
⚠️Dilarang! boom like di novel ini.
" Waktu kecil minta uang sampai nagis - nagis, sekarang udah gede cari uang pengen nagis."
Seminggu Kemudian........
Malam harinya Raka yang lagi duduk di sofa ruangan tamu. Bapak datang menghampiri Raka yang sedang duduk di sofa. Bapak duduk di sofa yang sama dengan Raka lalu bapak memberikan amplob berwarna coklat ke arah Raka.
" Apa ini bapak?"Raka yang mengambil amplob berwarna coklat dari tangan bapak.
" Itu uang yang bapak pinjam dari bank," jawb bapak.
" Kenapa banyak sekali bapak?" Raka yang melihat amplop yang terlihat tebal.
"Bapak sengaja minjam yang banyak uangnya,"jawab bapak.
" Emang bapak minjam berapa uangnya?"tanya Raka.
" 100 juta," jawab bapak.
" Apa?" Raka yang terkejut mendengar perkataan bapak yang meminjam uang di bank sampai 100 juta.
"Lah kenapa kaget?" tanya bapak.
"Hutang sebanyak itu kapan lunas bapak?" Raka yang memijat kening kepala pusing memikirkan hutang yang akan di bayarnya.
" Kira - kira 3 tahun," jawab bapak.
" Apa?" Raka yang terkejut mendengar tanggungan yang harus di bayarnya selama 3 tahun.
" Gak usah kaget gitu mas," kata bapak.
"Gimana mas gak kaget bapak, jangka waktu hutang mamas begitu lama. Apa mas bisa membayar hutang selama 3 tahun ini?"tanya Raka.
" Insyallah bisa mas. Uang hasil panen sawit yang akan membayar hutang di bank setiap bulan sehingga mas gak usah khawatir soal itu." Bapak yang menyakinkan Raka bahwa tidak usah khawatir masalah hutang di bank. Karena hutang di bank akan dapat di bayar dari hasil penjualan sawit yang dalam tiap bulan.
" Jadi uang gaji mas gak akan terganggu bapak?"Raka yang melihat ke arah bapak.
" Gak, uang gaji mas buat kehidupan mas berumah tangga ama Mentary." Bapak yang tersenyum melihat ke arah Raka.
" Alhamdulillah kalau gitu bapak." Raka yang bisa tersenyum mendengar perkataan bapak.
Emak yang datang membawa segelas kopi ke arah ruangan tamu. Emak meletakan segelas kopi di atas meja. Lalu emak duduk di sofa yang berhadapan dengan Raka dan bapak.
" Ada nih kok mas terlihat bahagia?" emak yang melihat ke arah Raka.
" Mas mau nikah ama Mentary mak," jawab Raka.
" Kapan mas mau nikah ama Mentary?" emak yang begitu senang mendengar Raka akan menikahi Mentary.
" Kira- kira kurang dari 6 bulan lagi mak, apa mas bisa minta tolong ama mak?" tanya Raka.
" Bisa, mas mau minta tolong apa?" tanya emak.
" Apa mak bisa mempersiapkan seserahan buat Mentary?" tanya Raka.
__ADS_1
"Bisa, apa aja yang harus mak beli buat Mentary?"tanya emak.
" Dari baju kebaya buat akat nikah, dalaman cewek dan semua keperluan Mentary mak," jawab Raka.
" Kenapa gak mas ama Mentary aja yang pergi shopping beli semuanya?" tanya emak.
" Gak bisa, besok mas mau berangkat ke luar kota mak," jawab Raka.
" Mas mau kemana?"tanya emak.
" Medan mak,"jawab Raka.
" Berapa lama mas di sana?"tanya bapak.
" Kira - kira 1 bulan," jawab Raka.
"Kenapa mas harus ke Medan?" tanya bapak.
" Mas di suruh bos kesana, untuk menyelesaikan masalah di sana bapak.
" Terus soal belanja seserahan buat Mentary gimana? mak binggung soal ukuran pakaian, sandal dan selera Mentary," tanya emak.
"Sebaiknya emak aja Ry shopping biar dia memilih semuanya sesuai keinginannya. Emak dan Rika juga ikut shopping," jawab bapak.
" Mas setuju sama saran bapak. Ini uang buat shoppingnya mak." Raka mengeluarkan uang dari amplob lalu memberikan uang kepada mak.
Hari Minggu.......
