3 Cogan Dan Ry

3 Cogan Dan Ry
Story Aska Persidangan Perceraian


__ADS_3

" Dompet aku sama seperti bawang merah saat membukanya membuat aku menangis."


Tidak lama kemudian lewatlah sebuah motor di depan ibu Ani. Ibu Ani lalu memberhentikan sebuah motor tersebut.


" Abang ojek abang." Ibu Ani berteriak ke arah sebuah motor yang di kendarai seorang Pria.


" Ada apa buk?" Seorang pria itu memberhentikan motornya. Lalu seorang itu membuka kaca helemnya.


" Abang anterin saya ke jl. Harapan Raya." Ibu berjalan ke arah motor tersebut lalu ibu naik le atas motor tersebut.


" Iya Buk." Seorang Pria itu mengendarai motornya ke arah jl. Harapan Raya.


Sesampai di jl. Harapan Raya ibu menujukan kepada seorang pria itu untuk melajukan kendarannya ke arah komplek perumahan elit di jl. Harapan Raya. Seorang Pri itu mengendarai motornya mengikuti petunjuk arah ibu Ani.


" Abang berhenti," kata ibu Ani.


" Iya buk." Seorang pria itu lalu mengeram motornya lalu berhenti di depan sebuah rumah yang megah dan berlantai atas.


" Berapa ongkosnya abang?" Ibu Ani yang turun dari motor lalu berdiri di samping seorang pria tersebut.


" I...t...u buk." Seorang pria itu yang terlihat binggung dan gugup ama pertanyaan ibu Ani.


" Jadi berapa abang?" Ibu Ani yang melihat ke arah seorang pria tersebut.


" Gak usah di bayar buk," jawab Seorang Pria.


" Lah kenapa gak di bayar abang?" tanya ibu Ani.


" Sebenarnya saya bukan tukang ojekbuk ," jawab pak.


" Terus kenapa abang ngaterin saya amapai sini?" tanya ibu.


" Saya hanya ingin memberi tumpangan kepada Buk,"Jawab seorang pria.


" Terima kasih banyak abang," jawab Ibu Ani.


Jam pulang sekolah...........


Ketika bel sekolah berbunyi menandai waktu pulang sekolah. Pak guru menyuruh siswa untuk mengerjakan soal latihannya di rumah menjadi pr. Pak guru meninggalkan kelas 2 Arsitek 1.


Semua siswa kelas 2 Arsitek 1 saling berdesakan untuk keluar dari kelas dengan mengunakan pintu yang sama. Mereka saling dorong mendorong hingga ada yang jatuh terduduk di lantai.


Siswa yang lain hanya sibuk untuk cepat pulang dan tidak memperdulikan seorang siswi yang jatuh. Aska berdiri dari kursi sambil membawa tas ransel yang ada di punggungnya.


Aska berjalan ke arah seorang siswi yang jatuh terduduk di lantai. Aska mengulurkan tangannya ke arah seorang siswi yang terjatuh itu.


" Mari Aku bantu !" Aska yang mengulurkan tangannya ke arah seorang siswi.

__ADS_1


" Iya. Maaf jadi ngerepotin kamu." Seorang siswi yang menerima uluran tangan dari Aska.


" Gak ngerepotin kok." Aska lalu membantu siswi tersebut hingga dia bisa berdiri di hadapan Aska.


" Kamu baik sekali," kata Seorang Siswi.


" Kamu mau pulang atau di sini aja?" tanya Aska.


Aska berjalan masuk ke dalam rumah Daniel. Aska mencari keberadaan ibu yang tidak dampak. Aska tidak sabar ingin bertanya tentang sidang perceraian orang tuannya.


" Ibu.....ibu." Aska yang mencari ibu di setiap ruangan yang ada di rumah Daniel.


" Ibu dimana?" Aska yang sudah berdiri di dapur.


" Kamu sudah pulang?" Mami Lena yang berjalan masuk ke dapur.


" Sudah nyonya," Aska yang melihat ke arah mami Lena.


" Sana ganti pakaian kamu," kata mami Lena.


" Iya nyonya. Apa nyonya tahu ibu saya kemana?" tanya Aska.


" Bibik Ani saya suruh belanja ke swalayan," kata mami Lena.


" Kalau begitu saya pamit dulu ya nyonya." Aska yang berjalan meninggalkan dapur.


