3 Cogan Dan Ry

3 Cogan Dan Ry
Story Raka Mau Gak Mau Harus Mau


__ADS_3

⚠️Dilarang! boom like novel ini.


" Aku sudah memulai dengan bismillah, tidak boleh menyerah sampai aku mengatakan alhamdulilah."


Riska yang kesal melihat Raka dan Ry sedang berciuman tanpa memperdulikan dirinya yang sedang duduk di situ.


" Selama janur kuning belum melengkung babang Raka masih milik bersama." Riska yang berdiri dari sofa lalu berjalan ke arah pintu.


Raka menghentikan ciuman setelah tahu Riska pergi dari rumahnya. Raka dan Ry terlihat kaku dan diam setelah melakukan ciuman itu. Raka berdiri sambil membawa sebuah kantong plastik ke arah dapur.


Bapak, Emak dan Rika berjalan ke arah ruangan tamu lalu bapak, emak dan Rika terkejut melihat Ry yang duduk sendirian di sofa ruangan tamu.


" Kakak Ry kapan datang?" Rika yang berjalan lalu menghampiri Ry.


" Baru aja kok Ika. Pakde dan bude apa kabar?" Ry yang berdiri lalu menghampiri kedua orang tua Raka. Ry menyalim punggung tangan ke dua orang tua Raka secara bergantian.


" Alhamdulillah baik. Nak Mentary ke sini ama siapa?" tanya bapak Raka.


" Ry ke sini sendirian aja pakde," jawab Ry.


" Dikin dan Eli mana?" tanya emak Raka.


" Papa kerja di luar kota. Mama lagi di rumah bude yang di Jl. Pasir putih pakde," jawab Ry.


" Lah kenapa Eli ke rumah mbak Sumi?"tanya emak.


" Bude Sumi lagi sakit bude. Jadi papa nyuruh Ry dan mama buat jaga dan merawat sampai anak - anak dan suami bude datang," jawab Ry.


" Cie....cie kakak Ry kesini pasti mau ketemu calon suami ya?" Rika yang berdiri menghampiri Ry.


" Gak ika, Ry kesini di suruh mama tadi," kata Ry.


" Mama atau mas?" Rika yang sengaja meledek Ry, Ry memang suka ngelihat Ry yang mukannya memerah di ledekin Ry.


" Mama." Ry yang wajahnya memerah karena di ledekin Rika.


" Udah - udah jangan ngeledekin Mentary terus adek. Itu mukanya udah memerah karena di ledekin ama adek," kata emak Raka.


" Ayo adek berangkat ke sekolah bareng bapak!" Bapak mengajak Rika untuk berangkat bersama .


" Iya bapak. Kakak Ry aku berangkat sekolah dulu ya." Rika yang menyalim punggung tangan Ry.


" Iya. Pakde dan Ika hati - hati di jalan ya." Ry yang menyalim punggung tanya bapak Raka.


" Iya." Bapak, Emak dan Rika berjalan ke arah pintu.

__ADS_1


Setelah bapak dan Rika berangkat lalu emak berjalan masuk ke dalam rumah. Emak yang melihat Ry masih duduk sendirian.


" Mentary udah sarapan?" Emak yang duduk di sofa yang berada si samping Ry.


" Udah tadi bude," jawab Ry.


" Nah jangan panggil bude dong kan Mentary caman emak jadi panggil emak aja." Emak yang melihat ke arah Ry.


"Iya emak," jawab Ry.


" Si mas kemana sih? ada calon istri kok malah di biarin aja," tanya emak.


" Mungkin abang Raka lagi sibuk mak. Ry aja yg gak sopan pagi udah bertamu ke rumah mak." Ry yang tersenyum melihat mak.


" Jangan abang Raka mulai sekarang panggil mas Raka, karena sebentar lagi kalian akan menikah," kata emak.


" Apa sebentar lagi kami akan menikah mak?"tanya Ry.


" Iya kalian akan segera menikah. Soal mak udah gak sabar pengen punya cucu dari kalian berdua," jawab emak.


" Tapi Ry masih kuliah mak, Gimana kuliah Ry?" tanya Ry.


