3 Cogan Dan Ry

3 Cogan Dan Ry
Story Raka 180° Derajat


__ADS_3

" Jujur gak punya uang lebih menyedihkan dari pada gak punya pacar."


Sesampainya Raka di luar ruangan Vip lalu Raka mengangkat panggilan telpon dari Ambar.


📞" Assalamualaikum ayang," Kata Ambar.


📞" Walaikumsalam sayang. Ada apa sayang?" Tanya Raka.


📞"Ayang udah makan?" Tanya Ambar.


📞" Udah sayang. Kenapa emangnya sayang?" Tanya Raka.


📞" Mau ngajak ayang makan bareng," Jawab Ambar.


📞" Maaf ya sayang. Mas gak bisa hari ini lagi meeting ama perwakilan perusahaan yang bakal berkerja sama ama perusahan mas," Kata Raka.


📞" Iya gak apa - apa. Udah dulu ya ayang," Ambar mematikan panggilan telepon ama Raka.


Raka memasukan ponselnya ke dalam saku celana. Raka berjalan ke arah toilet lalu Raka masuk ke dalam toilet cowok. Setelah buang air kecil Raka keluar dari toilet saat yang bersama Ry jug keluar dari toilet cewek.


" Lu ngapain di toilet lama banget?" Raka yang berjalan menghampiri Ry.


" Suka - suka Rylah. Kok jadi abang Raka yang sibuk sih," Jawab Ry yang ketus.


"Idih di tanya baik - baik malah nyolot jawab lu," Kata Raka.


Ry yang berjalan terburu - buru meninggalkan Raka yang masih berdiri. Saat Ry berjalan tidak sengaja menyenggol lengan seorang ibu.


" Maaf, Saya gak sengaja Ibu." Ry yang berhenti berjalan lalu Ry melihat ke arah ibu tersebut.


" Iya gak apa - apa nak," Ibu itu melihat ke arah Ry.


" Tante,"Raka yang yang menghampiri Ry dan seorang ibu. Raka yang melihat seorang ibu tersebut ternyata tantenya.


" Dasar keponakan laknat. Tante gak di undang acara lamarannya." Tante yang menjewer telinga kanan Raka.


" Aww......sakit tante. Tante udah dong lepasin." Raka yang telinga di jewer ama tentennya.


" Jangan lepasin tante biar dia rasakan," Ry yang melihat ke arah tante dan Raka.


"Dengarin itu Raka calon istri kamu nyuruh tante jangan melepaskan jeweran tangan tante di telinga kamu," Kata Tante.


"Aku minta maaf tante. Tolong lepasin tangan tante dari telinga aku," Raka yang meringis ke sakitan karena di jewer ama tante.


" Tante bakal maafin Raka dengan satu syarat," Tante yang melepaskan tangannya dari telingan Raka.


" Apa syaratnya tante?" Raka yang mengusap telinganya yang di jewer tante.


" Besok malam bawa calon istri Raka ke rumah tante." Tante lalu berjalan meninggalkan Ry dan Raka yang masih berada di situ.

__ADS_1


" Udah puas lu ngelihatin gue di jewer tante," Raka yang berjalan meninggalkan Ry yang masih berdiri.


" Belum," Kata Ry.


Esokan malam.........


Raka menjemput Ambar ke Rs Safira setelah itu Raka mengajak Ambar ke rumah tante Marisa. Raka mengendarai motor menuju ke arah rumah tante Marisa. Ambar yang berada di belakang Raka lalu memeluk pinggang Raka dan menyandarkan kepalanya di bahu Raka.


Totok......Totok


" Assalamualaikum tante." Raka yang mengetuk pintu rumah tante.


" Walaikumsalam. Dia siapa Raka?" Tante yang membuka pintu rumah. Lalu tante melihat ke arah seorang cewek yang berdiri di samping Raka.


" Perkenalkan tante ini calon istri aku," Raka yang memperkenalkan Ambar kepada tante sebagai calon istrinya.


" Kok beda ama yang kemarin di restaurant." Tante terkejut setelah mengetahui kalau calon istri Raka cewek yang berbeda ama yang saat di restaurant.


" Cewek kemarin itu pacar kliennya aku tante," Jawab Raka.


" Tante gak percaya. Kamu dan dia bisa kelihatan dekat banget. Tante yang menatap ke arah Raka dengan curiga.


