dahulu berlari ke arah mobilnya. Yudha membuka pintu mobil lalu mengambil payung yang ada di dalam mobil. Yudha mengunci mobilnya lalu membuka payung.
Yudha berjalan ke arah depan rumah sakit sambil memegang payung. Sesampai di depan rumah sakit Yudha mengajak Ambar untuk pulang. Ambar dan Yudha berjalan sepayung berdua Raka hanya bisa melihat.
Esokan Malam........
Raka berjalan masuk ke dalam Rs Safira lalu mengahampiri suster Rs Safira.
" Maaf suster saya mau tanya?" Raka yang berdiri di depan suster.
" Mau tanya apa pak?" suster yang melihat ke arah Raka.
" Dokter Ambar masih kerja ya?" tanya Raka.
" Udah pulang pak," jawab suster.
" Kapan pulangnya?" tanya Raka.
" Sekitar 15 menit yang lalu," jawab Suster.
" Dokter Ambar pulang ama siapa?" tanya Raka.
" Dokter Yudha Pak," jawab suster.
" Makasih infonya sus. Saya permisi dulu," Raka berjalan meninggalkan suster Rs Safira.
Seminggu Kemudian.......
Pagi ini Raka sudah sampai di depan rumah Ambar.
Totok........Totok
" Assalamualaikum," Raka yang berdiri di depan pintu rumah Ambar.
" Walaikumsalam. Eh ternyata Raka," mama Ambar yang membuka pintu rumah Ambar.
" Iya tante. Ambarnya ada tante?" Raka menciumi punggung tangan mama Ambar.
" Ambar baru pergi ama temannya," Jawab mama Ambar.
" Ambar pergi kemana ya tante?" tanya Raka.
" Tante gak tahu. Coba Raka telpon aja," jawab tante.
" Iya tante. Kalau gitu Aku pamit dulu ya," Raka yang mencium punggung tangan mama Ambar.
Raka berjalan masuk ke dalam rumah lalu Raka membuka pintu kamarnya. Raka berjalan ke arah tempat tidurnya. Raka membaringkan tubuh di atas kasur lalu Raka menutup matannya mengunakan tangan kanannya.
__ADS_1
Ceklek......Ceklek
" Mas anterin aku bioskop." Rika menghampiri Raka yang lagi tiduran di kasur.
" Lu kalau masuk kamar gue ketuk pintu dulu jangan main masuk aja," kata Raka.
" Maafin aku mas. Mas aku yang ganteng, baik hati, rajin dan tidak sombong. Mas anterin aku ke bioskop." Rika yang berdiri di sanping tempat tidur Raka.
" Cih..... kalau ada maunya baru muji - muji gue. Gue lagi mager nih," kata Raka.
" Mas aku yang paling ganteng. Tolong anterin aku ke bioskop Mas." Rika yang melihat ke arah Raka lalu wajah Rika yang dibuat menyedihkan.
" Lu pergi ama teman lu aja gue kasih uang ya," Raka yang mencoba membujuk Rika.
" Gak mau aku pengen noton bareng ama mas. Tapi kalau mas gak mau ya udah aku pergi ama kakak Ry aja. Mas emang udah gak sayang ama aku lagi." Rika yang berjalan ke arah pintu kamar Raka.
Bruk......Bruk
Rika yang membuka pintu kamar Raka. Lalu Rika menutup pintu kamar Raka dengan kuat. Raka terkejut mendengar pintu tertutup dengan kuat.
Rika dan Raka sudah berada di dalam mall. Rika mengandeng tangan Raka berjalan ke arah bioskop. Raka dan Rika sampai di depan biskop. Raka menyuruh Rika untuk membeli tiket noton bioskop. Raka memberikan dua lembar uang kertas berwarna merah kepada Rika.
Rika mengambil uang yang di berikan ama Raka. Rika berjalan ke arah tempat pembelian tiket bioskop. Rika masih bingung mau noton film apa di biskop. Tanpa sengaja seorang cowok menyenggol tubuh Rika.