" Gak masalah kalau soal kuliah. Lagian kampus gak melarang mahasiswa buat menikah dan hamil setelah nikah juga kan?" tanya emak.


" Iya gak ada larangan buat nikah dan hamil setelah nikah sih," jawab Ry.



" Mas dari mana aja? kasihan Mentary dari tadi nungguin mas." Emak yang melihat ke arah Raka.


" Biasa mak dari kamar mandi. Maaf ya udah buat Ry nunggu." Raka yang tersenyum melihat ke arah Ry.


" Mas gak berangkat kerja?" tanya emak.


" Ini mas mau berangkat kerja mak," jawab Raka.


" Mas mau berangkat kerja naik apa?" tanya emak.


" Naik motor Mentary. Bolehkan Ry?" tanya Raka.


Ry yang begitu terpukau melihat ketampanan Raka yang semakin hari semakin bertambah. Ry juga sibuk dengan pikirannya sendiri. Ry yang tersenyum - senyum melihat ke arah Raka.


Pantas aja cewek secantik Riska begitu tergila dan mengejar - ngejar mas Raka. Ternyata wajah mas Raka emang ganteng sih batin Ry.


" Hmmmmm, Ry kalau di tanya itu di jawab jangan diam aja." Raka yang sengaja berdehem agar Ry tersadar dari lamunannya.

__ADS_1


" Eh, Iya. Apa mas Raka?"Ry yang tersadar dari lamunanya. Ry tampak binggung dengan perkataan Raka.


" Mas berangkat kerja pakai motor Ry. Bisakan?" tanya Raka.


"Bisa mas. Ini kunci motornya," Ry yang berdiri dari sofa lalu memberikan kunci motor ama Raka.


Raka berpamitan ama emak lalu menarik tangan Ry untuk ikut bersama dia. Raka dan Ry sudah berada di halaman rumah Raka. Raka dan Ry sudah berdiri di samping motor Ry.


" Lu yang bawa motornya ya," kata Raka.


" Iya mas." Ry yang memakai helem lalu naik di atas motor.


" Buruan, entar gue telat." Raka yang udah naik di atas motor duduk di belakang Ry.


Ry sengaja naik motor seperti Valentina Rossi bahkan Ry memotong setiap mobil dan motor yang ada di depan motor Ry. Raka yang merasa takut dan was - was ketika Ry membawa motor. Bahkan Raka sampai memeluk pinggang Ry.


" Stop." Raka yang menyuruh Ry untuk berhenti.


" Ada apa sih mas?" Ry yang merem mendadak karena Raka meminta berhenti.


" Lu turun dari motor," kata Raka.


" Iya Ry turun dari motor." Ry yang turun dari motor. Raka memegang setang motor lalu maju ke depan. Ry masih berdiri di samping motor.


" Cepetan lu duduk di belakang gue." Raka yang menyuruh Ry untuk duduk di belakang dia.


Ry duduk di jok motor belakang Raka, Raka mengendarai motor Ry. Raka mengendarai motor dengan kecepatan sedang. Tetapi Raka sering ngerem mendadak sehingga badan Ry maju ke depan mengenai punggung Raka.


Ry sering di kejutkan oleh Raka yang sering ngerem mendadak akhirnya, Ry melingkar tangan Ry di pinggang Raka. Ry memeluk Raka dan menyandarkan bahu Ry di punggung Raka.



Raka yang tersenyum setelah mendapatkan pelukan dari Ry. Hari ini Raka begitu bahagia karena pagi udah dapat ciuman dan pelukan dari Ry. Raka memberhentikan motor Ry karena sudah sampai di depan kantor Raka.


Raka memakir motor lalu turun dari motor Ry.


" Entar sore lu jemput gue ya?"tanya Raka.


" Gak ah. Mas pulang nebeng Kevin aja," jawab Ry.


" Lu lupa ya kalau lu punya hutang ama gue," kata Raka.


"Perasaan Ry gak punya hutang ama mas deg," jawab Ry.


" Lu ada hutang ama gue. Gue mau lu bayar selama lu di Pekanbaru harus antar dan jemput gue kerja. Mau gak mau harus mau." Raka yang berjalan meninggalkan Ry yang masih berdiri.

__ADS_1


...~ Bersambung~...


__ADS_2