
⚠️ Dilarang! boom like di novel ini.
" Kalau sudah terlanjur cinta mendengar kamu kentut saja aku sudah bahagia."
Ry melempar guling ke arah Rika, bantal guling mengenai muka Rika.
"Ih kakak Ry kok ngelempar aku pakai bantal sih?"Ry yang meletakkan bantal di pahannya.
" Habis pertanyaan Ika aneh - aneh mah," jawab Ry.
" Gak aneh kok. Lagian aku juga yakin kakak Ry dan mamas Raka sering ciuman." Rika yang memajukan bibir seperti orang yang mau berciuman.
Sebulan Kemudian.......
Raka suka duduk di sofa ruangan tamu rumah nenek Ry. Raka duduk berhadapan dengan papa. Raka sengaja datang ke rumah nenek Ry terlebih dahulu sebelum menjemput Ry ke kampus. Raka ingin meminta izin ama kedua orang tua untuk membawa Ry jalan - jalan keliling kota Duri.
" Om apa kabar?" tanya Raka.
" Seperti yang nak Raka lihat om sehat. Bagaimana kabar keluarga nak Raka?"tanya papa.
" Alhamdulillah baik om. Gimana ama pekerja om?"tanya Raka.
" Alhamdulillah berjalan lancar nak Raka. Ini juga berkat mas Sugeng," jawab papa.
" Alhamdulillah kalau berjalan lancar om." Raka yang tersenyum melihat ke arah papa.
" Gimana ama pekerja nak Raka?"tanya papa.
" Sebenarnya aku lagi banyak perkerjaan om. Makanya aku jarang bisa berkunjung kerumah om," jawab Raka.
" Iya om tahu. Nak Raka sibuk banget ama pekerjaanya, makasih nak Raka udah mau meluangkan waktu buat mengunjungi rumah om," kata papa.
"Om gak usah bilang makasih. Aku harus memperpanjang tali silaturahmi antara keluarga aku dan om sekeluarga melalui ke datangan aku mengunjungi rumah om," kata Raka.
" Om lihat nak Raka dan Mentary sudah semakin dekat. Jadi kapan nak Raka berencana menikahi Mentary?" tanya papa.
"Bagaimana kalau 2 minggu lagi om?"tanya Raka.
" Apa? 2 minggu lagi. Nikah itu butuh persiapan nak Raka." Papa yang terkejut mendengar perkataan Raka.
"Kalau untuk resepsi iya om. Bagaimana kalau aku dan Ry akat nikah aja dulu? soal resepsi pernikahan natik aja om," tanya Raka.
__ADS_1
" Om mau akat dan resepsi pernikahan berdekatan nak Raka," jawab papa.
" Kalau pakai resepsi pernikahan aku butuh waktu buat ngumpul uang om." Wajah Raka yang tertunduk malu ama papa karena meminta waktu untuk ngumpulin uang.
" Om gak mau bebanin nak Raka soal uang hantaran. Nak Raka bisa memberikan uang hantaran seberapa mampunya saja. Yang nak Raka wajibkan itu membayar biaya akat nikah, membawa perlengkapan buat Mentary dari ujung rambut sampai ujung kaki.
Papa memberitahu Raka kalau Raka harus membeli 1 set untuk isi kamar Ry yang berupa ranjang berserta kasur, lemari pakaian dan lemari hias. Raka meminta waktu 6 bulan ama papa untuk mempersiapkan semua itu.
Papa menyetujui permintaan Raka karena papa juga membutuhkan waktu untuk mengumpulkan uang agar bisa membuat acara resepsi pernikahan Mentary yang mewah seperti ke dua kakaknya Ry.
Ry yang baru saja keluar dari kelas ternyata sudah di tunggu oleh seorang cowok. Yang sedang berdiri tidak jauh dari kelas Ry. Lalu seorang cowok itu berjalan menghampiri Ry.
" Kok lama banget sih, aku udah kamu dari tadi nih." Wajah seorang cowok yang terlihat begitu kesal melihat ke arah Ry.
