
⚠️ Warning! Dilarang boom like.
" Cukup senyum 😊 Aku saja yang harus kamu tahu. Masalah sakitnya biar aku selesaikan sendiri."
Aska hanya terdiam dan menundukan kepalannya. Seorang cewek tersebut lalu menggebrak meja Aska.
Brak.....Brak
" Lu punya mulutkan cepat jawab pertanyaan gue," kata seorang cewek.
" Aku gak apa - apa. Jadi masalah ini gak perlu di perpanjang Andini." Aska yang melihat ke arah Andini.
"Ini gak bisa di biarkan. Gue gak mau lu di tindas melulu, gue pengen ngasih pelajaran ama mereka," kata Andini.
"Andini gak semuanya harus masalah harus di selesaikan pakai otot tapi pakai otak," kata Aska.
" Terserah lu." Andini berjalan ke arah pintu meninggal Aska.
Saat Andini keluar dari pintu kelas Aska, Ridho tidak sengaja menabrak badan Andini.
Bruk........Bruk
" Sorry ya aku gak sengaja." Ridho yang melihat ke arah Andini.
" Makanya jalan tuh pakai mata." Andini yang berbicara dengan nada tinggi.
" Setahu aku jalan itu pakai kaki deh," kata Ridho.
" Lu udah salah masih aja nyolot ah," kata Andini.
" Aku gak nyolot. Kamu yang nyolot," kata Ridho.
" Awas minggir gue mau lewat." Andini yang mendorong badan Ridho sehingga badan Ridho tergeser kebelakang.
Hari minggu.........
Aska masih berbaring di atas tempat tidur, Aska merasa kepala kepalanya begitu sakit sehingga dia tidak sanggup untuk berdiri. Aska lebih memilih berbaring di atas tempat tidurnya.
Ponsel Aska bergetar lalu Aska mengambil ponsel yang berada di samping bantalnya. Aska melihat chat dari Ridho.
📩" Assalamualaikum, kamu lagi ngapain?" tanya Ridho.
📩" Walaikumsalam, aku lagi rebahan aja nih di kasur," jawab Aska.
📩" Tumben kamu lagi rebahan. Kamu sakit ya?"tanya Ridho.
__ADS_1
📩" Gak, aku cuma kecapekan pengen istirahat aja. Kamu lagi ngapai Dho?" tanya Aska.
📩" Aku lagi gabut nih. Aku mau main ke rumah kamu boleh?" tanya Ridho.
📩" Boleh ke sini aja," jawab Aska.
📩" Kamu sharelock ya alamat rumah kamu ya?"tanya Ridho.
📩" Iya Dho," jawab Aska.
Ridho udah sampai di depan rumah yang Aska sharelock alamatnya. Ridho memasukan ponselnya lalu Ridho sudah berdiri di depan pintu rumah Aska.
Totok.......Totok
" Assalamualaikum." Ridho yang berdiri di depan pintu rumah Aska.
" Walaikumsalam, tunggu sebentar." Andini yang mendengar suara seorang yang mengetuk pintu rumah lalu berjalan ke arah pintu.
Ceklek.....Ceklek
" Kamu pagi - pagi udah ke rumah Aska aja." Ridho yang melihat ke arah Andini.
" Woi ini itu rumah gue." Andini yang menatap tajam ke arah Ridho.
" Lu ngeyel banget jadi orang, udah gue bilang ini rumah gue. Aska di kamarnya," jawab Andini.
" Kaki aku pegel nih berdiri terus gak di suruh masuk," kata Ridho.
" Lu tunggu di sini biar gue panggil Aska." Andini yang menutup pintu rumahnya dengan kencang.
Brak......Brak
Ridho yang terkejut mendengar Andini menutup pintu begitu kuat. Ridho memegang dadanya sambil mengucap istifar. Ridho di buat penasaran ama hubungan Aska dan Andini. Ridho duduk di kursi teras rumah Aska.
Ridho mengeluarkan ponsel dari saku celana lalu mengirim chat ama Aska. Bahwa dia sudah duduk di teras rumah Aska. Aska yang membaca chat dari Ridho lalu turun dari tempat tidur.