Ry yang sudah tiba di halaman rumah nenek, Ry memakirkan motor di sebelah mobil bapak Raka. Ry berjalan ke arah rumah nenek dengan tersenyum dan bahagia akan bertemu dengan Raka. Ry yang melepaskan sepatu lalu berjalan ke arah pintu rumah nenek.
" Walaikumsalam," jawab semua orang.
" Ada emak,bapak dan Rika." Sesampai di ruangan tamu Ry melihat keluarga Raka. Lalu Ry menyalim punggung tangan semua orang yang ada di sana.
" Iya, nak Mentary sini duduk dekat Rika." Emak yang menyuruh Ry untuk duduk di dekat Rika.
" Iya mak." Ry yang duduk di samping Rika sofa yang sama. Ry tidak melihat ada Raka di ruangan tamu itu.
" Baru pulang kuliah ya nak Mentary?" tanya bapak Raka.
" Iya bapak," jawab Ry.
" Gimana kuliahnya nak Mentary?" tanya bapak Raka.
" Alhamdulillah lancar bapak,"jawab Ry.
" Apa nak Mentary sudah kerja?"tanya bapak Raka.
" Udah bapak," jawab Ry.
" Emang kenapa mas?" tanya papa.
" Apa boleh aku bawa Mentary ke Pekanbaru?" tanya bapak Raka.
" Boleh, kapan mau bawa Mentary?" tanya papa.
__ADS_1
" Sekarang, Apa nak Mentary bisa izin kerja besok?"tanya bapak Raka.
"Mentary gak perlu izin kerja mas," jawab papa.
" Kenapa begitu Dikin?" bapak Raka yang melihat ke arah papa.
" Soalnya Mentary udah berhenti kerja mas,"jawab papa.
" Lah kenapa berhenti berkerja?" bapak Raka yang terlihat penasaran.
" Sehari kerja pulang - pulang Mentary langsung sakit demam. Jadi aku suruh aja dia berhenti berkerja," jawab papa.
Semua orang yang ada di ruangan keluarga tertawa mendengar Ry yang sehari bekerja pulang langsung sakit demam. Ry di bawa ke Pekanbaru ama keluarga Raka.
Esokan Harinya...........
Emak, Bapak, Rika dan Ry sudah berada di bukti langganan emak. Bapak duduk di sofa yang ada di dalam butik. Sementara emak, Rika dan Ry sibuk memilih model kebaya pengantin buat Ry. Pemilik butik yang bernama Santi berjalan kearah emak, Rika dan Ry. Santi menghampiri emak, Rika dan Ry.
"Sam." Santi yang sudah berdiri di samping emak.
" Iya Santi." Emak yang menoleh ke arah samping melihat Santi pemilik bukti.
" Siapa cewek cantik di samping Rika itu?" Santi yang menujuk jarinya ke arah Ry yang berdiri di samping Rika.
" Itu calon istri Raka. Nak Mentary sini kenalan ama teman mak." Emak Raka yang menyuruh Ry berkenalan ama temannya emak pemilik butik.
" Iya mak. Nama aku Mentary Tante." Ry yang berjalan ke arah emak Raka. Ry menyalim punggung tangan teman emak.
" Nama Tante Santi. Jadi Mentary yang mau di buat baju kebaya pengantinnya ama Tante?"tanya Santi.
" Iya Tante." Ry yang tersenyum melihat ke arah Santi.
" Mentary mau warna apa baju kebayanya?"tanya Santi.
" Putih tante,"jawab Ry.
" Sini tante ukur badan Mentary." Tante Santi yang mengambil meter pakaian untuk mengukur badan Ry.
Ry yang masih sibuk di ukur badannya ama Santi. Emak dan Rika juga lagi memilih baju seragam buat acara resepsi pernikahan Raka dan Ry.
Emak menyukai pakaian model seperti itu untuk baju seragam yang akan mereka pakai fi acara resepsi pernikah Raka dan Ry.
Sementara Rika lebih menyukai pakaian berbahan burkat untuk baju seragam yang akan mereka pakai di acara resepsi pernikahan Raka dan Ry.
Emak dan Rika lagi berdebat tentang baju seragam yang akan di pakai di acara resepsi pernikahan Raka dan Ry. Akhirnya Emak dan Rika bertanya ama Ry.
" Model punya emak atau punya aku kakak Ry yang bagus buat seragam acara resepsi pernikahan mas Raka dan kakak Ry?"tanya Rika.
Ry yang melihat ke arah model seragam punya emak lalu melihat ke arah punya Rika. Ry berpikir untuk memutuskan pilihan emak atau Rika yang bagus.
...~ Bersambung ~ ...
__ADS_1