
⚠️ Warning! Dilarang boom like di novel ini
" Aku hanya menemani kamu sebisa ku saja, tentang siapa yang ingin kamu pilih itu urusan kamu."
Raka membisikkan sesuatu ke telinga Ry, Ry yang mendengar bisikan suara Raka di telinga Ry jadi merinding bulu kuduknya.
Malam Harinya..........
Setelah makan malam Papa mengajak Raka untuk keruangan keluarga bicara empat mata. Papa dan Raka sudah berada di ruangan keluarga. Papa dan Raka sedang duduk di atas tikar.
" Om boleh tanya sesuatu ama Raka?"papa yang melihat ke arah Raka.
" Boleh om mau tanya apa?"tanya Raka.
" Apa yang membuat tanda merah di leher Raka itu mentary?" tanya papa.
" Iya om," jawab Raka.
" Jadi itu ulah Mentary. Berarti om udah gagal sebagai orang tua mendidik dia. Dia udah berbuat sejauh itu ama Raka." Papa yang wajahnya terlihat kecewa ama Ry.
" Ini semua bukan salah om. Lagian aku yang nyuruh Ry buat tanda merah di leher aku om." Raka yang melihat ke arah papa.
" Apa?om gak salah dengar. Raka yang nyuruh Mentary buat tanda merah di leher itu." Papa yang terkejut mendengar perkataan Raka. Papa gak menyangka kalau hubungan Raka dan Ry sudah sejauh itu sampai membuat tanda merah di leher Raka.
" Tunggu dulu kayak om salah paham deh. Apa om mikir ini tanda kiss mark?" Raka yang menujukan tanda merah di lehernya.
"Iya." Papa yang melihat tajam ke arah Raka.
" Ini bukan kiss mark om," kata Raka.
" Kalau bukan kiss mark apa itu?" Papa yang melihat ke arah tanda merah di leher Raka.
Raka membuka kaos oblong di hadapan papa. Raka membalikan badannya agar papa melihat punggung. Papa melihat punggung Raka yang penuh dengan ukiran garis yang berwarna merah.
Lalu Raka membalikan badanya agar papa bisa melihat bagian depan badan Raka yang juga sama ada ukiran garis yang berwarna merah.
" Raka masuk angin?" tanya papa.
" Iya om. Soal pas aku berangkat ke sini buru - buru tadi gak sempat sarapan," jawab Raka.
"Berarti ini bekas kerokan ( Kerikan) ya Raka?" tanya papa.
" Iya om," jawab Raka.
__ADS_1
Pagi Harinya.........
Raka mengantar Ry sampai di depan gerbang kampusnya Ry. Ry turun dari motor lalu berjalan ke arah gerbang kampus.
" Hei tunggu dulu," kata Raka.
" Ada apa lagi?" Ry yang membalikan badan lalu melihat ke arah Raka.
"Lu kelupaan sesuatu," kata Raka.
" Lupa apa ya?" Ry yang mengerutkan keningnya lalu mencoba mengingat sesuatu yang di lupakan.
" Cepatan ke sini lu," kata Raka.
" Iya Ry ke sana." Ry yang berjalan ke arah motor Raka. Ry yang sudah berdiri di hadapan Raka.
" Lu lupa ini." Raka mengulurkan tangannya ke arah Ry.
"Maksudnya abang apa nih ngulurkan tangan ke Ry?" tanya Ry.
" Cepatan lu salim tangan calon suami,"kata Raka.
" Idih malas ah."Ry yang membalikan badannya.
" Jangan telpon papa abang ganteng." Ry yang menyalim punggung tangan Raka.
" Gitu dong, kalau udah pulang chat gue ya biar gue jemput," kata Raka.
" Iya abang." Ry yang membalikan badan lalu berjalan masuk ke arah gerbang kampus.
Siang Harinya........
Ry sudah menunggu Raka di depan gerbang kampus. Tetapi Raka belum juga datang jemput Ry, Ry mencoba menghubungi Raka tetapi gak di angkat ama Raka. Ry menunggu kira - kira sekitar 15 menit baru Raka muncul.
