
" Sekuat apapun kamu menyesal jarum jam tetap tidak akan berputar ke kiri."
Rika dan Ry memasukan kecap, saos dan cabe kedalam mangkok bakso. Lalu Rika dan Ry membaca doa sebelum makan. Rika dan Ry mulai memakan bakso. Ry melihat ke arah Rika yang terlihat kepedasan.
" Nih minumnya." Ry meletakan segelas air putih di atas meja depan Rika.
" Glug..... glug." Rika yang mengambil segelas air putih di atas meja. Rika meminum segelas air putih dalam satu tegugkan.
Pelayan bakso meletakan dua gelas teh es di atas meja.
" Masih pedas ya Rika?" tanya Ry.
" Iya kakak." Rika langsung meminum teh es dengan mengunakan pipet.
Seminggu Kemudian........
Pagi ini papa, mama dan Ry sudah selesai sarapan pagi. Papa, mama dan Ry masih berada di dapur duduk di kursi. Ry yang melihat ke arah papa yang hanya memakai baju kaos oblong dan celana traning.
" Papa gak kerja?"tanya Ry.
" Gak," jawab papa.
" Kenapa papa gak kerja?" tanya Ry.
" Papa udah di pecat." Papa yang berbicara dengan wajah yang terlihat sedih.
" Kenapa papa di pecat?" tanya Ry.
" Karena ada pengurangan karyawan di perusahaan papa." Papa di pecat bukan karena pengurangan karyawan tetapi karena mami dan papi Daniel yang tidak suka dek pacaran ama anaknya batin papa.
" Papa udah coba ngelamar kerja di perusahaan lain?" tanya Ry.
" Udah, tapi semuanya di tolak dek." Tidak akan ada perusahaan lain di Pekan Baru ini yang akan menerima papa untuk bekerja di perusahaan tersebut.
" Apa ini semua ada hubungannya karena Ry berpacaran ama Daniel papa?" Ry yang melihat ke arah papa.
" Tidak dek," kata papa.
__ADS_1
" Iya ini semua karena dek berpacaran ama Daniel. Gara - gara itu papa harus kehilangan pekerjaannya," kata mama.
" Mama jangan ngomong seperti itu sama dek." Papa yang melihat ke arah mama.
" Mama bicara sesuai fakta papa." Mama yang melihat ke arah papa.
" Papa mama maafin adek. Ini semua salah adek, kalau adek gak pacaran ama Daniel pasti papa gak akan di pecat dari perusahaan." Ry yang matanya sudah berkaca - kaca.
" Adek gak usah minta maaf lagian ini semua sudah terjadi." Papa yang melihat ke arah Ry.
"Bagaimana kehidupan kita selanjutnya papa?" tanya mama.
" Bagaimana kalau kita ke duri?" tanya papa.
" Mau ngapain kita ke sana papa?" tanya mama.
"Mengunjungi nenek dan mencari pekerjaan di sana. Gimana mama?" tanya papa.
" Adek setuju ama papa. Bagaiman kalau hari ini kita berangkat ke rumah nenek?" tanya Ry.
" Untuk sekarang lebih baik adek menjauhi Daniel dari pada keluarga Daniel membuat hidup keluarga kita hancur," kata Ry.
" Kalau bisa untuk selama - lamanya keluarga kita gak usah berurusan dengan keluarga dia, lagi." kata mama.
Esokan Harinya ........
Pagi ini papa dan Ry mengelilingi kota Duri untuk mencari lowongan pekerjaan untuk papa. Tetapi papa dan Ry belum menemukan lowong pekerjaan untuk papa. Papa dan Ry memutuskan untuk kembali ke rumah nenek.
Papa, mama, nenek dan Ry makan siang di rumah nenek. Nenek terlihat bahagia karena bisa makan siang bersama mama, papa dan Ry. Nenek menyuruh mama, papa dan Ry untuk tinggal bersama nenek di Duri.
