3 Cogan Dan Ry

3 Cogan Dan Ry
Story Raka Restu Orang Tua


__ADS_3

" Kita di pisahkan oleh keadaan, kemudian Kita di pertemukan oleh kehilangan. Memang berpisah Kita sakit, tetapi bersama membuat Kita lebih terluka."


Raka menyuruh Ambar untuk kembali ke rumahnya. Raka tidak ingin terjadi kesalah pahaman antara Dia dan Papa Ambar. Ambar tidak mau kembali ke rumahnya bahkan Ambar mengutarakan niat yang mau menginap di rumah Raka. Bapak, Emak dan Rika menolak keinginan Ambar untuk menginap di rumah Raka.


Bapak dan Emak menyuruh Raka untuk mengantarkan Ambar pulang ke rumahnya. Raka mencoba membujuk Ambar agar mau pulang kerumahnya. Tetapi Ambar tidak mau beranjak dari sofa yang ada di ruangan tamu.


Brum.........Brum......


Terdengar suara mobil yang datang ke rumah Raka. Seorang Pria turun dari mobil Fortuner berwarna hitam. Seorang Pria yang berjalan ke arah rumah Raka. Seorang Pria masuk ke dalam rumah Raka tanpa mengucapkan salam. Keluarga Raka melihat ke arah Seorang Pria yang sudah berdiri di hadapan Mereka.


" Anda Siapa?" Bapak yang melihat ke arah Seorang yang berdiri di hadapan Mereka.


" Kenapa masuk ke dalam rumah Saya tanpa permisi?" Emak yang melihat ke arah Seorang Pria tersebut.


" Saya Papa dari Ambar. Orang Tua macam Apa Kalian yang menyuruh anak Laki - Lakinya membawa kabur anak Perempuan Aku?" Papa Ambar yang berbicara dengan suara yang keras dan lantang.


" Bapak sudah salah paham. Anak Saya Raka tidak membawa kabur Ambar dari rumah," Kata Bapak.


" Dek sana masuk kamar. Ambar yang kabur sendiri dari rumah," Kata Emak.


" Iya Mak," Rika yang berdiri dari sofa lalu berjalan ke arah kamarnya. Rika kesal ama Ambar yang menyebabkan Keluarganya terkena masalah.


" Anak Saya tidak akan berani kabur dari rumah kalau tidak yang mengajak atau menyuruh Dia melakukan itu," Kata Papa Ambar.


" Saya tidak mengajak Ambar kabur Om tetapi Dia sendiri ya kabur. Saya sudah menyuruh Dia pulang tetapi Dia gak mau," Kata Raka.


" Sebaiknya Bapak duduk dulu Kita bisa bicara baik - baik," Kata Bapak.


" Saya tidak sudi untuk duduk sini, Ayo Kita pulang !" Papa menarik tangan Ambar.


" Aku gak mau pulang Papa. Aku mau di sini aja," Ambar yang menolak untuk di bawa pulang oleh Papa.


" Mas mohon Dek pulang ke rumah," Raka yang melihat ke arah Ambar dengan wajah yang memelas.


" Kamu harus ikut pulang ama Papa," Papa Ambar yang menarik tangan Ambar dengan kuat. Ambar berdiri dari sofa lalu di bawa keluar dari rumah Raka.


Seminggu Kemudian......


Malam ini Mama, Papa dan Ry sedang mengobrol ruangan keluarga. Mama menyuruh Ry untuk membuka pintu rumah karena ada yang mengetuk pintu rumah.

__ADS_1


Totok.......Totok


" Assalamualaikum," Kata Dua orang yang berdiri di depan pintu rumah Ry.


" Walaikumsalam," Ry yang berdiri dari tempat duduk lalu berjalan ke arah pintu. Kemudian Ry membuka pintu rumah.


" Kakak Ry Aku kangen," Rika yang langung memeluk badan Ry.


" Ry juga kangen ama Ika," Ry yang membalas pelukan Rika.


"Hm.....Hm," Raka yang sengaja berdehem agar Rika dan Ry menyadari keberadaan Dia.


" Eh....Ada Abang. Apa kabar Abang," Ry yang melepaskan pelukan lalu melihat ke arah Raka yang berdiri di depan pintu.


" Sehat. Lu gaka nyuruh Gue masuk?" Raka yang melihat ke arah Ry.


