3 Cogan Dan Ry

3 Cogan Dan Ry
Story Daniel Saling Mencintai


__ADS_3

" Cinta memang layak di perjuangkan tapi menjadi tak layak. Jika aku yang berjuang sendirian."


Daniel hanya terdiam mendengar omongan Yani.


" Kamu dengarin aku ngomong gak sih?" Yani yang melihat ke arah Daniel.


" Kamu bisa diam gak. Aku lagi pusing nih seminggu gak ketemu Ry." Daniel yang membentak Yani.


" Kamu kok malah bentak aku sih," kata Yani.


"Kamu diam dulu dulu deh," kata Daniel.


Yani yang melihat wajah Daniel udah kusut kayak pakaian yang gak di seterika selama satu minggu. Yani yang melihat ke arah mata Daniel yang ada lingkaran hitam seperti mata panda. Yani duduk di kursi yang berada di samping Daniel.


Daniel dan Yani hanya diam sambil menunggu Ry. Ry berjalan melewati pintu kelas lalu Daniel dan Yani melihat ke arah pintu kelas. Daniel dan Yani melihat ternyata Ry berjalan masuk ke dalam kelas.


Daniel langsung berdiri dari kursi lalu Daniel berjalan tergesa - gesa ke arah Ry sambil tersenyum. Ry berhenti berjalan kaki lalu Daniel langsung memeluk tubuh Ry. Mahasiswa yang berada di kelas melihat ke arah Daniel dan Ry.


" Aku merindukan kamu. Jangan pernah tinggalkan aku." Daniel yang memeluk tubuh Ry.


"Woi kalau mau pelukan di luar sana," teriak mahasiswa yang berada di dalam kelas Ry.


" Iri bilang boss q," kata Yani.


" Kayak teletubis aja berpelukan," kata seorang mahasiswa.


" Woi.....jangan bikin baper jomblo," kata seorang mahasiswa.


" Makanya cari pacar biar ada yang peluk," kata Yani.


"Kamu gak usah dengarin kata mereka. Cukup dengarin aku ngomong kalau aku cinta ama kamu." Daniel melepaskan pelukan lalu melihat ke arah Ry.


"Ry gak pantas jadi pacar kamu. Tante Lena benar status sosial kita berbeda. Ry cuma cewek miskin sementara kamu cowok kaya." Ry yang melihat ke arah Daniel.


" Aku tidak peduli dengan semua itu. Satu hal yang harus kamu tahu bahwa aku sangat mencintai kamu. Coba kamu rasakan ini." Daniel menarik tangan Ry lalu Daniel meletakan tangan Ry di dadannya.


Deg......... Deg


" Ry tahu Daniel mencintai. Tetapi sebaiknya Daniel melupakan Ry. Ry gak mau merusak hubungan ibu dan anak." Ry merasakan detak jantung Daniel. Ry menarik tangan dari dada Daniel.


" Sebenarnya kalian berdua ada masalah apa?" Yani yang berjalan menghampiri Daniel dan Ry. Yani berada di antara Daniel dan Ry.

__ADS_1


" Mami Daniel gak merestui hubungan kita," jawab Ry.


" Ya elah cuma masalah gitu aja. Kalau kalian masih saling mencintai perjuangkan hubungan kalian biar dapat restu dari mami Daniel," kata Yani.


" Kamu enak tinggal ngomong Yani. Ry yang menjalani ini semua,kata Ry.


" Masalah Ry masih mudah cuma terhalang restu orang tua. Sedangkan hubungan aku dan Kevin terhalang oleh keyakinan, keyakinan kita berbeda," kata Yani.


"Apa kamu masih cinta ama aku?" Daniel yang menatap mata Ry lalu memegang tangan Ry.


"Iya." Ry yang juga menatap mata Daniel.


" Cup. Mari kita perjuangkan hubungan ini sampai mendapat restu mami." Daniel yang mencium kening Ry di hadapan mahasiswa di kelas.


Esokan Harinya......


Mami Lena menyuruh Aska untuk mengantarkan Daniel pergi ke kampus.Mami Lena menyuruh Aska untuk mengawasi Daniel supaya tidak bertemu dengan Ry. Aska menuruti perintah mami Lena.


