3 Cogan Dan Ry

3 Cogan Dan Ry
Daniel Pakai Peci


__ADS_3

" Hidup itu jangan seperti wasit mondar - mandir. Sana - sini yang tahunya cuma mencari kesalahan orang lain."


Tidak lama kemudian Daniel melihat ke arah seorang pria yang sedang melihat ke kanan dan ke kiri mencari sesuatu.


" Om sini." Daniel berteriak sambil melambaikan tangannya ke arah omnya.


"Tunggu di situ om kesana." Om yang menoleh ke arah suara Daniel. Om yang melihat ke arah Daniel yang sedang melambaikan tangan.


" Iya cepat sini om," kata Daniel.


" Siapa dia aden Daniel?" Bibik yang melihat ke arah seorang pria yang sedang berjalan ke arah Daniel dan bibik.


" Om Anto bibik," jawab Daniel.


" Sebenarnya ada apa sih nyuruh om kesini?" Om yang sudah berdiri di hadapan Daniel.


" Om dan Bibik Ani kenalan dulu," jawab Daniel.


" Iya aden. Perkenalkan nama saya Ani pembantu di rumah Daniel." Ibu Ani mengulurkan tangannya ke arah om."


" Anto." Om Anto menjabat tangan ibu Ani kemudian om anto melepaskan jabatan tangan ama ibu Ani.


" Om Anto ini pengacara yang akan membantu bibik menyelesaikan kasus perceraian," kata Daniel.


" Maaf aden Daniel tapi bibik gak punya uang untuk membayar pengacara." Bibik yang terlihat murung wajahnya.


" Bibik gak usah mikirin soal itu. Om anto ini aku yang bayarin. Yang penting sekarng ini kasus perceraian bibik bisa cepat selsesai.


Om Anto dan bibik Ani mengobrol tentang masalah rumah tangganya sehingga om Anto bisa membantu bibik Ani dalam persidangan perceraian. Daniel hanya mendengarkan yang bibik Ani ceritakan. Daniel merasa emosi mendengarkan kisah rumah tangga bibik Ani dan mang Agus.


Di dalam persidangan bibik Ani di temani oleh om Anto sebagai pengacara. Sementara mang Agus datang sendirian. Daniel yang duduk dari bangku barisan ke dua. Daniel yang melihat tajam ke arah mang Agus lalu Daniel yang sudah mengepalkan tangannya.


Kalau ini bukan ruangan persidangan tangan aku sudah gatal ingin menghajar mang Agus. Tega sekali dia menyakiti istri dan anaknya. Aku tidak habis pikir kenapa mang Agus bisa berbuat seperti itu kepada bibik Ani dan Aska. Aku tidak terima atas perbuatan mang Agus yang telah menyakiti bibik Ani dan Aska.


Aku akan memberi pelajaran natik setelah sidang ini selesai. Aku pastikan mang Agus mendapatkan hukuman yang setimpal ama perbuatan dia ke bibik Ani dan Aska batin Daniel.


Persidangan perceraian bibik Ani dan mang Agus tidak berlangsung lama. Bibik Ani dan mang Agus tidak memperebutkan harta karena mereka tidak memiliki harta. Harta satu - satu yang mereka miliki hanya Aska Saputra.


Tetapi mang Agus tidak menginginkan hak asuh Aska sama sekali. Yang mang Agus inginkan hanya bercerai dengan ibu Ani. Setelah itu dia bisa menikah lagi. Hakim mengetuk palu mengatakan mang Agus dan Ibu Ani sudah sah bercerai.

__ADS_1


Seminggu Kemudian.........


Pagi ini Aska membuka kedua matanya walaupun dia masih mengantuk. Aska turun dari tempat tidur lalu Aska merapikan tempat tidurnya. Aska mengambil buku pelajaran, buku tulis dan alat tulis yang berserakan di lantai.


Aska memasukan buku pelajaran, buku tulis dan alat tulis ke dalam tas ranselnya. Aska melihat ke arah jam dindingnya. Aska mengambil handuk yang tergantung di belakang pintu. Aska berjalan sambil membawa handuk di bahunya.