" Ayo silahkan masuk Abang dan Ika !" Ajakan Ry.


" Iya Kakak," Rika yang berjalan masuk sambil membawa sebuah kantong plastik. Kemudian ikut masuk ke dalam rumah Ry.


" Kakak Ry Kemana aja kok gak pernah main ke rumah Aku?" Rika yang duduk di sofa dalam ruangan keluarga.


" Lu sibuk pacaran ama Daniel kan?" Raka duduk di sofa yang sama dengan Ry.


" Gak," Jawab Ry.


" Maksud Lu pasti Gak salah lagi Kan?" Tanya Raka.


" Bukan gitu Abang. Ry emang gak punya pacar. Mana ada Cowok yang mau jadiin Ry pacar secara Ry itu jelek,"Jawab Ry.


" Cie......Cie.....Mas dan Kakak Ry sama - sama jomblo. Jadi mendingan Kalian berdua menikah aja Gimana?" Rika yang meletakkan sebuah kantong plastik di atas meja.


" Gak bisa Ika. Abang Raka udah pacar yaitu Kakak Ambar," Kata Ry.


" Gue udah putus ama Ambar," Kata Raka.


" Lah Abang kok bisa putus ama Kakak Ambar?" Ry yang terkejut mendengar perkataan Raka bahwa Dia sudah putus ama Ambar. Berarti Abang Raka jomblo sama kayak Ry. Ini kesempatan Ry buat gebet Abang Raka untuk di jadikan Calon Suami batin Ry.


" Tidak di restui Orang Tua Ambar," Raka yang wajahnya terlihat sedih melihat ke arah Ry.

__ADS_1


Tiga Minggu Kemudian.........


Raka yang lagi berkerja membuat laporan tiba - tiba ponselnya berbunyi. Raka mengangkat panggilan telpon yang menyuruh Dia pergi ke RSUD. Raka meminta izin kepada Manger Keuangan bahwa Dia harus segera ke RSUD. Manger Keuangan memberikan Dia izin.


Setelah mendapatkan izin dari Manger Keuangan Raka berjalan dengan tergesa ke arah ruangannya. Raka mengambil tas ransel yang ada di atas mejanya. Raka memakai tas ransel di punggungnya lalu berlari ke arah parkiran motor.


Raka masuk ke dalam RSUD lalu Raka bertanya ama Suster tentang pasien yang baru masuk ke dalam RSUD. Suster memberitahu Raka bahwa pasien ada di dalam kamar inap nomor 023. Raka berjalan tergesa - gesa kearah lift sesampai di depan lift pintu lift terbuka.


Raka masuk ke dalam lift lalu Raka menekan tombol nomor 3. Setelah tiba di lantai 3 pintu lift terbuka Raka keluar dari pintu lift. Kemudian Raka berjalan - jalan ke arah kamar rawat pasiennya. Sesampainya Raka di depan kamar rawat nomor 023.


Ceklek......Ceklek.....


" Assalamualaikum," Raka yang berjalan mengahampiri Sepasang Suami Istri dan Seorang Cewek yang berbaring di ranjang rumah sakit.


" Walaikumsalam," Kata Sepasang Suami Istri serentak.


" Bagaimana Kabar Dia Om?" Raka yang mencium punggung tangan Om dan Tante secara bergantian.


" Alhamdulillah Dia sudah melewati masa kritisnya," Jawab Om.


" Kenapa Dia belum sadar Om?" Raka melihat ke arah Seorang Cewek yang berbaring lemah di atas ranjang rumah sakit.


" Sebentar lagi Dia sadar," Jawab Tante.


" Dia sakit Apa Tante?" Tanya Raka.


" Over dosis minum obat tidur," Jawab Tante.


" Dia Sakit Insomia Tante?" Tanya Raka.


" Gak, Tetapi 2 bulan ini Dia emang gak bisa tidur. Makanya Dia mengkonsumsi obat tidur," Jawab Tante.


" Ini semua salah Om. Ke Egoisan Om yang menyebabkan Dia menderita sehinggga harus masuk rumah sakit," Om yang wajah sedih melihat Seorang Cewek yang berbaring di ranjang rumah sakit.


" Om dan Tante gak salah. Setiap orang tua pasti mau yang terbaik untuk anaknya," Raka yang menghibur Om.


Siapa yang di rawat RSUD?


...~ Bersambung ~...

__ADS_1


__ADS_2