
" Aku hidup bukan untuk membuat Kamu tertarik. Kalau di mata 👀 Kamu , Aku terlihat jelek buang saja mata 👀 Kamu."
Seminggu Kemudian.........
Sesampainya di parkir motor lalu Aska naik ke atas motornya kemudian Ridho duduk di belakang Aska. Aska mengendarai motor ke arah rumah Ridho. Untuk menghindari macet Ridho menyuruh Aska melewati jalan pintas. Aska dan Ridho sampai di depan rumah Ridho.
Aska dan Ridho masuk ke dalam rumah Ridho. Aska dan Ridho berjalan menuju ke arah kamar Ridho. Sesampai di dalam kamar Ridho lalu Aska duduk kursi. Ridho lalu membuka lemari pakainnya. Ridho mengambil sebuah kemeja dan sebuah celana jeans dari dalam lemari pakaian.
Ridho memberikan kemeja dan celana kepada Aska. Aska lalu berdiri mengambil kemeja dan celana dari tangan Ridho. Aska berjalan ke arah kamar mandi yang berada di dalam kamar. Aska masuk ke dalam kamar mandi untuk mandi.
Aska dan Ridho sudah sampai di halaman rumah orang yang akan mengadakan acara pertunangan. Aska dan Ridho berjalan masuk ke arah rumah itu. Aska dan Ridho yang sudah berdiri di depan pintu rumah yang terbuka.
" Assalamualaikum," Kata Aska dan Ridho secara serentak.
" Walaikumsalam, Kalian Fotografer dari Wo kan?" Seorang Ibu yang menghampiri Aska dan Ridho. Seorang Ibu itu berdiri di hadapan Aska dan Ridho.
" Iya Tante. Perkenalkan nama Aku Aska Tante," Aska mengulurkan tangan ke arah Seorang Ibu.
" Nama Tante Rani," Raji menjabat tangan Aksa lalu melepaskan tangan Aska.
" Nama Aku Ridho Tante," Ridho yang mengulurkan tangan ke arah Rani.
" Ayo silahkan masuk Aska dan Ridho !" Rani yang menjabat tangan Ridho. Rani menyuruh Aska dan Ridho untuk masuk ke dalam rumah Rani.
Aska dan Ridho masuk ke dalam rumah Rani. Aska dan Ridho melihat dekorasi yang sudah terpasang rapi dan indah oleh Wo. Rani yang berjalan di belakang Aska dan Ridho. Aska dan Ridho duduk dulu lalu Aska membuka tas yang berisi kameranya.
Selesai bekerja sebagai fotografer di acara Pertunangannya anak gadis Tante Rani. Aska dan Ridho pamit pulang ama Tante Rani dan Om Nanang. Aska dan Ridho berjalan ke arah halaman rumah Tante Rani.
Aska mengendarai motor ke arah rumah Ridho. Sesampai di depan rumah Ridho lalu Ridho turun dari motor.
" Nih udah malam mendingan Kamu nginap di rumah Aku aja. Gimana?" Ridho yang turun dari motor sambil membawa tas yang berisi kamera.
" Gak ah. Aku kasihan ama Ibu yang tinggal sendirian di rumah," Aska yang membuka kaca helemnya.
" Ayah Kamu Kemana?" Tanya Ridho.
" Ayah Aku kerja," Jawab Aska.
__ADS_1
" Ayah Kamu gak pulang ke rumah?" Tanya Ridho.
" Ayah Aku jarang pulang ke rumah. Aku pulang dulu ya Dho," Aska menutup kaca helemnya.
"Kamu hati - hati di jalan," Kata Ridho.
" Iya Dho," Aska mengendarai motor meninggalkan Ridho yang masih berdiri di depan rumahnya.
Aska sudah berdiri di depan pintu rumahnya. Kemudian Aska mengetuk - ngetuk pintu rumahnya.
Totok........Totok
" Assalamualaikum Ibu," Kata Aska.
" Ibu ini Aska," Kata Aska.
" Tolong buka pintunya Ibu," Kata Aska.
" Aska mau masuk ke dalam rumah Ibu," Kata Aska.
