3 Cogan Dan Ry

3 Cogan Dan Ry
Story Aska Pelajar Itu Tugasnya Belajar


__ADS_3

" Pas lagi penganguran selalu ditinggalkan karena gak punya uang, Giliran udah kerja malah di tinggalkan karena gak punya waktu luang".


Ibu mengambil gelas dari tangan Ayah.


" Cepatan minum" Bentak Ayah kepada Ibu.


" T...A...P...I Aku gak suka minum kopi Abang" Ibu yang tanganya gemetaran memegang gelas.


"Minum sekarang" Ayah yang berdiri dari kursi. Lalu Ayah mengambil gelas dari tangan Ibu.


Ayah memasang Ibu untuk minum kopi itu. Ibu menolak untuk meminum kopi itu.


" Pasti ada racun di kopi itu makanya Kau tidak mau meminumnya" Ayah yang menatap Ibu.


" Aku tidak memasukan racun ke dalam kopi itu" Kata Ibu.


" Makanya minum kopi itu agar Aku percaya kalau tidak ada racun di dalamnya" Ayah yang berdiri di hadapan Ibu.


" Baiklah Kalau itu maunya Abang" Ibu mengambil gelas dari tangan Ayah. Lalu Ibu meminum Kopi yang ada di gelas.


Ibu menyemburkan kopi yang di minumnya ke wajah Ayah. Ayah yang wajahnya terkena kopi marah kepada Ibu.


" Kau sengaja ya menyemburkan Kopi ke wajah Ku?" Ayah yang membentak Ibu.


" Maaf Abang Aku gak sengaja" Kata Ibu.


" Tidak sengaja Kau bilang" Ayah mengambil gelas dari tangan Ibu. Lalu Ayah membanting gelas itu kelantai.


Craang ........Craang....


Gelas itu pecah lalu kaca dari gelas itu berserakan di lantai.


" Dasar istri tak berguna buat kopi aja tidak bisa" Ayah yang mendorong badan Ibu ke belakang.


" Maafkan Aku Abang" Kata Ibu.


" Apa Kau pikir dengan permintaan maaf semua masalah jadi selesai" Ayah yang mendorong tubuh Ibu.


" Aw....Aw..." Tubuh Ibu bergeser ke belakang. Kaki kiri Ibu menginjak pecahan kaca.


"Rasakan itu Kau pantas mendapatkannya" Ayah berjalan pergi meninggalkan Ibu.


"Aw.....Aw..... Tolong Aku Abang" Ibu merintih ke sakitan.


Ayah berjalan ke arah kamar mandi. Sesampai kamar mandi Ayah membasuh muka yang terkena kopi mengunakan air yang di bak mandi.


Aska berjalan masuk kedalam rumah.


" Assalamualaikum" Kata Aska.


" Walaikumsalam" Kata Ibu.


" Ibu Kenapa?" Aska yang melihat ke arah Ibu.


"Aw.....Aw.....Kaki Ibu terkena pecahan kaca" Ibu meringis kesakitan lalu kaki Ibu mengeluarkan darah"


Aska mengambil kursi lalu menyuruh Ibu duduk. Ibu duduk di kursi. Aska berjongkok lalu melihat kaki kiri Ibu.

__ADS_1


" Bu tahan ya. Aku mau mencabut pecahan kacanya" Aska yang mencabut pecahan kaca.


" Aw.....Aw.....pelan - pelan Aska" Ibu yang meringis ke sakitan.


"Ini udah pelan - pelan Bu, Aku ambil kotak P3K dulu" Aska berdiri lalu berjalan ke arah kamar.


Aska berjalan masuk ke dalam kamarnya. Lalu Aska mengambil kotak P3K yang ada di atas meja belajarnya. Aska membawa kotak P3K ke ruangan tamu.


Aska berjongkok di depan Ibu. Aska membuka kotak P3K lalu mengambil Alkohol dan kapas. Aska membersihkan telapak kaki Ibu sebelah kiri dengan alkohol dan kapas.


Setelah bersih Aska melihat luka di kaki Ibu.


" Lukanya dalam Aska?" Tanya Ibu.


" Alhamdulillah luka gak dalam Ibu. Aku kasih obat merah dulu ya Bu" Aska yang mengambil obat merah dari kotak P3k.


"Iya Aska" Jawab Ibu.


" Ibu tahan ini pasti perih" Aska memberi obat pada telapak kaki Ibu yang luka.


" Aduh.....Aduh perihnya Aska" Ibu yang meringis menahan perih lukanya di kasih obat merah.


Seminggu Kemudian........


Ibu mengkhawatirkan Aska yang seminggu ini sering pulang malam. Ibu takut Aska salah pergaulan dengan teman - temannya.


Aska itu anak rumahan yang malas keluar rumah. Aska keluar rumah kalau ada urusan yang penting. Aska tidak mau main atau nogkrong kayak teman seusia Dia.