Selama enam hari papa dan Ry sudah mengelilingi kota Duri untuk mencari pekerjaan buat papa tetapi belum ada. Besok pagi Ry harus kembali ke Pekan Baru untuk kuliah. Besok pagi papa dan Ry akan pulang ke Pekan Baru sementara mama akan menjaga nenek.
Esokan Harinya.......
Setelah selesai melaksanakan shalat subuh Ry dan papa berpamitan ama nenek dan mama untuk berangkat ke Pekan Baru dengan mengendarai sebuah motor. Perjalanan dari Duri ke Pekan Baru membutuhkan waktu 4 jam. Kalau papa merasa lelah maka gantian Ry yang membawa motor.
Papa dan Ry sudah sampai di depan rumah lalu buru- buru Ry membuka pintu rumah. Ry masuk ke dalam lalu berlari ke arah kamar. Ry memasukan buku dan peralatan tulis ke dalam tas ransel. Ry mengambil almater yang ada di dalam lemari lalu Ry memakai almater.
__ADS_1
Papa mengantar Ry sampai di depan gerbang kampus. Ry berpamitan ama papa lalu papa memberikan selembar uang berwarna hijau untuk Ry. Ry mengambil uang berwarna hijau lalu berlari ke arah gerbang kampus.
Papa melihat Ry yang sudah masuk ke dalam kampus. Papa mengendarai motor ke arah rumah Raka. Sesampai di halaman rumah Raka papa memakir motornya. Papa melepaskan helem dari kepala lalu meletakan di atas kaca spoin.
Papa turun dari motor lalu berjalan ke arah rumah Raka. Sesampai di depan pintu rumah Raka.
Totok.......Totok
" Assalamualaikum," kata papa.
" Walaikumsalam." Raka yang baru saja keluar kamarnya lalu berjalan ke arah pintu. Raka membuka pintu rumahnya.
" Bapak ada di rumah Raka?" tanya papa.
" Ada om, Ayo masuk om!" Raka menyalim punggung tangan papa. Raka mengajak papa masuk ke dalam rumahnya.
" Iya Raka." Papa yang berjalan masuk ke dalam ruangan tamu rumah Raka.
" Om duduk dulu biar saya panggil bapak." Raka yang berjalan ke arah ruangan keluarga.
Sesampai di ruangan keluarga Raka melihat papa sedang noton televisi siaran berita. Raka memberitahu bapak kalau ada tamu yang mencari bapak. Bapak berdiri dari sofa lalu bapak menyuruh Raka mengatakan pada emak untuk membuat dua gelas kopi.
Di dapur Raka tidak melihat keberadaan emak sehingga Raka memutuskan untuk memasak air panas. Raka meletakan panci yang berisi air lalu Raka menyalakan kompor. Raka mengambil 2 gelas lalu Raka memasukan kopi dan gula ke dalam 2 gelas tersebut.
Raka membawa nampan yang berisi 2 gelas kopi dan sebuah toples yang kue. Sesampai di ruangan tamu Raka meletakan namapan yang ada dua gelas dan toples yang kue di atas meja.
" Silahkan di minum kopinya om," kata Raka.
" Maaf om jadi ngerepotin Raka." Papa yang merasa tidak enak karena Raka yang buatin kopi.
" Gak ngerepotin kok, aku malah senang." Anggap aja gue lagi mengambil hati camer ( calon mertua) nih batin Raka.
" Terima kasih banyak Raka udah buatin kopi untuk om." Seandainya Raka jadi caman ( calon mantu) pasti aku merasa senang bisa punya caman seperti dia. Udah ganteng, baik, sholeh, ramah, sopan santun, dewasa dan mapan. Aku yakin Raka pasti akan bisa membahagiakan dia batin Papa.
" Sama - sama om. Tapi aku gak tahu kopi buatan aku enak atau tidak." Raka yang melihat ke arah Papa.
...~ Bersambung ~...
__ADS_1