Sesampai di dapur Aska melihat ke arah ibu Ani yang sedang berdiri di depan kompor.


" Ibu masak apa?" Aska yang menghampiri ibu Ani yang sedang berdiri di depan kompor.


" Eh ternyata kamu kagetin ibu aja." Ibu Ani yang terkejut mendengar suara lalu menoleh ke arah belakang. Ibu Ani melihat Aska yang sudah berdiri di belakangnya.


" Emang ibu pikir siapa?" tanya Aska.


" Orang lain. Kamu udah bangun nak?" tanya ibu Ani


" Udah ibu. Ibu Ani masak apa kok wangi sekali?" Aska yang mencium aroma yang wangi dari masakan ibu Ani.


" Mie goreng bakso. Sana mandi dulu nak baru sarapan." Ibu Ani yang menyuruh Aska untuk mandi.


" Iya ibu." Aska yang berjalan ke arah kamar mandi yang ada di dapur.


" Ska mau kemana?" Daniel yang berjalan ke arah Aska.


" Aku mau ke mesjid abang." Aska yang menoleh ke arah Daniel.


" Tapi ini belum adzan subuh," kata Daniel.


" Lebih baik datang sebelum adzan subuh abang. Ayo kita shalat subuh berjamah di mesjid abang !" ajakan Aska.


"I.....t...u." Daniel yang tiba - tiba berbicara seperti gagap.


" Itu apa abang?" tanya Aska.


"Abang belum mandi Ska." Daniel yang memegang tengkuk kepalanya.


" Abang mandi aja dulu aku tunggu di teras," kata Aska.


" Ska duluan aja gak usah nunguin abang," kata Daniel.

__ADS_1


" Aku mau pergi bareng abang ke mesjid." Aska yang menatap wajah Daniel.


" Ya udah kalau gitu tunggu abang di teras." Daniel berjalan ke arah kamarnya.


Daniel membuka pintu kamarnya lalu berjalan ke arah kamar mandi. Daniel membuka pintu kamar mandi lalu masuk ke dalam kamar mandi. Selesai mandi Daniel memakai handuk yang memilit di pinggangnya. Daniel keluar dari kamar mandi.


Daniel berjalan ke arah lemari pakaiannya. Daniel membuka lemari pakaian lalu memakai baju koko dan kain sarung. Daniel mencari peci tetapi dia tidak menemukan peci di dalam lemari.


Daniel sudah lama tidak melaksanakan shalat wajib. Daniel lupa kapan terakhir dia melaksanakan shalat wajib. Karena kasihan memikirkan Aska yang menunggu di teras akhirnya Daniel berjalan ke arah teras rumah.


Ceklek......Ceklek


Daniel membuka pintu rumah lalu melihat Aska yang sedang duduk di kursi depan teras rumah.


" Maaf buat Ska lama menunggu." Daniel yang berdiri di depan Aska.


" Gak apa - apa abang. Abang gak pakai peci?" Aska yang melihat ke arah Daniel.


" Gak. Abang lupa taruh pecinya dimana," kata Daniel.


" Abang tunggu sini dulu." Aska berdiri dari kursi lalu berlari masuk ke dalam pintu rumah Daniel.


Tidak lama kemudian Aska berlari ke arah teras sambil membawa peci yang ada di tangannya. Sesampai Aska di teras lalu Aska memberikan peci kepada Daniel lalu Daniel mengambil peci dari tangan Aska.


Kemudian Daniel memakai peci itu di kepalannya.



Aska yang melihat ke arah Daniel yang sudah berpakaian koko, kain sarung dan peci.


" Masyallah abang ganteng kalau berpakaian seperti ini." Aska yang menatap kagum melihat Daniel saat ini.


" Ya iyalah abang ganteng secara abang cowok. Kalau yang cantik itu cuma Mentary." Daniel yang tersenyum melihat ke arah Aska.


" Nah kalau kayak gini abang udah cocok buat jadi imam kakak Ry," Kata Aska.


" Tapi kayaknya abang belum bisa jadi imam Ry," kata Daniel.


" Kenapa emangnya abang?" tanya Aska.

__ADS_1


...~ Bersambung ~...


__ADS_2