Raka memberhentikan motor di depan Ry, Raka membuka kaca helemnya melihat Ry yang wajahnya masih cemberut.
"Napa lu kok cemberut gitu?" tanya Raka.
" Tau ah gelap." Ry yang berjalan ke arah motor Raka, Ry duduk di jok motor Raka agak ke belakang.
Raka mengendarai motor sambil sekali - kali melihat Ry dari kaca spion motornya. Sepanjang perjalanan menuju ke arah rumah nenek Ry. Raka dan Ry hanya diam, Ry yang masih merasa kesal ama Raka karena membuat Ry menunggu. Ry itu paling gak suka menunggu apalagi menunggu sesuatu yang gak pasti.
Selesai makan siang bersama Ry sekeluarga, Raka di ajak papa melihat kolam ikan yang papa yang ada di dekat rumah nenek. Sesampai di kolam ikan papa dan Raka memberi makan ikan yang ada di kolam. Papa memelihara 1000 ekor nila di dalam kolam tersebut.
__ADS_1
Setelah dari kolam Raka dan Papa sudah duduk di sofa ruangan tamu. Raka melihat ke arah pergelangan tangannya yang sudah memakai jam tangan pemberian Ry. Raka mengatakan kepada papa bahwa dia akan pulang. Papa berjalan ke arah kamar Ry. Papa menyuruh Ry menemui Raka karena dia mau pulang ke Pekanbaru.
Raka dan Ry duduk si sofa yang saling berhadapan.
" Ini untuk lu." Raka memberikan sebuah buku tabungan dan kartu atm kepada Ry.
"Ini buku tabung dan kartu atm siapa abang?"tanya.
" Itu punya lu, maaf tadi gue telat jemput lu gara - gara buat ini," jawab Raka.
" Harusnya abang gak perlu buat ini untuk Ry," kata Ry.
" Lu gak mau nerima ini?"tanya Raka.
" Maaf Ry gak bisa abang," jawab Ry.
" Kenapa lu gak bisa nerima pemberian gue?"tanya Raka.
" Entar abang mikir Ry cewek matre lagi. Yang cuma mau ama uang abang aja," kata Ry.
" Hehehe, gue gak pernah mikir kayak gitu ama lu. Lu itu satu - satunya cewek yang baik ama gue, emak dan Rika. Gue yakin tabungan lu habis beliin jam tangan coupel dan baju gamis coupel untuk emak dan Rika. Makanya lu gak bisa beli ponsel baru kan?" tanya Raka.
" Iya abang." Ry yang menunduk wajahnya karena malu ama Raka.
" Maka gue beliin ponsel buat Lu. Biar kita bisa berkomunikasi, gue itu super sibuk jadi cuma bisa sehari sekali komunikasi ama lu. Gue harap lu ngerti," kata Raka.
" Iya Ry ngerti abang. Mau makan aja susah sampai masuk angin," kata Ry.
"Kartu atm ini lu terima ya. Gue itu tunangan lu jadi udah berkewajiban memberikan uang saku setiap bulan ama lu. Jadi gue bakal transfer uang saku lu tiap bulan di kartu atm ini." Raka yang memegang tangan kanan Ry. Raka meletakan sebuah buku tabungan dan kartu atm di tangan Ry.
" Abang terlalu baik Ry jadi makin gak enak nih," kata Ry.
" Kalau gak enak lu kasih kucing aja sana,"kata Raka.
" Emang kucing bisa makan buku tabungan dan kartu atm ya?" tanya Ry.
" Gak," jawab Raka.
" Terus kok abang bilang kasih kucing sih," kata Ry.
" Lu benar - benar lemot bin oon sih," kata Raka.
" Udah tahu Ry itu lemot bin oon, Kenapa abang mau tunangan ama Ry?" tanya Ry.
__ADS_1
...~ Bersambung ~...