
" Karena pria tidak hanya menyingkirkan pria lain dari wanitanya. Tetapi juga harus menyingkirkan wanita lain dari dirinya."
Rika yang melihat ke arah samping, mendapati Ry sedang menyembunyikan wajahnya di dada Raka. Rika tersenyum melihat ke arah mereka tetapi Ry dan Raka tidak menyadari kalau Rika melihat mereka berdua.
Rika menoleh ke arah Aska yang lagi serius noton. Rika lalu menyenggol lengan Aska.
" Aska coba lihat mereka," Rika yang menujukan jari ke arah Raka dan Ry.
" Aku udah lihat." Aska yang awalnya melihat ke depan lalu melihat ke arah Rika yang menujukan jarinya. Aku nyesal tadi ngajak Rika dan Raka noton bareng. Kalau tahu Ry takut mendingan tadi aku noton berdua ama Ry. Ini malah Raka yang beruntung bisa dekat - dekat ama Ry. Seharusnya aku yang ada di posisi Raka tadi batin Aska.
" Kamu kok bengong sih. Lagi mikirin apa?" Rika yang melihat ke arah Aska.
" Gak ada." Wajah Aska yang berubah menjadi tidak suka melihat Ry bersama Raka.
" Kamu pasti mikir seandainya kamu berdua noton ama kakak Ry. Pasti posisi Kakak Ry menyembunyikan wajahnya di dada kamu. Kamu pasti senang banget," kata Rika.
" Kamu bisa baca pikiran aku ya?" Aska yang mengerutkan keningnya lalu melihat ke arah Rika.
" Gak. Aku cuma nebak aja, aku lihat dari wajah kamu yang berubah saat melihat kakak Ry dan mas Raka," kata Rika.
Seminggu Kemudian.......
Bapak, Emak, Raka dan Rika sudah duduk di sofa ruangan tamu rumah Ambar.
Papa dan Mama Ambar juga sudah duduk di sofa ruangan tamu.
" Maaf sebelum bapak dan ibu sekeluarga kalau kedatangan kami sekeluarga mendadak," kata bapak.
" Tidak apa - apa pak," jawab papa Ambar.
" Saya sekeluarga ke sini untuk membahas rencana pernikahan Raka dan Ambar," kata bapak.
" Rencana pernikahan Raka dan Ambar akan di adakan 3 bulan. Saya mau pernikahan Raka dan Ambar di adakan di hotel, kata papa Ambar.
" Saya juga berencana akan mengadakan acara ngunduh mantu di rumah saya pak," kata bapak.
" Berapa Raka akan memberikan uang hantaran untuk Amabar?" tanya papa Ambar.
" 20 juta om," jawab Raka.
" Apa kamu cuma mau ngasih uang hantaran segitu." Papa Ambar yang terkejut karena Raka akan memberikan uang hantaran sebesar 20 juta .
" Kamu pikir uang 20 juta itu cukup untuk biaya pernikahan di hotel." Mama Ambar yang berbicar dengan nada suara yang tinggi.
" Maaf sebelumnya om dan tante tetapi uang tabungan saya hanya segitu," kata Raka.
__ADS_1
" Uang segitu gak cukup buat kamu bisa menikah dengan anak saya." Papa Ambar yang berbicara dengan nada keras.
" Maaf sebelumnya pak. Pernikahan itu yang penting sah secara agama islam dan negara pak," kata bapak.
" Sebenarnya nikah itu mudah yang mempersulit itu gengsi," kata emak.
" Ibu bisa bicara seperti itu karena sebagai pihak laki - laki," kata mama Ambar.
" Coba posisi bapak dan ibu sebagai pihak perempuan. Pasti bapak dan ibu ingin resepsi pernikahan yang terbaik dan mewah," kata papa Ambar.
" Pernikahan itu momen yang sakral sekali dalam seumur hidup. Jadi Kami ingin yang terbaik dan tidak terlupakan oleh tamu undangan yang datang," kata mama Ambar.
