
" Boro - boro nyari pacar, nyari gaya buat foto aja susah."
Aska memutuskan untuk pulang ke rumahnya. Aska berjalan dengan lesu ke arah rumahnya sesampai di depan pintu rumahnya.
Totok......Totok
" Assalamualaikum," Aska yang berdiri di depan pintu rumahnya.
" Walaikumsalam," Andini membuka pintu rumah lalu melihat Aska yang berdiri di depan pintu rumah.
" Lah kapan kamu udah nyampai rumah?" Aska yang terkejut melihat Andini sudah berada di dalam rumah.
" Dari tadi." Andini yang menjawab dengan nada ketus ama Aska.
" Kenapa telpon dari aku gak kamu angkat?" Aska yang melihat ke arah Andini.
" Emang lu nelpon gue?"tanya Andini.
" Iya berkali - kali aku nelpon kamu tapi gak di angkat. Aku jemput kamu kesekolah tapi kamu gak ada. Akhirnya aku nyariin kamu sampai keliling kota Pekanbaru."
" Itu sih DL." Andini berjalan masuk ke dalam rumah meninggalkan Aska yang masih berdiri di depan pintu rumah.
" Eh.....apa itu DL?" Aska yang berjalan masuk kedalam pintu lalu Aska menutup pintu rumah. Aska berjalan menyusul Andini yang berjalan duluan.
" Derita Lu." Andini berhenti berjalan lalu Andini membalikan badanya lalu melihat ke arah Aska.
Minggu Siangnya.......
Andini berjalan ke arah kamar ayahnya sesampai di depan pintu. Andini yang sudah berdiri di depan pintu kamar ayahnya. Tetapi Andini tampak ragu untuk mengetuk pintu kamar ayahnya.
Ceklek......Ceklek
Aska yang membuka pintu kamarnya lalu Aska yang berjalan keluar dari pintu kamarnya. Lalu Aska melihat ke arah pintu kamar ayah dan ibu.
" Kamu ngapain di situ?" Aska melihat Andini yang berdiri di depan pintu kamar ayah dan ibu.
" Bukan urusan lu." Andini yang berjalan pergi meninggalkan kamar ayah dan ibu.
" Ada apa ini?" Ayah yang mendengar suara Aska dan Andini membuka pintu kamarnya. Ayah melihat ke arah Andini yang sedang berjalan.
__ADS_1
" Ayah." Andini yang berhenti berjalan lalu membalikan badanya melihat ke arah Ayah.
" Iya. Andini ada perlu apa ama ayah?" Ayah yang berjalan ke arah Andini, lalu ayah melihat ke arah Andini.
" Aku mau pergi ke toko buku. Bolehkan ayah?" tanya Andini.
" Boleh tapi harus di antar ama Aska. Andini maukan?" tanya ayah.
" Gak mau. Aku bisa pergi sendiri ayah," kata Andini.
"Kalau gitu ayah gak ngasih izin Andini buat pergi," kata ayah.
" Ayah kasih izin aku pergi dong. Soalnya itu buat tugas sekolah." Andini yang mencoba merayu ayah agar di kasih izin untuk pergi ke toko buku.
" Pergi sama Aska atau gak usah pergi?" Ayah yang melihat ke arah Andini.
" Iya aku pergi ama Aska ayah." Andini yang wajahnya cemberut melihat ke arah ayahnya.
" Andini yang sopan kalau menyebut nama Aska dia itu abang kamu." Ayah yang terlihat kesal ama sikap Andini terhadap Aska.
"Maaf ayah aku belum terbiasa manggil abang Aska," kata Andini.
" Ya sudah biasakan diri panggil Aska dengan sebutan abang karena dia udah jadi abang Andini. Aska mau kan anterin Andini ke toko buku?" tanya ayah.
Sesampai di toko buku Andini dan Aska berpencar mencari buku. Andini ke arah kanan mencari buku tentang mata pelajaran. Sedangkan Aska berjalan ke arah novel. Aska melihat - lihat novel yang berada di atas rak. Aska mengambil sebuah novel yang berjudul 13 mantan Ry yang hanya tersisa satu novel saja.
