
" Ketika kamu punya masalah ingat kata tukang foto senyum dikit dong 😊."
Aska menunggu balas chat dari Ry tetapi Ry gak membalas chat dari Aska. Aska meletakan ponsel di samping bantalnya. Setelah itu Aska membaca doa sebelum tidur Aska mulai memejamkan kedua matanya.
Aska mulai masuk ke dalam mimpinya. Malam ini Aska bermimpi mengajak Ry berjalan - jalan ke taman kota. Aska dan Ry sudah berada di taman kota. Ry naik ayunan yang ada di taman kota lalu Aska mendorong ayunan sehingga bergerak.
Kemudian setelah itu Ry duduk di bangku taman sambil melihat ke arah Ry. Aska melihat Ry yang sedang tersenyum ke arah dia. Rambut Ry yang terurai tertiup oleh angin menambah kecantikan Mentary.
Aska tersenyum melihat ke arah Ry. Aska tak berkedip saat melihat ke arah Ry. Pesona Ry yang begitu cantik mengalihkan dunia Aska. Aska begitu bahagi dapat berjalan sambil bergandengan tangan ama Ry.
Esokan Harinya.......
Aska sudah memakai pakaian seragam sekolah. Aska membawa tas ransel di punggungnya. Aska berjalan ke arah pintu kamarnya.
Ceklek.......Ceklek
Aska membuka pintu kamarnya lalu berjalan ke arah luar kamar. Aska berjalan menaiki ke arah tangga. Aska sudah sampai di lantai atas. Aska berjalan ke arah kamar Daniel sesampainya Aska di depan pintu kamar Daniel.
Totok......Totok
" Abang Daniel." Aska yang memanggil nama Daniel sambil berdiri di depan pintu kamar Daniel.
" Ini aku Aska buka pintunya Abang,"kata Aska.
" Iya tunggu sebentar." Daniel yang baru keluar dari kamar mandi hanya memakai handuk yang melilit di pinggangnya. Daniel berjalan ke arah pintu kamarnya.
Ceklek.......Ceklek
Daniel membuka pintu kamarnya lalu melihat Aska yang berdiri di depan pintu kamarnya.
" Abang baru siap mandi?" Aska yang melihat ke Daniel.
" Iya. Ada apa ska?" Tanya Daniel.
" Aku mau ngasih ini buat Abang." Aska memberikan sebuah flash disk kepada Daniel."
"Ini Apa Ska?" Daniel memgambil sebuah flash disk dari tangan Aska.
" Itu info tentang Adrian abang," kata Aska.
" Terima kasih Aska," kata Daniel.
__ADS_1
" Abang aku pamit mau berangkat ke sekolah dulu ya." Aska menyalami punggung tangan Daniel.
"Iya. Hati - hati di jalan," kata Daniel.
Sesampainya Aska di dalam kelas lalu Aska meletakan tas ranselnya di atas meja lalu Aska duduk di kursi. Aska duduk sambil melamun memikirkan tentang kecelakaan yang menimpa Adrian. Aska merasa ada kejanggalan dalam kecelakaan yang menimpa Adrian.
Aska begitu penasaran ingin mengetahui kronologi kecelakaan yang menimpa Adrian. Aska berkeingan dan tekad yang kuat untuk mencari tahu kejadian kecelakaan Adrian. Aska
mengambil ponsel dari saku celananya.
Kemudian Aska membuka website tentang sekolah. Aska mencari tahu tentang teman Adrian. Aska menemukan nama Saputra lalu Aska mencari tahu tentang Saputra. Aska mendapat alamat Saputra lalu Aska berencana untuk menemui Saputra di rumahnya.
Aska dan Ridho pergi bersama ke alamat yang Saputra. Sesampai di depan halaman rumah Saputra. Aska memakirkan motornya lalu Aska dan Ridho turun dari motor lalu berjalan ke arah rumah Saputra.
Ridho melihat ke arah rumah Saputra sepertinya Ridho pernah ke rumah Saputra tetapi dia lupa. Aska dan Ridho berdiri di depan pintu rumah Saputra. Aska dan Ridho mengetuk pintu rumah Saputra sampai 3 x tetapi tidak ada jawaban dari pemilik rumah. Aska dan Ridho memutuskan untuk pergi dari rumah Saputra.
