
⚠️Dilarang! boom like di novel ini.
" Mencintai mengajarkan kita arti keberanian, di cintai mengajarkan kita arti menghargai."
Setelah berpamitan ama Raka, Ry berjalan ke arah gerbang kampus. Ry berjalan ke arah kelas.
" Ry tunggu." Seorang cowok yang berlari menyusul Ry yang berada di depan.
Ry yang merasa namanya di panggil berhenti berjalan. Ry menoleh ke arah belakang, Ry yang melihat Riki berlari ke arahnya.
" Ry mau ke kelaskan?"Riki yang sudah berdiri di samping Ry.
" Iya." Ry yang melihat ke arah Riki.
" Ya udah bareng aja kita kelas,"kata Riki.
" Iya." Ry yang berjalan ke arah kelas.
" Ry berangkat ke kampus di ama siapa?" Riki yang berjalan di samping Ry.
"Diantar ama Suami Ry," jawab Ry.
" Ry tinggal dimana sekarang?" tanya Riki.
" Ikut suami Ry," jawab Ry.
Riki dan Ry masuk ke dalam kelas. Ry memilih duduk di bangku barisan yang kedua. Riki duduk di kursi yang berada di samping Ry. Ry hanya berbicara seperlunya ama Riki. Yeni dan Ical berjalan masuk ke dalam kelas.
" Ki tukaran tempat duduk ya?" tanya Yeni.
" Gak mau." Riki yang mengelengkan kepalanya.
"Kok gak mau sih Ki?" Yani yang berdiri di samping Riki.
" Aku yang duluan dapat tempat duduk. Yani duduk di sana aja," kata Riki.
Pak dosen jadi masuk ke dalam kelas. Ical duduk di kursi samping Riki, Yeni duduk di kursi samping Ical. Pak dosen mulai menerangkan mata kuliah. Ry yang fokus melihat ke arah depan. Sedangkan Riki sekali - kali mencuri - curi pandang ke arah Ry.
Malam Minggu.......
Raka dan Ry mengelilingi kota Duri dengan mengendarai motor milik Ry.
" Cayang mau kemana?" tanya Raka.
" Mamas ke lapangan pokok jengkol aja," jawab Ry.
__ADS_1
" Emang ada apa di sana cayang?" tanya Raka.
" Ada konser, Ry pengen noton konser ama mamas maukan?" Ry yang menyandarkan kepala di bahu Raka.
" Mau, tapi ada syaratnya?" Raka yang tersenyum.
" Idih, mamas kok gitu sih sama istri sendiri juga masih pakai syarat." Ry yang wajahnya kelihatan cemberut.
" Belum tahu syarat udah cemberut aja wajah cayang." Raka yang melihat Ry dari kaca spion motor Ry.
" Emang apa syaratnya mamas?" tanya Ry.
" Natik mas kasih cayang es krim maukan?" tanya Raka.
" Mau, es krim rasa coklat Ry maunya mamas?" Ry yang wajahnya tersenyum mendengar Raka akan memberikan es krim ama dia.
" Yang penting es krim bisa buat cayang ketagihan dan minta terus." Raka yang sudah membayangkan Ry makan es krim.
" Ry jadi gak sabar makan es krim nih. Kita beli es kirim dulu aja baru noton konser, gimana mamas?" tanya Ry.
" Natik aja cayang makan es krimnya. Kita noton konser dulu.
Selesai noton konser Raka mengajak Ry untuk pulang ke rumah nenek Ry. Raka dan Ry sudah sampai di depan rumah nenek Ry. Ry yang merasa binggung karena Raka gak mengajak Ry membeli es krim.
Ry yang membuka kunci rumah, mama, papa dan nenek Ry sedang pergi ke rumah om Ry. Raka dan Ry sudah berjalan masuk ke dalam rumah nenek Ry.
" Mamas mana es krim buat Ry?" Ry yang menghampiri Raka yang berjalan masuk ke dalam kamar Ry.
" Ada, ayo ikut mas!" Raka membalikan badan lalu. Mengandeng tangan Ry.