Di saat yang bersamaan tangan seorang cewek juga memegang novel yang sama dengan Aska. Aska melihat ke arah cewek tersebut ternyata cewek tersebut Rika.
" Kamu mau beli novel ini?" tanya Aska.
" Iya. Tapi novelnya cuma satu nih. Gimana dong?" Rika yang melihat ke arah Aska.
" Aku aja yang beli," kata Aska.
"Jangan biar aku aja yang beli novelnya. Soalnya aku pengen banget punya tuh novel," kata Rika.
"Kenapa kamu pengen beli itu novel ?"tanya Aska.
" Soalnya kata teman - teman di kelas aku itu novel cerita bagus banget dan kisah nyata si penulis. Aku penasaran banget soal jarang penulis yang buat novel kisah nyata gitu," jawab Rika.
__ADS_1
" Aku jadi makin penasaran ama nih novel deh." Aska yang memegang novel 13 mantan Ry.
" Tapi kan aku dulu yang tahu tentang tuh novel jadi kamu ngalah dong ama aku," kata Rika.
Aska membawa novel 13 mantan Ry ke arah kasir. Rika pun berlari untuk mengerjar Aska, Rika mencoba membujuk Aska agar mau memberikan novel 13 mantan Ry ama dia. Aska sudah sampai di depan kasir tetapi masih mengantri. Rika sudah berdiri di samping Aska.
"Plis novel untuk aku aja ya. Aku mohon ya?" Rika yang memohon kepada Aska agar memberikan novel itu kepadanya.
" Mendingan kamu sana deh," kata Aska.
Rika yang mendengar perkataan Aska lalu berjalan ke arah pintu ke luar toko buku. Rika yang menagis karena tidak mendapat novel 13 mantan Ry. Rika tidak menyaka kalau Aska bisa bersikap seperti itu kepadanya hanya gara - gara sebuah novel padahal mereka sudah berteman tapi kenapa Aska bisa bersikap seperti itu.
Aska membalikan badan melihat ke arah Rika yang berjalan ke arah pintu. Aska melihat Rika yang terlihat begitu lesu dan sedih. Aska membalikan badan karena kasir menyuruh dia untuk maju ke depan. Aska menyerahkan novel tersebut ama kasir.
Setelah itu kasir memberitahu harga novel tersebut. Aska mengambil selembar uang berwarna merah di saku celananya. Aska memberikan selembar uang berwarna merah kepada kasir. Kasir memberikan memasukkan novel ke dalam paper bag lalu menyerahkan kepada Aska.
Aska berlari ke arah pintu toko buku untuk mencari keberadaan Rika. Kasir memanggil Aska untuk memberikan kembali uangnya. Tapi Aska tidak memperdulikan panggilan kasir tersebut. Sesampai di luar toko buku Aska melihat ke kanan kiri untuk mencari keberadaan Rika.
Aska melihat Rika yang berdiri di depan toko buku. Lalu Aska berjalan ke arah Rika yang masih menangis dengan tersedu - sedu.
" Hiks......hiks." Rika yang menangis tersedu - sedu.
" Cup....cup jangan nagis." Aska yang berdiri di hadapan Rika lalu Aska memegangi wajah Rika. Aska mengambil sapu tangan yang ada di saku celana yang di belakang. Aska menghapus air mata Rika.
"Aku nagis karena kamu." Rika yang sudah berhenti menangis.
" Aku minta maaf ya telah buat kamu nagis. Kamu jangan nangis lagi ya. Ini buat kamu." Aska yang memberikan sebuah paper bag ke arah Rika.
" Ini apa?" Rika yang mengambil sebuah paper bag dari tangan Aska.
" Coba buka aja," jawab Aska.
" Ini novel yang aku mau tadi. Ini novel kamu beli buat aku?"Rika membuka paper bag lalu melihat novel di dalamnya.
"Iya," jawab Aska.
" Kamu baik banget ama aku. Makasih ya Aska." Rika yang tersenyum melihat ke arah Aska.
__ADS_1
" Sama - sama. Nah gitu dong senyum, kamu terlihat lebih cantik kalau tersenyum," kata Aska.
...~ Bersambung ~...