" Ya maaf deh, habis pak dosen ke asikan ngajarin mata kuliah ama kita sih." Ry yang melihat ke arah cowok tersebut.
" Mana kunci motornya?" seorang cowok yang minta kunci motor Ry ama dia.
" Nih kunci motornya abang." Ry yang mengeluarkan kunci motor dari saku Almater lalu memberikan ama seorang cowok itu.
Ry yang sedang berjalan ama seorang cowok yang terlihat begitu akrab dan tersenyum melihat ke arah seorang cowok tersebut. Raka yang melihat Ry dari kejauhan lalu menghampiri Ry yang sedang berjalan ama seorang cowok tersebut.
Raka yang sudah berdiri di hadapan Ry dan seorang cowok tersebut. Seorang cowok tersebut merasa heran ada yang berani menghalangi jalannya di kampusnya.
"Gue gak mau minggir sebelum lu jawab pertanyaan gue. Lu siapa?" Raka yang menatap tajam seakan akan membunuh ama seorang cowok yang berada di samping Ry.
" Kamu kenal ama dia Ry?" Seorang cowok yang berada di samping Ry melihat ke arah Ry.
" Gue calon suami Ry. Lu siapanya Ry?" tanya Raka.
" Benar dia calon suami kamu?" Seorang cowok berdiri di samping Ry, lalu si cowok melihat ke arah Ry.
" Iya abang," jawan Ry.
" Kalau aku tahu cowok model begini yang jadi calon suami kamu, mendingan aku nerima perjodohan kita dulu," kata si cowok tersebut.
" Apa maksud kata - kata lu?" Raka yang berjalan selangkah lalu menarik kerah baju si cowok tersebut.
"Hahahha, santay bro." Si cowok yang tersenyum melihat ke marahan dari Raka.
" Mas lepasin dia. Nama dia itu Anton, dia abang sepupu Ry." Ry yang berdiri di hadapan Raka dan Anton.
__ADS_1
" Jadi lu abang sepupunya Ry?" Raka yang melepaskan tangan dari kerah baju Anton.
" Iya, aku ini abang sepupu Ry. Makanya bro jangan main cemburu aja." Anton yang tersenyum melihat ke arah Raka seakan - akan sedang mengejek Raka yang sedang di landa cemburu.
" Ayo ikut mas!" Raka yang memegang tangan Ry lalu mengajak Ry pergi meninggalkan Anton.
Raka dan Ry sudah duduk di sofa ruangan tamu. Raka yang wajahnya terlihat seperti kesal membuat Ry hanya diam. Ry terlihat begitu takut ama Raka yang sekarang karena lagi emosi. Ry berdiri meninggalkan Raka di ruangan tamu.
Saat Ry berjalan ke arah dapur Ry bertemu ama papa.
" Adek udah pulang?"tanya papa.
" Udah papa." Ry menyalim punggung tangan papa.
" Kapan adek pulang?" tanya papa.
" Baru aja papa," jawab Ry.
" Nak Raka dimana?" tanya papa.
" Di ruangan tamu papa," jawab Ry.
" Papa temanin nak Raka dulu. Adek buatin papa minum ya." Papa yang berjalan meninggal Ry.
Papa dan Raka sedang berada di rungan tamu sambil duduk. Papa dan Raka yang meminum kopi buatan Ry.
" Nak Raka apa Mentary boleh kerja?" tanya papa.
" Boleh om,"jawab Raka.
"Dari pada Mentary gak ada kegiatan dari senin sampai jum'at makanya om suruh dia ngelamar kerja," kata papa.
" Emang Mentary ngelamar kerja dimana om?" tanya Raka.
" Ada di kantor, restauran, hotel Surya dan Rs Mutia.
" Banyak juga ya om. Emang udah interview?" tanya Raka.
" Besok interview di hotel Surya," jawab papa.
Semoga aja Ry gak di terima bekerja di semua tempat itu amiin. Kalau Ry yang meminta ingin berkerja udah pasti gue tolak. Karena ini permintaan camer makanya gue setuju di mulut aja mah. Di hati gue mah gak setuju Ry kerja di hotel batin Raka.
__ADS_1
...~Bersambung~...