Aska mengendarai motor sport Daniel. Sementara Daniel duduk di belakang Aska lalu Aska membuka kaca helemnya.


" Tante Lena menyuruh aku untuk mengantar dan mengawasi. Jadi aku harus bagaimana nih abang?" Aska yang merasa binggung harus memilih tante Lena atau Danie."


" Aku gak bisa memilih salah satu di antara kalian." Aska yang berpikir harus memilih Daniel atau tante Lena.


" Cepat tentukan pilihan kamu sekarang." kata Daniel.


" Aku memilih abang," jawab Aska.


"Berarti Ska harus mengikuti semua yang abang katakan. Bagaimana?" tanya Daniel.


" Insyallah abang," jawab Daniel.


Aska, Daniel dan Aldi duduk di bangku taman kampus. 3 orang mahasiswi menghampiri Aska, Daniel dan Aldi yang sedang duduk di bangku. 3 orang mahasiswi itu mengajak Aska, Daniel dan Aldi untuk berkenalan.


Daniel dan Aska hanya diam tidak menanggapi 3 orang mahasiswi berbeda dengan Aldi yang merespon ke 3 orang mahasiswi. Aldi berkenalan dengan ke 3 orang mahasiswi.


Ry dan Yani berjalan ke arah taman kampus. Yani dan Ry melihat ke arah Aska, Daniel dan Aldi. Yani dan Ry menghampiri Aska, Daniel dan Aldi.


"Eh cabe - cabe an ngapain kalian di sini?" tanya Yani.


" Enak aja itu mulut ngatain kita cabe - cabean," kata seorang mahasiswa.

__ADS_1


" Ayo ikut aku chubby." Daniel berdiri dari bangku taman lalu Daniel mengandeng tangan Ry untuk pergi dari situ.


" Pelan - pelan jalannya Boo." Ry yang berjalan sambil bergandengan tangan ama Ry.


3 orang mahasiswi dan Yani pergi meninggalkan taman. Mereka berjalan ke arah kelas. Aska dan Aldi masih duduk di taman kampus.


" Aku mau tanya ama kamu boleh?" Aldi yang melihat ke arah Aska.


"Abang mau tanya apa?" tanya Aska.


" Kamu mau ketemu ama gebetan kamu ya?" tanya Aldi.


"Baru aja ketemu," jawab Aska.


" Jangan bilang Mentary Tri Putri itu gebetan yang kamu ceritakan? jawab yang jujur Aska," tanya Aldi.


" Iya abang," jawab Aska.


" Kamu dan Daniel mencintai cewek yang sama. Apa Daniel tahu?" Aldi yang terkejut mendengar semuannya.


" Gak. Sebenarnya aku lebih dulu bertemu dan mencintai Ry. Tetapi aku tidak pernah punya keberanian untuk mengatakan cinta ama dia abang," kata Aska.


" Kenapa kamu tidak pernah nembak dia?" tanya Aldi.


" Aku takut di tolak abang ama Ry," jawab Aska.


" Lebih baik di tolak dari pada kamu gak pernah ngatain cinta ama dia," kata Aldi.


" Sekarang udah terlambat abang Ry udah pacaran ama abang Daniel. Mereka saling mencintai. Aku sudah bahagia melihat Ry bahagia," kata Aska.


" Kayak lagu aja asal kau bahagia," kata Aldi.


"Bagi Aku cinta itu gak harus memilik. Aku bahagia bisa melihat Ry ama Abang Daniel bahagia. Aku dan Ry sekarang hanya bisa berteman aja Abang." Aska yang wajahnya sedikit sedih.


" Aku setuju dengan pemikiran kamu. Aku gak nyaka di umur 16 tahun cara berpikir kamu sudah dewasa bahkan Daniel saja kalah dewasanya ama kamu." Aldi yang menepuk pundak Aska. Aldi memberikan semangat kepada Aska.


" Abang terlalu memuji. Segala puji bagi Allah abang. Di atas langit itu masih ada langit. Menurut abang aku dewasa alhamdulilah abang. Aku bisa seperti ini karena kerasnya kehidupan yang aku jalani abang," kata Aska.


" Aku makin menjadi kagum dengan sikap kamu," kata Aldi.


...~ Bersambung ~...

__ADS_1


__ADS_2