
" Jangankan menggenggam tangan Kamu, menggenggam uang saja Aku jarang."
Aska merasakan Broken Heart setelah mengetahui Daniel dan Ry berpacaran. Aska melihat ke arah Ry yang sedang menyuapi Daniel kentang goreng. Aska melihat Daniel dan Ry yang terlihat bahagia.
" Ska di makan itu Ayam Goreng," Kata Daniel.
" Iya Abang," Aska yang terlihat kikuk di hadapan Daniel lalu Aska yang berdiri dari kursi.
" Mau Kemana Aska?" Ry yang melihat Aska berdiri dari kursinya.
" Mau cuci tangan di westafel Ry," Aska yang berjalan ke arah westafel. Sesampainya di westafel Aska memencet sabun cair yang ada di botol lalu Dia menyalahkan kran air. Aska mencuci tangannya dengan bersih.
" Kok manggil Ry sih Ska. Panggil Kakak Ry karena Dia udah jadi Kakak Ska mulai sekarang," Daniel yang terlihat tidak suka larena Aska memanggil nama Ry bukan dengan sebutan Kakak Ry.
" Udahlah Boo. Gak usah di permasalah lagian Aska udah biasa panggil nama Ry Jadi biarkan aja ya," Kata Ry.
" Tetapi Aku gak suka Ska panggil Chubby dengan panggilan Ry. Itu kelihatan gak sopan umur Chubby di atas umur Dia," Wajah Daniel yang terlihat cemberut.
"Boo Cinta gak sih ama Ry?" Tanya Ry.
" Aku Cinta banget ama Chubby," Jawab.
" Kalau Boo Cinta ama Ry jangan di permasalahkan lagi. Ry lebih duluan kenal ama Aska, jauh sebelum Ry kenal ama Boo," Kata Ry.
" Aku gak bakal mempermasalahkan ini lagi," Kata Daniel.
Esokan Harinya.......
Hari ini pelajaran produktif Pak Guru sedang menerangkan materi pelajaran produktif di depan papan tulis. Aska melihat ke arah papan tulis tetapi pikiran berada di tempat lain. Aska tidak fokus belajar hari ini.
Pak Guru memberikan 1 buat soal untuk di jawab Siswa kelas 2 Arsitek 1.
" Siapa yang bisa menjawab soal ini maju ke depan?" Pak Guru yang melihat ke arah Siswa kelas 2 Arsitek 1.
" Apa gak ada yang mau maju ke depan?" Pak Guru yang melihat ke arah Siswa. Tetapi tidak ada satu orang Siswa yang mau berdiri maju ke depan kelasnya.
" Aska maju ke depan," Pak Guru memanggil nama Aska.
" Aska di suruh maju ke depan," Ridho yang menyenggol lengan Aska agar Aska tersadar dari lamunannya.
"Aska Saputra ke depan jawab pertanyaannya," Pak Guru yang suaranya besar.
" Eh....Iya Pak," Aska yang terkejut lalu sadar fari lamunan. Aska berdiri dari kursi lalu berjalan ke arah papan tulis.
__ADS_1
" Ini spidolnya," Pak Guru menyerahkan sebuah spidol ketangan Aska.
" Iya Pak," Aska mengambil spidol dar tangan Pak Guru. Aska berdiri di depan papan tulis lalu Aska membaca soal yang ada di papan tulis.
" Kamu juga gak bisa menjawab soalnya?" Pak Guru yang melihat ke arah Aska.
" Bisa Pak. Tunggu sebentar Saya lagi berpikir Pak" Aska yang lagi memikirkan jawabanya.
" Woi bilang aja kalau gak bisa," Teriak Seorang Siswa di kelas 2 Arsitek 1.
" Gak usah ke banyakan gaya deh," Kata Seorang Siswa kelas 2 Arsitek.
Aska tidak memperdulikan Berapa Siswa - Siswa di kelas nya yang sedang mengejek dan mengatainya. Aska menulis jawaban di papan tulis mengunakan spidol. Pak Guru menyuruh Aska kembali duduk ke bangkunya karena jawaban Aska tulis benar.
Sepulang sekolah Ridho mengajak Aska ke Taman Kota. Aska dan Ridho duduk di bangku Taman Kota.