Aska lebih suka di kamar menghabiskan waktu dengan kanvas, kuas dan cat minyak. Aska lebih suka melukis di kamar kalau ada yang menyukai lukisanya Dia jual.


Aska itu anak pendiam dan tertutup. Dia tidak ingin orang lain mengetahui masalah keluarga yang di hadapinya. Aska lebih memilih untuk mencurahkan segala isi hati kepada Allah.


Setiap malam Aska selalu melakukan shalat tahjud. Aska berdoa agar Ayahnya mendapatkan hidayah dan bisa menyayangi Dia dan Ibu. Aska ingin keluarga bisa harmonis dan tentram.


Aska yakin suatu saat Allah pasti akan mengabulkan doanya. Aska selalu berusaha menjadi anak yang shaleh bagi ke dua orang tuanya.


Ibu duduk di depan teras sambil menunggu Aska yang belum pulang. Tidak lama kemudian Ibu melihat sebuah motor berhenti di depan halaman rumah Aska.


" Alhamdulilah Aska pulang juga" Ibu yang berdiri dari kursi.


" Assalamualaikum Ibu" Aska yang berjalan sambil membawa plastik warna hitam.


" Walaikumsalam Aska" Kata Ibu.


" Maaf membuat Ibu jadi menunggu Aku" Aska mencium punggung tangan Ibu.


" Ayo Kita masuk Aska!" Ajakan Ibu.


" Iya , Lama - lama di luar tidak baik buat kesehatan Ibu" Kata Aska.


Aska dan Ibu berjalan masuk ke dalam rumah. Sesampai di ruangan tamu Aska dan Ibu duduk di kursi.


" Ibu sudah makan?" Tanya Aska.


" Belum" Jawab Ibu.


" Kenapa belum makan Ibu?" Tanya Aska.

__ADS_1


" Ibu mau makan ama Aska" Jawab Aska.


" Ibu kalau lapar makan dulu aja gak perlu nunggu Aska" Kata Aska.


" Ibu gak bisa makan malam kalau gak ada Aska" Kata Ibu.


" Aku takutnya Ibu sakit kalau harus nunggu Aku baru makan" Kata Aska.


" Makanya Aska pulang jangan malam - malam terus" Kata Ibu.


" Aku beli nasi goreng tadi. Kita makan nasi goreng ya" Aska membuka plastik warna hitam yang terdapat 2 bungkus nasi goreng.


" Ibu ambil piring, sendok dan gelas" Ibu yang berjalan ke arah dapur.


Aska berjalan ke ruangan keluarga. Lalu Ask duduk di atas tikar menyalakan televisi dengan remot televisi. Ibu membawa 2 piring, 2 gelas dan 2 sendok.


Aska dan Ibu meletakan sebungkus nasi goreng di atas piring masing - masing. Setelah itu membuka bungkus nasi gorang yang di ikat oleh karet.


Selesai makan nasi goreng Ibu melihat ke arah Aska.


" Ibu mau tanya tapi Aska harus jawab yang jujur" Kata Ibu.


" Ibu mau tanya Apa?Insyaallah Aku akan menjawab dengan jujur" Tanya Aska.


" Aska Kemana pergi pagi pulang malam?" Ibu yang melihat ke arah Aska.


" Sebelum jawab, Aku mau Ibu berjanji dulu kalau tidak akan marah ama Aku. Ibu janji ya?" Tanya Aska.


Deg....Deg....


" Ibu janji tidak akan marah ama Ask. Yang penting Aska ngomong jujur ama Ibu" Aska mau ngomong apa kok Aku harus berjanji untuk tidak marah ama Dia. Aku takut Aska ikut pergaulan bebas ama teman - temannya batin Ibu.


" Aku minta maaf sebelumnya ama Ibu. Aku pasti udah membuat Ibu cemaskan?" Tanya Aska.


" Iya Ibu cemas ama Aska" Jawab Ibu.


" Ibu sebenarnya Aku pergi pagi pulang malam itu kerja" Kata Aska.


" Aska kerja Apa?" Tanya Ibu.


" Aku kerja di warnet Ibu" Jawab Aska.


" Di warnet mana?" Tanya Ibu.


" Al net Jl. Marpoyan Ibu" Jawab Aska.


" Kenapa Aska kerja?" Tanya Ibu.


" Aku ingin meringankan beban Ibu" Jawab Aska.


" Ibu kerja banting tulang buat Aska. Ibu tidak mau Aska seperti Ibu dan Ayah yang tidak sekolah" Kata Ibu.


" Aku tahu Ibu kerja buat Aku. Aku sedih melihat Ibu bekerja keras untuk Aku. Sedangkan Aku cuma di rumah aja. Aku ini anak Laki - laki jadi harus bisa membantu Ibu.


" Kalau mau membantu Ibu Aska cukup belajar yang pintar. Karena status Aska itu Pelajar dan Tugas Belajar.


Bersambung........

__ADS_1


__ADS_2