Hari Minggu.......
Pagi ini Aska sudah berpamitan ibu untuk pergi mengerjakan tugas sekolah ke rumah Ridho. Aska berjalan ke arah pintu rumah Daniel. Sesampai Aska di depan pintu rumah Daniel lalu Aska membuka pintu rumah.
Ceklek.....Ceklek
Saat yang bersamaan seorang pria sedang berdiri di depan pintu rumah itu akan mengetuk pintu rumah Daniel.
" Ibu Ani," jawab seorang pria itu.
" Ada perlu apa pak ama ibu saya?" tanya Aska.
" Saya mau mengatarkan surat ini untuk ibu kamu." Seorang pria mengeluarkan sebuah surat dari dalam tasnya lalu memberikan kepada Aska.
" Surat apa ini pak?" Aska mengambil surat dari tangan seorang pria itu.
" Itu surat dari pengadilan agama. Ibu kamu mendapat panggilan untuk sidang perceraian," kata seorang pria itu.
" Terima kasih pak," kata Aska.
" Kalau begitu saya pamit, suruh ibu kamu datang pas sidang perceraian." Seorang Pria itu lalu pergi meninggalkan rumah Daniel.
" Kamu sedang apa?" Daniel yang berdiri di belakang Aska.
" Eh.....ada abang Daniel." Aska yang terkejut karena Daniel berada di belakangnya.
__ADS_1
" Surat apa itu?" Daniel yang melihat ke arah tangan Aska.
" Surat panggilan dari Pengadilan Agama abang," jawab Aska.
" Ibu dan ayah ska akan bercerai ya?" tanya Daniel.
" Udah bercerai secara agama tinggal bercerai secara hukum," jawab Aska.
" Kamu jangan sedih abang selalu ada buat kamu," kata Daniel.
" Aku gak sedih abang. Justru aku bahagia ibu bisa berpisah ama ayah." kata Aska.
" Kenapa begitu?" Daniel yang mengerutkan keningnya melihat ke arah Aska
" Aku ingin ibu dan aku hidup bahagia tanpa di siksa ayah," jawab Aska.
" Jadi ayah kamu sering menyiksa kalian?" tanya Daniel.
" Iya abang," kata Aska.
" Kenapa kamu gak cerita ama abang?" tanya Daniel.
" Aku gak ingin merepotkan abang. Abang udah baik banget ama aku dan ibu," jawab Aska.
" Lain kali kalau ada apa - apa kabar abang. Abang udah anggap kamu dan bibik Ani itu kayak keluarga abang sendiri," kata Daniel.
" Insyallah abang," kata Aska.
Seminggu Kemudian........
Pagi ini Aska ingin minta izin ke gurunya untuk tidak datang kesekolah. Ibu menyuruh Aska untuk tetap bersekolah hari ini. Hari ini ibu ingin berangkat ke kantor pengadilan agama sendiri.
Sesampai ibu di kantor pengadilan agama lalu Ibu duduk di bangku yang ada di depan ruangan persidangan. Ibu menunggu giliran untuk di panggilan masuk ke dalam ruangan pengandilan agama.
Nama ibu di panggil ke dalam ruangan pengadilan agama. Hari ini sidang pertama perceraian ibu. Hari ini sidang mediasi yang di lakukan untuk mendamaikan kedua pihak. Tetapi pihak penggugat tidak datang karena tidak ingin mediasi.
Karena pihak penggugat tidak datang ke dalam persidangan jadi persidangan perceraian ibu dan ayah di tunda dulu. Ibu sedikit kecewa karena persidangan di tunda. Ibu ingin cepat menyelesaikan masalah persidangan perceraian.
Ibu juga bertekad akan mengambil hak asuh anak Aska. Ibu yakin ayah tidak menginginkan hak asuh Aska ama dia. Ibu akan memperjuangkan hak asuh Aska untuk Dia. Ibu berjalan meninggalkan pengadilan agama.
Ibu berdiri di pinggir jalan untuk mencari angkutan umum. Tetapi ibu belum melihat ada angkutan umum yang lewat di jalan.
__ADS_1
...~ Bersambung ~...