"Udah tante jangan bahas lagi. Aku dan calon istri aku gak di suruh masuk ke rumah tante?" Tanya Raka.


" Ayo silahkan masuk !" Ajak Tante.


Seminggu kemudian.......


Pemilik Rs Safira meminta dokter Ambar untuk memperkenalkan tentang Rs Safira kepada dokter Yudha. Dokter Ambar mengajak dokter Yudha untuk berjalan - jalan mengelilingi Rs Safira. Tidak terasa jam makan siang pun tiba.


" Kamu udah makan siang?" Tanya Yudha.


" Belum dari tadi aku nemanin kamu berkeliling Rs," Jawab Ambar.


" Aku lapar. Kita mau makan Dimana?" Yudha yang melihat ke arah Ambar.


" Di kantin Rs aja. Gimana Yudha?" Ambar yang melihat ke arah Yudha.


" Ayo let's go." Yudha yang mengandeng tangan Ambar.


Malam ini Raka menjemput Ambar mengunakan motornya. Raka menunggu Ambar di depan Rs Safira. Saat Raka menunggu Ambar lalu seorang laki - laki menghampiri Raka.


"Nama kamu Raka Pratama kan?" Seorang laki - laki yang berdiri di depan Raka.


" Iya. Kamu siapa?" Raka yang mengerutkan keningnya dan melihat ke arah laki - laki.


" Kamu gak ingat ama aku?" Tanya laki - laki itu ama Raka.


" Gak," Raka yang melihat ke arah laki - laki itu sambil berpikir.

__ADS_1


" Ini aku Yudha Setiawan. Udah ingat belum Raka?" Tanya Yudha.


" Kamu teman sekelas Ambar ya?" Tanya Raka.


" Iya. Waktu itu cuma kamu dan Ambar yang mau jadi teman aku di sekolah," Jawab Yudha.


" Tapi kamu kok bisa berubah 180° derajat sih?" Raka yang melihat dari ujung rambut Yudha sampai ujung kukunya.


" Ya bisalah Raka. Tetapi kamu yang gak berubah masih tetap ganteng dari dulu. Apa sih rahasianya?" Yudha yang melihat ke wajah Raka yang masih terlihat sama persis kayak waktu sekolah.


" Air wudhu," Jawab Raka.


" Aku juga sering ngambil air wudhu tapi gak bisa seganteng kamu," Kata Yudha.


Hujan turun begitu deras membasahi tanah dan rerumputan yang ada di taman Rs Safira. Ambar berjalan ke arah Raka yang sedang berdiri ngobrol bersama Yudha.


" Ayang udah lama nunggu?" Ambar yang berdiri di samping Raka.


" Baru 5 menit sayang," Jawab Raka.


" Maaf ya udah buat ayang jadi nunggu adek," Kata Ambar.


" Gak masalah buat mas harus nunggu sayang," Kata Raka.


" Hmm. Salut deh ama Kalian berdua masih aja jadi pasangan romantis dari zaman sekolah sampai sekarang," Kata Yudha.


" Makanya kamu cari pacar biar kita bisa double date," Kata Raka.


" Aku belum ke pikiran buat cari pacar mau fokus ama pekerjaan aja dulu. Raka kerja Dimana?" Tanya Yudha.


" Gue cuma karyawan sebuah perusahan Yudha," Jawab Raka.


" Di bagian Apa?" Tanya Yudha.


"Ayang naik Apa kesini?" Tanya Ambar.


" Motor sayang," Jawab Raka.


" Adek pulangnya Gimana ayang?" Tanya Ambar.


" Gimana kalau Ambar pulang ama Aku aja Raka?" Tanya Yudha.


" Gak usah entar jadi ngerepotin kamu," Kata Raka.


" Aku gak ngerasa di repotin. Aku malah senang bisa ngantar teman aku pulang. Lagian jalan rumah aku searah ama Ambar. Jadi Aku bolehkan ngantar Ambar?" Tanya Yudha.


" Gimana sayang mau pulang ama Yudha?" Tanya Raka.


" Aku mah ngikut calon imam aja maunya gimana," Kata Ambar.

__ADS_1


" Sayang pulang ama Yudha aja. Biar gak kena hujan," Kata Raka.


...~ Bersambung ~...


__ADS_2