" Maaf ya aku gak sengaja," kata cowok itu.
" Apa ada yang luka?" tanya cowok itu.
" Gak ada. Ternyata kamu." Rika yang melihat ke arah wajah cowok yang menyenggol. Ternyata cowok itu Aska.
"Iya ini aku. Kamu ngapain ke sini?" tanya Aska.
" Mau noton film. Kamu sendirian aja?" tanya Rika.
" Aku berdua ama kamu. Kamu noton film buat tugas revisi film yang di tonton ya?" tanya Aska.
" Iya. Kamu kok tahu?" Rika yang melihat ke arah Aska.
" Soalnya Aku juga dapat tugas kayak gitu. Kamu mau noton film apa?" tanya Aska.
" Belum tahu aku masih binggung nih, " Jawab Rika.
" Gimana kalau kamu noton film yang sama ama aku?" tanya Aska.
" Emang kamu noton film apa?" tanya Rika.
" Train To Busan," jawab Aska.
" Film tentang Apa?" tanya Rika.
__ADS_1
" Zombie," Jawab Aska.
" Serem gak filmnya?" tanya Rika.
" Serem. Tapi kamu gak usah takut kan ada aku," jawab Aska.
" Iya juga ya." Rika yang tersenyum melihat ke arah Rika.
Aska dan Rika sudah membeli tiket biskop, lalu Aska dan Rika berdiri di luar biskop.
" Kamu ke sini ama siapa?" tanya Aska.
" Mas Raka. Kamu ada ngelihat dia?" tanya Rika.
" Itu mas Raka." Aska menuju jarinya ke arah yang sedang berjalan sambil membawa 2 cup minuman.
" Mas Raka sini." Rika yang berteriak dengan keras sehingga orang - orang melihat ke arah dia.
" Iya gue ke sana." Raka yang mendengar namanya di panggil lalu menoleh ke arah yang memanggil namanya.
Raka yang berjalan menghampiri Aska dan Rika. Raka berdiri di hadapan Aska dan Rika.
" Ayo kita masuk ke dalam bioskop !" ajakan Rika.
" Tunggu sebentar," kata Aska.
" Emang kita nunggu siapa lagi?" tanya Raka.
" Teman aku. itu dia orangnya." Aska yang melambaikan tangan ke arah seorang cewek. Ternyata cewek itu adalah Ry.
Rika memberi 2 tiket film kepada Raka lalu dia menarik baju Aska untuk masuk ke dalam bioskop. Rika dan Aska masuk terlebih dahulu ke dalam bioskop. Raka dan Ry berjalan masuk ke dalam ruangan bioskop.
Ry, Raka,Rika dan Aska duduk di kursi yang barisannya sama. Ketika film akan di mulai lampu biskop di padamkan ruangan biskop terlihat gelap. Rika sudah mulai takut lalu memegang tangan Raka karena takut.
Saat film Train To Busan sudah mulai Ry, Raka, Rika dan Aska tampak serius melihat ke arah depan. Bahkan saat Raka memberikan minuman ama Ry lalu Ry meminum dari pipet yang sama dengan Raka.
Ketika zombie mengejar - ngejar manusia yang belum menjadi zombie. Ry merasa ketakutan lalu Ry menyembunyikan wajah Ry di dada Raka. Raka yang terkejut melihat tingkah Ry yang tidak biasanya.
" Lu kenapa?" tanya Raka.
" Ry takut." Ry yang memejamkan mata lalu mencium wangi parfum Raka. Jantung Ry berdetak kencang rasa mau copot. Karena ketakutan noton film zombie atau jatuh cinta ama mas Raka.
" Lu gak lagi modusin gue kan?" Raka yang melihat ke arah Ry. Jantung Raka juga berdetak sangat kencang.
" Ry gak modusin abang." Ry yang masih menyembunyikan wajah ke dada Raka.
" Gue gak percaya ama lu. Lu itu cewek yang pemberani kok tiba - tiba jadi penakut gini?" Tanya Raka.
...~ Bersambung ~...
__ADS_1