Hari ini ibu Ani sudah berpakaian rapi mau pergi ke kantor pengadilan agama. Ibu Ani meminta izin kepada mami Lena untuk pergi ke kantor pengadilan agama. Mami Lena memberikan izin dan mendoakan agar semua berjalan dengan lancar.


Ibu Ani berjalan ke arah pagar rumah Daniel. Ibu Ani berjalan kaki ke jalan komplek perumahan. Daniel mengendarai mobil pajero sport ke arah jalan kompek perumahan. Saat mengendarai mobil pajero sport Daniel melihat ke arah seorang wanita yang berjalan kaki.


Daniel menepikan mobilnya di samping seorang wanita itu.


" Bibik mau kemana?" Daniel yang menurunkan kaca jendelanya lalu Daniel mengeluarkan kepalannya dari kaca jendela.


" Eh ternyata aden Daniel. Bibik mau ke kantor pengadilan agama." Ibu Ani yang menoleh ke arah kanan lalu melihat Daniel yang mengerluarkan kepala dari kaca mobilnya.


" Ayo bibik bareng aku aja!" ajakan Daniel.


"Gak usah Aden. Bibik naik bus way aja." Ibu Ani yang mengelengkan kepalanya.


" Saya gak terima penolakan. Bibik harus naik sekarang." Kata Daniel dengan suara yang lantang.


" Iya aden." Ibu Ani berjalan ke arah mobil Daniel lalu Ibu Anik membuka pintu mobil Daniel. Ibu Ani duduk di samping kursi Daniel.


Daniel dan Ibu Ani berjalan ke arah kantor pengadilan agama. Daniel dan ibu Ani duduk di bangku yang ada di luar ruangan kantor pengadilan agama. Daniel mengeluarkan ponsel dari sakunya.


📩" Assalamualaikum Om," kata Daniel.

__ADS_1


📩" Walaikumsalam. Ada apa Niel?" tanya Om.


📩" Om dimana?" tanya Daniel.


📩" Di rumah. Emang ada apa Niel?" tanya Om.


📩" Om pergi ke kantor pengadilan agama sekarang," jawab Daniel.


📩" Kenapa om harus kesana Niel?" tanya om.


📩" Om kesini aja jangan banyak tanya cepat," kata Daniel.


" Aden gak berangkat kerja?" tanya ibu Ani.


" Natik bibik." Daniel memasukan ponsel ke dalam saku celana.


" Terus aden ngapain masih di sini?" Ibu Ani yang melihat ke arah Daniel.


" Saya mau menyaksikan persidangan perceraian Bibik," jawab Daniel.


" Sebaiknya aden ke kantor saja. Bibik gak mau aden trauma menikah gara - gara melihat sidang perceraian bibik." Ibu Ani yang merasa khawatir ama Daniel.


" Saya gak trauma akan menikah. Justru saya udah pengen cepat menikah ama pacar saya bibik," kata Daniel.


" Apa nyonya Lena menyetujui hubungan aden Daniel dan Mentary?" tanya Ibu Ani.


" Tidak bibik.Kami harus berjuang untuk mendapatkan restui dari mami," jawab Daniel.


" Bibik cuma bisa berdoa semoga aden secepat mendapat restu dari mami Lena," kata Ibu Ani.


" Amiin. Makasih doannya bibik," kata Daniel.


" Aden cinta banget ya ama Mentary?" tanya Ibu Ani.


" Iya saya sangat mencintai Mentary bibik. Saya binggung aja kenapa mami tidak merestui hubungan saya dan Mentary?" tanya Daniel.


" Karena status sosial aden Daniel dan Mentary berbeda," jawab Ibu Ani.


" Kenapa emangnya dengan status sosial kita bibik?" tanya Daniel.


" Aden Daniel itu berasal dari keluarga kaya dan Mentary berasal dari keluarga sederhana," jawab Ibu Ani.


" Tetap aja saya binggung ama pemikiran mami yang masih seperti itu." Daniel yang wajahnya terlihat begitu sedih mendengar yang ibu Ani katakan.


" Setiap orang tua pasti ingin yang terbaik buat anaknya. Begitu juga nyonya Lena yang ingin aden Daniel dapat pasangan yang sesuai ama status sosialnya," jawab ibu Ani.


...~ Bersambung ~...

__ADS_1


__ADS_2