" Kamu lagi ada masalah ya?" Ridho yang melihat ke arah Aska.
" Iya," Jawab Aska.
"Masalah Kamu Apa?" Tanya Ridho.
" Ada deh," Jawab Aska.
"Aku lagi malas cerita nih Dho," Aska yang wajahnya lesu.
" Kamu mau minum Apa?" Tanya Ridho.
" Es Kelapa muda. Kamu tunggu di sini aja, biar Aku yang beli Es Kelapa Muda," Ridho yang berdiri dari bangku lalu berjalan ke arah penjual Es Kelapa muda.
Seorang Cewek melihat ke arah Aska lalu Dia berjalan ke arah Aska. Aska yang lagi melamun merenungkan nasibnya. Ini baru pertama kali bagi Aska Dia merasakan yang nama jatuh cinta kepada Seorang Cewek.
Aska berharap ini cinta pertama dan yang terakhir baginya. Tetapi sungguh di Sayangkan Cinta Aska hanya bertepuk sebelah tangan kepada Ry. Bahkan Ry tidak pernah tahu kalau Aska mencintainya. Ry hanya menganggap Aska hanya sebagai Teman.
Seorang Cewek itu sudah duduk di bangku yang sama dengan Aska.
" Aska," Kata Seorang Cewek.
"Hei.....," Seorang Cewek itu menepuk pundak Aska dengan kuat.
" Aduh....Apa - apaan sih Dho. Sakit tahu pundak Aku," Aska yang merasakan pundaknya sakit di pukul.
" Aku bukan Dho ya," Kata Seorang Cewek.
__ADS_1
" Lah kok ada Kamu," Aska yang menoleh ke arah samping lalu melihat Seorang Cewek yang duduk di kursi yang sama ama Dia.
" Iya ini Aku bukan Dho," Kata Seorang Cewek.
" Maaf Aku gak tahu kalau itu Kamu," Aska yang wajahnya terlihat menyesal.
" Iya udah Aku maafin. Kamu Kenapa Aku perhatikan dari tadi melamun aja?" Seorang Cewek itu melihat ke arah Aska.
" Aku lagi ada masalah nih," Jawab Aska.
" Kamu lagi Broken Heart kan?" Tanya Seorang Cewek itu.
" Kok Kamu bisa tahu?" Aska yang melihat ke arah Seorang Cewek itu.
" Aku gitu loh," Seorang Cewek yang membanggakan dirinya karena mengetahui kalau Aska lagi Broken Heart.
" Kamu tahu dari Siapa Aku Broken Heart?" Aska yang makin penasaran ama Seorang Cewek itu.
" Aku tahu sendiri. Kamu Broken Heart karena Kakak Ry pacaran ama Abang Danielkan ?" Tanya Seorang Cewek itu.
" Iya benar. Bagaiman Kamu bisa tahu?" Aska yang makin penasaran ama Seorang Cewek itu
" Mau tahu aja atau Mau tahu banget?" Tanya Seorang Cewek itu.
" Mau tahu banget jadi cepatan jawab," Kata Aska.
" Sebenarnya Aku tahu dari Mas Raka kalau Kakak Ry dan Abang Daniel berpacaran," Kata Seorang Cewek itu.
" Kamu kok bisa tahu Aku Broken Heart dari mana?" Tanya Aska.
" Dari wajah Kamu yang terlihat lesu dan sedih. Persis kaya orang patah hati makanya Aku bilang aja Kamu patah hati ternyata benar, Kata Seorang Cewek itu.
" Berarti tadi Kamu cuma Asbut ( Asal Sebut) aja. Aku aja yang bodoh," Aska yang mengutuki kebodohan yang berbicara jujur kepada Seoeang Cewek.
" Udah gak usah malu Aska sebagai Teman. Aku bersedih mendengarkan curhatan isi hati Aska," Kata Seorang Cewek.
" Gak ah, Aku takut Kamu bakal cerita ama Ry. Secara Kamukan deket ama Dia." Kata Aska.
" Aku janji gak bakal cerita ama Kakak Ry,"
Seorang Cewek yang membentuk jarinya seperti huruf V.
...~ Bersambung ~...
__ADS_1