Ayah yang terbangun mendengar pintu rumahnya yang di ketuk - ketuk. Ayah berjalan ke arah ruangan tamu lalu Ayah membuka tirai jendela. Ayah melihat Aska yang berdiri di depan pintu rumah.
" Aku dari rumah Teman Ayah," Kemudian Aska berdiri di depan jendela.
" Kerja Mu cuma main kerumah Teman," Kata Ayah.
" Maafkan Aku Ayah," Aska yang wajah terlihat tertunduk lesu.
" Aku bosan mendengarkan kata Maaf dari Kamu," Kata Ayah.
"Aku mohon buka pintunya Ayah," Aska yang yang wajah memohon untuk di buka pintu ama Ayah.
" Aku tidak akan membuka pintu rumah ini. Kau malam ini harus tidur di luar," Ayah menutup tirai di jendela lalu Ayah mengambil kunci pintu yang di depan lalu Ayah berjalan ke belakang mengambil kunci pintu yang ada di dapur.
Esokan Pagi........
Paginya Ibu berjalan masuk ke kamar Aska. Ibu tidak melihat Aska berada di kamarnya lalu Ibu berjalan ke arah ruangan tamu. Ibu mencoba membuka pintu rumah tetapi pintunya di kunci. Lalu Ibu membuka tirai jendela lalu Ibu melihat Aska yang duduk di atas bangku yang ada di teras rumah.
__ADS_1
Ayah sudah berjalan sambil membawa sebuah gayung yang berisi air di tangan kirinya. Ayah membuka kunci rumah lalu Ayah membuka pintu rumah.
Cklek.......Cklek
Ayah berjalan sambil membawa gayung di tangan kirinya ke arah Aska yang lagi tertidur. Ayah sudah berdiri di depan Aska yang lagi tertidur lalu Ayah menyiram air dari gayung ke arah wajah Aska.
Byuur........Byuur
Aska yang wajah basah karena terkena siram air dari Ayah langsung terbangun. Lalu Aska duduk di atas bangku sambil melihat ke arah Ayah.
" Apa salah Aku Ayah?" Tanya Aska.
"Masih berani Kau bertanya Apa salah Kau?" Ayah yang melempar gayung ke lantai lalu Ayah menarik kerah baju kemeja Aska.
" Aku mohon Abang jangan sakiti Aska," Ibu yang berjalan ke arah Aska dan Ayah. Kemudian Ibu mencoba memisahkan Aska dan Ayah.
" Kau dan Anak Mu ini sama saja. Kalian berdua tidak berguna cuma menyusahkan Aku saja," Ayah yang mendorong Ibu kelantai sehingga Ibu terjatuh ke lantai.
" Bukan Aku dan Ibu yang tidak berguna tetapi Ayah yang cuma menyusahkan hidup Kita," Aska yang melihat ke arah Ibu yang terjatuh. Aska mencoba melepaskan tangan Ayah dari kerah baju kemejanya lalu Aska berdiri.
Bugh.........Bugh
Ayah melayangkan tinju ke arah wajah Aska. Wajah Aska yang terkena tinjuan Ayah lalu Ibu yang melihat ke arah Aska yang wajahnya terkena tinju dari Ayah.
" Sudah cukup selama ini Aku diam atas perbuatan Kamu ke Aku. Aku tidak akan membiarkan Kamu menyakiti Anak Aku," Ibu yang berdiri lalu berjalan ke arah Aska dan Ayah.
" Kamu mau Apa?" Ayah yang melihat tajam ke arah Ibu dan Aska.
" Aku mau Kamu berhenti menyakiti Aku dan Aska," Ibu yang berdiri di hadapan Aska.
" Aku tidak akan berhenti untuk memyakiti Kalian berdua," Kata Ayah.
" Kalau begitu lebih baik Kamu ceraikan saja Aku. Aku sudah tidak sanggup tersiksa seperti ini," Kata Ibu.
Plaaak........Plaaak
" Aku ceraikan Kamu," Ayah yang mengangkat tangannya lalu menampar wajah Ibu.
__ADS_1
" Cih..... Aku juga sudah tidak sudi menjadi istri dari Laki - Laki yang perilakunya seperti bintang," Ibu yang memegang pipinya yang merah terkena tamparan dari tangan Ayah.
...~ Bersambung ~...