3 Cogan Dan Ry

3 Cogan Dan Ry
Menjenguk Aska


__ADS_3

⚠️Dilarang boom like di novel ini.


" Kamu belum sembuh, kamu hanya berpura - pura tidak merasakan sakitnya."


Pak dokter memberitahu Aska bahwa dia terkena penyakit TBC. Pak dokter menjelaskan kepada Aska tentang penyakitTbc.Tuberkulosis (TBC)  atau TB adalah penyakit menular akibat infeksi bakteri. TBC umumnya menyerang paru-paru, tetapi juga dapat menyerang organ tubuh lain, seperti ginjal, tulang belakang, dan otak.


Penularan dan Gejala Tuberkulosis (TBC)


Penularan tuberkulosis (TBC) terjadi ketika seseorang tidak sengaja menghirup percikan ludah (droplet) saat seseorang yang terinfeksi TBC bersin atau batuk. Oleh sebab itu, risiko penularan penyakit ini lebih tinggi pada orang yang tinggal serumah dengan penderita TBC.


TBC pada paru-paru akan menimbulkan gejala berupa batuk lebih dari 3 minggu yang dapat disertai dahak atau darah. Selain itu, penderita juga akan merasakan gejala lain, seperti demam, nyeri dada dan berkeringat di malam hari.


Aska mendengarkan penjelasan pak dokter mengenai penyakit Tbc. Pak dokter menyuruh Aska untuk menjalankan pengobatan selama 6 bulan. Selama 6 bulan Aska harus mengkonsumsi obat yang di berikan oleh pak dokter. Aska tidak boleh lupa meminum obat tersebut. Kalau Aska lupa meminum obat itu hanya 1 kali saja maka Aska harus mengulang kembali meminum obat tersebut.


Aska pun menuruti pak dokter untuk menjalankan pengobatan selama 6 bulan. Aska berkeinginan untuk cepak sembuh. Aska ingin dia bisa sehat seperti yang dahulu.


Dua Bulan Kemudian........


Aska tetap menyembunyikan soal penyakit Tbcnya dari keluarganya. Selama dua bulan ini Aska menjalakan pengobatan 6 bulan. Aska juga harus berbohong ama keluarga kalau dia pergi ke Rs untuk mengambil obat 6 bulan tersebut.


Aska yang selalu bersembunyi saat meminum obat itu selama 6 bulan. Aska juga harus membagi waktu buat sekolah dan bekerja. Walaupun kondisi belum sembuh tetapi Aska giat bekerja untuk mencari uang. Aska membutuhkan uang untuk berobat.


Efek dari obat yang Aska minum itu, Aska merasakan kantung yang luar biasa. Obat itu menyuruh Aska untuk istirahat total. Aska sering merasa kantung yang luar biasa saat jam pelajaran siang hari.


Hari libur juga Aska tidak bisa santai atau istirahat dia harus menjadi fotografer praweding, wedding, selain itu dia juga harus membuat undangan pernikahan. Aska itu pejuang cuan, di tambah lagi saat ini dia membutuhkan banyak uang untuk biaya berobatnya.


Aska tidak ingin merepotkan ibu dan ayahnya. Aska sudah merasa bahagia memiliki keluarga saat ini. Ayah tirinya begitu menyayanginya sama seperti Andini. Bahkan ayah tirinya lebih sering memarahi Andini dari pada Aska. Aska juga senang bisa memiliki adek tiri seperti Andini.


Walaupun Andini sering berkata kasar kepada Aska tetapi Andini selalu melindungi Aska di sekolah. Andini juga pernah masuk ruangan Bk karena demi melindungi Aska. Aska merasa sedih saat Andini masuk ruangan Bk hanya karena melindungi dia. Aska sering merasa gagal sebagai seorang abang.

__ADS_1


Yang mana harusnya Aska yang melindungi Andini bukan sebaliknya Andini yang selalu melindungi Aska. Andini yang selalu berusaha melindungi Aska sehingga sekarang tidak ada seorang pun yang berani mengganggu Aska. Siswa di smk sudah malas berurusan dengan Andini.


Flash on..........


Ry yang berjalan masuk ke dalam Rsud, sesampai di dalam Rsud Ry bertanya di bagian administrasi Rsud tentang kamar pasien yang bernama Aska Saputra. Suster memberitahu kepada Ry bahwa Aska Saputra menginap di ruangan lantai 2 di kamar nomor 222. Ry berjalan ke arah tangga Rsud.