Raka dan Ry sudah masuk ke dalam kamar Ry. Raka mengunci pintu kamar Ry. Raka dan Ry sudah posisi berhadapan. Raka lalu menundukkan kepalanya ke arah Ry. Raka mencium bibir Ry sambil memiringkan kepalanya di bibir Ry. Ry membuka mulutnya, Raka mulai memainkan lidahnya di malam mulut Ry.
Raka dan Ry saling membelit lidah di dalam mulut Ry. Tangan Raka meraba lalu meremas dua buah ondel - ondel favorite Raka. Raka melepaskan ciumannya dari bibir Ry.
" Mamas mana es krim untuk Ry?" Ry yang melihat wajah Raka.
" Ini es krimnya punya cayang." Raka mengambil tangan Ry lalu di suruh menyetuh sesuatu di bawah pusat Raka.
" Jadi itu es krim yang mamas maksud?" Tangan Ry menyetuh sesuatu yang masih ada di dalam semvak Raka.
"Iya, cayang udah pernah ngelihat tapi belum pernah merasakannya ya kan?" Raka yang mengedipkan matanya sebelah.
" Cih, mamas pikiran udah ngeres aja." Ry menjauhkan tangan dari es krim Raka.
Esokan Harinya........
__ADS_1
Raka dan Ry pulang ke Pekabaru dengan naik mobil travel. Ry tertidur sambil bersadar di bahu Raka. Raka yang juga ikut tertidur di dalam mobil travel. Ketika sudah memasuki Pekanbaru, Raka mulai membuka kedua matanya.
Raka terbangun dari tidur mobil travel sudah memasuki kota Pekabaru. Raka meminta ama pak supir untuk segera mengantarkan dia ke Jl. Panam. Raka sudah tidak sabar untuk sampai di rumahnya.
" Cayang bangun kita udah mau nyampai kerumah." Raka yang memegang pipi Ry.
" Iya mamas." Ry yang membuka kedua bola mata lalu melihat ke arah Raka.
" Cayang tuh lap ilernya," kata Raka.
" Dekat mana iler Ry mamas." Ry yang menghapus di dekat sudut bibir kiri dan sudut bibir kanan Ry.
" Hahaha." Raka yang tertawa melihat ke arah Ry.
" Mamas kok ketawa sih?" Ry yang melihat Raka tertawa tampak ganteng.
Raka dan Ry sudah berada di ruangan tamu rumah Raka. Rika dan Emak mengandeng lengan Ry berjalan ke arah kamar Rika. Kami sudah berada di kamar Rika.
" Nak Ry ini di pakai sekarang ya." Emak memberikan paper bag.
" Ini apa mak?" Ry yang mengambil paper dari tangan emak.
" Buka dan langung di pakai ya nak Ry," kata emak.
" Ry harus pakai ini ya emak?" Ry membuka paper bag yang berisi lingerie.
" Bukan, kakak Ry pakai yang ini." Rika mengambil lingerie yang celana pendek dari dalam paper bag.
" Nak Ry pakai ya emak mau lihat." Emak yang wajah seperti memelas agar Ry mau memakai lingerie tersebut.
" Iya mak." Ry meletakan tas ransel di atas meja Rika.
Ry sudah memakai lingerie berwarna merah. Setelah itu Rika menarik tangan Ry untuk masuk ke dalam kamar Raka. Rika membuka pintu kamar Raka lalu Rika mendorong Ry agar masuk ke dalam kamar Raka.
Ry yang sudah berada di dalam kamar Raka, Ry yang melihat ke arah tempat tidur Raka.
Ry berjalan mendekat ke arah tempat tidur Raka, Ry melihat selimut yang di bentuk seperti angsa. Ry yakin yang menghiasi tempat tidur pasti emak dan Rika. Ry mendengar suara pintu kamar mandi terbuka. Ry melihat Raka yang berjalan ke arah Ry hanya dengan mengunakan boxer.
...~ Bersambung~...
Hai Guys mampir ke Chat Story My Bestie.
__ADS_1