" Saya mengerti maksud pak dan ibu sebagai orang tua dari Ambar. Tetapi di sini Raka dan Ambar sudah saling mencintai jadi saya minta tolong kepada pak dan ibu untuk tidak memberatkan uang hantaran," kata bapak Raka.
Esokan Harinya......
Pagi ini Raka sudah berada di depan rumah Ambar. Raka mengetuk pintu rumah Ambar lalu mama Ambar yang membuka pintu rumah. Mama Ambar mengatakan kalau Ambar sudah berangkat kerja duluan.
Siang hari Raka buru - buru ke Rs Safira untuk mengajak Ambar makan siang bersama. Sesampai di Rs Safira Raka tidak melihat mobil Ambar terpakir di Rs Safira. Raka masuk ke dalam Rs Safira lalu Raka bertanya ama suster. Suster mengatakan kalau Ambar makan siang bersama Yudha.
Raka berjalan masuk ke perusahan dengan lemas. Lalu seorang laki - laki menepuk bahunya.
" Abang Raka sakit ya?" Kevin yang melihat ke arah Raka yang sedang berjalan dengan lemas.
" Gak," jawab Raka.
" Iya," Jawab Raka.
" Abang ada masalah Apa? cerita ama aku mungkin aku bisa membantu mencari jalan keluar dari masalah abang," tanya Kevin.
"Pokoknya gue lagi ada masalah." Raka yang berjalan ke arah kantin perusahan.
Raka dan Kevin sedang duduk di kursi pojok kantin perusahan.
" Abang coba cerita ama aku." Kevin yang duduk di kursi yang berhadapan ama Raka.
" Gue lagi binggung Kevin," kata Raka.
" Binggung kenapa abang?" tanya Kevin.
" Gue cuma punya uang 20 juta buat uang hantaran pernikahan ama Ambar." Raka yang melihat ke arah Kevin.
" Emang abang butuh Berapa uangnya?" tanya kevin.
" 50 juta," kata Raka.
" Berarti masih kurang 30 juta lagi abang," kata Kevin.
__ADS_1
" Dimana gue cari uang 30 juta dalam 3 bulan Kevin?" tanya Raka.
" Aku punya ide abang," kata Kevin.
" Apa itu?" tanya Raka.
" Aku jaga lilin abang jadi babi ngepet aja," kata Kevin
Plaaak......Plaaak
" Cih...ide yang menyesatkan. Entar yang ada lu tiup lili gue yang habis di bogam ama warga." Raka yang menepuk bahu Kevin.
" Awww.....sakit abang. Kan aku cuma ngasih ide aja abang." Kevin yang meringis menahan ke sakitan karena bahunya di pukul Raka.
" Abang jual aja sebelah ginjal abang buat modal nikah," kata Kevin.
" Lalu siap itu gue meninggal dunia gak jadi kawin ya," kata Raka.
" Woi nikah dulu baru kawin abang," kata Kevin.
" Alah gaya lu padahal lu udah kawin duluan," kata Raka.
" Mana ada abang. Aku masih perjaka tong - tong abang," kata Kevin.
" Tapi bohongkan lu. Gak yakin gue lu masih perjaka," kata Raka.
" Gak percaya ya udah. Aku pacar masih tahap kiss dan kiss mark aja abang. Abang kali yang udah kawin duluan?" tanya Kevin.
" Kalau gue udah kawin ama dia. Pasti keluarga dia gak minta uang hantaran yang banyak," kata Raka.
" Abang kawin dulu baru nikah," kata Kevin.
Plak.....plak
" Otak lu isinya kawin melulu. Pasti lu banyak noton yang begituan," Raka yang memukul lengan Kevin.
" Abang tahu aja. Abang mau videonya?" tanya Kevin.
" Idih....ogah noton kayak gitu. Kalau kepengen pusing kepala gue," jawab Raka.
" Abang main solo aja di kamar mandi pakai sabun." kata Kevin.
"Lu pasti sering begituan ya?" tanya Raka.
" Kadan - kadang aja," jawab Kevin.
...~ Bersambung ~...
__ADS_1