Ry berjalan menaiki tangga Rsud untuk sampai ke lantai 2. Akhirnya Ry sudah berada di lantai 2 Rsud. Ry mulai melihat setiap nomor kamar pasien. Akhirnya Ry menemukan kamar nomor 222 di paling pojok.


Ceklek...... Ceklek


Ry membuka pintu kamar pasien lalu Ry berjalan masuk ke dalam kamar pasien. Ry melihat ke arah ranjang pasien, Ry melihat Aska yang sedang berbaring di atas ranjang Rsud. Di tangan kiri Aska sudah terpasang selang infus.


Ry berlari ke arah Aska yang sedang berbaring di ranjang. Lalu Ry duduk di kursi samping ranjang Aska. Ry yang melihat Aska masih menutup matanya. Ry yang mencoba membangunkan Aska tetapi Aska tidak bangun juga.


Ry yang merasa tidak enak karena Aska tidak bangun akhirnya menangis.


" Hiks......Hiks, bangun Aska," kata Ry.


" Kenapa Aska gak pernah cerita ama Ry sih? kalau Aska itu sedang sakit." Ry yang air mata menetes membasahi pipinya.


" Ry sedih ngelihat kondisi Aska saat ini." Ry yang begitu sedih melihat Aska yang sedang berbaring di atas ranjang rumah sakit. Ry yang melihat badan Aska yang terlihat kurus dan wajah Aska yang terlihat begitu pucat.


" Aska kok diam aja sih, sebenarnya Aska sakit apa?" Ry yang masih menangis melihat ke arah Aska, Aska yang matanya masih tertutup.


"Hiks......hiks, Aska buka dong matanya." Ry yang menundukkan kepala sambil mencium punggung tangan Aska.


Telinga Aska yang mendengar suara seorang cewek yang dia kenal sedang menangis lalu Aska mencoba membuka ke dua bola matanya. Aska membuka kedua bola mata lalu melihat ke arah suara seorang cewek yang sedang menangis.


Aska melihat Ry yang sedang menangis tersedu - sedu. Aska mencoba mengucek dua bola matanya mengunakan tangan karena Aska takut ini hanya ilusinya saja setelah meminum obat. Aska merasa ini efek samping dari obat yang di minumnya.

__ADS_1


Tetapi Aska masih saja melihat wajah Ry yang terlihat begitu jelas. Aska juga mendengar tangis Ry yang semakin menjadi - jadi besar. Sehingga Aska mulai menyentuh rambut Ry.


" Ry jangan nagis." Aska yang membelai rambut Ry, Aska mulai yakin bahwa yang berada di sampingnya Ry yang asli bukan halunnya.


" Akhirnya Aska sadar juga." Ry yang mengangkat wajahnya lalu Ry melihat ke arah Aska.


"Iya. Ry jangan nagis lagi ya, aku sedih ngelihat Ry nagis." Wajah Aska yang berubah sedih melihat Ry menangis.


Senyum Ry adalah bahagia aku


Tangisan Ry adalah sedih aku


Aku harap Ry selalu bahagia ya


Karena bahagia Ry itu bahagianya aku juga


Walaupun aku bukan bagian dari kebahagiaan Ry batin Aska


" Iya, Ry gak nagis lagi kok." Ry yang sudah berhenti menangis.


" Ini hapus air matanya." Aska yang menyerahkan sebuah sapu tangan ke arah Ry.


" Iya. Makasih Aska." Ry yang mengambil sapu tangan lalu menghapus air mata dari pipi Ry.


" Ry kok bisa ada di sini?" Aska yang melihat ke arah Ry.


" Ry nelpon Aska terus yang jawab Andini. Andini ngasih tahu kalau Aska di rawat di sini. Makanya Ry langsung aja ke sini," jawab Ry.


" Apa Ry dari Duri ke sini cuma buat aku?" Andini kok pakai ngasih tahu Ry sih kalau aku di rawat di Rs. Aku gak mau buat Ry sedih kalau tahu aku sakit. Aku juga takut kalau penyakit aku bisa menular ama Ry cewek yang alu cintai batin Aska.

__ADS_1


" Gak. Ry udh di Pekabaru lagi jagain bude terus nelpon Aska yang angkat Andini. Ry khawatir ama Aska makanya Ry kesini ngelihat Aska," kata Ry.


...~ Bersambung ~...


__ADS_2