Aska membuka pintu rumah lalu melihat Ridho yang sedang asik bermain game di ponselnya.
" Dho udah lama nyampai sini?" tanya Aska.
" Baru 10 menit," jawab Ridho.
"Kenapa Ridho gak ngetuk pintu rumah aku?"tanya Aska.
" Udah tadi, pacar kamu yang bukain pintunya. Dia suruh aku nunggu di sini, soalnya dia yang akan manggil kamu," kata Ridho.
__ADS_1
" Aku gak punya pacar Dho," kata Aska.
" Siapa cewek yang sering pulang pergi sekolah ama kamu bonceng terus itu?" tanya Ridho.
" Oh....Si Andini," jawab Aska.
" Oo...jadi Andini nama tuh cewek. Apa kalian pacaran?" Ridho yang begitu penasaran melihat ke arah Aska.
" Gak,"jawab Aska.
" Terus apa hubungan kalian berdua?" tanya Ridho.
" Dia adek tiri gue," jawab Aska.
" Alhamdulillah kalau gitu." Ridho yang tersenyum menampilkan giginya yang putih.
" Lah kok alhamdulilah Dho, jangan bilang kamu suka ya ama Andini?"Aska yang melihat ke arah Ridho.
" Iya, biar kita jadi saudaran gitu." Ridho yang tersenyum melihat ke arah Aska.
" Saran aku mendingan kamu gak usah suka ama Andini. Dia mah galak dan jago berantem, kamu bakal habis di hajar ama Andini," kata Aska.
" Nah justru itu yang buat aku naksir ama Andini. Dia tipe cewek yang babar semakin menantang buat aku mendapatkan cinta dia," kata Ridho.
" Ya udah lah kalau gitu teman. Yang penting kamu jangan nyakiti Andini soalnya dia itu tetap adeknya aku. Kalau kamu sampai nyakitin Andini aku bakal ngasih kamu pelajaran," Aska.
Seminggu Kemudian........
Malam harinya Aska yang lagi belajar mengerjakan pr. Aska yang merasakan dadanya begitu panas dan sesak sekali akhirnya batuk. Saat Aska batuk lalu mengeluarkan darah dari mulutnya Aska segera mengambil tisu yang ada di atas mejanya.
Aska menghapus bekas darah yang ada di mulutnya. Aska melihat darah yang ada di tisu, Aska merasa yakin ini bukan sakit karena kelelahan. Aska berencana ingin pergi ke Rs untuk memeriksakan ke adaannya. Aska juga tidak ingin ada yang tahu kalau dia lagi sakit. Aska ingin terlihat sehat.
Aska buru - buru membuang tisu yang ada darah ke dalam tong sampah. Aska tidak ingin ada yang tahu tentang kondisi dia hanya ingin terlihat sehat. Aska tidak mau orang lain melihat dia karena kasihan. Aska merasa tidak ingin di kasihani oleh orang lain.
Aska tidak ingin terlihat begitu menyedihkan di hadapan orang lain. Aska juga tidak ingin orang lain sedih begitu mengetahui kondisi Aska yang sebenarnya. Aska juga berharap dan berdoa kalau ini cuma penyakit biasa yang akan bisa di sembuhkan oleh meminum obat dan istirahat total.
Wajah Aska yang sekarang tampak pucat dan kurus. Selain itu kepala Aska sering mengalami pusing - pusing. Walaupun begitu Aska selalu memperlihatkan kepada orang lain bahwa dia sehat. Sehingga tidak ada orang lain yang tahu akan kondisinya.
Tengah Malam.......
Setelah melakukan shalat Tahjud Aska berdoa kepada Allah swt agar mengangkat segala penyakitnya. Aska juga berdoa agar Mentary bisa menjadi jodohnya. Aska meminta agar di berikan kesehatan dan umur yang panjang agar bisa menikah menikah bersama Mentary.
Aska yakin Allah akan mengabulkan doa nya, Aska ingin meraih cita - cita dan cinta bersama Mentary. Aska berharap suatu saat natik hati Mentary terbuka untuknya. Aska ingin Mentary melihatnya sebagai seorang lelaki bukan sebagai bronis.
...~Bersambung ~...
__ADS_1